NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Hujan deras mengguyur kota Solo, suasana tampak gelap gulita. Jalanan mulai sepi hanya ada satu dua kendaraan yang lewat.

Akan tetapi di tengah derasnya hujan seorang gadis cantik tengah berjalan dengan lunglai. Ia menggigil mungkin karena sudah terlalu lama kehujanan. Entah kemana langka kakinya sekarang, bayangan tentang kekejaman Ayah tirinya kembali terlintas. Bagaimana ia di tindas dan bahkan sampai di usir.

2 tahun yang lalu saat ia baru saja lulus SMA ayah kandungnya meninggal dunia. Dan selang dua bulan kematian sang Ayah. ibu nya tersayang memperkenalkan sosok laki-laki kehadapannya.. Jujur ia ingin menolak karena baginya Ayahnya cuman satu yaitu Hardi tapi Ibunya tetap nekat menikah walaupun tanpa persetujuan darinya.

Gadis cantik yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu baru berusia 20 tahun, bahkan belum genap karena ulang tahunnya 2 bulan lagi.

"Ibu jahat" gumamnya tertahan.

Bahkan air matanya tak bisa di bedahkan dengan tetesan air hujan yang menerpa wajahnya. Rasa air hujan yang menyatu dengan air mata menjadi rasa asin saat mengalir kedalam mulutnya.

Hingga sebuah mobil dengan kecepatan tinggi hampir saja menabrak dirinya, beruntung sang sopir mobil bisa mengerem walau itu akan sangat membahayakan. Karena bagaimana tidak jalanan yang di terpa hujan pasti akan licin.

"Anda tidak apa-apa ?" Tanya seorang laki-laki dengan suara berat.

Safa memincingkan matanya untuk melihat wajah laki-laki, sinar lampu yang menyorot tak mampu membuat penglihatannya jelas.

"Nona apa anda tidak apa-apa ?" Kembali pria itu bertanya.

"Tidak saya tidak apa-apa" jawab Safa cepat.

"Anda mau kemana ? Biar saya antar sebagai permintaan maaf saya"

"Tidak usah saya bisa sendiri"

Pria itu menatap Safa yang saat ini berdiri dan hendak meninggalkan dirinya. Namun dengan cepat ia mencekal pergelangan tangan Safa.

"Mari saya antar, ini sudah malam di tambah hujan deras seperti ini, akan sangat berbahaya jika anda berjalan sendirian"

Dengan gerakan cepat Safa menghempaskan tangan laki-laki itu "saya sudah bilang tidak apa-apa. Lagian mau kemana kamu mengantar saya karena saya tidak punya rumah. Laki-laki bejat itu telah mengusir saya dari rumah Ayah saya sendiri" ungkap Safa. Entahlah rasanya ia sudah tidak tahan mememdam semuanya sendiri. Rasa sesak didadanya semakin besar mungkin ia akan sedikit legah saat mengutarakan apa yang ia rasakan saat ini.

Iba ?

Tentu saja di rasakan oleh pria itu, ia menjadi tidak tega mendengarnya hingga ia punya inisiatif untuk membantu.

"Ayo ikut saya, kebetulan di dekat sini saya ada rumah minimalis yang sudah lama kosong, kamu bisa tinggal disana untuk sementara anggap saja itu sebagai permintaan maaf saya"

Safa langsung menatap pria itu, sekarang Safa bisa melihat dengan jelas wajah pria itu, tampan dan sangat berkharisma.

"Apa anda orang baik ?" Tanya Safa.

Pria itu terkekeh "Saya Febri, saya ini dokter spesialis kandungan, dan saya berniat baik padamu tak ada niat jahat di dalam diri saya"

Walaupun masih ragu Safa akhirnya menyetujui ajakan Febri, karena tidak ada cara lain lagi. Malam-malam begini kemana ia harus pergi berharap ibunya akan mencari.

Ciih.

Mana mungkin paling ia sedang enak-enakan di bawah selimut tebal bersama laki-laki yang Safa sebut laki-laki bejat.

"Saya mau Tuan"

"Ya sudah ayo"

Febri membukakan pintu mobil supaya Safa bisa masuk. Setelah itu Febri memasuki tempat kemudi. Ac sengaja Febri matikan karena baik dirinya maupun Safa sudah menggigil kedinginan.

