NovelToon NovelToon
Samudera Biru

Samudera Biru

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:37.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Samudra ErRainly Rahardian Wijaya.

Pria berusia 25 tahun yang terpaksa menikahi calon istri dari pria yang ia tabrak tanpa sengaja sampai harus meregang nyawa di rumah sakit.
Untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya dan menuruti permintaan terakhir Si korban Sam akhirnya mengadakan ijab kabul secara mendadak di hadapan korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Akankah si wanita mau menerima Sam sebagai suaminya untuk menggantikan kekasihnya yang telah tiada?
Dan apakah Sam juga mau mengorbankan hubungannya yang sudah terjalin selama 7 tahun demi pernikahan dadakan ini?

Bagaimana kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

BRAAAAAKKKK...

Hantaman mobil mewah Samudera dengan sepedah motor matic di jalanan yang cukup sepi menimbulkan suara yang lumayan keras, Ia yang membanting stir ke kanan langsung di buat shock saat melihat sosok pria tegeletak di tengah aspal. Ada beberapa orang berkerumun memberi pertolongan dan ada juga yang mengetuk kaca mobil Samudera untuk meminta pertanggung jawaban.

"Woy, keluar!"

Sam yang panik akhirnya membuka pintu mobil yang bagian depannya nampak rusak parah.

"Bawa korban kerumah sakit" titah salah satu pria baya berkacamata mata dengan nada bicara panik.

"Iya... iya, Pak" sahut Sam terbata karna masih terkejut.

Ia mundur satu langkah saat tiga orang datang mendekat sambil membopong tubuh yang bersimbah darah masuk kedalam mobilnya.

"Masih bisa jalan, 'kan?" tanya salah satu orang yang tadi berkerumun.

"Masih, tapi saya coba dulu" jawab Samudera yang akhirnya masuk kembali ke dalam kendaraannya.

Ia bernafas lega saat berhasil menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan tinggi ia kembali melajukan kereta besinya itu kerumah sakit umum terdekat ditemani satu warga yang ikut bersamanya.

.

.

Didepan pintu UGD ia menghentikan mobilnya, dengan cepat dan sigap para perawat membantu mengeluarkan korban dari kursi belakang lalu memindahkannya keatas brankar pasien.

Samudera dan satu warga tadi kini ikut berjalan mengikuti dari belakang. Namun, keduanya di minta menunggu di kursi besi yang sudah di sediakan pihak rumah sakit.

"Bapak kenal sama korban?" tanya Samudera, kini perasaan takut semakin menyelimuti hatinya. Tangannya bergetar hebat di sertai keringat dingin di bagian tengkuk dan keningnya.

"Tidak, tapi sepertinya orang itu perantau yang bekerja sebagai buruh di perusahaan yang kini dalam proses pembangunan" sahut si bapak yang ikut dengan Samudera.

"Perusahaan apa?" tanya Sam lagi karna setahunya hanya Rahardian Group lah yang sedang membangun cabang baru di kota kecil ini.

"R.G "

Deg..

Dugaannya benar Rahardian Group lah yang di maksud dan berarti orang yang ia tabrak adalah salah satu pegawainya.

Lima belas menit berlalu Dokter keluar dari ruang UGD dengan raut wajah yang sudah bisa Samudra tebak dengan pasti.

"Bagaimana, Dok?" tanya Sam dengan sangat khawatir.

"Keadaannya sangat kritis, Tuan"

Tubuh Sam mendadak semakin lemas tapi ia pun sedikit lega dah bersyukur setidaknya korban yang ia tabrak tak sampai meregang nyawa.

.

.

.

"Mana, mana wildan?" teriakan seorang pria dari ujung lorong rumah sakit umum membuat Sam dan dokter sontak menoleh bersamaan.

"Ada apa ini?" tanya sang Dokter mencoba menenangkan orang tersebut yang berteriak panik.

"Dokter, dimana korban kecelakaannya? mana Wildan!" sentaknya sambil mengguncang tubuh pria berjas putih itu.

