NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Selingkuh / Tamat
Popularitas:127k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 ~ Rahasia Kita Berdua

“Maksud Nyonya?” tanya Jonathan pelan dengan wajah mulai serius.

Ayra tidak langsung menjawab.

Perlahan wanita itu membuka tasnya lalu mengeluarkan lembar bukti pembelian perhiasan yang sejak tadi ia simpan.

Kertas itu didorong pelan ke arah Jonathan.

“Mas Arga membelinya untuk Shella… kemarin.”

Jonathan langsung menunduk membaca isi kertas tersebut. Kening pria itu perlahan berkerut saat melihat nominal pembelian dan nama penerimanya.

Sementara Ayra kembali membuka suara dengan nada lirih yang terdengar lelah.

“Kalau bukan orang yang spesial…” bisiknya pelan. “Apa ini tidak berlebihan untuk pria yang sudah memiliki istri?”

Hening.

Jonathan masih menatap bukti pembelian itu beberapa detik seolah sedang mencoba memahami situasi.

Namun tak lama kemudian pria itu mengangkat wajahnya pelan.

“Maaf, Nyonya…” ucapnya hati-hati. “Tapi saya benar-benar tidak tahu soal ini.”

Ayra melipat bibirnya kedalam.

“Jo…” suaranya mulai melemah. “Aku mohon… kamu pasti tahu sesuatu kan?”

Tatapan wanita itu mulai berkaca-kaca.

“Bagaimana mereka dikantor? Apa ada sesuatu yang mencurigakan? Apa selama ini tidak ada yang kamu lihat aneh…?”

Jonathan langsung terdiam. Untuk pertama kalinya pria itu melihat Ayra dalam keadaan serapuh ini. Dan jujur saja ia merasa iba.

Namun sebagai asisten pribadi Arga, Jo memang hanya fokus pada pekerjaan perusahaan. Diluar urusan kantor, ia hampir tidak pernah ikut campur terlalu jauh.

“Setahu saya tidak ada, Nyonya,” jawabnya pelan. “Hubungan mereka selama ini terlihat profesional.”

Ayra menunduk pelan.

“Tapi…” Jonathan kembali melanjutkan hati-hati. “Kalau Nyonya membutuhkan bantuan lain, mungkin saya bisa membantu.”

Namun Ayra hanya tersenyum kecil. Lemah. Wanita itu perlahan menundukkan kepalanya lebih dalam sambil menggenggam jemarinya sendiri dibawah meja.

Dia kecewa. Sangat kecewa. Tapi Ayra juga sadar, ia tidak bisa terus memaksa Jonathan untuk menjawab sesuatu yang bahkan mungkin memang tidak diketahuinya.

“Tidak, Jo…” ucap Ayra pelan sambil menggeleng kecil. “Kembalilah ke kantor. Aku tidak mau ada yang curiga.”

Jonathan langsung mengangguk mengerti.

“Pastikan pertemuan ini tetap menjadi rahasia kita berdua.”

“Baik, Nyonya.” Pria itu berdiri lalu menundukkan kepalanya sopan sebelum akhirnya pergi meninggalkan cafe.

Dan Ayra kembali sendirian. Wanita itu masih duduk cukup lama ditempatnya tanpa benar-benar menyentuh minuman yang tadi dipesan.

Tatapannya kosong menembus kaca cafe. Pikirannya kacau.

Hubungannya dengan Arga akhir-akhir ini mulai terasa dingin. Percakapan mereka semakin sedikit. Dan sekarang dia menemukan sesuatu yang tidak pernah ingin ia lihat.

Perlahan Ayra menundukkan kepalanya sambil memejamkan mata.

“Tolong Mas…” bisiknya lirih didalam hati. “Jangan buat apa yang aku takutkan menjadi kenyataan…”

•••

Menjelang sore, Ayra akhirnya kembali pulang kerumah.

Namun baru saja langkahnya masuk melewati pintu utama, wanita itu langsung berhenti.

Didepan sana, Nyonya Ratna sedang menggandeng tangan Samuel. Sementara Nita berdiri dibelakang mereka sambil membawa koper kecil milik Samuel.

Kening Ayra langsung berkerut.

“Ma… ada apa ini?”

Samuel yang melihat kedatangan Ayra langsung berlari kecil memeluk kaki mamanya.

“Mama!”

