NovelToon NovelToon
Alea & Adrian

Alea & Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Pernikahan rahasia
Popularitas:366
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

"Alea & Adrian" mengisahkan dua pewaris tunggal imperium bisnis terbesar di Kota Valerika, Alea Corisand dan Adrian Hutama. Terikat wasiat mutlak sang kakek, mereka dipaksa menikah demi penyatuan korporasi. Padahal, keduanya telah memiliki kekasih masing-masing dari kalangan elit.

Enggan mengorbankan cinta, Alea mengusulkan ide nekat: pernikahan kontrak di atas kertas selama enam bulan. Setelah meyakinkan pasangan masing-masing, mereka pindah ke sebuah penthouse mewah dan hidup dalam batasan kamar terpisah yang ketat.

Namun, sandiwara profesional ini perlahan retak. Intensitas kebersamaan memicu getaran aneh yang tak terduga di antara keduanya. Di saat garis batas hati mulai kabur, sebuah ancaman misterius dari masa lalu mengintai, memaksa mereka saling bersandar demi bertahan hidup. Siapakah yang akan bertahan hingga akhir kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Ofensif Terbuka

Sinar matahari pagi yang menembus celah-celah tirai kaca penthouse mewah itu tidak membawa kehangatan yang biasa.

Cahaya fajar yang berpendar keemasan di atas langit kota Valerika justru terasa seperti sebilah pisau yang memotong sisa-sisa kedamaian semu yang mereka miliki.

Bagi Alea Corisand dan Adrian Hutama, fajar ini bukan sekadar penanda bergantinya hari, melainkan sebuah peluit tak terlihat yang menandai dimulainya operasi ofensif pertama mereka secara terbuka.

Tidak ada lagi posisi defensif, tidak ada lagi spekulasi di dalam ruang gelap, dan tidak ada lagi toleransi bagi pengkhianatan.

Tepat pukul 08.00 pagi, atmosfer di sekitar area lobi utama Gedung Corisand Media Group mendadak berubah mencekam.

Tiga buah mobil SUV hitam besar dengan kaca gelap antipeluru berlogo divisi keamanan internal Hutama Industries telah terparkir dengan rapi dan presisi di pelataran lobi.

Kehadiran kendaraan-kendaraan taktis itu langsung menarik perhatian para karyawan yang baru saja tiba untuk memulai jam kerja mereka.

Adrian Hutama turun terlebih dahulu dari kabin tengah SUV utama.

Pria itu tampil dengan setelan jas formal berwarna abu-abu gelap dengan potongan kaku khas militer yang mempertegas bahunya yang tegap.

Ekspresi wajahnya sedingin es batu, memancarkan aura dominasi yang tak terbantahkan.

Di sampingnya, Alea Corisand melangkah keluar dengan keanggunan seorang putri dinasti media yang telah kembali menemukan taringnya.

Dia mengenakan gaun terusan berwarna merah marun pekat, sebuah pilihan warna berani yang sengaja dipilih untuk memberikan kontras visual yang tajam di tengah atmosfer korporasi yang tegang dan kaku.

Doni, kepala analis forensik IT Hutama Industries yang bertubuh kurus dengan kacamata tebal, sudah berdiri menunggu di dekat pintu sensor lobi bersama lima orang anggota tim forensik digital terbaiknya.

Masing-masing dari mereka membawa tas jinjing khusus berisi perangkat keras militer untuk pembedahan jaringan siber.

"Semua jalur komunikasi internal dan lalu lintas data di seluruh Gedung Corisand sudah berhasil kami kloning ke dalam server bayangan terenkripsi milik Hutama sejak dua jam yang lalu, Pak," bisik Doni dengan suara rendah namun cepat, saat mereka semua melangkah bersama-sama masuk ke dalam lift eksekutif privat yang menuju ke lantai atas.

"Akun administrator bayangan milik Arthur Corisand tampaknya baru saja mendeteksi bahwa keberadaan mereka telah kami ketahui secara taktis. Namun, tim kami bergerak lebih cepat. Kami sudah memasang digital trap (perangkap digital) berlapis sehingga mereka tidak akan bisa menghapus jejak log aktivitas digital dari komputer lokal mana pun di dalam gedung ini."