"Lap wajahmu dulu !" Febri memberikan sebuah handuk kecil kepada Safa "Itu handuk baru" lanjutnya lagi.

"Terima kasih"

Febri Adi Wijaya, seorang dokter spesialis kandungan usia nya sudah menginjak angka 40 tahun. tapi karena ketampanan wajahnya membuat ia masih seperti umur 30 tahunan.

Tak berapa lama mereka sampai di sebuah rumah minimalis. Febri turun terlebih dahulu untuk membuka pagar supaya mobilnya bisa masuk.

"Ayo masuk !" Ajak Febri kemudian.

Safa mengikuti, dan sedikit berlari karena hujan masih sangat deras. ia menunggu Febri membuka pintu rumah.

Rumah minimalis yang Febri maksud sangat mewah. Safa melirik sekitar. Rumah dengan satu lantai itu begitu unik.

"Ini rumah saya dulu, karena punya rezeki lagi kami pindah. Dan kamu bisa tempati rumah ini untuk sementara" jelas Febri.

"Baik Tuan. Terima kasih atas bantuanya"

"Jangan panggil Tuan ! Panggil Mas Febri saja"

Safa menatap pria di depannya itu lalu tersenyum "Baik Mas"

"Ya sudah saya mau pulang, di dalam kamar itu" Febri menunjuk sala satu kamar "Ada pakaian istri saya dulu kemungkinan masih muat padamu, pakailah dengan bebas" lanjutnya.

"Baik Mas" jawab Safa lagi.

Febri melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Safa, tapi ternyata ia melupakan sesuatu "oh iya mana nomor ponselmu, biar kalau ada apa-apa bisa saling menghubungi" tanya Febri.

Sekarang Safa baru ingat kalau ponselnya tertinggal di rumah. Ia melupakan benda paling berharga dalam hidupnya.

"Maaf Mas ponsel saya tinggal di rumah" ucap Safa.

"Oh ya sudah kalau begitu, hati-hati di rumah ! kunci pintunya dengan rapat ! besok saya akan kembali"

"Satu lagi siapa namamu ?" tanya Febri lagi.

"Safa"

Safa hanya mengangguk tanda mengiyakan, tubuhnya benar-benar menggigil karena kelamaan kehujanan. Hidungnya terasa gatal mungkin ia akan terkena flu. Sudah menjadi kebiasaan Safa memang kalau sudah terlalu kehujana ia akan terkena flu atau sampai sakit.

Setelah kepergian Febri. Safa langsung mengunci pintu dengan rapat. Kemudian memasuki salah-satu kamar yang di tunjuk Febri tadi. Safa mencari pakaian ganti untuk dirinya.

Benar saja didalam lemari itu ada begitu banyak pakaian yang pas di tubuhnya. Pilihan Safa tertuju pada setelan baju tidur tanpa menunggu lama Safa langsung memakainya.

Tidak berapa lama setelah ia berganti pakaian suara bel pintu berbunyi, Safa terlonjak kaget karena siapa yang datang malam-malam begini. Apa mungkin Febri kembali kerumah ini tapi mau ngapain ?

"Siapa sih ? gak mungkin itu Ibu ? atau jangan-jangan Mas Febri kembali ?" berbagai pertanyaan terbesit di benak Safa. Walaupun ragu Safa tetap berjalan mendekati pintu untuk membukanya.

Ceklek... (suara pintu terbuka )

"Dengan Mbak Safa ?" ucap seorang pria yang mengenakan jaket hijau berpadu dengan hitam.

"Iya betul"

"Ini ada kiriman dari Dokter Febri, silahkan di terima !"

"Hah, kiriman ?"

"Iya betul, ini makanan mbak"

Safa menerima paket tersebut "Apa sudah di bayar ?" tanya Safa, karena kalau Febri hanya memesan kan makanan tanpa membayarnya bagaimana cara Safa akan membayar, ia tak ada uang sama sekali.

"Sudah Mbak, ini semua sudah lunas"

"Baiklah terima kasih !"

_

_

_

Hai-Hai para rieder tersayang !

Ini karya baru aku !

Semoga suka ya, jangan lupa Like dan komen

Add favorit.

Rate Bintang Lima !!

Kasih Hadiah kalau yang banyak poin

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!