NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka Yang Lain

Setelah tiba di lantai yang dituju, Yura berjalan dengan tergesa-gesa, bermaksud untuk menghindari Liam.

"Ra,, " Yura tahu panggilan itu sengaja Liam buat untuk menahannya, namun ia malah mempercepat langkah kakinya.

"Ra, emang kamu tahu nomor ruangannya? "

Kali ini Liam berhasil membuat Yura berhenti. Liam segera mendekat, dan menyentuh bahu Yura. Tak ketinggalan suara tawanya yang seolah mengejek.

"Oke, aku gak akan main-main lagi.. "

Kedua nya akhirnya masuk keruangan VIP yang menjadi rumah kedua bagi Yura a. Gadis cantik berambut panjang itu dengan senyum sumringah segera merentang kan tangannya untuk menyambut Yura b.

"Thank you loh Liam, udah bawa Yura ikut,,"

Ia tersenyum lepas seolah jarum infus yang menancap ditangan kirinya bukan lah apa-apa.

"Pasti jenuh ya,,, " Yura b yang memiliki rasa empati tinggi itu duduk disamping tempat tidur dan mengelus-elus tangan Yura.

"tidak masalah, sudah biasa kok.. "

"Ehm, aku keluar dulu ya cari minum.. " Suara Liam membuat kedua nya menoleh, seolah baru tersadar jika ada manusia lain yang berada diruangan itu.

"Oh, eh ia,,, " Jawab Yura a.

Sepeninggal Liam, Yura a banyak mencurahkan tentang dirinya pada Yura b. Mulai dari orang tua nya yang mati-matian bekerja hanya untuk membuat hidup nya tersambung hingga keberadaan Liam yang bisa membuatnya merasa diperjuangkan.

"Aneh kan? Liam itu baik sekali... "

"Ia rela menghabiskan separuh hidup nya demi membuatku merasa aman. Padahal kita hanya kenal lewat kak Leandro.. "

Melihat tingkah Liam yang kadang membuat pandangan orang lain berubah, Yura menjadi bingung sendiri.

"Artinya dia bermain-main dengan ku" batin nya.

"Tapi mengapa rasanya jengkel saat mengetahui kenyataan itu? "

Yura segera menggelengkan kepalanya untuk mengusir gangguan-gangguan yang membuat fokus nya terganggu.

"Kamu kenapa ra? " Yura a malah jadi khawatir melihat keadaan sahabat baru nya itu.

"Kamu pusing? "

Yura b hanya tertawa sambil menggeleng kuat, "tidak kok.. "

Saat ingin mengambil buah yang mereka bawa tadi, tak sengaja Yura b melihat sebuah buku desain tergeletak diatas nakas.

Ia lalu mengambil nya dan membuka lembaran demi lembaran. Disana terdapat banyak lukisan-lukisan gaun wedding yang beraneka ragam.

"Ini kamu yang buat,,? "

Yura b sangat terkesima melihat betapa lihai nya tangan kreatif pelukisnya.

"Kalau aku sedang bosan,, " jawab Yura a.

"Jangan terlalu dilihat, aku jadi malu.. " tambahnya.

"Lukisan ini sangat bagus, aku bahkan tidak bisa membuat yang sebagus ini.. " Yura b masih memuji dengan ekspresi yang tak bisa bohong.

"Wow, kamu pasti juga suka lukis kan? " Yura a dapat dengan mudah menebaknya.

"Hanya sebatas pemandangan, tidak untuk busana.. " ia menjawab sambil terkekeh pelan.

Kedua nya tertawa bersama, lagi-lagi mereka mempunyai kesamaan yang lain.

"Kapan-kapan kita melukis bersama di pantai sensei, sambil minum es kelapa langsung dari buahnya_ah segar nya... " ucap Yura a.

Sedang Yura b yang mendengar keinginan baru Yura itu hanya bisa memandang dengan sendu. Pasti sangat sulit untuk berpura-pura baik-baik saja.

"Kata dokter, jika pemeriksaan kali ini menunjukkan hasil yang lebih baik, aku bisa pergi ke pantai.. "

"Oke, mari kita lakukan seperti yang kamu mau.. " ucap Yura b, ia terus tersenyum berharap senyuman itu dapat mengirim afirmasi positif untuk Yura.

Hatinya sakit melihat betapa tidak beruntung nya gadis malang ini.

Selama dua jam tak terasa kedua nya menghabiskan waktu hanya untuk mengobrol. Kalau suster tidak muncul untuk memeriksa, kemungkinan besar kedua gadis itu masih betah bercanda ria seperti itu.

