Parafrase Rasa (Connecting...)
Hari itu Naya memasuki dunia baru. Setelah empat tahun mengabdi sebagai Ibu rumah tangga, hari itu Dia dilepaskan suaminya untuk bekerja. Naya yang sejak menyelesaikan pendidikannya tidak pernah menye
0
0
Aku dan Pacar Online ku
[“Emangnya kriteria cowok kamu yang kayak gimana sih, Na?”] “Yang kayak Gus Azmi kali ya? Pokoknya tipe cowok islami, yang kalau ngomong santun, ada adabnya gitu lah.” [“Kalau musik kamu suka denge
0
24
Kisah
Malam pertama, kedua, ketiga... Dalam keheningan malam yang syahdu, Joni memasuki kamarnya karena telah mengantuk. Dia melihat istrinya sudah berselimut dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Malu mun
1
2
😳 l'M BORED #Psikopat
Hembusan angin yang sejuk membuat Abian menjadi sejuk, namun niatnya ke pantai bukan untuk menikmati suasana nya melainkan ia ingin mengakhiri hidup nya yang membosankan ini. ************ Sebelum l
3
7
Sinterklas Bawah Tanah
Deleted. Pindah ke karyakarsa.com/ryby
3
25
Bunga yang Layu Sore itu
Matahari menunjukkan senyumannya, awan-awan putih seakan menjadi perhiasan langit biru yang membentang bagai gulungan kertas polos. Benar-benar hari yang cerah. Cocok untuk menghabiskan waktu Minggu d
0
0
Rahasia hatiku..
Halo .. Kenalin aku anindira Panggil saja dira Aku dira.. Baru saja pindah dari jakarta Ke manado.. Karena tugas ayah ku. Yang sering berpindah pindah tugas Ayah Aku adalah seorang dokter...Kenalk
0
2
𝘈𝘪𝘳 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢
Wulan berdiri di tepi jembatan tua, menatap bulan purnama yang tenggelam di balik awan. Angin malam membisikkan rahasia di telinganya, tapi Wulan tidak mendengarnya. Dia terlalu sibuk dengan pikiranny
0
1
Cinta Dalam Diam
Perkenalkan nama gue Nurjanah, gue adalah anak kedua dari tiga bersaudara. gue ingin menceritakan kisah cinta gue yang mungkin selama ini gue tak bisa mengungkapkan langsung dengan seseorang laki laki
0
0
Puisi untuk Dena
..... Moona dan Dena adalah teman baik sejak kelas satu SD. Mereka selalu bermain bersama dan melakukan segala hal bersama-sama. Namun, ketika mereka memasuki kelas lima, Moona mulai merasa pemalu da
0
1
Aku Benar dan Kamu Salah
Aku berteman dengan siapa aja kok? Watak peduli sesama Watak mmbagus watak “saya benar” Mungkin awalnya biasa, tapi dari situ dimulainya cerita Kita cinta karena sering jumpa Bukan salah kita, tapi sa
0
0
Moster Malam
Malam yang gelap di terangi cahaya bulan purnama yang terang. Jendela kamarku terbuka, aku duduk di depannya dengan kue ulang tahun kecil yang begitu sederhana. Mataku menatap bulan dan bibirku memben
0
2
Langkah Kecil
Karya: Nabila Syafira “Tak perlu buru-buru, cukup langkah kecil untuk hasil yang nyata.” Tak pernah ada yang tahu, desa yang berada di tepi gunung bagian timur memiliki penghuni yang selalu beraktiv
0
0
BAYANGAN DI JENDELA
Langit sore itu diselimuti awan kelabu. Sisa hujan masih menetes dari ujung genting, membentuk irama lembut di halaman sekolah. Dari balik jendela kelas yang berembun, Alya menatap langit yang tampak
0
0
Rumah tanpa suara
Dari luar, rumah itu tampak biasa—cat temboknya masih utuh, jendela terpasang rapi. Tapi bagi Nara, rumah itu seperti panggung sunyi tempat setiap anggota keluarga memainkan perannya tanpa benar-benar
0
0
Lebih Dari Sekadar Ayunan
Lebih Dari Sekadar Olahraga Bermain golf di pesisir bisa memberikan sensasi yang luar biasa. Suara ombak, angin laut, dan pemandangan indah menambah pengalaman bermain menjadi lebih menarik. Bagi beb
0
0
Sonata di Bawah Cahaya Lilin
Hujan musim gugur turun perlahan di atas menara Kastil Aurelia, menelusuri jendela-jendela kaca yang suram. Di dalam aula batu, lilin-lilin gemetar ditiup angin, seolah turut berduka atas sesuatu ya
0
0
Cahaya Lilin di Lorong Kegelapan
Cahaya lilin menari di lorong gelap, bagai kunang-kunang tersesat. Bisikan lirih arwah penasaran memperingatkan bahaya, namun hasratku mengalahkan takut. Aku, Dr.Aini, menantang kegelapan demi mengu
0
0
PAYUNG DI UJUNG JALAN
Sore itu hujan turun tanpa ampun. Langit gelap, angin berhembus dingin, dan jalanan kampung mulai tergenang air. Di bawah atap warung kecil di pinggir jalan, seorang siswa bernama Rafi berdiri memeluk
0
0
Aroma Opak dan Pohon Cempaka
Di balik bukit yang diselimuti kabut tipis setiap pagi,berdiri rumah kayu sederhana yang dicat biru pucat. Bukan kemewahan yang membuatnya istimewa, melainkan aroma cempaka yang selalu semerbak dari
0
0