Alea menatap lurus ke depan, memperhatikan pantulan bayangan dirinya dan Adrian di dinding lift berlapis logam krom yang mengilat.

"Di lantai berapa titik koordinat komputer lokal itu saat ini sedang aktif secara konstan, Doni?"

"Lantai 14, Bu. Tepat di dalam wilayah yurisdiksi Divisi Arsip Riset dan Data Makro," jawab Doni tanpa ragu sedikit pun.

Alea mengetatkan rahangnya, sepasang matanya menyipit tajam.

Divisi tersebut adalah jantung referensi historis bagi seluruh penerbitan Corisand Media Group.

Di tempat itulah semua dokumen fisik kuno, draf perjanjian hukum, dan cetak biru data makro dari tiga generasi keluarga Corisand disimpan di bawah pengamanan ketat.

Jika Arthur Corisand berhasil menanam kaki tangannya di dalam divisi krusial tersebut, maka seluruh rahasia fundamental perusahaan saat ini sedang berada di ujung tanduk kehancuran.

TING.

Suara bel lift eksekutif berdentang pendek, menandakan bahwa mereka telah tiba di Lantai 14.

Pintu lift terbuka perlahan, dan atmosfer kerja di dalam kubikal kantor yang tadinya bising oleh suara ketukan kibor, dering telepon, dan diskusi hangat para analis data mendadak senyap total.

Semua pasang mata langsung tertuju pada sosok Adrian Hutama dan Alea Corisand yang melangkah masuk dengan kawalan ketat dari lima personel keamanan internal berbadan tegap yang mengenakan seragam taktis hitam.

Alea berjalan lurus membelah koridor ruangan tanpa keraguan sedikit pun.

Dia mengabaikan tatapan bingung, cemas, dan penuh tanya dari puluhan karyawannya.

Langkah kaki Alea yang dibalut sepatu hak tinggi barunya berhenti dengan ketukan yang keras tepat di depan sebuah kubikal luas yang terletak di sudut paling belakang ruangan meja kerja utama milik Kepala Divisi Arsip Riset, seorang pria paruh baya bernama Baskoro yang telah mengabdi di Corisand Media Group selama dua belas tahun penuh.

Baskoro, yang saat itu sedang mengetik sesuatu dengan tergesa-gesa di layar monitornya, mendadak mendongak.

Wajahnya yang mulai dihiasi kerutan seketika berubah memucat seperti mayat begitu melihat Adrian Hutama memberikan isyarat tangan pendek kepada Doni untuk langsung bergerak memutari meja kerja dan berdiri di belakang kursi posisinya.

"Bu... Bu Alea? Ada apa ini sebenarnya? Dan siapa orang-orang berseragam ini?" tanya Baskoro, mencoba sekuat tenaga untuk menstabilkan nada suaranya yang bergetar hebat karena kepanikan yang mendadak menyerang.

"Angkat kedua tanganmu dari atas kibor sekarang juga, Baskoro," ucap Alea. Suaranya yang rendah namun penuh dengan penekanan otoritas mutlak menggema dengan sangat jelas di sudut ruangan yang sunyi itu.

"Saya benar-benar tidak mengerti apa maksud dari tindakan mendadak ini, Bu..."

"Jangan pernah membuat istriku harus mengulangi kalimat perintahnya untuk yang kedua kali, Baskoro," potong Adrian dengan nada suara yang sangat dingin dan menusuk.

Langkah kaki Adrian yang intimidatif maju satu langkah ke depan, memotong jarak spasial di antara mereka. Aura mengancam yang dipancarkan oleh sang taipan muda membuat Baskoro secara refleks memundurkan kursi kerjanya hingga bagian belakang kursi itu membentur lemari besi penyimpanan dokumen dengan suara dentangan keras.

Doni dengan gerakan yang sangat cekatan langsung mencabut kabel jaringan LAN utama dari bagian belakang CPU milik Baskoro, memutus koneksi internetnya ke jaringan publik, lalu menancapkan sebuah perangkat flashdisk enkripsi hitam khusus.

