NovelToon NovelToon
ISTRIKU YANG MEMILIH PERGI

ISTRIKU YANG MEMILIH PERGI

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi Wahyu

"Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini."

Kalimat itu yang selalu dipegang Dirga sejak menikahi Kanaya karena wasiat kedua kakek mereka.

Bagi Dirga, Kanaya hanyalah perempuan yang terpaksa menjadi istrinya. Sedangkan bagi Kanaya, pernikahan itu hanyalah cara terakhir untuk menghormati orang yang paling ia sayangi.

Ia tidak pernah meminta cinta, tidak pernah meminta apa pun dari Dirga. Hingga pada akhirnya, perempuan yang selalu memilih bertahan itu memilih untuk pergi.

Dan saat itulah Dirga menyadari, ada satu hal yang tidak pernah ia duga, ia kehilangan....istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi Wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukankah Itu Cukup?

...****************...

Dirga masih berada di ruangannya sama seperti tiga puluh menit yang lalu. Tubuhnya bersandar pada kursi kebesaran yang menghadap ke jendela kaca besar dibelakang meja kerjanya.

Dari lantai tiga puluh gedung Atmajaya Group, hamparan ibu kota terlihat sibuk seperti biasanya. Kendaraan memenuhi jalanan, gedung-gedung menjulang tinggi, dan langit yang perlahan berubah jingga menandakan hari akan segera berganti malam.

Namun, pemandangan yang selama ini selalu berhasil menenangkan pikirannya justru terasa begitu mengganggu sore itu.

Sejak siang tadi, pikirannya tidak pernah benar-benar lepas dari satu hal yang sama. Yaitu pertemuan dengan keluarga Pradipta.

Dirga menghembuskan napas panjang sambil memijat pelipisnya yang mulai terasa berdenyut. Selama tiga puluh dua tahun hidupnya, ia terbiasa memegang kendali atas segala sesuatu. Tidak ada keputusan bisnis yang luput dari persetujuannya. Tidak ada orang yang mampu memaksanya melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan.

Namun, kali ini berbeda.

Untuk pertama kalinya, ia di paksa memilih antara mempertahankan hidup yang selama ini di bangunnya atau menerima perjodohan yang bahkan tidak pernah ada dalam rencana hidupnya.

"Sial..." desisnya pelan sambil memejamkan mata.

Di tengah pikirannya yang semakin kalut, suara pintu yang terbuka membuat Dirga perlahan mengangkat kepalanya. Tak lama kemudian, sosok seorang perempuan dengan dress berwarna krem sedikit ketat masuk kedalam ruangan sambil membawa tas branded di tangannya.

"Sayang..."

Suara itu seketika membuat ekspresi Dirga sedikit melunak. Viona tersenyum kecil sebelum melangkah mendekatinya.

"Kamu ke mana aja sih?" tanyanya seraya meletakkan tasnya diatas meja. "Aku telpon, aku kirim pesan, kamu nggak ada respon sama sekali"

Dirga mengusap wajahnya sebentar sebelum kembali menyandarkan tubuhnya. "Aku banyak pekerjaan, Viona."

"Sebanyak apa sampai angkat telpon aku bentar aja nggak bisa?" keluh Viona sambil mengerucutkan bibirnya.

"Viona, jangan mulai," ucap Dirga pelan sembari memejamkan matanya kembali. "Aku benar-benar pusing sekarang."

Mendengar itu, Viona menghela napas kecil. Ia melangkah mengitari meja kerja Dirga, lalu tanpa meminta izin lebih dulu, ia duduk dipangkuan pria itu seperti yang biasa ia lakukan selama ini.

Kedua lengannya melingkar santai dileher Dirga, sementara kepalanya ia sandarkan diceruk leher pria itu.

"Pusing kenapa sih, hmm?" tanyanya pelan. "Biasanya juga banyak kerjaan, tapi nggak sampai bikin kamu kayak begini."

Dirga tidak langsung menjawab. Ia hanya membiarkan Viona berada dalam pelukannya sambil kembali memijat pelipisnya dengan satu tangan.

"Hanya banyak pekerjaan saja."

Viona mendengus pelan. Jelas sekali ia tidak percaya.

"Kalau cuma kerjaan, harusnya kamu udah terbiasa." Perlahan, ia mengangkat wajahnya dan menatap Dirga lekat-lekat. "Kamu nyembunyiin sesuatu dari aku?"

"Tidak ada."

Jawaban singkat itu membuat Viona menghela napas pasrah. Ia kemudian menge cup singkat pipi Dirga, berharap setidaknya bisa sedikit memperbaiki suasana hati kekasihnya sore itu.

"Ayo," ajaknya sambil tersenyum. "Katanya hari ini mau dinner. Sekalian temenin aku belanja, ya?"

