NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Membasahi jaket usangnya, rintik air malam itu turun perlahan. Kenzo berdiri mematung di pinggir trotoar.

Gemilang kota metropolitan malam ini tertutup awan hitam pekat. Di hadapan pria itu, lampu neon dari gedung pencakar langit berpadu dengan layar iklan raksasa. Memancarkan gemerlap yang seolah menertawakan ketidakberdayaan ia.

Siska, wanita yang berdiri di depannya, menatap dengan pandangan yang tidak lagi sama. Dingin. Kosong. Nyaris tanpa penyesalan.

"Kamu harus mengerti, Ken," tutur Siska, suaranya terdengar datar. "Kita sudah bukan anak sekolahan lagi. Pikirkan saja. Kamu tidak punya apa-apa."

Dia merapikan rambutnya yang sedikit basah karena rintik hujan. Tatapannya terarah ke seberang jalan, seolah enggan melihat wajah Kenzo lebih lama lagi.

"Tidak punya uang, tidak punya koneksi ... bahkan kamu tidak punya nama keluarga," lanjut Siska.

Kenzo hanya terdiam. Menatap mantan kekasihnya itu dengan dada yang terasa sesak oleh rasa tidak berdaya yang begitu nyata. Wanita yang selama ini menemani dirinya di masa-masa sulit, kini bersiap melangkah pergi demi kehidupan yang lebih menjanjikan.

Sebuah mobil hitam mewah menepi tepat di seberang jalan. Kaca mobil itu turun setengah, menampilkan sosok pria dengan setelan mahal.

Pria di dalam mobil itu tersenyum meremehkan. Sebuah senyuman tajam yang langsung menegaskan jurang pemisah di antara mereka.

Dia memiliki segala yang tidak dimiliki Kenzo. Kekayaan, masa depan yang mapan, dan sebuah marga besar yang sangat dihormati di kota ini.

Siska melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Langkah kakinya begitu mantap, seolah setiap jengkal jarak yang ia buat adalah pembebasan dari masa lalu yang suram. Pintu mobil tertutup dengan bunyi pelan yang solid.

Melesat pergi dengan cepat, kendaraan mewah itu meninggalkan cipratan air genangan. Membasahi sepatu kets Kenzo yang sudah mulai berlubang di bagian depannya.

Dingin merayap naik dari ujung kaki hingga ke kepalanya.

Dia melangkah pergi tanpa arah tujuan yang pasti. Menyusuri trotoar jalanan yang mulai sepi dari pejalan kaki lainnya.

Nama keluarga. Di kota metropolitan ini, nama di belakang namamu menentukan seluruh jalan hidupmu.

Mereka yang lahir dengan marga besar menguasai korporasi, hukum, hingga institusi penting.

Sementara dia? Dia hanya Kenzo. Tanpa embel-embel, tanpa sejarah, tanpa nama belakang yang bisa dibanggakan.

Seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh panti asuhan kecil di sudut kota. Memulai hidup dengan tangan kosong, dan dipaksa menerima kenyataan bahwa ia mungkin akan berakhir dengan tangan kosong pula.

Langkahnya membawa ia melewati sebuah gang sempit yang diapit oleh dua gedung komersial tinggi.

Kota ini selalu sibuk. Orang-orang berlalu-lalang dengan payung dan ponsel di tangan masing-masing, tenggelam dalam urusan pribadi mereka yang tiada habisnya.

Mereka mengabaikan apa pun yang tidak menghasilkan keuntungan finansial bagi mereka.

Namun, dari sudut matanya yang lelah, Kenzo menangkap sesuatu yang ganjil di ujung gang itu.

Langkahnya terhenti seketika. Matanya melebar, menatap ke arah kegelapan gang yang temaram.

Dua sosok pria berdiri berhadapan di sana. Salah satu pria yang mengenakan jas rapi tampak mengangkat pria lainnya hanya dengan menggunakan satu tangan saja.

Cengkeraman tangannya berada di leher korban. Ia mengangkat tubuh seberat puluhan kilogram itu ke udara seolah hanya mengangkat sebuah boneka kain tanpa bobot.

Tidak ada yang normal dari pemandangan mengerikan itu. Udara di sekitar pria berjas itu tampak beriak lambat, membiaskan cahaya lampu jalan dengan cara yang tidak masuk akal.

Kenzo menahan napasnya dalam-dalam. Jantungnya mulai berdegup kencang, memompa ketakutan yang hebat ke seluruh tubuhnya.

Anehnya, seseorang dengan payung biru berjalan santai melewati depan gang itu tanpa menoleh sedikit pun.

