NovelToon NovelToon
TIRAKAT 4

TIRAKAT 4

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

SERI KE 4 DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Menceritakan tentang perjalanan kehidupan anak gadis bernama Gendis, yang hidup dalam sebuah keluarga miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, kekayaan datang dalam kehidupan keluarganya karena orang tua Gendis melakukan pesugihan.

Dan, karena pesugihan itu, justru menjadikan Gendis sebagai "wadah" pencari tumbal agar kekayaan keluarganya tetap bertahan.

Ritual pesugihan apa yang dilakukan orang tua Gendis?
Bagaimana penderitaan Gendis selama menjadi "wadah" pencari tumbal?
Dan, seperti apa perjalanan hidup Gendis sampai ia ditakdirkan bertemu dengan Nisa?

Selamat membaca...
.
.
.
DISCLAIMER!!!

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, budaya, laku tirakat tertentu, dan kepercayaan tertentu dengan para pembaca semua, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 AROMA DARAH CALON TUMBAL BERIKUTNYA

Tak terasa... 1 tahun pun berlalu...

1 tahun setelah kejadian mengerikan itu...

1 tahun setelah teman baik Gendis yang bernama Sinta itu tewas dengan cara yang mengenaskan di area toilet yang sedang dibangun di ujung sekolah SD mereka...

Dan sejak 7 bulan lalu, Gendis bersama keluarganya sudah pindah rumah ke daerah yang cukup jauh dari rumahnya dahulu...

Dan tentu...

Gendis pun pindah sekolah ke daerah yang sama dengan rumah barunya itu...

Sekarang, Gendis sudah kelas 3 SD di sekolah barunya itu...

.....

.....

.....

Kini, kondisi kehidupan keluarga Gendis mulai berubah...

Pak Diki sudah tidak bekerja sebagai pekerja bangunan serabutan lagi. Dan Bu Fitri pun sudah tak bekerja untuk menjadi pembantu panggilan para tetangganya.

Selama satu tahun ke belakang itu, Pak Diki dan Bu Fitri mulai memiliki banyak uang. Mereka berdua sampai bisa merintis sebuah usaha warung makan.

Bisa membeli rumah yang jauh berbeda kondisinya dengan rumah mereka yang dahulu. Bahkan bisa membeli sebuah motor baru untuk digunakan sebagai alat bantu penunjang usaha warung makan mereka.

Itu semua terjadi karena Pak Diki melakukan pesugihan yang diketahuinya dari sang mandor waktu setahun lalu, yang bernama Hasan.

.....

.....

.....

Pada awalnya...

Saat Pak Diki menjelaskan panjang lebar tentang pesugihan itu kepada Bu Fitri, istrinya itu sempat marah padanya...

Apalagi saat sang istri mengetahui bahwa anak mereka satu-satunya, yaitu Gendis, menjadi "wadah pencari tumbal" untuk sosok makhluk ghoib yang bisa memberikan harta pesugihan tersebut.

Dan juga itu terjadi pada Gendis...

Sudah bisa dipastikan bahwa dirinya sangat menolak pesugihan yang dilakukan oleh sang Bapak...

Tapi, apalah daya Gendis yang masih kelas 2 SD setahun lalu itu...

Dan juga apalah daya sang Ibu, saat kondisi kehidupan yang sudah sangat terasa mencekik lehernya, menyiksa batinnya, bisa berubah karena pesugihan yang dilakukan oleh suaminya itu.

DAN MEMANG SEPERTI ITULAH TIPU DAYA MAKHLUK GHOIB PESUGIHAN...

DENGAN MUDAH MAMPU MEMBUAT MANUSIA BUTA HATI NURANINYA...

DAN HILANG KEIMANANNYA KEPADA SANG PENCIPTA...

HANYA DEMI "JALAN PINTAS" UNTUK MENDAPATKAN UANG YANG BANYAK...

.....

.....

.....

☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️

Di hari Selasa siang yang cerah ini...

Tampak sebuah warung makan di pinggir jalan raya...

Warung makan itu selalu ramai pembeli...

Seolah tak ada habisnya...

Pak Diki bersama beberapa orang karyawannya sedang sibuk melayani para pembeli yang datang. Ada yang memesan untuk makan di tempat, ada juga yang memesan untuk dibawa saja. Sedangkan Bu Fitri sedang sibuk memasak di dapur, dibantu juga oleh beberapa orang karyawan.

