NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alisha Mode Istri Galak

Giovan membuka matanya perlahan dan orang yang pertama kali dia lihat adalah Alisha.

Ya, semalaman penuh Alisha menjaga Giovan, bahkan wanita itu sampai tidak tidur hanya karena membuat ramuan untuk racun tersebut.

"Huft, syukurlah Tuhan masih menyayangimu," ucap Alisha.

Alisha berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah mangkuk. "Bangunlah, kau harus meminum ramuan ini agar semua racun itu hilang."

Perlahan Giovan bangkit dari tempat tidurnya. "Ini apa?" tanya Giovan yang melihat isi mangkuk tersebut berwarna hijau.

"Daun-daunan yang sudah kucampuri obat," jawab Alisha.

"Obat apa?"

Alisha berdecak. "Ciih, kau ini tidak perlu banyak tanya. Cepat buka mulutmu!"

Giovan seketika langsung membuka mulutnya sendiri. "Nih, minum!" seru Alisha.

"Sebenarnya, semalam aku kenapa?" tanya Giovan.

Alisha melirik sekilas ke arah Giovan. "Semalam kau hampir saja mati karena pelayanmu itu," jawab Alisha.

"Hah? Pelayan?"

"Ya. Apa kau ingat semalam kau mengadu kepadaku kalau bajumu itu basah karena terkena air?"

"Hm, pelayan itu menyiramkan air ke bajuku!"

"Itu bukan air biasa! Melainkan racun arsenik yang membuatmu kesulitan bernapas dan membuatmu kehilangan kesadaran!"

Mata Giovan melebar. "A-apa?"

Racun arsenik adalah senyawa kimia yang sangat berbahaya dan mematikan. Racun ini tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa sehingga sulit terdeteksi.

"Semalam aku cukup curiga saat melihat piyamamu dan ternyata benar saja kau keracunan," ucap Alisha.

Tok. Tok.

Alisha dan Giovan sama-sama mengalihkan perhatian mereka pada pintu yang diketuk.

"Alisha, Giovan?"

Tok. Tok.

"Iya, sebentar!"

Alisha berjalan mendekati pintu kamarnya dan segera membukakan pintu tersebut.

Ceklek.

Terlihat Emeline dan Edward tengah berdiri.

"Alisha, bagaimana keadaan Giovan?" tanya Edward.

"Dia baik-baik saja, kan?" tanya Emeline.

Alisha mengangguk sekilas. "Silakan masuk," ucap Alisha mempersilakan mertua dan kakeknya masuk ke dalam kamarnya.

Emeline langsung berlari mendekati anak tunggalnya itu. "Gov, kau baik-baik saja, kan? Apa perlu kita ke rumah sakit?" tanya Emeline.

Giovan menggeleng pelan. "Tidak perlu, Mom. Aku baik-baik saja," jawab Giovan.

Mata Giovan menatap ke arah Alisha yang berdiri di sebelah Edward.

"Untung ada Alisha, dia sudah memberikanku penawar racun itu, Mom," ucap Giovan.

Emeline dan Edward sama-sama mengalihkan tatapan mereka pada Alisha.

"Alisha, serius? Kamu sudah kasih penawar untuk racun itu?" tanya Edward.

"Iya, Kakek. Kakek dan Mommy tenang saja. Alisha bisa jamin besok pagi Giovan akan pulih kembali dan menjalankan aktivitas seperti biasanya," jawab Alisha.

Edward dan Emeline tampak tak percaya dengan apa yang Alisha ucapkan.

"Boleh Kakek lihat ramuan apa yang kamu buat itu?"

"Tentu saja boleh."

Alisha segera mengambil mangkuk ramuan miliknya dan memberikannya kepada Edward.

"Ini, Kakek."

Edward menatap ramuan tersebut dan mencium bau dari daun-daunan itu, lalu mengecapnya sedikit.

"Alisha, kamu belajar dari mana membuat ramuan seperti ini?"

"Um, itu aku belajar dari nenek. Nenekku yang sudah tiada."

Edward menganggukkan kepalanya. "Pantas saja, karena ramuan seperti ini jarang sekali diketahui oleh banyak orang."

"Memang kenapa sih, Dad?" tanya Emeline.

"Ini ramuan yang bisa menyembuhkan segala macam racun, Em. Sudah, kamu tenang saja. Daddy yakin Giovan enggak lama lagi juga bakal sembuh."

Emeline mengangguk ragu. "Kalau begitu, kamu kasih Giovan makan ya, Alisha."

"Hm." Alisha berdehem seraya menganggukkan kepalanya.

"Kita ke luar dulu ya, Gov, Alisha," pamit Edward.

"Iya, Kakek. Hati-hati."

---

Setelah kepergian Edward dan Emeline, Alisha langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur sebelah Giovan.

BRUK.

"Hoaam, ngantuk sekali aku!" gumam Alisha.

"Tidur saja," titah Giovan.

Alisha mendongakkan kepalanya. "Ya sudah, aku tidur dulu ya!"

"Hm."

Karena Alisha sudah mengurusnya semalaman, jadi Giovan membiarkan saja gadis tersebut untuk tidur di sebelahnya.

Alisha membalikkan tubuhnya untuk membelakangi Giovan, lalu tak lama dia tertidur.

Tok. Tok. Tok.

"Masuk!"

Ceklek.

