NovelToon NovelToon
Wanita Pilihan Sang Ceo

Wanita Pilihan Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noire 23

Nial Percy—seorang CEO tampan dengan reputasi dingin, tertutup, dan selalu memegang kendali—tidak pernah melibatkan perasaan dalam hidupnya. Segalanya terukur. Hingga suatu malam, ia meminta satu hal pada orang kepercayaannya: Mencarikan seorang wanita dengan kriteria tertentu. Tanpa ikatan. Tanpa emosi. Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Namun takdir menyelipkan sesuatu yang tak ia rencanakan. Queen Lexian Arresta—wanita cantik dari keluarga terpandang yang tengah terjebak dalam perjodohan yang menyesakkan—tanpa sengaja mendengar percakapan itu. Dan dalam satu keputusan yang berani sekaligus nekat, ia menawarkan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noire 23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Queen menarik napas panjang, mencoba memanggil kembali keberanian nekat yang ia miliki di koridor tadi.

Jika ia menunjukkan ketakutan, Nial akan memenangkan permainan ini dengan mudah. Dan jika ada satu hal yang ia pelajari tentang Nial Percy, pria ini tidak menyukai wanita yang membosankan.

Perlahan, jemari Queen yang sempat gemetar menyentuh dada Nial. Ia dapat merasakan detak jantung pria itu yang tetap tenang, berbanding terbalik dengan miliknya.

Queen mendongak, membalas tatapan Nial tanpa ingin terlihat gentar.

"Kau yakin ingin aku yang memegang kendali?" bisiknya pelan. "Karena sekali aku mulai, aku tidak akan membiarkanmu mendikteku, Tuan Percy."

Senyum tipis terukir di bibir Nial. "Lakukan sesukamu." Tanpa memberi kesempatan Nial membaca maksudnya, Queen menarik kerah kemeja pria itu hingga jarak mereka menghilang.

Bibir mereka bertemu dalam kecupan singkat yang kemudian berubah menjadi ciuman penuh emosi.

Nial sempat terkejut, tetapi hanya sesaat.

Ia membalas ciuman itu dengan tenang, sementara kedua tangannya merengkuh pinggang Queen agar wanita itu tidak kehilangan keseimbangan.

"Kau benar-benar berani," gumam Nial pelan.

Queen tersenyum tipis. Ia melepaskan blazer yang terasa mulai mengganggu geraknya, lalu duduk santai di atas meja kerja sambil menatap Nial dengan tatapan penuh tantangan.

"Duduk."

Satu kata itu membuat Nial mengangkat sebelah alisnya. Namun, alih-alih membantah, ia justru menurut dan duduk di kursi kebesarannya.

Queen turun perlahan, lalu mendekat hingga akhirnya duduk di pangkuan pria itu.

Wajah mereka kini hanya dipisahkan beberapa senti.

"Tadi kau begitu dingin di depan Harlan," bisik Queen sambil menatap mata Nial. "Tapi sekarang... aku tahu sisi lainmu."

Nial tersenyum tipis. "Dasar nakal."

Ia mengangkat dagu Queen dengan jemarinya, lalu kembali mengecup bibir wanita itu. Kali ini lebih lembut, tetapi cukup lama hingga membuat Queen tanpa sadar memejamkan mata.

Suasana ruangan berubah hening. Tak ada lagi perdebatan. Hanya ada tatapan yang saling mengunci, bisikan-bisikan lirih, serta kehangatan yang perlahan menghapus jarak di antara keduanya.

Beberapa saat kemudian, Queen menyandarkan dahinya di bahu Nial, berusaha menenangkan napasnya.

"Nial..."

Pria itu hanya mengusap lembut punggungnya tanpa menjawab.

Di luar ruangan, Rayden baru saja hendak masuk untuk menyerahkan laporan akhir. Tangannya sudah hampir menyentuh gagang pintu ketika ia menyadari pintu itu tidak tertutup sempurna.

Dari celah tipis tersebut terdengar suara percakapan pelan yang membuatnya langsung menghentikan langkah.

Rayden menghela napas panjang. "Astaga..."

Belum sempat ia menutup pintu, langkah beberapa orang terdengar mendekat.

"Pagi, Ray. Apa Tuan Percy ada di dalam? Kami butuh tanda tangan beliau," tanya salah satu manajer.

Rayden langsung merentangkan kedua tangannya, menghalangi jalan mereka.

"Berhenti! Jangan masuk dulu."

Kedua orang itu saling berpandangan.

"Kenapa?"

Rayden tersenyum kaku. "Tuan sedang... rapat yang sangat privat."

"Rapat?"

"Tingkat kerahasiaannya sangat tinggi." kata Rayden.

Tepat saat itu terdengar suara tawa kecil dari dalam ruangan, disusul percakapan yang tidak begitu jelas.

Para staf saling bertukar pandang.

"Sepertinya Tuan sedang bersama seseorang," gumam salah satu staf.

Rayden berdeham gugup. "Pokoknya nanti saja. Aku yang akan menyampaikan dokumennya."

Salah seorang manajer menyeringai tipis. "Baiklah. Sepertinya kami memang datang di waktu yang kurang tepat."

Mereka akhirnya berbalik pergi sambil membawa kembali dokumen masing-masing.

Rayden mengembuskan napas lega. Dengan sangat hati-hati, ia meraih gagang pintu dan menutupnya hingga terdengar bunyi klik yang nyaris tak bersuara.

Ia lalu menyandarkan punggungnya ke pintu sambil mengusap wajahnya. "Tuan Percy yang terhormat... demi menjaga reputasi Anda hari ini, rasanya aku memang pantas mendapat kenaikan gaji," gumamnya pasrah.

1
Mia Camelia
semoga dady nya queen kasih restu ke quen and niel🥰
Mia Camelia
yaah ketauan deh😂😂😂
Mia Camelia
nial mode cemburu tuh ada rexi🤔🤣
Mia Camelia
hahaha niel bisa aja mencari kesempatan dalam kegelapan kolong meja🤣🤣🤣
Mia Camelia
ya ampun ternyata sempat hadir nial junior yah🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaha rayden berani bongkaran aib nial kalo ada britania,🤣🤣🤣
lanjut thor😄👍makin seru liat nial🥰
Mia Camelia
nial gercep banget sih, queen jadi takut itu🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut lagi thor🥰
Mia Camelia
lari queen🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor🥰
Mia Camelia: semangat ya thor😄😄
semoga lolos kontrak, aku doaiin biar lancar, biar bisa lanjut lagi cerita nya👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!