Ayra buru-buru berjongkok membalas pelukan putranya lalu menatap koper yang dibawa Nita dengan bingung.

“Kenapa bawa koper segala?” tanyanya pelan pada Samuel.

Bocah itu menatap wajah lembut Ayra dengan tatapan polos.

“Samuel mau disini saja, Ma...”

Namun sebelum Ayra sempat menjawab, suara Nyonya Ratna lebih dulu terdengar.

“Mama sudah bicara dengan Arga.” Wanita paruh baya itu mengangkat dagunya tinggi. “Mulai sekarang kalian akan tinggal sementara dirumah Mama.”

Deg.

Wajah Ayra langsung berubah.

“Apa?” tanyanya tidak percaya. “Tapi Mas Arga belum bicara apa pun padaku.”

“Ya terserah!” potong Nyonya Ratna ketus. “Mama cuma mau melindungi cucu Mama.”

Ayra langsung berdiri tegak.

“Melindungi?” ulangnya pelan. “Melindungi dari siapa? Aku ibunya.”

“Tapi kamu ibu yang tidak becus!”

Kalimat itu terasa seperti tamparan. Nyonya Ratna melanjutkan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

“Makanya Mama mau ikut menjaga Samuel. Mama nggak mau kejadian kemarin terulang lagi.”

Ayra menatap mertuanya beberapa detik tanpa suara.

Dadanya terasa semakin sesak.

Apa wanita itu benar-benar berpikir Samuel celaka karena dirinya sengaja lalai?

Dan yang lebih membuat Ayra kecewa, kenapa akhir-akhir ini Arga selalu mengambil banyak keputusan tanpa bertanya terlebih dulu padanya?

Ini jelas bukanlah keputusan kecil. Arga seharusnya tau, jika ini bukan hanya sekedar tentang rumah. Tapi sebuah kenyamanan baginya maupun Samuel.

Perlahan tangan Ayra menggenggam jemari Samuel lebih erat, seolah menjadi ungkapan untuk putranya jika kali ini semuanya akan baik-baik saja selama Ayra ada disampingnya.

Suasana ruang tamu mendadak terasa begitu menyesakkan.

Samuel yang berdiri diantara mereka tampak bingung melihat wajah mamanya yang perlahan berubah pucat.

Perlahan Ayra menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka suara.

“Kalau begitu… aku akan bicara terlebih dahulu dengan Mas Arga.”

“Sudah Mama bilang, Mama sudah bicara dengan Arga dan dia setuju,” balas Nyonya Ratna tanpa sedikit pun menurunkan nada suaranya.

“Tapi—”

“Aku tidak membutuhkan izin darimu untuk membawa cucuku sendiri.”

Deg.

Rahang Ayra mengeras.

“Tapi aku berhak menentukan!” jawabnya kali ini lebih tegas.

Nyonya Ratna langsung menatap tajam.

“Putraku kepala keluarga dirumah ini,” ucapnya dingin. “Apa yang Arga katakan adalah keputusan dirumah ini.”

Wanita itu melangkah mendekat beberapa senti. “Kalau kamu tidak mau menjadi istri durhaka, lebih baik ikuti ucapan suamimu.”

Hening.

Ayra terdiam. Dadanya terasa sesak sampai sulit bernapas.

Semua orang seolah terus menempatkannya diposisi paling salah. Sebagai istri. Sebagai menantu. Bahkan sebagai ibu. Sementara dirinya sendiri mulai kehilangan tempat untuk sekadar bersandar.

Samuel perlahan menggenggam tangan Ayra lebih erat.

“Mama…” panggil bocah itu lirih.

Ayra menunduk menatap wajah kecil putranya. Dan seketika semua emosinya runtuh begitu saja. Dia tidak mungkin terus berdebat didepan Samuel seperti ini.

Tidak ingin anak itu kembali melihat pertengkaran.

Perlahan Ayra memejamkan mata sesaat sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“Baik…” suaranya terdengar lelah. “Tunggu sebentar. Aku akan kembali mengambil pakaian.”

Setelah mengatakan itu, Ayra melepaskan tangan Samuel perlahan lalu berjalan menuju lantai atas.

Langkahnya terlihat tenang. Namun setiap pijakannya terasa begitu berat.

Sementara dibelakangnya, Nyonya Ratna terlihat menghembuskan napas puas seolah baru saja memenangkan sesuatu.

