KESEMPATAN KEDUA: MENGHANCURKAN MANTAN DI PUNCAK KARIER
Bagian 1 Rasa dingin merambat di sekujur tubuh Alana. Bau amis darah bercampur dengan aroma parfum melati yang menyesakkan. Di depannya, berdiri dua orang yang paling ia percayai di dunia ini—atau se
0
2
Rahasia dibalik papan pengumuman
Tokoh utama : Zia/Alya siswi yang keliatan kalem… tapi sebenernya pusat gravitasi drama satu sekolah. Hari Senin. Kamu baru masuk gerbang sekolah, dan suasana udah aneh. Tiba-tiba ada kerumunan di d
0
1
Kim Min-Jun dan SEAblings
Aku Kim Min-Jun, pewaris perusahaan teknologi yang namanya tidak perlu disebutkan (kau pasti tahu). Ponselku tidak pernah lepas dari genggaman, bukan karena pekerjaan, tapi karena notifikasi dari "nya
0
1
Apocalypse: the mutant EPS8
"bomm! Bomm!" ratusan gelondongan kayu menerjang maju "gaukkk!" menghantam martha yg tidak sempat membuat perisai pelindung, "wingggg" suara berdengung, area sekitar mulai tenang kembali "brakkkk!" di
0
0
Cinta yang abadi
Aku yukia felina, aku adalah seorang mahasiswa biasa yang bersekolah disekolah yang tidak jauh dari rumahku. Aku memiliki seorang kekasih yang bernama kayden easton, dia adalah seseorang yang memiliki
0
2
Rasa Yang Kau Bawa
Hari itu aku hanya mampu berdiri mematung tanpa mampu berucap sepatah katapun, menatap laki-laki yang sudah menjadi suamiku, namun semenjak beberapa bulan yang lalu dia mulai berubah dan perubahan itu
2
3
Layangan Bagian 10 (Tamat)
"Rip! Turunin! Nanti berat!" teriak Maman. Suaranya tenggelam dalam gemuruh air yang menghantam bumi. Air hujan bukan sekadar air. Bagi layangan, itu adalah beban timah. Kertas minyak akan lumat, tap
0
1
Haruskah Ku Akhiri???
Seorang perempuan paruh baya duduk di salah satu bangku yang ada di parkiran motor sebuah pabrik rokok lokal. Perempuan itu tampak diam termenung seperti sedang memikul beban yang begitu berat h
0
1
Raksasa Perkasa di Ladang Kopi
Alkisah, di bawah langit Brasil yang merah membara oleh mentari senja, terbentanglah perkebunan kopi yang luasnya saujana mata memandang. Di sana, di antara pohon-pohon yang berbuah lebat, berdirilah
0
1
SENTUHAN YANG KU RINDUKAN
BAGIAN DUA Aku melakukan aktivitas pagi ku seperti biasanya, saat sedang menyisir rambut ku notifikasi ponsel ku berbunyi. " Sayang aku menunggumu di depan, aku akan mengantarmu hari ini" pesan Nol
0
0
Dua Belas Pas Lintas Neraka
Lampu stadion Lusail malam itu bukan lagi cahaya, melainkan ribuan mata pisau yang menguliti pori-pori kulitku. Gemuruh seratus ribu orang di tribun terasa seperti dengung statis di radio tua—pecah, m
0
1
Detak Nadi yang Berbeda
Di sebuah lorong rumah sakit yang biasanya tenang, suasana mendadak riuh. Bisik-bisik perawat dan pasien terdengar di mana-mana. Penyebabnya satu: Esa, aktor muda yang sedang naik daun, baru saja dila
0
2
Jas Putih Penuh Darah
Bau antiseptik yang tajam biasanya menjadi aroma kemenangan bagi Prathita Paramitha. Sebagai dokter spesialis anestesi muda dengan trah bangsawan dan kekuasaan ayah seorang bupati, rumah sakit adalah
0
3
Misteri yang terungkap
Aku reina kirosaki, putri ketiga dari lima bersaudara, keluaga ku sering memanggil ku rei. Keluarga kirosaki di kenal akan keanggunannya dan juga keluarga yang penuh misteri , oleh karena itu seluruh
0
3
differences do not hinder love
Hanifah seorang gadis yang lembut dan anggunly yang membuatnya di juluki dengan ratu yang penuh dengan ketenangan dan kelembutannya kepada para binatang. (◍•ᴗ•◍)✧*。(◍•ᴗ•◍)✧*。(◍•ᴗ
1
4
Malam abu-abu
Bagian 1 Hai ' namaku Fafa ,aku menginginkan cinta yang hangat dan mesra selalu tenggelam dalam lautan cinta . Aku memiliki satu impian yang setelah aku merenung itu adalah pilihan ku . Aku cuma ingi
0
0
Sultan Pemilik Empat Bidadari
Di Kerajaan Medang Kamulyan Digital, ada sebuah anomali hidup bernama Raden Mas Baskoro. Jika wajah adalah aset investasi, Baskoro adalah saham gorengan yang sedang suspend. Mukanya tidak bisa dibilan
0
2
Menertawakan Kemalangan
Bayangkan saja, kamu baru bangun tidur, nyawa belum terkumpul utuh, tapi jempol sudah otomatis melakukan ritual pagi paling sakral abad ini: scrolling layar ponsel yang cahayanya lebih terang dari mas
0
2
Ketika Cinta Tak Lagi Milik Hati
Di bawah langit Jakarta tahun 2045 yang tak lagi menyisakan rona jingga akibat kepungan neon digital, aku berdiri mematung. Di pergelangan tanganku, sebuah gelang tembaga berpendar biru—The Match-Mete
0
2
Secangkir Boba Terakhir
Kematian, bagi Satya, tidak datang dengan sangkakala atau aroma kamboja yang dramatis. Ia datang melalui sebutir mutiara tapioka yang tersangkut di tenggorokan, di antara tawa saat menonton video kuci
0
2