Hanya dalam hitungan detik, seluruh sistem operasi di layar monitor Baskoro berkedip-kedip tidak stabil sebelum akhirnya menampilkan seluruh riwayat log pesan tersembunyi yang terhubung langsung dengan sebuah peladen proxy luar negeri di wilayah Panama.

Itu adalah lokasi rekening cangkang dan domisili hukum yang sama dengan tempat pelarian politik Arthur Corisand selama ini.

"Target berhasil ditemukan dan dikunci, Pak," ujar Doni sambil menatap baris-baris kode biner yang berjalan dengan sangat cepat di layar monitor.

"Baskoro secara ilegal menggunakan hak akses akun administrator lama milik Arthur Corisand untuk menyalin draf wasiat asli milik mendiang kakek Bu Alea dari dalam brankas digital arsip pusat. Dokumen itulah yang kemudian dikirimkan ke pihak ketiga di luar kota untuk dimodifikasi menggunakan printer laser termal modern. Orang yang mengirimkan berkas palsu itu langsung ke kotak surat apartemen Julian... adalah Baskoro, atas perintah langsung dari Arthur."

Alea memejamkan kedua matanya sejenak, menghirup udara dingin ruangan untuk menahan denyut kekecewaan dan rasa sakit akibat pengkhianatan yang sangat tajam di dalam dadanya.

Dia membuka matanya kembali, menatap lurus ke dalam manik mata pria paruh baya di hadapannya.

"Dua belas tahun, Baskoro. Kakekku sendiri yang mengangkatmu dari posisi seorang kurir logistik rendahan hingga kau bisa duduk dengan terhormat sebagai kepala divisi penting ini. Mengapa kau tega mengkhianati kepercayaan keluarga kami?"

Baskoro terdiam sejenak, sebelum akhirnya tertawa hambar dengan nada kepasrahan yang pekat, menggantikan rasa takut yang sempat menguasainya tadi.

Dia mendongak, menatap Alea dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa sinis dan kebencian yang mendalam.

"Kakekmu yang agung itu sudah lama mati, Alea! Dan ayahmu yang lemah juga sudah tiada dari dunia ini! Corisand Group yang kau banggakan sekarang hanyalah sebuah cangkang korporasi kosong yang pada akhirnya akan kau serahkan secara sukarela kepada dinasti Hutama melalui pernikahan kontrak konyolmu itu! Tuan Arthur Corisand telah berjanji kepadaku bahwa dia akan mengembalikan kejayaan murni keluarga Corisand yang sesungguhnya begitu kau berhasil dijatuhkan dari kursimu!"

"Sayangnya," Adrian menyela dengan nada suara yang terdengar seperti ketukan palu vonis hakim yang tidak akan pernah bisa diganggu gugat oleh pihak mana pun,

"pamanmu yang licik itu tidak akan pernah mendapatkan kesempatan tersebut di dalam hidupnya. Tim hukum gabungan Hutama dan Corisand telah resmi membekukan tiga rekening cangkang utama milik Arthur di Swiss pagi ini, atas tuduhan sabotase industri skala makro, spionase korporasi, dan konspirasi kriminal tingkat tinggi."

Adrian memalingkan wajahnya sedikit, melirik ke arah komandan tim keamanannya yang berdiri siaga di dekat pintu.

"Bawa pria ini keluar dari gedung sekarang juga. Serahkan dia ke markas kepolisian pusat. Pastikan seluruh dokumen forensik digital yang telah disalin oleh Doni diserahkan langsung ke meja Kapolda untuk segera diterbitkan surat penahanan resmi."

Setelah tubuh Baskoro digiring keluar dengan kasar melewati tatapan ngeri, tegang, dan shock dari seluruh karyawan di Lantai 14, Alea berdiri diam di tengah ruangan yang luas itu.

Dia memandang ke sekeliling kubikal kantor yang kini mendadak sunyi senyap seperti kuburan.

Keberhasilan taktis dalam menangkap mata-mata pertama dari lingkaran dalam ini tidak serta-merta menghilangkan beban berat yang menumpuk di atas pundaknya.

