NovelToon NovelToon
Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Galih Lestari

"Dikhianati istri, diperas mertua, membesarkan anak yang bukan darah dagingnya.

Raka Pratama hidup bak budak — sampai ia terlahir kembali dengan Sistem Cashback 10x. Sekarang, setiap rupiah yang ia habiskan kembali sepuluh kali lipat.

Perceraian? Ia yang memulai. Konglomerat yang mengancam? Hancur. Pejabat korup? Ditangkap hidup-hidup. Dari nol menuju jajaran orang terkaya dunia — ini bukan dongeng. Ini balas dendam.
"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Bab 3 - Tubuh Baru

[Apakah Host ingin mengaktifkan?]

Raka tidak langsung menjawab.

Ia menutup pintu kamar, menguncinya, lalu menggeser kursi menjauh dari meja. Jika hadiah ini benar-benar meningkatkan tubuh sepuluh kali lipat, ia tidak ingin pingsan di ruang tengah dan ditemukan Ratna.

"Jelaskan efeknya."

Panel menampilkan lima baris baru.

[Kekuatan, kecepatan, daya tahan, refleks, pertahanan fisik, dan pemulihan Host akan ditingkatkan hingga sepuluh kali kondisi manusia normal.]

[Peningkatan bersifat permanen.]

[Peningkatan tidak membuat Host kebal terhadap peluru, racun, atau cedera berat.]

[Proses penyesuaian awal: sekitar sepuluh menit.]

[Aktifkan sekarang?]

Raka membaca peringatan itu sampai selesai.

Sistem tidak menjanjikan tubuh abadi. Tidak ada kekebalan terhadap peluru. Tidak ada pemulihan ajaib. Artinya, kekuatan ini tetap memiliki batas.

Itu justru membuatnya lebih percaya.

"Aktifkan."

[Konfirmasi diterima.]

Rasa panas menyala di tengah dadanya.

Raka tersentak.

Panas itu menyebar terlalu cepat, masuk ke bahu, punggung, lengan, perut, lalu turun sampai ke ujung jari kaki. Otot-ototnya menegang serempak. Ia mencoba berdiri tegak, tetapi lututnya kehilangan tenaga.

Tubuhnya jatuh berlutut di lantai.

"Sial..."

Tidak ada luka yang muncul. Tidak ada tulang yang patah. Namun rasanya seperti seluruh tubuhnya dibongkar dari dalam, dipadatkan, lalu dipasang kembali dengan ukuran yang sama.

Keringat membasahi kausnya.

Ia menggigit ujung handuk agar tidak mengeluarkan suara.

Satu menit.

Tiga menit.

Lima menit.

Setiap detik terasa panjang. Detak jantungnya sempat menjadi begitu kuat hingga ia bisa mendengarnya sendiri, lalu perlahan kembali stabil. Napasnya yang berat mulai teratur.

Pada menit kesepuluh, panas itu menghilang.

Raka tetap berlutut selama beberapa saat.

Kamar di sekelilingnya tidak berubah, tetapi cara tubuhnya merasakan ruangan telah berbeda. Kipas angin yang berputar di atas tampak lebih lambat. Ia bisa mengikuti gerakan setiap bilah tanpa kesulitan. Dengung kulkas kecil di ruang tengah terdengar jelas dari balik pintu.

Ia berdiri.

Gerakannya terlalu cepat.

Kepalanya hampir membentur rak dinding. Raka menahan tubuh dengan satu tangan, tetapi telapak tangannya justru menekan kayu hingga terdengar bunyi retak.

KRAK.

Ia segera menarik tangan.

Bekas lima jari tertinggal di permukaan rak murah itu.

Raka menatapnya dalam diam.

"Sepuluh kali lipat..."

Ia mencoba melangkah pelan. Langkah pertama terlalu panjang. Langkah kedua hampir membuatnya menabrak meja. Ia harus mengendalikan kekuatan yang sebelumnya tidak pernah dimiliki.

Raka menggulung karpet tipis agar tidak tergelincir, lalu mengambil posisi push-up.

Satu.

Dua.

Sepuluh.

