NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Toko pakaian murah di pinggir jalan itu penuh sesak dengan berbagai jenis baju yang digantung berdesakan, mulai dari kemeja polos hingga jaket bermotif mencolok. Lin Liu berjalan di antara rak-rak itu dengan mata berbinar, seperti anak kecil yang baru pertama kali diberi kebebasan memilih mainan.

"Ini keren," gumamnya sendiri, mengambil sebuah kemeja bermotif kotak-kotak besar berwarna oranye terang, memadukannya dengan celana bahan berwarna hijau army yang tergantung di rak sebelah. "Kalau aku pakai ini, pasti keliatan mahal."

Penjaga toko yang memperhatikan dari kejauhan hanya bisa menahan senyum melihat perpaduan warna yang dipilih Lin Liu, namun tidak berkomentar apa pun—toh pelanggan tetaplah pelanggan.

Lin Liu memilih beberapa potong pakaian lagi, termasuk sebuah kalung rantai emas imitasi yang berkilau mencolok dan sepasang kacamata hitam besar yang menurutnya terlihat "seperti orang penting di televisi". Dia membawa semua pilihannya ke kasir dengan wajah puas, seolah sudah menemukan gaya berpakaian terbaik sepanjang hidupnya.

...[GUNAKAN KARTU DISKON?]...

Notifikasi kecil itu muncul di sudut penglihatannya. Lin Liu mengatakan iya dalam hati, dan seketika angka total di layar kasir berubah, membuat penjaga toko mengerutkan kening bingung namun tetap menerima pembayaran tanpa banyak bertanya.

Dengan pakaian baru yang dia kenakan langsung dari toko, Lin Liu berjalan menyusuri trotoar menuju halte bus terdekat, dadanya membusung bangga. Kemeja oranye terangnya berpadu aneh dengan celana hijau army, ditambah kalung emas imitasi yang berayun di lehernya setiap kali dia melangkah, dan kacamata hitam besar yang bertengger di hidungnya meskipun matahari sudah mulai redup sore itu.

Beberapa orang yang berpapasan dengannya melirik dengan tatapan aneh, ada yang menahan tawa, namun Lin Liu sama sekali tidak menyadarinya, terlalu larut dalam perasaan bangga yang jarang dia rasakan selama ini.

"Akhirnya aku bisa berpenampilan seperti orang yang punya uang," gumamnya sambil tersenyum lebar, membetulkan kacamata hitamnya dengan gaya yang menurutnya keren.

Sesampainya di depan Mal Grand Victoria—salah satu pusat perbelanjaan termewah di kota itu—Lin Liu berdiri sejenak menatap gedung megah dengan lampu-lampu kristal yang berkilauan dari kejauhan. Ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki di tempat semewah ini, dan meskipun dadanya sedikit gugup, dia berusaha menutupinya dengan langkah percaya diri, bahkan terkesan berlebihan.

Dia melangkah masuk melalui pintu kaca otomatis, disambut hawa dingin pendingin ruangan dan aroma parfum mahal yang memenuhi udara. Matanya menjelajahi setiap sudut mal itu dengan kagum, meskipun dia berusaha bersikap seolah sudah biasa berada di tempat semewah itu.

"Paket buat lantai tiga, toko nomor dua puluh tujuh," gumamnya, memeriksa alamat tujuan di ponselnya sambil berjalan dengan gaya yang menurutnya elegan, meskipun sebenarnya terlihat kaku dan dipaksakan.

Saat dia melewati sebuah etalase toko perhiasan mewah, matanya tidak sengaja melirik pantulan dirinya di kaca etalase itu—dan untuk sesaat, dia berhenti, memperhatikan pantulan itu dengan saksama. Perpaduan warna oranye dan hijau yang tadi terasa keren di toko pakaian, kini terlihat begitu mencolok dan aneh di tengah suasana mal yang serba elegan dan minimalis.

Namun sebelum keraguan itu sempat berkembang lebih jauh, sebuah suara tinggi dan tegas tiba-tiba terdengar dari arah belakangnya, membuat langkahnya terhenti seketika.

"Woi! Kau! Jalan lihat-lihat dong! Belanjaanku hampir jatuh, tahu!"

Lin Liu menoleh cepat, dan matanya langsung bertemu dengan sepasang mata tajam milik seorang gadis yang berdiri dengan tangan bertolak pinggang, tas belanjaan bermerek bergelantungan di kedua lengannya, menatapnya dengan tatapan galak yang entah kenapa terasa begitu memukau.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!