Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Yuli mengeluarkan sebuah dokumen dari laci meja kerjanya ke atas meja. Saat ini, Tatiana sudah berada di kantor temannya itu. Dia menghubungi Yuli, niatnya tadinya untuk mengajak makan siang bersama. Tapi, Yuli bilang kalau surat perjanjian perceraian Tatiana sudah selesai dia buat. Makanya Tatiana segera menuju ke kantor Yuli.
"Ini, sudah aku buat sangat sederhana. Seperti keinginan mu, kamu tidak akan membawa apapun. Rumah, mobil, perusahaan, kamu tidak akan meminta apapun. Hanya ingin berpisah, dan selanjutnya urusan masing-masing tidak perlu aku campur lagi!" kata Yuli.
Tatiana mengangguk membenarkan. Tapi Yuli, malah merasa Kalau surat perjanjian itu sangat merugikan Tatiana.
"Tatiana, yang benar saja? kamu sudah berusaha keras selama 10 tahun lebih, kenapa tidak menuntut sesuatu?" tanya Yuli.
Tatiana mendengarkan apa yang dikatakan oleh temannya itu tapi dia belum menanggapi, karena masih sibuk membaca isi surat perjanjian perceraiannya dengan Brandon nanti.
"Lagipula, kalau perusahaan itu tidak ada kamu, yang mengurusnya. Sudah lama, perusahaan itu bangkrut sejak Ayah mertuamu itu sakit! Dan lagi, saya perceraian ini kan diawali karena perselingkuhan Brandon. Kalaupun, kamu ingin membuat dia pergi tanpa apa-apa, itu sangat mudah Tatiana!" Yuli mencoba menjelaskan situasi saat ini tentang rumah tangga sahabatnya itu.
Karena memang, bisa menuntut pertanggungjawaban dari Brandon. Pria itu sudah memerass waktu, tenaga, dan pikiran Tatiana selama 10 tahun. Jadi, Tatiana memang sangat berhak untuk menuntut suaminya memberikan kompensasi, bahkan membuat suaminya pergi tanpa apapun setelah mereka bercerai nanti.
Tatiana menutup dokumen itu, dan tersenyum pada Yuli.
"Aku tidak mau buat keributan. Lagipula, Aku punya ibu mertua yang sangat picik. Dia akan berkata, saat itu aku datang tanpa membawa sepeserpun, kenapa aku harus pergi dengan membawa banyak hal? biar saja, setelah urusan ini selesai, dan kami tidak punya hubungan apapun lagi. Aku jangan tidak akan membantunya sama sekali!" ucap Tatiana dengan suara pelan, tapi penuh dengan penekanan.
Yuli mengangguk paham.
"Baiklah, seperti maumu. Dan ada dua cara Tatiana. Menggugat ke pengadilan, atau suruh dia tanda tangan surat itu, lalu kalian menunggu masa tenang selama satu bulan, maka akta cerai akan keluar. Pilih mana?" tanya Yuli.
Meski sebenarnya, Yuli sudah tahu sahabatnya itu akan pilih yang mana. Tapi dia tetap berusaha bertanya untuk mempertimbangkan pendapat Tatiana.
"Aku tidak ingin ada keributan, bahkan aku akan buat mas Brandon tidak menyadari kalau dia sudah menandatangani surat cerai ini!"
Yuli sangat terkesan,
"Wah, aku sepertinya sudah mulai bisa melihat Tatiana yang aku kenal saat kita sekolah dulu!" kata Yuli dengan senyuman senangnya.
Kemarin, bahkan tadi pagi, Yuli masih melihat Tatiana yang berusaha untuk mempertahankan rumah tangga dan keluarganya itu. Tapi, sejak Tatiana menghubunginya dan memintanya membuatkan surat perjanjian perceraian, dan kali ini saat dia bertemu dengan Tatiana. Dia merasa, kalau Tatiana memang sudah kembali ke Tatiana yang sangat tegas.
"Katakan padaku, apa yang membuatmu berubah pikiran begitu cepat?" tanya Yuli kemudian.
Tatiana terkekeh, dan saat itu dia sedang menertawakan dirinya sendiri.
"Kamu benar, Yuli. Pertama mas Brandon memberikan jok di depan untuk wanita itu, lalu ruanganku, lalu meminjamkan kamar kami di villa, selanjutnya pakaianku. Kamu pernah bilang, kalau suatu saat mas Brandon mungkin akan memberikan jabatanku kepada wanita itu. Dan tak perlu menunggu sampai suatu saat, bahkan pagi ini dia memberikan jabatan wakil direktur ya sudah aku upayakan selama 10 tahun ini pada wanita itu. Dan apa kamu tahu, yang menyuruhku menyelesaikan proyek Bluemoon. Tapi, jika sudah selesai dan berhasil maka aku harus menyerahkan proyek itu kepada wanita selingkuhannya itu sebagai penanggung jawab..."
Yuli tidak tahan lagi, dia segera berdiri dan langsung menghampiri sahabatnya itu dan memeluknya dari samping.
"Tatiana..." lirih Yuli, ya soalnya bisa merasakan rasa sakit yang ada di dalam dada Tatiana.
"Aku saja ingin melakukan pengeluaran dana tapi dari 10 juta untuk pengadaan barang masih berpikir berulang kali. Tapi Brandon, makan tidak peduli ketika wanita itu mengeluarkan dana untuk keperluan fiktif, lebih dari 1 milliar selama satu bulan terakhir ini. Aku sudah putuskan, Yuli. Aku tidak akan mengambil apapun, tapi aku juga tidak akan membiarkan semua kerja kerasku dinikmati orang lain"
Yuli semakin mengeratkan pelukannya.