Tubuhnya naik dan turun seperti pegas. Tidak ada getaran di lengan, tidak ada panas di bahu. Pada hitungan kelima puluh, napasnya masih sama. Pada hitungan seratus, ia berhenti. Lelah belum menghentikannya; ia takut telapak tangannya merusak ubin.

Ia duduk dan memeriksa denyut nadi.

Sedikit lebih cepat dari kondisi istirahat.

Itu saja.

Di kehidupan sebelumnya, menaiki tangga tiga lantai setelah lembur sudah membuat dadanya sesak. Sekarang seratus push-up terasa seperti pemanasan.

Raka mengambil gelas dari meja untuk minum.

Jarinya menekan terlalu kuat.

PRANG!

Gelas itu pecah di tangannya.

Serpihan kaca berjatuhan ke lantai. Sebuah pecahan menggores pangkal ibu jarinya, meninggalkan garis merah tipis.

Raka membeku.

Ia membuka telapak tangan perlahan. Kulitnya tidak kebal. Goresan itu nyata, meski dangkal.

Peringatan sistem terlintas lagi di kepalanya.

Tidak kebal terhadap peluru, racun, atau cedera berat.

Kekuatan tanpa kendali dapat membunuh orang lain atau dirinya sendiri.

Raka mengambil sapu, membersihkan semua pecahan, lalu membungkus telapak tangannya dengan tisu. Ia menghabiskan satu jam berikutnya untuk melakukan gerakan sederhana: membuka pintu, mengambil botol plastik, mengetik, mengangkat kursi, dan berjalan dari satu sisi kamar ke sisi lain.

Ia tidak mengejar angka.

Ia belajar menahan diri.

Menjelang siang, Raka sudah bisa mengendalikan tenaganya untuk aktivitas biasa. Tubuhnya masih tampak kurus, tetapi ada kepadatan baru di balik kausnya. Bahunya lebih tegak. Matanya tidak lagi sayu meski ia belum tidur sejak dini hari.

Ia mandi, mengenakan salah satu kemeja baru, lalu pergi melanjutkan rencana keuangannya.

Kali ini, ia tidak perlu memulai dari transaksi kecil.

Di toko elektronik, Raka memilih ponsel baru seharga Rp 17.999.000. Ponsel lamanya tetap disimpan sebagai bukti dan alat cadangan. Ia membayar penuh, menerima faktur resmi, lalu menunggu.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 17.999.000.]

[Cashback 10x: Rp 179.990.000.]

Saldo baru: Rp 212.043.900.

Seorang staf toko menyerahkan kotak ponsel dengan kedua tangan.

"Datanya mau kami pindahkan sekalian, Pak?"

"Tidak perlu. Saya kerjakan sendiri."

"Baik. Kalau begitu, garansi sudah aktif mulai hari ini."

Raka mengangguk. Ia menyimpan faktur di dalam tas, tidak membuangnya seperti pelanggan yang sedang terburu-buru mengejar gengsi.

Transaksi berikutnya dilakukan di toko komputer resmi.

Ia memilih laptop kerja kelas profesional, satu monitor besar, perangkat penyimpanan terenkripsi, serta lisensi perangkat lunak legal. Semua akan dipakai untuk mengelola data, bukti, dan rencana bisnisnya sendiri.

Total: Rp 34.500.000.

Pembayaran berhasil.

[Cashback 10x: Rp 345.000.000.]

Saldo baru: Rp 522.543.900.

Untuk pertama kalinya, Raka melihat angka setengah miliar atas namanya sendiri.

Staf penjualan yang sebelumnya berbicara santai kini berdiri lebih tegak.

"Pengirimannya bisa kami prioritaskan sore ini, Pak Raka."

"Pastikan segelnya utuh."

"Tentu, Pak."

Raka melanjutkan dengan membeli keanggotaan satu tahun untuk pusat kebugaran, layanan penyimpanan cloud, kursus manajemen bisnis, dan beberapa layanan produktivitas. Total pengeluaran Rp 2.400.000 menghasilkan cashback Rp 24.000.000.

Saldo akhirnya berhenti di Rp 544.143.900.

Dalam dua hari, ia berubah dari pria dengan uang setengah juta menjadi pemilik dana lebih dari setengah miliar.

