Teratai Putih adalah nama sebuah desa terpencil yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota di kekaisaran Han. Meski terletak jauh dari pusat ibu kota, namun penduduk desa Teratai Putih hidup rukun dan sejahtera berkat sumber daya alam yang melimpah.
Hingga suatu saat kedamaian desa Teratai Putih terusik oleh kehadiran kelompok perampok dan pendekar aliran hitam yang datang untuk merampas harta benda seluruh warga desa.
Penduduk desa yang awalnya hidup rukun penuh dengan ketentraman, terpaksa melewati hari-hari berselimut ketakutan yang mencekam.
Chi wei adalah seorang anak petani dari desa Teratai Putih. Dia bersama dua orang sahabatnya Tao Ming dan Yan San, setiap hari menghabiskan waktunya untuk berburu. Disaat anak-anak sebayanya sibuk belajar dan berlatih ilmu bela diri, mereka bertiga akan pergi ke hutan untuk berburu hewan liar dan berbagai macam tanaman obat. Hasil dari perburuan tersebut nantinya akan mereka jual ke tengkulak yang ada di desa Teratai Putih.
Hingga suatu ketika di sebuah hutan belantara, chi wei mengalami fenomena yang merubah jalan hidupnya. Takdir hidup yang membuat dia menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa Petruk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cha 1 - Desa Teratai Putih
Teratai Putih adalah nama sebuah desa kecil yang letaknya terpencil jauh dari pusat ibu kota kekaisaran Han. Desa ini di kelilingi empat gunung tinggi yang terletak di masing-masing arah mata angin.
Dinamakan desa Teratai Putih, merujuk kepada nama sebuah danau besar yang terdapat di desa tersebut. Tepat di tengah-tengah danau itu, terdapat 7 bunga teratai yang semuanya berwarna putih.
Salah satu keunikan bunga teratai putih adalah selain menebarkan aroma wangi semerbak disetiap bunga itu mekar, letak bunga teratai putih juga cukup unik, satu bunga yang ukurannya paling besar tepat berada di tengah-tengah enam bunga lain yang mengelilinginya dan membentuk sebuah lingkaran.
Keunikan lain dari bunga teratai putih adalah, dari ketujuh bunga tersebut akan secara bergantian mekar satu persatu disetiap harinya. Dan tepat dihari ketujuh, bunga yang ukurannya paling besar akan mekar dan menebarkan aroma wangi ke seluruh pelosok desa. Selain aroma wangi yang semerbak berkali-kali lipat dari 6 bunga yang lainnya, bunga teratai yang ukurannya paling besar tersebut mampu menebarkan energi positif yang mampu memberikan rasa damai bagi siapapun yang menghirupnya.
Sehingga dihari itu banyak dari penduduk desa Teratai Putih memilih untuk meliburkan diri dari segala rutinitas masing-masing. Mereka berbondong-bondong mengunjungi danau teratai putih hanya untuk menikmati aroma wangi semerbak dari jarak yang lebih dekat.
Penduduk desa Teratai Putih terbagi dalam berbagai macam kelompok, ada kelompok petani, peternak, pedagang, dan kelompok-kelompok lainnnya yang hidup bersama saling melengkapi demi kemajuan bersama.
Yang paling bertanggung jawab dari kelompok-kelompok tersebut adalah tuan Yun Lou.
Tuan Yun Lou adalah seorang kepala desa yang dengan segala wawasan dan kebijaksanaannya dalam memimpin, mampu membuat dia menjadi sosok yang paling dihormati dan disegani oleh seluruh penduduk desa Teratai Putih.
Tapi sayang dibalik kesuksesannya memimpin desa, di usianya yang menjelang kepala lima tuan Yun Lou dan Nyonya Xin Xia belum juga mendapatkan keturunan.
Yun Hui dan Yun chan yang merupakan adik kandung dari tuan Yun Lou, ditunjuk sebagai kepala keamanan. Sebagai pendekar pedang yang memiliki ilmu bela diri cukup tinggi, mereka berdua juga ditugaskan untuk melatih ilmu bela diri kepada seluruh penduduk desa Teratai Putih sejak usia dini. Tujuannya tentu saja agar seluruh penduduk desa Teratai Putih mampu melindungi diri dan keamanan desa dari orang-orang jahat dan kelompok perampok yang kapan saja bisa mengancam keselamatan mereka.
Dibawah kepemimpinan tuan Yun Lou, hampir tidak pernah terjadi konflik besar antar penduduk. Masing-masing kelompok yang terbentuk, mampu bekerja dengan sangat disiplin dan saling melengkapi.
Sehingga dari kerjasama tersebut mampu menghasilkan komuditas yang bernilai jual tinggi.
Hidup terpencil jauh dari keramaian kota, bahkan hampir tidak pernah mendapatkan perhatian dari pihak penguasa, Tuan Yun Lou mampu menanamkan tekad kepada seluruh penduduk desa Teratai Putih untuk mampu hidup mandiri dan sejahtera tanpa berharap bantuan dari pihak penguasa atau daerah-daerah lain di kekaisaran Han.
Jika ada anak-anak yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata, Tuan Yun Lou tidak segan untuk mengirim mereka ke kota agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih memadai. Dan nantinya anak-anak tersebut akan kembali ke desa Teratai Putih untuk berbagi segala ilmu pengetahuan yang telah mereka dapatkan.
Hasilnya bulan demi bulan, tahun demi tahun kesejahteraan penduduk desa Teratai Putih pun semakin meningkat.