NovelToon NovelToon
Asmara Gadis Mafia × Ketua OSIS

Asmara Gadis Mafia × Ketua OSIS

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Ketos / Mafia / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rara Tania

Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!

Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Seorang anak perempuan manis sedang duduk di balkon depan kamarnya. Ia sedang menikmati sunset dan hembusan angin sore. Di sebelah kanan, ia ditemani dengan coklat hangat yang dibuat Mama tersayang.

Sedangkan di sebelah kirinya ada kakak laki-lakinya yang berumur setahun lebih tua dari perempuan itu. Laki-laki itu sedang asik bermain gadget keluaran terbaru yang baru saja dibelikan Papa tersayang.

"Kak!" Panggil Halley pada kakaknya yang masih fokus pada handphonenya. Sebenarnya Halley juga dibelikan handphone yang sama seperti kakaknya. Karena setiap kakaknya meminta sesuatu, pasti Halley juga akan diberikan hal yang serupa. Biar adil katanya.

"Apa?" James masih berkutat pada handphonenya. Ia tak melepas pandangannya dari nama-nama handphone terbaru yang tertera di layar kaca handphone. Yeah, ia suka sekali mengecek berkembangnya teknologi jaman sekarang.

"Kaaaak!" Panggil Halley dengan suara manja, dengan puppy eyes juga.

"Ih! Paan sih?" Kata James yang sudah melirik ke adik satu-satunya itu.

"Ayo ke mall" Pinta Halley. Padahal kemarin mereka baru saja ke mall.

"Lagi? Di mall mana?" Tanya James balik.

"Honey Mall aja, Kak! Katanya ada Korean Fashion Shop. Aku pengen beli baju ala ala Korea gitu, Kakk." Pinta Halley.

"Yaudah ayo!" James keluar dari kamar adiknya, menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Halley pun melakukan hal yang sama di kamarnya sendiri.

Setelah berganti pakaian, mereka turun ke bawah dengan lift. Yeah, kamar mereka berada di lantai empat. Kebayangkan? Pasti besar sekali rumah bak istana keluarga Renaga itu.

"Pa, kami mau ke Honey Mall, boleh ya?" Pinta Halley dengan wajah memelas.

"Pasti dong untuk putri kesayangan, Papa." Kata Papa Harchan tersenyum sambil mengelus rambut Halley dengan lembut.

"Di antar sama Pak Agus, ya! Sekalian suruh jagain kalian! Soalnya Pak Rudi mau nganterin Papa sama Mama ke reunian di Herv Resto." Kata Papa.

"Oke, Pa! Papa lama reuninya?" Tanya James.

"Nanti jam sembilan mungkin sudah selesai. Kalian harus sudah ada di rumah sebelum Papa Mama pulang, lho ya!" Pinta Mama Zherra yang tiba-tiba datang setelah lama berdandan di kamar.

"Siap, Ma!!" Kata Halley dan James serempak.

"Oh ya. James, kartu kredit unlimited yang minggu lalu Papa kasih, masih kamu simpen, kan?" Tanya Mama sambil mengelus pelan pipi anak laki-lakinya itu. "Iya, Ma. Punya kartunya Halley juga yang bawa aku kok."

"Kak, aku mau bawa sendiri dong." Pinta Halley sambil menyodorkan tas selempang yang baru saja ia buka resletingnya.

"Nih." James memasukkan kartu kredit unlimited milik adiknya ke dalam tas selempang Halley.

"Yaudah, Ma, Pa. Kami berangkat dulu, ya." Kata James pamit pada orangtuanya yang hanya dijawab dengan anggukan mereka.

***

"Kak! Yang ini cocok gak buat aku?" Tanya Halley setelah mencoba salah satu baju anak modern ala Korea yang sangat pas untuknya.

"Iya." Jawab James singkat. "Dek, makan aja yuk. Ajak Pak Agus sekalian." Ajaknya.

"Chinese Food kesukaan aku ya, Kak." Pinta Halley, dijawab anggukan oleh James. "Bayar dulu sana!"

Setelah membayar mereka mengajak Pak Agus untuk makan.

"Pak, makan yuk, di Restoran China." Ajak James sopan dengan orangtua.

"Enggak usah, Tuan Muda sama Nona saja. Oh, iya. Barang belanjaannya saya bawa ya, Non." Kata Pak Agus menerima barang belanjaan yang baru saja diberi Halley. Pria itu sedari tadi menunggu anak majikannya selesai belanja karena memang tugasnya untuk menjaga.

"Udah, ikut aja, Pak." Kata James sambil menarik tangan Pak Agus.

***

📍Chinese Restaurant

Mobil yang disetir oleh Pak Agus sampai di salah satu Chinese Restaurant yang terkenal di kota itu. Restauran itu merupakan langganan keluarga Renaga, karena keluarga itu sangat menyukai hidangan yang disediakan di restauran itu. Bahkan pemilik restorannya kenal dekat dengan Tuan Renaga atau papanya Halley.