Ini baru merupakan retakan pertama yang berhasil mereka bersihkan dari dalam sistem internal mereka yang telah terkorupsi.

Adrian melangkah mendekat dari belakang, berdiri dengan jarak yang cukup dekat hingga Alea bisa kembali menghirup aroma parfum maskulin familier yang sempat menenangkannya di dalam mobil semalam.

Kehadiran fisik Adrian di sampingnya saat ini terasa seperti sebuah pilar beton yang tidak akan pernah bisa roboh oleh badai apa pun.

"Satu bidak pion milik pamanmu telah resmi jatuh hari ini, Alea," kata Adrian dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

"Tapi Arthur adalah orang yang sangat kalkulatif. Dia pasti sudah tahu bahwa kita telah memutus salah satu tali kendali utamanya di dalam gedung ini. Dia pasti akan mempercepat seluruh agenda sabotase berikutnya."

Alea membalikkan tubuhnya dengan perlahan, menatap lurus ke dalam sepasang mata elang milik Adrian dengan binar mata yang kini telah sepenuhnya berubah total.

Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi ketakutan dari seorang wanita yang terikat pernikahan kontrak; yang ada di hadapan Adrian saat ini adalah seorang pemimpin dinasti media sejati yang siap bertempur habis-habisan demi mempertahankan hak warisnya.

"Maka dari itu, kita harus bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada dia, Adrian," ucap Alea dengan nada suara yang mantap dan dingin.

"Aku akan menginstruksikan sekretaris utamaku untuk mengadakan rapat pleno pemegang saham luar biasa (RUPSLB) besok siang tepat pukul dua belas. Di dalam forum tertinggi itu, aku akan mengumumkan restrukturisasi total secara radikal, memotong semua sisa pengaruh orang-orang lama milik Arthur, dan mengunci kendali operasional secara mutlak."

Adrian menatap intens ke dalam manik mata Alea untuk beberapa detik yang panjang, sebelum akhirnya sebuah senyuman tipis hampir tidak terlihat namun sarat akan rasa bangga dan pengakuan atas kekuatan istrinya muncul di sudut bibirnya yang kokoh.

Pria itu mengulurkan tangan kanannya perlahan, lalu menggenggam jemari tangan Alea dengan sangat erat di hadapan seluruh staf kantor yang masih mengawasi mereka dengan rasa takjub dan segan yang mendalam.

"Aku akan berdiri tepat di sampingmu di dalam ruang rapat pleno itu besok, Alea. Mari kita tunjukkan kepada pamanmu dan dunia luar bagaimana cara dinasti baru kita ini beroperasi untuk menghancurkan musuh-musuhnya."

Sementara itu, di belahan kota Valerika yang lain, di dalam sebuah ruangan bawah tanah yang gelap dan pengap, Arthur Corisand sedang berdiri di depan meja kerjanya.

Matanya yang mulai keriput menatap dengan penuh keterkejutan saat layar monitor utamanya tiba-tiba mati total secara paksa dan menampilkan sebuah baris teks peringatan berwarna merah darah: ACCESS DENIED - SYSTEM UNDER UTAMA SECURITY PROTOCOL INTERVENTION.

Pria tua itu menggeram marah dengan suara parau yang mengerikan.

Dengan satu sentakan tangan yang dipenuhi amarah yang meluap-luap, dia menyapu bersih semua barang, gelas kaca, dan berkas di atas mejanya hingga hancur berantakan di atas lantai beton.

Arthur telah melakukan kesalahan fatal yang paling mendasar di dalam strateginya: dia telah meremehkan ikatan aliansi di antara keponakannya dan Adrian Hutama.

Pernikahan yang awalnya ia duga hanya sekadar tameng kertas formalitas untuk menipu publik, kini terbukti telah bertransformasi menjadi sebuah perisai baja raksasa yang siap bergerak maju untuk menghancurkan seluruh rencana konspirasi yang telah ia susun dengan rapi selama lima tahun terakhir.

Babak pembersihan telah dimulai, dan roda takdir tidak akan pernah berpihak pada mereka yang tertinggal di dalam bayang-bayang masa lalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!