Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.
Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.
Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Umur Nayyara masih dua puluh satu tahun.
Pertanyaan yang Terlontar dari bibir Dimas
"Loe yakin nanti bisa bawa anak loe itu masuk ke keluarga Tedja dengan aman?" Davka terkekeh yakin, dia memang berencana akan jujur nantinya pada Kedua orang tuanya, namun pada Selvia dia hanya akan mengatakan jika bayi itu di adopsi dari panti asuhan.
"Lalu kalo istri kontrak gak berhasil hamil juga sampai lebih dari setahun gimana dong?"
"Ayolah Dim, napa sih loe jadi takut banget, tenang aja semua baik-baik saja kok, gue yakin nggak punya masalah dengan reproduksi, jadi gue yakin istri kontrak gue itu bakal cepet hamil, bisa jadi sebelum enam bulan" dengan percaya diri Davka mendengus lalu membuat Dimas meringis.
"Sudahlah nanti gue kabari lagi, gue masih sibuk nih, Dokter Dinda juga hampir sampai, jangan lupa nanti malam loe bawa ke sini pak penghulu yang bisa menikahkan gue"
"Yak gue belom selesai ngomong Davka!!"
Davka langsung mematikan sambungannya dan masuk ke teras luas vila ini bersama Adrian yang tadi datang dengan mengendarai mobil lain.
"Gimana bang? Dia ngeyel kan?"
"Loe tahu sendiri Marc, dia itu lebih keras kepala daripada kepala hiu sekali pun, dia sampai membawa Adrian sama dokter Dinda ke vilanya" Marcus geleng-geleng dan menyesap kopinya, wajah Dimas terlihat frustasi karena menyesal memberikan ide yang benar-benar bisa membuat hidup temannya itu jadi begini.
"Bang Davka itu terobsesi punya anak, maklumi saja bang"
"Ya tapi juga gak gini caranya, dia nikahi kontrak perempuan lho, loe paham Nggak sih hukumnya nikah kontrak itu?! Trus apa loe yakin perempuan itu akan rela pergi begitu saja hanya dengan uang banyak setelah berhasil melahirkan anak teri itu?"
"Tapi perempuan itu nggak penyakitan, kan dia menyewa perempuan yang masih segel?"
"Hah ini semua gara-gara ide gila dari loe dan bang Rangga...... "
"Yak kenapa gue yang sekarang di salahkan, itu kan ide bagus untuk jaga-jaga, masa bang Dav harus pakai perempuan bekas untuk bercocok tanam" Dimas yang kesal hanya bisa mendengus.
"Dia akan membayar 1 milyar pada perempuan itu jika berhasil, itu setahu ku, sesuai juga kan dengan harga seorang gadis?"
"Hah, jadi dia berani bayar 1 milyar? Ya ampun!?" Mulut Dimas terbuka lebar lalu mengusap tengkuknya.
"Dasar teri sinting....nekat sekali dia?" Makian itu meluncur untuk temannya yang bagi Dimas kepala batu dan susah di nasehati.
****
Untuk menyakinkan dirinya beberapa hari lalu Davka memang diam-diam memeriksakan diri lagi ke dua rumah sakit yang berbeda, hasilnya tetap sama dia tak punya kelainan apapun dari sistem reproduksi nya, semua normal bahkan dokter juga menyarankan dia bisa mengelola stres dan menerapkan pola hidup sehat dengan banyak olah raga, dan melakukan kegiatan ranjang yang rutin dengan istrinya.
Davka sampai frustasi sendiri dengan hasil itu karena selalu saja tak ada kabar baik dari sang istri sejak beberapa bulan lalu, dia sudah bersabar lebih dari tujuh tahun, dan seperti terus berharap pada impian semu.
"Tuan muda..... pak Adrian selamat datang" Dino menyapa sopan Davka dan Adrian yang baru masuk ke area ruang tamu vila.
"Bagaimana laporan mu Dino?"