Dua orang pelayan masuk ke dalam kamar Giovan. Masing-masing dari mereka membawa makanan milik Alisha dan Giovan.

"Tuan, ini makanannya," ucap kedua pelayan itu.

"Hm, taruh saja di meja."

"Baik, Tuan."

"Ugh..." Alisha menggeliat dan membalikkan tubuhnya, lalu tertidur kembali.

Kedua pelayan tersebut tampak syok saat melihat Alisha sedang tertidur pulas di atas ranjang milik Giovan.

"Lihat apa kalian berdua?" tanya Giovan.

"T-tidak ada, Tuan," jawab kedua pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.

"Cepat taruh makanan ku, dan segeralah pergi dari sini!"

"B-baik, Tuan."

---

Setelah kepergian pelayan itu, Giovan sengaja memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Alisha.

"Sepertinya dia benar-benar kelelahan," batin Giovan.

Giovan memerhatikan wajah serta tubuh Alisha. Banyak yang berubah dari gadis itu, tapi...

"Apanya yang berubah ya?" batin Giovan.

Tiba-tiba saja Giovan ikut mengantuk. Perlahan pria itu merebahkan kembali tubuhnya dan tertidur.

---

Drett... Drett...

Suara ponsel Giovan berbunyi dan membuat pria itu terganggu dari tidurnya, lalu dia segera mengangkatnya.

"Halo," ucap Giovan dengan suara yang serak khas orang baru bangun tidur.

"Sayang, kamu di mana?!! Kamu tahu, kan, aku mau operasi bibir hari ini?" tanya Elena sambil berteriak.

Giovan seketika langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya sendiri.

"Astaga, iya, El, aku tahu. Tapi maaf, aku..."

"Tuh kan, kamu pasti enggak bisa lagi!" kesal Elena.

"Maaf, El! Aku enggak bisa karena aku..."

"Aku enggak peduli! Pokoknya aku minta kamu datang ke mari!"

"Sorry banget ya, sayang. Hari ini aku benar-benar enggak bisa ke mana-mana."

"Kenapa?"

"Karena..."

Grep.

"Eh, Alisha!" pekik Giovan saat Alisha tiba-tiba saja memeluk tubuhnya.

"Biarin aku peluk kamu ya. Badanmu menghangatkan," gumam Alisha yang terdengar jelas oleh Elena.

"Alisha? Sedang apa kalian berdua, Gov?!" tanya Elena.

"A-aku tidak sedang apa-apa!" jawab Giovan yang berbohong.

Elena tak mudah percaya begitu saja. Gadis itu segera mengubah panggilan teleponnya menjadi video call.

"Astaga, wanita ini," gerutu Giovan di dalam hatinya.

Mau tak mau, akhirnya Giovan mengangkat panggilan dari kekasihnya itu.

"Halo, sayang," sapa Giovan sambil tersenyum.

"Kamu lagi ngapain?" tanya Elena seraya menatap curiga pada Giovan.

"Enggak ngapa-ngapain," jawab Giovan sambil menjauhkan tangan Alisha yang memeluk perutnya.

"Ishh!"

Bukan menjauhi tubuh Giovan, tangan Alisha justru semakin memeluk erat tubuh pria itu.

"Alisha, bangun!" bisik Giovan.

"Umm..."

Dengan sengaja Alisha tertidur di dada bidang Giovan dan membuat setengah dari kepala gadis itu terlihat jelas di ponsel Elena.

"Itu kepala siapa, Gov?" tanya Elena penasaran.

"Oh, ini... ini kepala..."

"Ahh, sayang..." lirih Alisha.

Mata Giovan dan Elena sama-sama terbelalak.

"Gov, kamu lagi ngapain?!"

"Ughh, sayang, tangannya jangan nakal dong!" seru Alisha dengan suara yang manja.

Elena menatap tajam Giovan. "Tega kamu, Gov! Aku benci sama kamu!"

Tut...

Video call tersebut langsung terputus dan membuat Giovan menatap tajam Alisha.

"Alisha, kau!!"

"Apa, hah? Siapa suruh pacarmu itu mengganggu tidurku!"

"Alisha, kau benar-benar menyebalkan!"

Giovan segera bangkit dari tempat tidurnya. Dia berniat datang ke rumah sakit untuk menemani Elena yang hendak operasi.

"Kamu mau ke mana?" tanya Alisha.

"Rumah sakit," jawab Giovan sambil mengganti bajunya.

"Ngapain?"

"Elena mau dioperasi hari ini, dan aku yang akan menemani dia!"

"Apa?! Tidak! Kau tidak boleh ke mana-mana dulu!" ucap Alisha yang ikut bangkit dari tempat tidurnya.

"Kenapa? Aku merasa sudah baik-baik saja kok!"

"Tidak! Kau belum sembuh total!"

"Tapi, aku harus pergi."

"Tidak boleh!"

Alisha langsung menghalangi tubuh Giovan dan mendorong tubuh pria itu ke arah kamar mandi dan...

BRUK!

Tubuh Giovan terjungkal ke arah kamar mandi dan membuat Alisha langsung menutup pintunya.

BRAK!

"Alisha, buka!"

"Alisha, kenapa kau mengunciku?!"

"Alisha!"

Alisha pura-pura menulikan kedua telinganya.

"Huh, siapa suruh membangkang laranganku! Emang enak dikurung di kamar mandi?!" gerutunya sambil tersenyum puas.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!