"Benar, kamu benar Tatiana. Yang kamu lakukan sudah benar! Brandon dan keluarganya sama sekali tidak tahu, kamu bukan lagi Tatiana, seorang wanita sebatang kara yang bisa mereka pandang sebelah mata. Kamu adalah Tatiana Ramos, kamu tidak bisa diperlakukan seperti itu! kedua kakakmu tidak akan pernah membiarkan kamu diperlakukan seperti ini!"
"Jangan beritahu mereka dulu, Yuli!" kata Tatiana.
Karena Tatiana, masakan tidak ingin merepotkan kedua kakaknya, untuk masalahnya ini.
"Baiklah, kamu sudah membuat keputusan. Aku sangat mendukungmu. Lihat bagaimana nanti Brandon menyesalinya!" kaya Yuli yang memang terlihat begitu marah.
**
Sementara itu di tempat berbeda, si sebuah restoran yang sangat mahal. Bahkan Brandon saat ini masih sibuk melayani Siska. Brandon mengupaskan kulit udang untuk Siska. Dan setiap satu udang kupas yang sampai di atas piring Siska, wanita genit itu akan memberikan satu ciuman pada Brandon.
"Tuan, tuan baik sekali! Siska akan selalu berada di sisi tuan apapun yang terjadi!"
Brandon tersenyum senang.
"Tentu saja, kamu mau apalagi setelah ini?"
"Tuan..." Siska mulai merengek.
"Ada apa?" tanya Brandon.
"Tadi, saat Tuan tidak ada di ruangan. Tuan Dion datang, dan mempertanyakan dana yang aku minta untuk keperluan proyek. Wajahnya galak, dan suaranya tinggi sekali. Tuan, aku takut!" kata Siska yang bergelayut manja di lengan Brandon.
"Hehh, dasar karyawan tidak berguna. Tenang saja, setelah makan siang ini. Aku akan menegurnya"
"Tuan memang yang terbaik, Siska sayang sekali pada tuan!"
Wanita itu bahkan sudah berada di pangkuan Brandon saja. Gerakannya sangat cepat. Tidak memandang tempat, Siska mencium leher Brandon, membuang jakun pria beristri itu naik turun dengan cepat.
"Tuan, aku sudah kenyang. Tuan mau memakan ku, tidak?" bisik genit Siska di telinga Brandon.
Bahkan tanpa malu-malu, Siska menarik tangan Brandon, mengarahkan tangan pria itu ke atas pahanya, membawanya masuk perlahan ke dalam rok pendeknya.
"Kamu memang nakal sekali, ayo kita ke toilet restoran ini!"
"Siska menurut pada tuan saja!" kata Siska yang sekali lagi mencium belakang telinga Brandon.
Keduanya pergi dari ruangan itu menuju ke toilet. Dan apa yang mereka lakukan? tentu saja hal yang membuat Brandon dan Siska berkeringat sangat banyak. Brandon benar-benar sudah terpedaya oleh wanita genit bernama Siska itu.
***
Bersambung...
Asal jangan yg mokondo aja, rugi banget ya Yuli.. 🤭
Patut Erick yg konon manusia paling sibuk dengan bisnisnya nyempat²in buat repot² turun langsung membantu Yuli menangani kasus perceraian, ternyata Erick sejak awal sudah menyimpan rasa pada Yuli.. 🤭
Di tambah lagi adegan jatuh 2x, jatuh dalam pelukan, dan jatuh terduduk dalam pangkuan.. Membuat seorang Erick yakin dengan hatinya.. 🤭
Pesona janda emang terdepan ya Mas Erick.. 🤣🤣🤣
terima kasih sampai jumpa lagi
Kalau kau berani, ya hadapi saja sendiri..
Untuk apa kau berlindung di balik sangkar emas mu, jika kau punya kuasa di kota D ini..?!
Kau beraninya hanya mengintimidasi wanita, benar² banci..
Kau yg suka mempermainkan wanita, kau lampiaskan egomu pada istri..
Apa yg di harapkan dari lelaki seperti dirimu sebagai suami..?!
Jika kau merasa hebat, ya hadapi..
Bukan ujug² melampiaskan emosi mu pada anak buah mu, itu sih kau pengecut namanya kau sebagai lelaki..
Jatuh dalam pelukan, lalu jatuh terduduk di pangkuan.. Apakah ini ada unsur kesengajaan, atau emang kebetulan..?🤣🤣
mbaca dari awal sudah kerasa nyeseknya.tatiana bener2 kuat.disingkirkan gegara ada ulet buku nemplok si brandon.suami yang g bisa apa-apa tapi uda banyak tingkah.alurnya sat set.jadi sering nungguin up nya.
terimakasih atas bacaannya yg keren thor.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰 ❤️❤️
ad rasa juga niih ma Yuli ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂
pas tuh ,, 😁😁😁😁
entah mau dihabisin Tantowi
apa dihabisin Erick
itu terserah kak Thor 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
masih perawan ni
eh salah janda yaa..
tapi belum halal oi
begini ni,kalau kelamaan jomblo🤣🤣
btw
amanda mending keluar dr kota itu juga
takut jadi sasaran bales dendam suami nya
eh ralat,mantan
iy mantan yaa 🤣🤣