"Tadi saya meminta bik Sumi mengurus Perempuan itu, dia sudah di bawa ke kamar nya, apa dia harus menemui anda sekarang?"
"Baguslah, suruh dia turun dan menghadap padaku, suruh langsung masuk kalau dokter Dinda sudah sampai"
"Dokter Dinda akan kesini juga?"
"Yoi lah.....aku tak mau tertipu, jadi dokter Dinda harus memeriksa dulu perempuan yang kalian bawa itu beneran masih segel, sehat dan subur tidak, baru kita buat perjanjiannya dan nanti malam aku nikahi" Davka menandaskan agar Dino paham.
"Percuma saja jika perempuan mandul yang aku nikahi, malah buang-buang waktu nanti" Ujar Davka lagi.
"Iya baiklah bos kalau begitu......." Dino mengangguk patuh, lalu Davka menoleh pada Adrian.
"Ayo kita ke ruangan kerja ku dulu untuk mengatur perjanjian kontraknya" Adrian menurut dan mengikuti langkah Davka menuju lantai dua melalui tangga vila ini.
Setelah dokter Dinda dan seorang suster yang di minta Davka ke vila ini akhirnya datang, bik Sumi langsung membawa mereka ke kamar Nayyara yang berada di lantai bawah paling ujung dekat dengan area kolam renang dan taman belakang, meskipun Nayyara bingung dan heran kenapa tiba-tiba ada dokter yang datang kesini padahal dia tak sakit apapun.
"Dokter Dinda maaf saya keluar dulu ya, setelah nanti pemeriksannya selesai panggil saja saya" Dino berpamitan di depan pintu dan berjaga di ujung tangga, dokter cantik itu mengangguk lalu tersenyum pada Nayyara yang masih kebingungan dan takut bertanya. Dia menutup pintu kamar dan duduk di pinggir ranjang, bersiap akan memeriksa pasiennya.
"Ah maaf dokter saya tidak sakit apapun, kenapa saya harus di periksa?" Nayyara bertanya setelah di suruh bik Sumi tadi berbaring diranjang. "Sesuai prosedur yang di perintahkan oleh pak Davka saya periksa dulu, anda berbaring santai saja, Mbak Nayyara tidak perlu panik" Nayyara hanya mengangguk meskipun masih bingung dengan prosedur itu.
Dokter obgyn berumur sekitar 36 tahun itu menyiapkan alat canggih berupa CT scan dan meminta suster menyibak rok dari gaun putih yang pasiennya pakai, lalu suster juga melepas celana dalam gadis itu setelah membuka lebar juga kedua kakinya.
Dokter Dinda segera memakai sarung tangan medisnya dan mulai memeriksa gadis itu, dia yang makin bingung hanya bisa menyimpan pertanyaannya dan merintih ketika tangan dokter itu mengubek-ubek area yang belum pernah di masuki benda asing dari luar.
"Kapan terakhir mbak Nay mendapatkan periode datang bulan?" Tanya dokter cantik itu.
"Sekitar sepuluh hari lalu dokter" jawab Nayyara pelan masih menahan sakit.
"Jadi jika di hitung sekarang anda masih dalam masa subur ya, suster tolong di siapkan Ovutestnya"
"Baik dokter........"
"Mbak Nay bisa ke toilet dulu untuk di ambil sampel urinenya, nanti berikan pada suster ya"
"Hah maksudnya apa?" Nayyara makin bingung karena pemeriksaan ini mulai makin aneh.
"Tidak apa-apa, hanya memeriksa kesehatan anda saja kok mbak" Gadis itu patuh juga lalu masuk ke kamar mandi dan dokter segera menyiapkan alat USG transvàginà. Setelah Nayyara kembali, dokter memakai sarung tangan karetnya lagi, untuk memeriksa perut bagian bawah gadis itu dengan teliti dengan alat USG.