"Korban dalam keadaan sangat kritis, tapi kami masih berusaha memberi pertolongan yang terbaik, bapak bapak semua mohon bersabar dan banyak berdoa, saya permisi" jelas dokter sebelum akhirnya pergi.

"Terima kasih, Dok. Tolong usahakan agar pasien bisa sembuh" ucap Sam penuh harap yang dijawab anggukan kepala oleh sang dokter.

Pandangan Sam beralih pada pria yang tadi datang, Ia tersungkur lemah di lantai sambil menangis tersedu-sedu.

"Mohon maaf, Pak. Apa bapak keluarga korban?" tanya Sam.

"Iya, saya pamannya, Tuan" sahutnya dengan suara parau.

"Maaf, saya mohon maaf atas kejadian ini. Saya Akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya. Saya akan membiayai seluruh pengobatannya hingga sembuh dan

pulang" ucap Samudera ErRainly Rahardian Wijaya.

.

.

.

.

Lalu bagaimana jika ia tak sembuh dan pulang? bagaimana nasib calon istrinya yang sore ini sedang menunggu di rumah untuk dinikahi???

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Alhamdulillah ya Tutut jajah udah gede 😘😘😘😘

Ada yang penasaran sama kisah cintanya?

Apa akan semanis papAy dan miMoy atau se uwu Appa dan Ammanya?

Hari ini crazy up.. jadi mohon like dan komen di setiap babnya ya...

Tengkyu hatur nuhun 🤗🤗🤗

Buat yang baru mampir, maaf kalo belum paham.

Ini sekuel dari AIR HUJAN.

Air dan Hujan ( papAy dan miMoy) orangtua Samudera.

Reza dan Melissa ( Appa dan Amma) kakek nenek Samudera

Cahaya, kahyangan, Bumi, Langit itu om dan tante Sam.

Ameera, adik dari reza

sedangkan Tutut itu Panggilan sayang Sam sedari kecil dari keluarganya tapi pas sudah besar dan menikah, TUTUT malah diartikan sebagai bagian INTI tubuhnya.

1
Ramadhani Kania
Buruk
Ramadhani Kania
Biasa
Tutik Rahmawati
Buruk
Flo Ne Bee
Luar biasa
Baiq Rika Laili Sosianti
Buruk
triyanti hartaty
Luar biasa
Ratna Ningsih
sam ko oon banget kenapa biru ga di bawa pindah dari apar temen kn jdi masalah sama biru
Ratna Ningsih: dxdhgmaddk
total 1 replies
ternyata cowoknya gak tegas ya, buta karena cinta.
hmm, coba lanjutin dulu deh bacanya
ya harus milih salah satu lah. kalau mau pertahankan cewek lu ya pisah dengan biru.
duh, istri dikira art.
mau sampai kapan tak jujur?
duh, gimana tuh?
mampir Thor, semoga gak mengecewakan ya😉
Han Lifa
Luar biasa
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Kalau anaknya Gala itu Arxy sama Xyra
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Seharusnya Biru manggil Sam mas kalau di depan mertuanya dan kakek mertua, karena lebih tua. Melisa manggil Reza aja mas, Hujan manggil Air kak masa Biru cuma Sam aja
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Gak mungkin Appa dan PapAy gak tau pasti pasukan Gajah dan Buaya dah laporan, hanya mereka diam saja tak ikut campur
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Gak macem² tp kok mandangin mantan sampe gak berkedip matanya, kalau gak ditarik Bul-bul gak sadar pasti masih terpesona mantan tuch si tutut
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Perasaan turunan Singa klo begitu gak mau kalah sama anaknya dech 😂
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Hatinya PapAy lembut banget
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Appa musuh bebuyutan Abang Langit
Air musuh bebuyutan Onty Ammera
Sam musuh bebuyutan Onty Cahaya
Gala musuh bebuyutan Sam
tp tetep sayang yg pasti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!