Seolah kejadian brutal di depan mata tersebut ditutupi oleh sebuah tabir pelindung yang tidak kasat mata bagi orang awam.

'Dunia macam apa yang sebenarnya kutinggali ini?' batin Kenzo, keringat dingin mulai bercampur dengan sisa rintik hujan di pelipisnya.

Sebelum pria berjas itu sempat menoleh ke arahnya, Kenzo segera menundukkan kepala. Ia mempercepat langkah kakinya, berjalan secepat mungkin meninggalkan area gang tersebut.

Naluri bertahannya berteriak kencang, menyuruhnya lari sejauh mungkin dari bahaya misterius itu.

Dia menyadari ada sesuatu yang jauh lebih gelap bersembunyi di balik wajah modern kota metropolitan ini. Sebuah hierarki kekuasaan mutlak yang bahkan tidak pernah ia bayangkan dalam mimpi terburuknya.

Setengah jam kemudian, Kenzo akhirnya tiba di kamar sewanya yang sangat sempit. Udara pengap dan bau lembap langsung menyambutnya begitu pintu kayu usang itu dibuka.

Lampu neon di langit-langit kamar berkedip beberapa kali sebelum akhirnya menyala dengan stabil, memancarkan cahaya putih yang agak redup.

Sambil menghela napas panjang, ia melepaskan jaketnya yang basah kuyup akibat rintik hujan malam ini. Melempar benda basah itu ke sudut ruangan dengan gerakan lesu.

Dia menjatuhkan diri di atas kasur tipis yang langsung berderit nyaring, menahan berat tubuhnya yang terasa sangat lelah lahir dan batin.

Tatapan Kenzo kosong, mengarah lurus pada langit-langit kamar yang dipenuhi noda rembesan air hujan yang sudah menguning.

Perasaan tidak berdaya yang luar biasa merayap naik, terasa begitu mencekik dadanya hingga ia sulit untuk bernapas dengan lega.

Dicampakkan begitu saja karena hierarki sosial yang kejam, lalu baru saja menyaksikan betapa kecilnya ia di hadapan monster mengerikan yang bersembunyi dalam wujud manusia.

Semua kehinaan itu menumpuk dalam satu malam yang sama.

"Apakah aku memang ditakdirkan berada di dasar dunia ini selamanya?" bisiknya pada kesunyian kamar yang dingin.

Tentu saja, tidak ada yang menjawab pertanyaan putus asa itu. Hanya suara detak jam dinding usang yang terus berjalan menemani kesendiriannya.

Ia memejamkan mata dengan perlahan. Berniat menyerah pada rasa lelah yang luar biasa hebat, membiarkan kegelapan malam membawanya pergi sejenak dari kenyataan hidup yang pahit.

Namun, tepat ketika kelopak matanya tertutup sempurna ...

Sebuah suara dentingan mekanis yang sangat tajam dan jernih bergema langsung di dalam kepalanya, memecah kesunyian malam.

[DING!]

Kenzo tersentak hebat. Kelopak matanya terbuka lebar seketika.

Ruangan kamarnya yang semula remang-remang mendadak disinari oleh cahaya emas yang sangat terang benderang. Cahaya menyilaukan itu jelas tidak berasal dari lampu neon yang berkedip di atasnya.

Melayang tepat di depan wajahnya, sebuah layar transparan berwarna emas murni muncul secara misterius.

Barisan teks bercahaya mulai terukir dengan rapi di sana, memancarkan aura magis yang membuat jantung ia berdebar kencang.

[Sistem Diaktifkan.]

[Fungsi Utama: Gacha & Penyimpanan Tak Terbatas.]

[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 3/3.]

Kenzo terpaku membeku di atas kasurnya. Napasnya memburu dengan sangat cepat saat menatap tulisan bercahaya emas yang melayang di udara tipis itu.

'Gacha? Penyimpanan tak terbatas?' gumamnya dalam hati, mencoba mencerna apa yang sedang terjadi di depan matanya sendiri dengan sisa kesadarannya.

Layar emas itu berkedip perlahan, seolah sedang menunggu respons atau perintah pertama dari sang pemilik baru yang terpilih.

Kenzo menelan ludah dengan susah payah. Rasa takut yang sejak tadi menghantuinya perlahan mulai terkikis, berganti dengan rasa penasaran yang membakar seluruh jiwanya.

Dia perlahan mengangkat tangannya yang gemetar, mencoba menjangkau layar holografik yang bersinar terang di hadapannya.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!