"Sudah sampai, Tuan Muda, Nona." Kata Pak Agus.

"Oh, iya. Yaudah, ayo, Pak, ikut ke dalam aja." Ajak James.

"Enggak usah, Tuan. Bapak disini aja nungguin." Kata Pak Agus menolak dengan halus.

"Oke, deh." Kata James. Lalu James dan Halley masuk ke dalam restauran itu. Mereka masuk dan duduk di VIP room yang sejak lama sering keluarganya tempati. Tempatnya sangat mewah dan nyaman.

"Seperti biasa, Dik?" Tanya seorang pelayan wanita. Wanita itu sepertinya sudah hafal dengan pesanan keluarga Renaga biasanya.

"Iya, hehe." Jawab Halley.

"Baiklah, mohon ditunggu, Dik." Kata pelayan itu lagi dan hanya dibalas anggukan oleh Halley. Sementara James sibuk dengan handphonenya.

"Selamat menikmati!" Kata pelayan mengantarkan pesanan mereka. Setelah makan, Halley pergi ke toilet untuk buang air kecil. Setelah itu, ia bergegas kembali ke VIP room untuk menemui kakaknya.

Bruk! Suara tabrakan. Halley menabrak seseorang.

"Maaf, aku tidak sengaja." Kata seorang laki-laki. Sepertinya ia seumuran dengan Halley. Dilihat dari dekat, laki-laki itu tampan.

"Eh, iya." Mereka tidak sadar jika jam tangan yang mereka pakai jatuh bersamaan karena kebetulan tadi mereka belum memakainya dengan benar. Karena Halley buru-buru, ia langsung mengambil salah satu jam tangan yang terjatuh dan segera memakainya lalu pergi tanpa melihat jam yang ia kenakan. Kebetulan jam tangan mereka sama sama warna hitam, hanya berbeda warna di bagian pinggirnya.

Si laki-laki juga melakukan hal yang sama. Namun, tak lama ia tersadar jika jam tangannya berbeda. Terlihat di bagian pinggir jam itu berwarna merah, padahal yang dipakai sebelumnya adalah warna biru. "Sepertinya ini punya perempuan itu. Aku kembalikan saja!" Guman si laki-laki.

Ia segera membalikkan badannya. Matanya mencari keberadaan si perempuan yang ia tabrak tadi. Namun hasilnya nihil. Sepertinya perempuan itu sudah pergi.

"Ku simpan saja deh." Kata laki-laki itu. Lalu ia segera kembali ke meja dimana orangtuanya sudah menunggu. "Ngomong-ngomong dia cantik juga." Guman laki-laki itu sambil tersenyum.

.

.

.

1
Renjani Soraya
pertnyaan ny emng msih muat tuh sepatu thor.. author mah kadang" ya wkwkw
Shinta Dewiana
nyesal apanya nenek lampir hidup dgn penuh kemewahan...ya aaa...br minta maaf gitu langsung luluh...iyaaa...kurang greget deh ..
Shinta Dewiana
baguslah 2 nenek lampir tu emang pantas mati
Shinta Dewiana
hedeh gampang banget maafin..enggak seru....
Shinta Dewiana
welly kasihan banget lo..salah sendiri dulunya enggak serius..skrang terlambat deh..
Shinta Dewiana
dua nenek lampir masih senang aja hidupnya.
Shinta Dewiana
mafia kok lengah..asisten jg oon
Shinta Dewiana
huh siapa juga enggak emosi tiba2 nenek lampir datang main jambak aja....ya pasti hrs di balaslah
Shinta Dewiana
helley alias cammelia ..terlalu buang buang waktu bukannya balas dendam sm 2 si mak lampir...hedeh
Shinta Dewiana
halley ceroboh...tdk merekam semua biar ada bukti..
Shinta Dewiana
halley oon bisa nya surat ancaman tu di simpan doang..
Shinta Dewiana
duh...bener2 geregetan ini....huh athor hatiku di aduk aduk ini
Shinta Dewiana
gerammmmnyaaaa
Shinta Dewiana
his mulai deh oon nya..
Qaisaa Nazarudin
Maaf ya Thor di bab ceritanya JAMES dan HARCHAN terpaksa aku skip bacanya, Aku masih sakit hati dan marah atas perlakuan mereka ke Halley dan mamanya, Aku gak bisa terima sampai sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Aman Kina,Santai aja,Tuh bocah cuman preman doang,Tapi Welly seorang Mafia,Bukan tandingan tuh bocah..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak di vedioin saat digilir, hantar rakaman nya ke Harcan, biar dia liat sendiri istri nya di gilir2 wkwkwkwkk
Qaisaa Nazarudin
Bheeuuhh gila..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku yg pantas utk Cam adalah Welly, Wellybyg selalu ada saat suka dan dukanya Cam, Saat susah dan Senang nya Cam, Aku gak rela aja Cam sama Justin gitu,
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃
Qaisaa Nazarudin
Ini baru puas hati aku,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!