NovelToon NovelToon
PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA

Status: tamat
Genre:Isekai / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah Takdir / Barat / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ark Vest

Myro Aras mati di bumi lalu ia bereinkarnasi ke dunia dimana pedang dan sihir berada.

Myro menjadi anak dari seorang Baron di Kerajaan Azeroth yang dipenuhi dengan permusuhan serta pertarungan di antara para bangsawan. Bukan hanya itu, para pangeran sekalipun juga saling bertarung untuk mendapatkan posisi menjadi raja.

Apakah yang akan Myro lakukan di dunia baru ini? Apakah ia memilih untuk hidup dengan damai atau mengikuti pertarungan di antara para bangsawan serta keluarga kerajaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 : HADIAH

Myro perlahan-lahan membuka matanya dengan berat untuk menemukan bahwa ia berada di sebuah ruangan yang hanya memiliki warna putih.

Tidak peduli seberapa jauh Myro melihat, ia hanya bisa menemukan warna putih tanpa ada benda apapun di sekitar.

Myro duduk dan memegang kepalanya yang sedikit sakit, ia menatap sekitar sambil bergumam "Sebenarnya apa yang terjadi disini? Bukankah aku harus pergi ke sekolah, kenapa aku bisa berada di tempat aneh ini--".

Perkataan Myro terhenti ketika ia menemukan puluhan orang yang sedang berbaris di ruangan putih ini, akhirnya ada orang lain di tempat ini.

Tanpa ragu sedikitpun, Myro berdiri dengan cepat dan berjalan menuju sekelompok orang yang sedang berbaris itu "Apa yang kalian lakukan disini? Dimana kita berada sekarang?".

Orang-orang yang berbaris itu melihat ke arah Myro seperti menemukan orang aneh, Myro sangat bingung terhadap tatapan tersebut "Ada apa? Apakah ada yang aneh dengan wajahku? Aku tadi sedang tertidur sehingga belum melihat keadaanku sendiri".

Seorang pria tua melangkah maju sedikit sambil bertanya "Nak, apakah kau benar-benar tidak tahu tempat kau berada sekarang?".

Myro menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu? Apakah kita berada di sebuah ruangan? Tapi ruangan ini sangat aneh, semuanya hanya ada warna putih, bahkan aku tidak bisa mengetahui dimana temboknya berada. Apakah ini teknologi terbaru untuk membuat ruangan putih tanpa tembok?".

Pria tua itu menghela nafasnya dengan sedih "Ini bukan bumi, kita semua sudah mati".

Setelah itu pria tua tersebut tidak berbicara lebih banyak lagi, ia kembali berbaris tanpa memperhatikan Myro lebih banyak lagi.

Bukan hanya pria tua tersebut, orang-orang yang lain juga kembali berbaris dengan sikap dingin.

"Sudah mati? Apa maksud--", saat Myro akan bertanya lebih banyak lagi maka tiba-tiba ia merasa sakit kepala.

Di tengah rasa sakit kepala tersebut, beberapa ingatan muncul di kepala Myro.

Ingatan itu tidak lain adalah ketika Myro melihat seorang anak yang sedang melewati jalan, tapi di sisi lain adalah sebuah mobil yang bergerak dengan sangat cepat tanpa memperhatikan keberadaan anak tersebut.

Melihat semua itu, Myro yang sudah siap berangkat ke sekolah tanpa ragu membuang tas miliknya dan berlari menuju anak tersebut.

Ia mendorong anak itu agar terhindar dari tabrakan mobil, namun sebagai gantinya maka Myro adalah orang yang tertabrak oleh mobil tersebut.

Kecepatan mobil sangat cepat, mungkin supir mobil tersebut sudah tertidur yang menyebabkan Myro terbang puluhan meter akibat tabrakan tersebut, ia hanya bisa hidup selama beberapa menit lagi untuk menemukan orang-orang di sekitarnya yang sedang panik sebelum menutup matanya.

Myro kembali sadar dan berteriak tidak percaya "Aku benar-benar sudah mati!".

Seluruh orang kembali menatap Myro yang berisik dengan dingin.

Myro tersenyum malu terhadap tatapan dingin orang-orang, ia tahu bahwa dirinya terlalu berisik yang membuat orang-orang terganggu sehingga Myro hanya bisa memegang kepalanya dengan malu.

Karena Myro sudah tidak berisik maka mereka tidak menatapnya lebih lama lagi, mereka kembali berbaris sambil mengingat masa lalu mereka dengan sedih.

Barisan itu terlalu berjalan, Myro berdiri mengikuti barisan itu dengan wajah kosong.

Lebih tepatnya Myro masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya mati pada usia semuda itu.

Walaupun Myro bukan orang yang cerdas di kelas, setidaknya ia berada di tengah-tengah dan tidak ada masalah untuk mencari pekerjaan.

Tetapi semuanya sudah hancur, ia sekarang sudah mati dan harus menunggu di barisan ini untuk menentukan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.

Waktu terus berlalu, barisan puluhan orang itu terus berkurang hingga Myro sampai di bagian paling depan.