Namun yang membuat langkahnya terasa ringan adalah saldo, pilihan, dan ruang bernapas yang dulu tidak ia miliki.

Tubuhnya dapat berjalan berjam-jam tanpa lelah. Tas belanja yang biasanya membebani bahu terasa kosong. Suara kendaraan dan gerakan orang di sekelilingnya dapat ia tangkap lebih cepat, meski belum sampai menjadi kemampuan melihat bahaya.

Ini bukan sekadar kaya.

Ia menjadi kuat.

Sore hari, dua petugas pengiriman membawa perlengkapan komputer ke apartemen. Raka mengangkat salah satu kardus besar sendirian.

"Pak, itu berat," kata petugas pertama. "Biar kami saja."

"Tidak apa-apa."

Raka mengangkatnya dengan satu tangan.

Kedua petugas itu saling pandang.

Raka pura-pura tidak melihat reaksi mereka. Ia menaruh kardus dengan sangat hati-hati. Kendali lebih penting daripada pamer.

Ketika Ratna pulang menjelang malam, ruang tengah dipenuhi kotak elektronik dan kantong belanja.

Langkahnya berhenti.

"Ini semua apa?"

"Perlengkapan kerja."

Ratna meraih kotak ponsel baru. Matanya membesar saat membaca serinya. "Kamu beli ini? Pakai uang apa?"

"Uangku."

"Gajimu sudah masuk?" Ratna langsung menoleh. "Kalau sudah, kenapa kamu belum transfer untuk Budi?"

Raka sedang memasang monitor. Ia tidak menghentikan pekerjaannya.

"Karena aku tidak akan membayar utangnya."

"Kita sudah membahas ini."

"Kamu yang bicara. Aku tidak pernah setuju."

Ratna meletakkan kotak ponsel dengan keras. Baru sekarang ia benar-benar memperhatikan Raka. Suaminya tidak tampak lelah. Gerakannya cepat, punggungnya tegak, dan wajah yang biasanya menghindari tatapan kini menatapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah.

"Kamu berubah," katanya pelan.

"Bagus."

Ponsel Ratna berdering.

Nama Ibu muncul di layar.

Ratna mengangkatnya dan langsung menyalakan pengeras suara. "Bu?"

"Mana uangnya?" suara Bu Sumini meledak dari ponsel. "Budi ditagih lagi! Suruh Raka transfer sekarang!"

Ratna menatap Raka. "Kamu dengar sendiri."

Raka mengambil ponsel itu dari meja, bukan dari tangan Ratna.

"Bu Sumini."

"Jangan panggil Ibu seolah kita orang asing. Cepat transfer enam juta."

"Tidak."

"Apa?"

"Utang judi Budi bukan tanggung jawab saya. Jangan telepon lagi untuk urusan ini."

"Raka! Kamu berani bicara begitu kepada Ibu? Kalau Budi sampai dipukuli, itu dosa kamu! Kamu—"

Raka menekan tombol merah.

Panggilan terputus.

Keheningan memenuhi apartemen.

Ia mengembalikan ponsel ke meja, lalu melanjutkan memasang kabel monitor.

Ratna berdiri kaku di belakangnya. Wajahnya dipenuhi campuran marah dan tidak percaya.

"Raka... kamu berani menolak Ibu?"

1
Wega Luna
ka,rumah kita dekat dong ,saya tinggal di belakang perumahan Citraland🤣🤣🤣🤣, sawah saya sudah dibeli Citraland,,cuma masih boleh ditanami belum dibangun🤭🤭🤭
casanova
kurang suka bacanya
Tyo Reanu
bener2...dont judge a book by its cover....
Tyo Reanu
Awalnya, sempat mengira cerita ini hanya akan seperti cerita2 sistem pada umumnya, cheesy,dendam,absurd...dan saya mintamaaf yang sebesar2nya untuk penulis akan itu.
mungkin sepertinya, baru kali ini aku baca cerita di platform online yang punya alur, bahasa dan kekuatan cerita kaya gini.
terimakasih untuk cerita luarbiasa nya Gan....
irena
bagus banget ceritanya thor
Anonim
ceritanya menarik
Zidan Official
knp GK ceraiii aja woii
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Aang Reza
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!