"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Laura membuka matanya perlahan, pandangannya masih kabur oleh rasa nyeri yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Bau desinfektan menusuk hidungnya, akhirnya ia menyadari kalau sekarang ini dirinya sedang berada dirumah sakit, bukan di surga bersama dengan kedua orang tuanya.
Sakit menusuk di kakinya membuat ia menarik napas pendek, seolah setiap tarikan udara membawa rasa pedih yang tak tertahankan.
Matanya membulat saat melihat sosok yang menggenggam tangannya dengan erat, wajah yang tak asing namun menyimpan kenangan kelam.
"Kak Luis?!" suaranya bergetar, tubuhnya tak mampu menahan gemetar yang mulai menjalar dari ujung jari hingga ke tulang rusuknya.
Di balik rasa takut yang mencengkeram dada, kemarahan mulai menyala—kenangan hitam saat Luis melecehkannya di gudang sekolah muncul seperti bayangan yang tak bisa dihapus.
Luis menatapnya dengan panik, suaranya terbata, "Laura, kamu sudah sadar. Aku sudah menghancurkan teman-teman sekolah yang menindas mu."
Namun kata-kata itu tak mampu meredam gelombang emosi Laura yang campur aduk; luka di fisik dan hati membuatnya terhuyung, dan selama dua belas jam tanpa sadar, tubuhnya berjuang melawan gelapnya dunia yang menelannya.
Laura menarik tangannya dengan kasar. "Jangan sentuh aku!!" Ujarnya tanpa sadar.
Wajah Laura nampak menyedihkan, bola matanya tak fokus terlihat begitu ketakutan, tubuhnya juga gemetar.
Luis marah dengan sikap Laura yang begini padanya, tapi ia masih teringat akan ucapan dokter. Jadi tanpa mengucapkan sepatah kata, ia memilih pergi dari ruangan Laura, menuju ruangan Emma.
Karena keduanya sedang dirawat dirumah sakit yang sama.
Wajah Luis terlihat sangat muram dan tak bersahabat, Dylan yang baru datang dari luar negeri untuk menyelesaikan masalah pembullyan Laura ingin mengatakan sesuatu pada Luis.
Awalnya ia takut saya melihat wajah Luis tak bersahabat, tapi ia tidak bisa membiarkan kesalahpahaman ini semakin dalam.
Ia tahu, maksud dan tujuan Wilson mengangkat Laura menjadi anaknya, karena kematian kedua orang tua Laura masih abu-abu.
Wilson berusaha keras untuk mengungkapkan kematian kedua orang tua gadis itu dan, saat itu ia hanya berpikiran singkat.
"Kalau Luis mempunyai adik seayah yang cantik dan lembut, Luis pasti akan memperlakukan adiknya dengan sangat baik dan penuh kasih sayang." Ujar Wilson saat itu pada Dylan.
Dylan hanya menyimak.
Lalu Wilson menceritakan masa lalunya.
Dulu waktu Luis berumur lima tahun dia tetangganya dengan Laura, Luis sangat menyukai Laura. Bahkan meminta ayahnya untuk meminang Laura saat nanti gadis itu dewasa.
Bahkan saat Laura pindah keluar negeri, Luis sampai mogok makan dan sakit.
Dylan memanggil nama Luis yang mulai berjalan menjauh, "Tuan Luis, bisakah kita berbicara sebentar."
Luis membalikkan badannya, lalu menatap Dylan yang menatapnya dengan tatapan serius.
Ia pun mengangguk.
"Begini Tuan Luis, sepertinya ada kesalahpahaman yang harus diluruskan," ujar Dylan.
Kedua alis Luis mengerut. "Kesalahpahaman apa?"
"Tentang nona muda Laura, bukan tanpa alasan selama ini nona muda disembunyikan identitasnya. Karena ada beberapa orang yang mengincar nyawanya ... " Ucapan Dylan terhenti saat Luis menyela ucapannya.
"Ucapan mu itu terlalu ambigu, lebih baik kamu jelaskan langsung intinya padaku." Sela Luis, lalu ia menambahkan dengan ekspresi wajah kesal dan sinis, "memangnya siapa yang mengincar nyawanya, orang tidak berguna seperti dia untuk apa diincar!!"
Kedua bola mata Dylan membulat sempurna, ucapan Luis terdengar terlalu menyakitkan bahkan Luis juga menunjukkan secara terang-terangan kebenciannya saat membicarakan Laura.