Myro menemukan seorang wanita dengan rambut perak serta sayap putih di belakangnya berdiri berhadapan dengan Myro.

Mengamati Myro dari atas ke bawah, wanita itu berkata "Apa yang kau lakukan hingga mati pada usia muda seperti ini?".

Tanpa menunggu jawaban Myro, wanita tersebut mengambil sebuah tumpukan kertas untuk memeriksa kertas yang ada pada bagian terakhir.

Membaca kertas itu, wanita tersebut berkata sedikit terkejut "Kau membantu seorang dewa agar tidak tertabrak oleh mobil? Aku tidak tahu apakah kau ini tidak beruntung karena mati pada usia muda atau sangat beruntung sebab bisa mendapatkan rasa terima kasih dari dewa".

Myro yang sedikit bingung berkata dengan ragu "Dewa? Tunggu! Anak kecil yang hampir tertabrak mobil itu adalah dewa?".

Wanita itu tidak menjawab Myro melainkan hanya melambaikan tangannya "Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu, lebih tepatnya ini bukan tugasku. Lebih baik aku langsung membawamu untuk menemui Tuan Rater, ia adalah orang yang sudah kau bantu dan menunggu kedatangan mu dari tadi".

Wanita itu langsung berjalan pergi, Myro yang masih tidak begitu mengerti mulai mengikuti wanita tersebut.

Mereka berjalan cukup jauh di antara tempat yang hanya memiliki warna putih ini, Myro sedikit bingung bagaimana cara wanita ini menemukan jalan yang benar di tempat aneh seperti ini.

Wanita tersebut terus membawa Myro sampai di depan sebuah pintu, ia mengetuk pintu tersebut dengan sopan sebelum berkata "Tuan Rater, tamu yang sudah anda tunggu akhirnya tiba".

"Benarkan?", suara anak kecil terdengar dari balik pintu tersebut "Kalau begitu biarkan ia datang kesini, aku harus membalas kebaikannya tersebut".

Mendengar perkataan Rater, wanita tersebut berbalik ke arah Myro "Aku hanya membawamu sampai kesini, Tuan Rater sudah menunggu dibalik pintu ini".

Myro mengangguk, ia membuka pintu tersebut untuk menemukan sebuah ruangan kecil dibalik pintu tersebut.

Di ruangan tersebut hanya terdapat sebuah meja dengan 2 kursi yang saling berhadapan, pada sebuah kursi di ruangan itu terdapat seorang anak yang sudah duduk di sana, anak itu tidak lain adalah anak yang hampir tertabrak oleh mobil tersebut.

"Myro Aras bukan? Aku sudah menunggumu cukup lama disini, ayo duduk!", kata Rater yang menunjuk ke arah kursi di depannya, walaupun ia masih terlihat seperti anak kecil berusia 10 tahun namun Myro merasakan bahwa anak ini sedikit lebih dewasa daripada apa yang terlihat.

Myro menarik nafas sebelum melangkah maju untuk duduk di kursi yang berada di depan anak tersebut, mereka sekarang saling berhadapan.

Rater menyiapkan sebuah teh hangat untuk Myro lalu memberikannya dengan hati-hati, setelah itu ia berkata lagi "Aku sangat berterima kasih atas bantuan mu. Meskipun aku tidak akan mati akibat tertabrak mobil, tapi aku masih akan merasakan rasa sakitnya. Oleh karena itu, aku bisa memberimu sebuah hadiah, selama itu tidak berlebihan maka aku akan membantumu mendapatkannya. Namun aku tidak bisa membawamu kembali ke bumi, setidaknya harus menunggu selama 500 tahun lagi baru kau bisa kembali ke bumi".

"Apakah itu kekuatan? Aku tidak bisa memberimu kekuatan untuk menghancurkan sebuah planet dengan sekali pukulan, bagaimanapun aku sendiri tidak bisa melakukan itu. Tapi setidaknya kau akan menjadi lebih kuat daripada sebagian besar orang, atau kau membutuhkan kekuasaan? Menjadi anak dari keluarga kerajaan? atau mungkin menjadi seorang pangeran? Katakan, apa yang kau pilih sebagai hadiah atas kebaikanmu tersebut?".

1
Wadzifa Jay
bisakah author lebih memperhatikan penyusunan kalimatnya maaf disini saya agak terganggu dengan pengulangan kata sebagai padahal masih satu kalimat ada baiknya author menggunakan kalimat efektif dan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar🙏
Game Game
korban truck-kun ternyata mc kita
Hamiz Irfan
lana
Hamiz Irfan
bukan kipas ke
Erian Wen
pertama-tama, aku mau bilang. "BIARKAN BRO MEMASAK!!" kenapa aku bilang begitu karena memang, genre politik kerajaan ini bener2 di kemas dengan cara baik, well-written. meskipun dengan absensi hubungan interpersonal MC dan juga lore yang masih kurang deep, tapi tidak menutupi ku untuk memberikan bintang 5! tapi kalo seandainya bisa dinilai dari 1-10 aku kasih 8.9 karena tidak ada karya yang sempurna selalu ada hal yang dapat di perbaiki.