Dan dari obrolan itu lah Yura b sedikit memahami bagaimana perasaan Yura a yang sesungguhnya. Ia juga mengutarakan keinginannya yang ingin merasakan bagaimana rasanya jadi ratu sehari.

Soal Liam, pria itu tidak muncul selama dalam dua jam itu. Yura b dapat menangkap perubahan kecil itu diwajah sahabatnya.

Karena Yura a harus istirahat, akhirnya Yura b pamit untuk pulang ditambah hari yang sudah mulai gelap.

"Liam pasti main basket. Karena mengurus ku, ia jadi melupakan dirinya sendiri.. "

Wajah Yura a sudah mulai sendu memikirkan betapa lelahnya Liam selama ini, namun pria itu selalu terlihat baik-baik saja.

Sedangkan Yura b hanya tersenyum, tak masalah baginya jika pria itu ada atau tidak. Ia dapat mengurus dirinya sendiri.

"Kamu tidak apa ra? " tanya Yura a sekali lagi.

"aku suruh bibi Song saja yang mengantarmu kebawah.. " lagi-lagi ia merasa tidak enak.

"Tidak perlu ra, sungguh.. " Jawab Yura b menenangkan.

"Kamu istirahat ya, aku pulang dulu.. "

Yura pun berjalan keluar setelah memeluk sahabatnya itu. Saat ia memasuki lift, tak disangka ternyata Liam juga ada disana. Penampilan nya sangat berbeda, karena pria itu sedang mengenakan kostum basketnya.

Sepertinya pria itu ingin naik kelantai atas tempat ruangan Yura berada.

"Eh, kamu disini.. "

Ini kali pertama Yura melihat Liam melakukan kegiatan lain. Sontak muncul rasa iba didalam hatinya, jika Liam pasti sudah melakukan yang terbaik selama ini.

"Pantas saja ia tampak selalu terlihat lelah, "

Yura kembali teringat kata-kata sesumbar Liam waktu itu. "Kamu yang berhasil membuat hidupku kembali berwarna. "

"Apakah itu benar,? "

Lagi-lagi Yura hanya bisa bicara didalam hatinya, namun spontan kepalanya kadang bergerak kekiri dan kekanan membuat Liam merasa heran.

"Eh, kok kamu ikut turun? "

Akhirnya Yura menyadari jika Liam mengikuti nya sampai kelantai bawah. Padahal Tas sekolah pria itu masih tertinggal diatas.

"Lalu? Tega banget kamu tinggalin aku sendiri.. " keluh nya pura-pura sedih.

"Yura pasti khawatir sama kamu. ia dari tadi nyariin kamu.. "

"Kamu pergi deh, kamu kasih tahu dia kalau kamu pergi main basket... "

"Bukannya kamu_..

" Ra! "

Sontak Yura tidak dapat melanjutkan kalimat karena suara Liam yang lumayan besar menbuatnya terkejut.

Liam tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat tatapannya beradu pada Yura yang menghadap dirinya.

Ia hanya mampu menghela nafas kasar, dan menggaruk kasar rambutnya.

"Maaf.. "

"Bis sudah datang, ayo.. " ucapnya sambil mendorong tubuh Yura.

Yura dapat membaca keadaan hati Liam yang sedang tidak baik. Keadaan ini juga mampu membuat pikiran nya jadi penuh.

"Tetap saja kamu harus bicara padanya... " Yura bicara dengan sangat pelan sambil memandangi wajah Liam dengan lekat.

Apalagi saat ia tahu jika Yura a menyimpan rasa pada Liam, membuat perasaanya semakin tidak enak saja.

Ia merasa bersalah untuk hal yang bukan perbuatan nya. Tentu itu sangat melelahkan.

"Ini kali pertama kamu mau menatapku ra.. "

"Memangnya aku harus selalu ada ya untuk siapapun? "

Liam yang bertanya, namun Yura dapat merasakan makna nya. Hatinya ikut sakit, entah sakit untuk Yura atau Liam.

Luka yang sering ia pendam terhadap ibunya membuat dirinya jadi lebih peka pada bahasa tubuh orang lain.

"Aku selalu ada untuk Yura karena aku pernah mengalami luka yang sama.. "

"Tapi terkadang aku ingin melakukan apa yang otak ku ingin lakukan."

"Aku juga punya luka lain yang mungkin tidak akan bisa kubagi dengan orang lain.. "

Setelah mengatakan itu, Liam memutuskan untuk menutup matanya..

.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!