"Bagus hasilnya, rahim mbak Nayyara sehat, reproduksi anda juga sehat, nanti mbak bisa minum vitamin yang saya resepkan, jangan kelelahan dan stres" Dokter cantik dengan jas putih itu tersenyum ramah lalu mencatat di kertas resep obat yang dia buatkan untuk pasiennya dan setelah memeriksa reproduksi gadis itu untuk memastikan tak ada kendala apapun.
****
Adrian nampak membolak-balik tiga lembar foto di tangannya, si teman yang tadi menyewa pelacur malah tak tertarik melihat seperti apa perempuan yang bakal dia nikahi kontrak dan dia jadikan tempat menanam benih, Adrian tersenyum dan terpana melihat foto-foto perempuan yang kata Dino dia beli dari klub malam.
"Cantik sekali, ya ampun dia dapat darimana gadis secantik ini" Batin Adrian masih terpesona.
"Gadis ini masih muda ya bang?"
"Aku nggak tahu berapa umurnya, tadi bang Denny bilang memang masih muda" Davka menjawab sambil lalu sibuk berbalas pesan dengan Selvia yang minta ijin hari ini pulang ke rumah orang tuanya, Davka mengijinkan karena kebetulan malam ini dia akan menginap di vila ini juga setelah menikah siri untuk mengawali misinya.
"Tuan muda hasil tesnya sudah keluar, tadi dokter Dinda memberikan ini" Dino melapor lalu membuka pintu untuk dokter itu.
"Kak bagaimana hasilnya?" Dokter Dinda yang merupakan senior Davka dulu saat mereka kuliah tersenyum lalu menyodorkan kertas dan menunjukkan hasil testpack Ovutest tadi.
"Rahimnya sehat, reproduksinya juga tak ada kendala apapun, dia juga masih perawan" Adrian melotot melihat Davka manggut-manggut dan tersenyum puas. "Terima kasih kak Dinda sudah mau datang kesini, bayaran buat kak Dinda akan aku transfer sekarang"
"Iya sama-sama Dav, lain kali hubungi aku saja jika kamu butuh bantuan apapun, ah omong-omong apa mbak Nayyara itu istri mudamu?"
"Iyah, begitulah...." Davka hanya tersenyum menjawab singkat, dia baru tahu nama perempuan itu Nayyara, lalu dia meminta Dino mengantarkan dokter Dinda ke bawah.
"Ayo kita turun, saatnya kamu bekerja" Adrian mengangguk lalu segera ikut keluar mengekor pada Davka.
Nayyara di bawa ke ruangan tamu setelah pemeriksaan tadi, dia nampak makin bingung dan takut meskipun tadi bik Sumi bilang dia takkan di sakiti sekalipun. Gadis yang belum genap berumur 21 tahun itu duduk di sofa menunduk sejak tadi meremas ujung rok putihnya dengan rambut ikal panjangnya yang berwarna hitam lebat menutupi sebagian wajahnya. "Apa benar nama mbak, Nayyara Syafira?"
"Iya pak benar......"
"Panggil saja saya Adrian, jadi apa bisa kita bicara sekarang?" Adrian memperhatikan gadis cantik itu dan memberikan kertas dalam map yang berisi kontrak perjanjian lalu membaca biodata Nayyara. "Anda baru berumur dua puluh satu tahun?" Adrian kaget juga, lalu menoleh pada Denny yang hanya angkat bahu saja.
"Iya benar, dua bulan lagi, saat tanggal 26 Agustus nanti, umur saya 21 tahun, saya baru lulus SMU dua tahun lalu" Nayyara masih menunduk, dia masih bingung setelah di beli dari si kejam Kaino Wirayudha lalu dibawa ke vila ini dan malah di interogasi oleh lelaki asing.
"Kamu baca dulu isi map ini mbak, setelah itu tanyakan pada saya poin apa saja yang kurang jelas" Nayyara mulai membuka map tadi lalu membaca kertas di dalamnya, tadinya dia bingung lalu berubah jadi kaget.