Power system, dan world building bukan fokus dari novel ini. tapi yang sudah di buat itu cukup dan membuat pembaca lama itu bisa catch up karena hal yang di fokuskan sendiri itu tidak banyak. yang paling mengesankan itu adalah pembawaan masalah politik dinasti ini yang sangat mengesankan! bravo!

Kemudian untuk saran, seperti yang ku mention sebelumnya. kurang nya hubungan interpersonal MC kepada tokoh lain, apakah MC ini bakalan punya istri? apakah lana, ren, atau pun Carla (kali) bakalan berebut supaya jadi ratu Myro. ya meskipun terdengar seperti gila wanita dan seolah-olah hanya terpaku pada bidang itu saja sebenarnya memang yang ku katakan itu nggak bohong. Cukup di sayang kan ketika aku tak dapat membaca kelanjutan kisah kasmaran Myro, dan juga hubungan terhadap tokoh pendukung lain. Sejujurnya unsur sub genre bisa di dibangun lho, meskipun sedikit2. seperti unsur romansa, unsur konflik remaja dan masalah pertemanan/persahabatan.
Erian Wen: dan untuk kritik, sebenarnya sedikit aja sih. ya kenapa kesannya kayak Cerita Raja Myro Aras itu harus berhenti di cerita ini doang? tidak hanya itu dibagian perang terhebat dimana Kerajaan aras menaklukkan Kerajaan Azeroth dan diamant di Skip sih! padahal itu hal yang sangat ku nantikan loh! jadi balik lagi, eksekusi ceritanya itu buruk karena kesannya ceritanya Myro aras anak yang di buang bangsawan Baron itu harus berhenti di cerita ini doang, jirlahh. Tidak hanya itu saja, author saja bilang di akhir cerita dia gak tau kelanjutannya ceritanya bagaimana. aku Sempat memikirkan bahwa ini cuman "salah-satu" cerita yang di buat bagus dan tidak patut untuk di lanjutkan lagi.

sebetulnya aku tidak pantas untuk merasa kecewa, aku bukan pembaca yang senantiasa menunggu novel ini dari episode pertama hingga epilog, sedangkan aku saja cuma butuh waktu seminggu bahkan kurang untuk menyelesaikan novel ini. tapi tolonglah, ini cerita bagus banget sejauh ini cuman novel ini aja yang genre politik nya itu bener bener bagus! pembaca dicekokin masalah politik setiap episode (not litterally) dan aku pun mau baca sampai tamat novel ini! tolong lah, di lanjutkan soalnya power system nya ini sederhana nggak perlu mikir banyak2, Lore nya cukup tapi masih bisa di kembangkan, kemudian hubungan interpersonal MC yang harus di suguhkan kepada Pembaca! aku merasa ini bisa saji series kalo seandainya tidak ada eksekusi buruk di akhir cerita novel ini.
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
seharusnya kalimatnya [myro sangat bingung dengan tatapan tersebut. "apa yang ...] tambahkan titik kalau sebelum dialog gak ada kalimat yang menyambung.
Sulaiman Jambi 2
keren
minak jinggo
mc d sini terlalu naif
minak jinggo
yg jd pertanya'an, orng yg d panggil lain'nya kemana seharusnya masih ada 1500 lebih.. katanya dr capter pertama, orng yg d panggil ada yg jd pedagang, pandai besi dll.. kenapa gk d panggil untuk membatu mc, contoh:pandai besi dan pedagang...
Sampoerna Samsu
ending yg sangat menyebalkan seharusnya di bagian terdiri nya kerajaan adalah cerita yg lebih menarik
Harland Pathi
kelihatan kalau gak pernah mengayunkan pedang di medan perang...
Harland Pathi
sebenarnya mc nya ini siapa...?
Andikk Jaya: iya lemah banget peran sampingan mulu
total 1 replies
Ucil Pam-pam Pambudi
cerita yang sangat menarik... mantap
Weed25
Bagus kak tapi kurang panjang, terburu-buru
Weed25
Harusnya Raja Baru itu menyerang Myro lah wkwkwkw biar dia kalah sekalian, baru aja naik tahta udah kepikiran serakah, dasar bocil
Weed25
ya kan bisa ngalirin air dari utara ke selatan, salju kan bisa cair, jualan es batu ke keselatan keknya menguntungkan
Weed25
Panggil Raja Penyihir dong Thor
Weed25
la terus kegunaan markas apa weh, kan bisa markas menyelidiki soal penggelapan
Weed25
masih bayangin Bapaknya Myro yang buang anaknya dulu wkwkwk, kalau Myro g maafin bukankah Bapaknya bakal nangis guling2 tujuh turunan gegara buang Myro yng sekarang jadi Count.
Weed25
Wkwkwkwk dan bener di akhir Romansa 3 Kerajaan, yang bertahan hanya keturunan Cao Cao dan Kerajaan Wei, tapi endingnya malah keturunan Jendral Sima Yi yang berhasil menyatukan tiongkok menjadi satu dinasti, Dinasti Jin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!