Sebenarnya warung makan milik mereka itu hanya menyajikan menu-menu sederhana. Hanya menu yang sama persis seperti warung makan pinggir jalan lainnya. Tak ada menu istimewa.

Akan tetapi, entah bagaimana ceritanya, lidah orang-orang yang datang selalu merasa puas dan "ketagihan" dengan menu-menu yang disajikan.

Ada yang rela antri beberapa lama hanya untuk membeli nasi hangat dan lauk telur dadar...

Ada yang rela datang dari jarak cukup jauh hanya untuk menu nasi hangat dan juga sayur daun singkong santan...

Bahkan ada yang dalam sehari bisa empat kali datang hanya untuk membeli tahu tempe goreng...

Dan juga semua pembeli lainnya dengan menu kesukaan mereka masing-masing...

.....

.....

.....

"Pak, saya mau nambah dong..." ucap salah satu pembeli, sambil menghampiri etalase makanan.

"Boleh... Mau nambah apa nih Mas?" tanya Pak Diki yang melayani.

"Sama kaya barusan Pak, nasi pakai sayur semur jengkol aja, kuahnya dibanyakin ya Pak..."

"Okeee... Siaaap..." jawab Pak Diki, sambil menerima piring yang sudah bersih makanannya dari pembeli itu.

Dan dengan segera Pak Diki mengambilkan nasi hangat lengkap dengan sayur semur jengkol, tak lupa juga ia menambahkan kuahnya.

"Ini Mas..." ucap Pak Diki sambil memberikan piring.

"Okeee... Makasih Pak..." jawab pembeli itu, dan ia kembali duduk di tempatnya semula.

Pak Diki memandangnya dengan rasa puas saat pembeli itu tampak sangat lahap menyantap makanannya lagi...

Setelahnya, masih ada juga beberapa pembeli yang makan di tempat, menghampiri etalase makanan, bermaksud untuk nambah lagi. Dan mereka dilayani oleh para karyawan Pak Diki yang membantunya.

Di luar warung makan...

Terlihat sebuah angkot yang berhenti tepat di seberang jalan...

Pak Diki memandang angkot itu, lalu turunlah Gendis bersama dengan teman-temannya...

Terlihat beberapa teman Gendis itu langsung berjalan memasuki sebuah gang di seberang jalan, mereka hendak menuju ke rumah masing-masing.

Dan Gendis berdiri di seberang jalan, memegangi tongkatnya...

Pak Diki dengan sigap, langsung menghampiri Gendis, hendak membantu anaknya itu untuk menyeberangi jalan raya yang ramai. Dan dengan hati-hati mereka berdua menyeberangi jalan, dan segera masuk ke dalam warung makan.

Saat Gendis sudah berdiri di dekat etalase, ada seorang pembeli yang baru datang. Sehingga Pak Diki harus melayaninya terlebih dahulu. Gendis pun akhirnya duduk di salah satu bangku yang kosong.

Gendis terlihat melepas tas sekolah, dan menaruhnya di atas meja di depannya. Ia buka tas itu. Dan dikeluarkan sebuah botol minuman berwarna pink dengan motif bunga-bunga merah yang cantik. Langsung Gendis minum karena haus.

Setelah minum, Gendis juga mulai merasakan lapar...

Akan tetapi...

Lapar yang Gendis rasakan "berbeda"...

Rasa lapar yang tak sama seperti rasa lapar para pembeli yang sedang makan di warung makan keluarganya ini...

Rasa lapar itu...

BUKAN BERASAL DARI TUBUH NYATA GENDIS...

.....

.....

.....

Saat Gendis masih duduk diam, merasakan "lapar" itu, ada seorang karyawan laki-laki muda, sekitar usia 23 tahun, datang menghampirinya.

Karyawan itu baru bekerja beberapa hari di warung makan keluarganya. Namanya adalah Toto.

"Gendis, kamu mau makan?" tanya Toto.

Gendis menatap Toto dengan mata putihnya...

Gendis tak menjawab sama sekali...

Gendis hanya tersenyum...

"Kamu makan dulu ya, pasti laper kan habis pulang sekolah... Hehehe..." kata Toto.

Namun, Gendis tak menjawab, masih tersenyum sambil memandang wajah Toto di depannya.

"Ya udah, saya ambilin ya... Sebentar..."

Toto mengira senyuman Gendis itu sebagai jawaban "iya" atas tawarannya. Maka, Toto langsung mengambil sebuah piring, dan mengambilkan nasi hangat untuk Gendis.

