Bahtera rumah tangga Seorang Presdir yang bernama Daniel diambang kehancuran, Setelah kehadiran seseorang dari masa lalu nya.
Disitulah kesetiaan seorang istri sedang diuji.
Akanlah Istri nya bertahan dengan pernikahan nya atau malah mengubur janji suci mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Daniel segera menghampiri istri dan anak nya yang sudah duduk dimeja makan dan bik narti melakukan tugas nya menyuapi rendi kecil yang dipanggil bik narti dengan sebutan tuan muda.
"Alya, berjanjilah padaku. Mulai sekarang cobalah percaya dengan ucapanku karna aku benar-benar mengatakan hal yang sebenar nya, aku tidak mungkin berbohong padamu." ujar daniel.
"Maafkan aku daniel, aku yang bersalah seandainya aku lebih mendengar perkataan mu sejak awal." ujar alya yang menyesali keegoisan nya.
"Kedepan nya aku akan lebih mendengar ucapan mu." alya meletakkan sepiring mie goreng dengan irisan daging sapi sebagai menu sarapan suami nya.
Daniel mencium kening istri nya.
"Bersiaplah,,nanti sore kita akan berangkat kesingapore dan bik narti kamu juga ikut bersama kami, mommy merindukan mu." ujar daniel dan segera menyantap sarapan nya.
(Nenek daniel sudah meninggal dunia semenjak Rendi kecil berusia satu tahun dan ia dimakamkan diindonesia di san diego hills tepat disebelah makam suami nya).
Daniel tak ingin berangkat kekantor nya hari ini. ia menyerahkan urusan perusahaan nya kepada sekertaris nya pak hans. sebab, ia ingin menemani anak nya karna bik narti dan alya sedang sibuk untuk mengepack pakaian mereka.
Daniel masuk kedalam kolam renang dan meminta rendi kecil untuk melompat kedalam kolam renang.
"No daddy, i'm afraid." ujar rendi kecil.
Daniel menghampiri putra nya dan melemparkan nya kedalam kolam renang.
"Be a man, my boy." ujar daniel sebab ia tak ingin rendi kecil menjadi seorang lelaki pengecut seperti ayah kandung nya.
Daniel segera menghampiri putra nya dan menangkap tubuh rendi kecil.
Rendi kecil memukul ayah nya sebab ia merasa terkejut karna perlakuan ayah nya.
Daniel tertawa terbahak-bahak sebab wajah rendi kecil memerah dan menahan tangis nya.
"Kamu harus pintar dalam segala hal rendi dan kamu harus jadi lelaki yang pemberani." ujar daniel sambil mengajari putra nya berenang.
"Okey daddy." jawab rendi kecil dan berusaha untuk berenang meski badan nya masih dipegang ayah nya.
Alya telah menyelesaikan tugas nya dan ikut bergabung bersama anak dan suami nya.
Daniel kembali merasa nyaman dan bebas berada dirumah nya setelah alya memecat pembantu yang gila itu.
Terdengar suara bel rumah daniel berbunyi. Bik ratna segera membukakan pintu rumah daniel dan ia melihat seorang wanita cantik sedang berdiri didepan pintu rumah.
"Cari siapa ya mbak?" tanya bik ratna
"Daniel nya ada dirumah?" tanya qanita sambil membuka kacamata yang ia kenakan.
"Ada didalam mbak, lagi berenang. Tunggu disini mbak biar saya beritahu tuan daniel. Dengan mbak siapa ya?" tanya bik ratna.
"Qanita," jawab qanita sambil masuk kedalan rumah daniel dan duduk disofa ruang tamu.
Bik ratna segera menghampiri daniel dan ia memberitahukan tentang kedatangan qanita yang sedang mencari nya.
Alya menatap wajah suami nya yang terlihat kaget saat mendengar qanita sedang berada dirumah nya.
Daniel menyerahkan rendi kecil kepada ibu nya dan segera keluar dari dalam kolam.
"Ada keperluan apa qanita mencari mu?" tanya alya yang memasang wajah cemburu.
"Aku juga tidak tahu alya," jawab daniel sambil mengenakan handuk piyama nya.
"Tunggulah disini, aku akan menemui nya." ujar daniel.
Daniel segera menghampiri qanita yang sedang menunggu nya diruang tamu.
"Apakah ada hal yang sangat penting qanita sehingga kau datang kerumahku?" tanya daniel dengan wajah tak senang nya.
"Daniel aku sudah menghubungimu beberapa kali tapi kamu tidak menjawab telpon ku." jawab qanita.
Alya segera menghampiri daniel dan qanita. sebab, ia merasa penasaran dengan kedatangan qanita kerumah nya.
Qanita melihat kedatangan alya yang ingin menghampiri mereka, ia tersenyum memandang wajah alya.
"Hai alya, apa kabar?" qanita mengulurkan tangan nya.
"Baik, jawab alya dan menerima uluran tangan qanita.
"Aku mendengar kabar dari pak hans kalau kalian akan pergi kesingapore sore ini, jadi aku bermaksud ingin ikut pergi dengan kalian. sebab, aku sudah lama tidak bertemu dengan orangtua daniel dan aku merindukan mereka." ujar qanita.
Daniel memandang wajah qanita dengan pandangan bingung. sebab, daniel tak ingin alya mengetahui kalau sempat terjadi hubungan lebih sekedar teman antara daniel dan qanita.
"Bagaimana alya? apakah aku boleh ikut?" tanya qanita.
"Aku,,sebenar nya tidak masalah qanita karna kalian berteman dekat dan sudah lama menjalin pertemanan, jadi wajar saja kamu merindukan orangtua daniel." jawab alya dan memandang wajah suami nya.
"Baiklah, aku akan memesan tiket nya sekarang." jawab qanita sambil mengeluarkan ponsel nya dari tas tangan nya.
Daniel memandang wajah istri nya. sebab, daniel merasa alya sangat baik kepada qanita. entah karna baik entah karna polos dan bodoh nya.
"Baiklah, sampai ketemu dibandara." ujar qanita setelah ia berhasil memesan tiket nya.
Alya mengantarkan tamu nya sampai kedepan pintu rumah nya.
"Alya, kenapa kamu mengijinkan qanita ikut bersama kita?" tanya daniel setelah alya kembali masuk kedalam rumah nya.
"Meski aku tidak tahu sedekat apa qanita dengan ibu mu tapi tidak ada salah nya ia ingin mengunjungi orangtua mu daniel." ujar alya yang sebenarnya cemburu dengan kehadiran qanita didalam rumah tangga mereka walaupun hanya sebatas teman lama suami nya.
"Kamu sangat baik alya," daniel mengecup kening istri nya.
Daniel dan alya segera naik kelantai atas untuk bersiap-siap berangkat kesingapore.
berarti si rafly trouble maker nya
sudah sampai di bab ini terasa sudah seperti alur cerita sinetron.
meskipun tetap membuat penasaran akhir kisahnya.
feelnya dapat sekali sampai dibuat kesal sendiri. tata bahasanya tidak lebay dan bertele tele.
semangat terus dalam berkarya 😊