"Ayo Sam, kita tunggu mama dimobil.." ajak nyonya Ratna, meraih tangan kecil Samuel, menggenggamnya keluar dari rumah tersebut.

••

Begitu pintu kamarnya tertutup, Ayra langsung berhenti melangkah.

Sunyi.

Perlahan wanita itu menatap sekeliling ruangan yang selama ini menjadi tempat paling nyaman baginya. Tatapannya jatuh pada foto pernikahan yang terpajang dimeja samping ranjang.

Dulu Ayra selalu merasa menjadi wanita paling beruntung didunia setiap kali melihat tatapan mata itu.

Tapi sekarang ada perasaan aneh perlahan mulai tumbuh didalam dirinya.

Rasanya seperti ada sesuatu yang sedang disembunyikan dari dirinya. Sesuatu yang belum bisa ia lihat sepenuhnya… tapi perlahan mulai terasa nyata.

Tangannya tanpa sadar menggenggam ujung bajunya sendiri kuat-kuat.

“Apa sebenarnya yang sedang terjadi, Mas…” bisiknya lirih.

Tak ada jawaban. Ruangan itu tetap sunyi.

Dan untuk pertama kalinya sejak menikah dengan Arga, Ayra merasa asing didalam rumahnya sendiri.

-

-

To be continued....

1
Dewi Yanti
ngapain datang ayra aneh bgt
cinta semu 2
baca maraton g sempat kasih ulasan yg pasti karya u Sangat bagus Thor🥰🥰🥰🥰
Zhao_Xena: waahh... terimakasih banyak sudah bersedia membacanya hingga akhir kak....🥰🥰🥰
total 1 replies
Rina Arie
good
tris tanto
lha gk iku nyelawat gitu 🤭
Febriana Merryanti
wkwkwkwwwkkkk nikmatnya nenek lampir
You `ka
akhirnya aku selesai membacanya.. selamat ayra dan Tristan, semoga selalu bahagia.. terimakasih banyak untuk ceritanya author..😊
Zhao_Xena: sama-sama kak... terimakasih juga sudah mengikuti alur ceritanya..🥰🥰
total 1 replies
You `ka
ayra tidak dendam Lisa, meskipun keluargamu telah memperlakukannya buruk. justru dia merangkul mu..
You `ka
semoga Oma Gloria tidak apa-apa. ayra akan menikah sebentar lagi..
You `ka
baut bagaimana pun Andre tetap adik kamu Arga... dia seperti itu karena nyonya Ratna membuangnya.
You `ka
ayra berhasil mendidik Sam menjadi anak yang penuh kasih sayang. Dia juga tidak membenci Shella
You `ka
kamu hebat sebagai kakak Arga.. belajar lebih dewasa lagi Lisa. Tristan sejak awal memang bukan punya kamu.
You `ka
terharu aku bacanya... akhirnya semuanya saling memaafkan, karena memang tidak ada manusia yang sempurna.. kita semua belajar dari kesalahan masing-masing...😌😌
You `ka
benar apa kata nyonya Ratna, Shella... jadi pribadi yang lebih baik lagi. kamu masih memiliki Samuel
You `ka
penyesalan memang selalu datang terlambat Shella.. tapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. kamu bisa mulai belajar menjadi lebih baik sekarang
You `ka
satu persatu orang yang kamu sayangi pergi meninggalkan kamu Shella.. itu semua karena hasil apa yang kamu tanam.
You `ka
dih! nggak tau diri kamu Lisa... seandainya saja kamu tau kalau ayra itu calon istrinya Tristan, apa kamu bakal bisa tetap sombong begini..
You `ka
si ratu Kepo Lisa, mau ngapain kamu? Rama nggak akan kasih tau pasti
You `ka
sakit kan? Arga? Shella? sama seperti apa yang dirasakan oleh Ayra, bahkan mungkin lebih dari kalian..

Arga kamu nggak usah sok bijak, kamu sama saja seperti Shella.. pantas kalian berdua
sunaryati jarum
Lisa belum mulai sudah patah, untung Aira melarang Tristan memecatmu.Tristan cari kesempatan ,awas jangan melampaui batas.
sunaryati jarum
Lisa , sombong amat kamu.Sepertinya kamu lupa siapa Aira.Bukankah orang yang menopang perusahaan kakakmu itu neneknya Aira, tidak ingatkah harta dari siapa yang kau nikmati sebelum semuanya ditarik oleh Aira?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!