NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12: Kemenangan Mutlak

Ruang rapat itu meledak dalam kekacauan seketika. Para anggota dewan direksi saling berpandangan dengan horor.

Wajah Paman Arthur berubah menjadi sewarna kertas kosong.

Chloe, menyadari situasi berbalik, segera berdiri dan mulai mengeluarkan senjata utamanya: air mata.

"K-Kakak! Apa yang kau bicarakan?!" Chloe terisak, menatap Stella dengan pandangan memohon.

"Paman Arthur sudah bekerja keras untuk menutupi hutang-hutangmu! Berhentilah berhalusinasi! Kau pasti masih di bawah pengaruh alkohol dari hotel semalam! Para dewan direksi tahu kau gila, Kak!"

Jika ini adalah Stella yang lama, ia pasti akan meledak marah, menjambak rambut Chloe, dan akhirnya ditertawakan oleh seluruh ruangan karena terlihat histeris.

Tapi Stella yang ini berbeda. Ia adalah cegil sejati yang tahu kapan harus memukul titik terlemah musuhnya.

Alih-alih marah, Stella meletakkan kedua tangannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya ke depan, dan menatap Chloe dengan sorot mata yang dipenuhi rasa geli.

"Kau tahu, Chloe," Stella berbicara dengan nada lembut yang sangat berbahaya.

"Aku selalu kagum pada kemampuanmu menangis dalam waktu tiga detik tanpa perlu mengiris bawang. Sayang sekali, air matamu tidak bisa mengembalikan uang yang baru saja aku blokir lima menit sebelum masuk ke ruangan ini."

Mata Chloe berhenti memproduksi air mata sedetik. "A-apa maksudmu?"

Stella menyeringai lebar.

"Seluruh akses ke rekening luar negeri itu sudah ku bekukan menggunakan otoritas tanda tangan ibu kandungku yang masih berlaku di bank pusat. Uang itu sekarang aman, dan bukti auditnya sudah kuberikan ke tangan pengacara pribadiku. Jika ada satu orang saja di ruangan ini yang mencoba mencabut namaku dari dewan direksi hari ini..."

Stella menegakkan tubuhnya, merapikan kerah jasnya yang sebenarnya sudah rapi dengan gaya elegan tak tertandingi.

"...maka besok pagi, bukan wajahku yang ada di halaman utama media, melainkan surat perintah penangkapan untuk penggelapan dana oleh Paman Arthur dan adikku yang berwajah malaikat ini."

Keheningan mutlak kembali mencekik ruangan itu. Tidak ada yang berani bernapas terlalu keras.

Paman Arthur terhempas kembali ke kursinya dengan napas tersengal, seperti ikan yang dikeluarkan dari air.

Chloe menggigit bibir bawahnya begitu keras hingga nyaris berdarah, topeng polosnya retak sepenuhnya.

[ Ding! ]

[ Misi Harian Selesai! ]

[ Pencapaian Terbuka: Membungkam 12 Orang Sekaligus dalam 3 Menit. ]

[ Hadiah: 20 Poin Karma ditambahkan. Kopi akan dikirimkan menyusul. ]

Vix bersiul panjang dari atas meja proyeksi. "Brilian. Kau benar-benar wanita gila yang menakutkan, Host."

Stella berbalik, melambaikan tangannya tanpa menoleh. "Rapat selesai, Bapak-bapak. Sampai jumpa di kantorku maksudku, kantor Paman Arthur besok pagi. Aku ingin ruangan itu dikosongkan sebelum jam delapan. Ciao."

Dengan langkah anggun dan ritme sepatu hak yang tak pernah melambat, Stella keluar dari ruangan itu, meninggalkan kehancuran total di belakangnya.

Waktu: 10:15 AM

Markas Besar Blake Group, London

Di dalam ruang kantor yang dingin dan didominasi warna gelap, Neo Hayes Blake duduk di balik meja kerjanya.

Secangkir kopi hitam pekat tanpa gula mengepulkan uap tipis di dekat sikunya. Aura pria itu luar biasa pekat, sama persis dengan aroma Dark Musk dan Leather yang mengelilinginya.

Tidak ada seafood, tidak ada hal yang mengganggu rutinitas sempurnanya.

Kecuali laporan di tablet yang sedang ia baca.

Liam berdiri dengan kaku di seberang meja, baru saja selesai memberikan laporan pandangan mata dari informan mereka yang menyusup di dalam gedung Rosewood Media.

"...dan setelah memberikan ancaman pembekuan dana beserta bukti penggelapan itu, Nona Rosewood langsung keluar dari ruangan. Pihak dewan direksi saat ini sedang menunda rapat dan panik, Tuan. Paman Nona Rosewood terlihat menghubungi pengacaranya dengan gemetar."

Liam menyelesaikan laporannya, masih merasa sedikit tak percaya dengan kata-katanya sendiri.

Keheningan menggantung cukup lama.

Neo perlahan meletakkan tabletnya ke atas meja. Jemarinya yang kokoh mengetuk pelan tepi cangkir kopinya.

Ia menatap ke arah luar jendela London yang kelabu, namun pikirannya sepenuhnya tertuju pada sosok wanita berjas hijau emerald di kepalanya.

Wanita itu tidak pulang untuk menangis. Dia tidak bersembunyi.

Dia justru mendobrak masuk ke kandang serigala, menendang rahang pemimpinnya, dan mengambil alih kekuasaan sambil tertawa di depan wajah mereka.

Itu adalah manuver yang sangat berani, nekat, arogan, dan gila. Benar-benar gila.

Tapi di saat yang sama... itu brilian.

Perlahan, sangat perlahan, sudut bibir Neo tertarik ke atas. Sebuah seringai tipis yang jarang sekali terlihat, kini menghiasi wajah dinginnya.

Bukan senyum mengejek, melainkan senyum seseorang yang baru saja menemukan mangsa yang menarik, atau mungkin... lawan yang sepadan.

"Dia benar-benar meretas data mereka," gumam Neo, suaranya serak dan sangat dalam. Geli, tapi juga dipenuhi kepemilikan yang gelap.

"Tikus kecil itu punya taring yang berbisa."

"Tuan?" Liam bertanya hati-hati, tidak yakin bagaimana harus merespons senyum langka atasannya yang justru membuatnya semakin merinding.

"Apa Anda ingin kami ikut campur dan menekan saham Rosewood sekarang selagi mereka kacau?"

Neo meraih cangkir kopinya, menyesap cairan hitam itu dengan tenang.

"Tidak," jawab Neo absolut.

Mata obsidiannya berkilat berbahaya. "Biarkan wanita tengil itu bermain dengan mainan barunya. Tapi..."

Neo meletakkan cangkirnya, tatapannya menajam.

"Pindahkan semua jadwal pertemuanku besok pagi ke siang hari. Besok pukul sembilan tepat, aku akan melakukan inspeksi mendadak ke anak perusahaan Rosewood Media. Aku ingin mengucapkan selamat secara pribadi kepada 'Direktur Utama' baru mereka."

Liam menelan ludahnya. "B-baik, Tuan Blake."

Neo menyandarkan punggungnya, membiarkan pikirannya dikuasai oleh rasa penasaran yang mematikan.

Ia sangat tidak sabar ingin melihat, apakah Nona Pembuat Onar itu akan tetap memasang senyum tengilnya saat berhadapan langsung dengan Neo di kandangnya sendiri.

Kita lihat seberapa jauh kau bisa lari dariku kali ini, Stella, batin Neo, membiarkan obsesi barunya mulai mengakar dalam di sudut tergelap pikirannya.

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!