"Kamu mau makan pakai apa Gendis?" tanya Toto sambil berdiri di depan etalase, memegang piring dengan nasi yang hangat.

Karena Gendis lagi-lagi tak menjawabnya, Toto inisiatif bertanya lagi pada Gendis, "Mau pakai sayur sop ayam?"

Gendis kembali hanya tersenyum dengan tatapan mata putihnya itu.

Karena kepolosan Toto, iya menganggap lagi senyuman Gendis sebagai jawaban "iya".

Langsung saja diambilkan sayur sop ayam itu, dicampurkan ke nasi. Setelah itu, Toto menghampiri. Segera ia taruh sepiring nasi dengan sayur sop ayam itu di meja depan Gendis.

"Naaah... Ayok dimakan dulu. Masih anget, pasti enak banget rasanya loh..." ucap Toto sambil tersenyum hangat.

Akan tetapi...

Kali ini Gendis menjawab Toto...

Dengan suara yang pelan...

"AKU MAU DARAHMUUU..."

Sontak, Toto sedikit terkejut, dan merasa bingung dengan jawaban Gendis itu...

Di tengah kebingungan Toto itu, Pak Diki yang keluar dari dapur sambil membawa dua buah nampan masakan baru matang, seketika berkata...

"Loh?! Toto!!"

Suara Pak Diki itu langsung mengalihkan perhatian Toto.

Setelah Pak Diki menaruh dua nampan masakan baru matang itu di etalase, dengan segera ia menghampiri.

"Kamu jangan kasih makan anak saya!" ucap Pak Diki.

Seketika Toto merasa heran...

"Loh? Kenapa Pak Bos?" tanya Toto.

"Jangan banyak tanya kamu To, pokoknya anak saya ini gak bisa makan-makanan yang ada disini..." jawab Pak Diki, sambil mengambil piring dengan nasi dan sayur sop ayam itu.

"Emangnya kenapa Pak Bos? Saya pikir Gendis suka sayur sop ayam..." kata Toto, ekspresinya heran bercampur sedikit rasa bersalah, mengira bahwa Gendis ternyata tak suka sayur sop ayam.

"Udah sana, kamu layanin lagi pembeli tuh, ada lagi yang dateng." jawab Pak Diki, tanpa banyak penjelasan atas keheranan yang dirasakan oleh karyawannnya itu.

"I-iya Pak Bos, ma-maafin saya ya Pak Bos..."

Langsung saja Toto kembali melayani pembeli yang baru datang itu. Dan Pak Diki membawa piring berisi nasi dan sayur sop ayam itu ke dapur.

Saat Pak Diki kembali menghampiri Gendis, ia sudah membawa sebuah kunci motor di tangannya.

"Ayo Nak, kita pulang dulu." kata Pak Diki.

"Iya Pak." jawab Gendis.

Langsung dipakai lagi tas Gendis, dan bersama Bapaknya keluar dari warung makan.

Dan akhirnya Gendis di antar pulang ke rumah menggunakan sepeda motor milik Bapaknya itu.

.....

.....

.....

Selama di jalan...

Gendis yang dibonceng oleh Bapaknya itu...

Hanya diam saja, tanpa suara. Begitu juga dengan Bapaknya...

Mata Gendis yang buta berwarna putih itu menatap lurus ke depan...

Rambutnya yang lurus menjuntai tertiup angin semilir...

Akan tetapi, aroma angin semilir itu terasa berbeda di hidung Gendis...

Aroma yang semakin kuat...

Aroma yang seolah berpesan untuk "menagih imbalan"...

AROMA DARAH CALON TUMBAL BERIKUTNYA...

1
🔵🌹Widian,🧕🧕🌹
ini 2 anak yang berbeda kah ?
Deni Komarullah: Tokoh Gendisnya sama Kak... Korbannya yang berbeda...
total 1 replies
SecretS
Merinding juga, kepala sampai hancur. Lanjut kak, memang sampai berapa tumbal? Kalau dihitung pasti lebih dari 5 sebab bertahun tahun loh sebelum ketemu nisa?
Deni Komarullah: Iya Kak...
total 1 replies
SecretS
😰😰menegangkan kak pas gendis mojokin sinta 😆😆, lanjut kak gimana cerita nya gendis kok bisa di pondok dan ketemu nisa 😃
SecretS
Ini kisah pesugihan ya
😆😆 lanjut kak👍👍👍
Yeni Yeni: lanjut dah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!