NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA BAB 19_PENEBUSAN SANG RATU

BERMAIN API DENGAN CINTA

BAB 19_PENEBUSAN SANG RATU

Aroma maskulin yang pekat dari tubuh Ethan seolah menjadi penawar racun instan bagi isi kepala Cinta.

Begitu sepasang mata jelinya mengunci sosok pria bertopeng di hadapannya, bayangan wajah menyebalkan Tuan Maxim, ketegangan canggung di ruang kantor, hingga rasa frustrasinya sepanjang sore murni terhapus tanpa sisa.

Di dalam kamar hotel yang temaram ini, dunia Maxim sudah tidak lagi berlaku. Fokus Cinta kini sepenuhnya beralih pada mainanku yang sempat dia sakiti tadi malam.

Melihat Ethan yang hanya berdiri mematung di dekat pintu dengan postur tegap namun sunyi, rasa bersalah yang sempat Cinta rasakan di apartemen kembali merayap naik.

Cinta melangkah maju, memangkas jarak pendek yang memisahkan mereka di atas karpet beludru tebal. Gaun tidur hitam tipisnya bergeser lembut, memperlihatkan siluet kakinya yang jenjang.

Cinta mendongak, menatap lekat-lekat pada celah mata di balik topeng hitam satin milik Ethan. Dengan gerakan yang sangat lambat dan penuh kelembutan, Cinta mengangkat tangan kanannya.

Jemari lentiknya yang berhias cat kuku merah bata menyentuh perlahan permukaan kulit pipi kiri Ethan—tepat di bagian yang dia tampar dengan keras di lorong klub malam tadi.

Kulit pria itu terasa hangat di bawah sentuhannya, dan Cinta bisa merasakan rahang tegas di balik topeng itu sempat menegang sesaat karena tindakannya.

"Apa masih sakit?" bisik Cinta dengan nada suara yang teramat lembut, mendayu, dan sarat akan penyesalan yang manis.

Ibu jarinya bergerak perlahan, mengusap dengan sangat hati-hati bekas tamparan yang kini tentu sudah tidak berbekas, namun masih membekas dalam ingatan mereka berdua.

Ethan tidak bersuara. Pria itu—Maxim—hanya menahan napasnya dalam-dalam. Cengkeraman emosi gelap di dadanya mendadak terasa guncang karena perubahan drastis wanita ini.

Siang tadi di kantor, Cinta bertindak begitu berani, menantangnya, bahkan menciumnya dengan agresif sebelum akhirnya dia dorong.

Tapi malam ini, di hadapan sosok Ethan, wanita yang sama justru menatapnya dengan binar sayu penuh kasih, mengusap pipinya dengan kelembutan yang memabukkan.

Sifat posesif Maxim bergejolak hebat. Dia sangat benci sekaligus sangat mencintai fakta bahwa Cinta bisa berubah dari serigala kantor yang licik menjadi seorang dewi yang begitu lembut hanya dalam hitungan jam.

Cinta mencondongkan tubuhnya sedikit lebih dekat, membiarkan aroma parfum black opium-nya menguasai seluruh indra penciuman Ethan. Kedua matanya menatap lurus ke dalam manik mata hitam di balik topeng dengan ekspresi polos yang memikat.

"Maaf... apa aku sudah membuatmu sedih kemarin malam?" tanya Cinta lembut, suaranya bergetar halus seolah dia benar-benar meratapi kebrutalannya sendiri di lorong klub.

"Aku hanya sedang sangat stres karena urusan pekerjaanku, Ethan. Aku tidak bermaksud sekasar itu padamu."

Mendengar kata 'pekerjaanku', Maxim menahan seringai tipis di sudut bibirnya. Pekerjaan yang dimaksud Cinta adalah dirinya sendiri di kantor. Sungguh sebuah lelucon yang sangat seksi.

Wanita ini mengeluh stres karena memikirkan Maxim, lalu datang menemui Ethan untuk meminta maaf atas tamparan yang dia berikan pada pria yang sama.

Cinta menarik tangannya dari pipi Ethan, lalu perlahan menyusupkan kedua lengan lentiknya ke sekeliling leher tegap pria bertopeng itu.

Dia merapatkan tubuhnya yang hanya terbalut kain sutra hitam tipis tanpa jarak ke dada bidang Ethan, mendongak dengan senyuman nakal yang perlahan kembali terukir di bibir merah menyalanya.

"Malam ini... aku akan menebusnya," bisik Cinta tepat di depan bibir Ethan, membiarkan embusan napas hangatnya menerpa wajah pria itu.

"Aku akan membiarkanmu melakukan apa saja malam ini. Katakan padaku, bagaimana cara majikanmu ini harus membuatmu senang kembali, Ethan?"

Pengakuan dan tawaran penebusan dari Cinta murni menghancurkan seluruh sisa pertahanan mental Maxim sebagai Ethan yang manja. Sifat gila kendalinya seketika terbakar hebat oleh gairah posesif yang menuntut kepemilikan mutlak.

Wanita ini sudah menyerahkan dirinya sendiri ke dalam sangkar untuk ketiga kalinya, dan kali ini, Maxim tidak akan membiarkannya lepas atau mendikte ritme permainan lagi.

Tanpa memberikan aba-aba verbal, Ethan langsung membalas tawaran penebusan itu dengan tindakan fisik yang jauh lebih berani dan mendominasi.

Kedua tangan kekarnya bergerak secepat kilat, mencengkeram pinggang ramping Cinta dan langsung mengangkat tubuh wanita itu dalam satu gerakan mudah, membawanya melangkah lebar menuju ranjang king size yang berseprai putih bersih.

Cinta terpekik pelan karena terkejut, namun dia segera mengalungkan lengannya lebih erat di leher Ethan. Detik berikutnya, tubuhnya sudah dihempaskan dengan lembut di atas kasur yang empuk.

Sebelum Cinta sempat menguasai napasnya, tubuh tegap Ethan sudah merangkak naik, mengukungnya di bawah dominasi fisik yang mutlak tanpa menyisakan ruang sedikit pun untuk menghindar.

Di bawah temaram lampu kuning kamar hotel, sepasang mata hitam Ethan di balik topeng mengunci mati pandangan Cinta.

Kemeja hitam pria itu bergesekan kasar dengan kain sutra tipis lingerie Cinta, mengirimkan sensasi panas yang langsung membakar saraf tubuh mereka.

Ethan mencondongkan wajahnya, melumat bibir merah Cinta secara agresif. Ciuman kali ini jauh lebih menuntut dan berani, sebuah pembalasan atas tamparan semalam dan penolakan yang terjadi di kantor siang tadi.

Jemari tangan kekar Ethan menyusup ke sela-sela rambut panjang Cinta, menekan kepala wanita itu agar tautan bibir mereka semakin dalam dan mengikat.

Tidak ada lagi sisa kepatuhan seorang gigolo pemula yang manja dalam gerakan Ethan malam ini. Di atas ranjang ini, dia mengambil alih kendali total sebagai penguasa permainan yang sesungguhnya.

Kedua tangannya bergerak bebas di atas lekuk tubuh indah Cinta, meremukkan seluruh pertahanan mental wanita itu hingga Cinta hanya bisa mendesah pasrah, sepenuhnya terlena oleh kebrutalan sensual yang Ethan berikan sebagai bentuk hukuman sekaligus penebusan dosa di malam yang panjang ini.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!