Untuk pertama kalinya sejak Viona datang, Dirga membuka matanya dan menatap perempuan di hadapannya beberapa detik lebih lama dari biasanya.

"Malam ini sepertinya aku belum bisa."

Senyum di wajah Viona perlahan memudar.

"Kenapa?" tanyanya heran. "Kamu udah janji ya sama aku."

"Ada acara pertemuan keluarga." Dirga mengalihkan pandangannya ke arah jendela. "Aku di minta untuk datang."

"Ya alasan apa gitu. Biasanya juga kamu gitu, kan?"

"Kali ini tidak bisa, Viona." Nada suara Dirga terdengar lebih serius dibanding biasanya. "Aku harus benar-benar datang."

Viona terdiam sejenak sebelum akhirnya melepaskan pelukannya. Dengan sedikit kesal, ia berdiri dari pangkuan Dirga lalu merapikan dress yang di kenakannya.

"Ck... ya udah. Terserah."

Dirga menghela napas pelan. "Lain kali saja. Aku akan transfer uang untukmu. Kamu bisa belanja dengan teman-temanmu."

Mendengar itu, ekspresi Viona yang semula kesal perlahan berubah. "Bener, ya?" tanyanya memastikan.

"Iya."

Senyum kembali menghiasi wajah perempuan itu. Bagaimanapun juga, Dirga memang tidak pernah pelit kepadanya.

"Makasih, Sayang." Viona kembali mendekat dan mengecup pipi Dirga untuk kedua kalinya. "Ya udah, aku pergi dulu. Kamu hati-hati pulangnya."

"Hmm."

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Viona melambaikan tangannya sebelum melangkah keluar dari ruangan tersebut.

Pintu ruangan kembali tertutup, meninggalkan Dirga seorang diri bersama pikirannya yang sejak siang tadi tak kunjung memberinya ketenangan. Ia menyandarkan tubuhnya lebih dalam pada kursi kebesarannya, sementara pandangannya kembali jatuh pada langit senja dibalik jendela kaca besar yang membentang dibelakang meja kerjanya.

Bagaimana jika Viona mengetahui semuanya?

Bagaimana ia menjelaskan bahwa beberapa jam dari sekarang, ia akan duduk satu meja dengan perempuan yang kemungkinan besar akan menjadi istrinya?

Dirga menghembuskan napas panjang sambil memejamkan mata. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia benar-benar membenci kenyataan bahwa ada hal yang tidak bisa ia kendalikan.

"Sial..." gumamnya pelan.

...****************...

Menjelang pukul tujuh malam, lampu-lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit restoran mulai menyala satu persatu, memantulkan cahaya hangat ke seluruh penjuru ruangan. Alunan musik yang lembut berpadu dengan suara percakapan para tamu, menciptakan suasana elegan yang begitu khas.

Di salah satu ruang VIP yang telah dipesan sejak sore tadi, keluarga Atmajaya telah lebih dulu tiba. Dirga duduk di kursi diantara kedua orang tuanya dengan setelan jas hitam yang masih terlihat sempurna.

Sejak lima belas menit yang lalu, ia sama sekali belum mengucapkan sepatah katapun. Sesekali, pria itu melirik jam tangan di pergelangan tangannya sebelum kembali mengalihkan pandangan ke arah gelas yang ada di hadapannya.

Laras dan Lukman yang duduk berhadapan hanya bisa saling bertukar pandang. Mereka tahu betul, kedatangan putra mereka malam ini bukan karena akhirnya menerima perjodohan tersebut dengan lapang dada. Dirga datang karena keadaan memaksanya.

"Ayah harap, apapun yang terjadi malam ini, kamu bisa menjaga sikapmu, Dirga," ucap Lukman, memecah keheningan yang sedari tadi memenuhi ruangan.

Dirga menoleh sekilas, lalu menghembuskan napas pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Aku datang, kan?" balasnya datar. "Bukankah itu sudah cukup?"

"Belum," sahut Laras cepat sambil menggeleng pelan. "Datang dan menghargai orang lain adalah dua hal yang berbeda."

Mendengar itu, Dirga hanya terkekeh kecil. Sudut bibirnya terangkat tipis, meski sorot matanya tetap tidak menunjukkan ketertarikan sedikit pun terhadap pertemuan yang akan berlangsung malam ini.

"Tenang saja, Bu. Aku tidak akan mempermalukan keluarga kita."

Entah mengapa, jawaban itu justru tidak membuat Laras merasa lega. Sebagai seorang ibu, ia mengenal putranya jauh lebih baik daripada siapa pun.

Dirga mungkin memang datang malam ini. Namun, bukan berarti ia akan mempermudah semuanya.

1
Andi andi Melati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!