NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Memilih Menikahi Adikmu

Kali Ini Aku Memilih Menikahi Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Setelah mengorbankan keluarga kandung, masa muda, dan hidupku demi menjadikan suamiku pewaris Mahendra Group, Sebastian justru memfitnah putra kami, membiarkan menantu dan cucuku meninggal, lalu mendorongku hingga tewas.

Saat kembali membuka mata, aku kembali ke hari Sebastian melamar ku.

Jika dulu aku memilih Sebastian Mahendra...
maka di kehidupan ini, aku akan menikahi adiknya, Stefanus Mahendra.

Aku tidak akan menikahi pria yang menghancurkan hidupku.

Aku akan memilih pria yang ternyata diam-diam mencintaiku sejak awal.

Namun, mengubah takdir ternyata tidak semudah mengganti calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Tidak Pernah Mencintaimu

"Jadi kamu mendengarnya," kata Sebastian datar, memutus keheningan dengan nada bosan.

Pria itu menyandarkan kedua lengannya di atas meja kerja, menatap Shaquena dengan mata tak berkedip. Tak ada riak panik di wajahnya. Sudut bibirnya bahkan terangkat tipis, membuang jauh-jauh topeng suami penyayang yang selama ini ia pakai.

"Lalu bagaimana dengan orang tuaku?" Tenggorokan Shaquena tercekat, menyisakan rintihan serak yang gemetar. "Kenapa kamu membunuh mereka?"

Gemuruh hujan badai, lengkingan sirene ambulans, dan bayangan mobil yang ringsek di dasar jurang mendadak berputar di kepala Shaquena.

Di pemakaman hari itu, Sebastian memeluknya erat, membisikkan kata penenang sambil menyeka air matanya. Lalu, dengan suara lembut yang penuh dusta, pria itu meminta tanda tangan pengalihan saham Mahardika Group agar Shaquena bisa fokus memulihkan diri. Dan Shaquena menyerahkan seluruh hidupnya begitu saja karena percaya.

"Ayahmu terlalu keras kepala." Sebastian mengetukkan jemarinya ke meja, santai. "Dia menolak rencana akuisisi yang aku ajukan. Dia tidak mau tunduk pada aturan Mahendra Group."

Pandangan Shaquena seketika buram.

"Hanya karena itu?" Setitik air mata jatuh ke pipinya yang pias. "Kamu merusak rem mobil mereka hanya demi sebuah perusahaan?"

"Itu efisiensi bisnis, Shaquena," sahut Sebastian seringan membicarakan menu makan malam. "Dengan kematian mereka, kamu menjadi pewaris tunggal. Sebagai suami yang baik, aku membantumu mengelola semua aset itu. Sangat sederhana."

Shaquena mundur selangkah. Lututnya gemetar hebat menahan berat tubuh.

Tiga puluh tahun ia menyerahkan siang dan malamnya demi Mahendra Group, membalik lembaran audit hingga matanya memerah hanya untuk menutupi borok pria itu.

Ternyata, imperium yang ia bangun dengan darah dan air matanya sendiri berdiri di atas makam orang tuanya. Sebastian sengaja menjadikannya yatim piatu agar ia tidak memiliki sandaran selain pelukan sang pembunuh.

"Kamu iblis," bisik Shaquena parau. "Kamu tidak punya hati nurani."

Sebastian mendengus geli. Langkah sepatunya berketuk mendekat, hingga ujung sepatu kulitnya beradu dengan jemari kaki Shaquena.

"Kamu yang terlalu bodoh," desis Sebastian, menunduk tajam. "Kamu selalu menjadi alat yang berguna untukku. Otakmu tajam, analisis bisnismu selalu akurat, dan koneksimu berulang kali menyelamatkan perusahaanku dari kebangkrutan."

Kata-kata itu menghunjam telak, menyisakan perih yang menguliti dada Shaquena.

"Tapi kamu tidak pernah menjadi wanita yang kuinginkan." Kalimat itu diucapkan dengan desisan pelan yang dingin.

Shaquena membeku.

"Kamu terlalu kaku," lanjut Sebastian, memindai tubuh istrinya dari kepala hingga kaki dengan tatapan jijik. "Kamu selalu memikirkan moral dan aturan. Kamu tidak punya insting pemangsa yang kubutuhkan untuk bersanding di puncak kekuasaan."

Sebastian menoleh ke arah Helena. Kerutan di dahinya seketika melunak, digantikan binar penuh kebanggaan yang belum pernah Shaquena lihat sebelumnya.

"Helena berbeda darimu," puji Sebastian hangat pada wanita simpanannya. "Dia mengerti keinginanku. Dia tahu cara memuaskanku. Dan Henry... dia darah dagingku yang sesungguhnya. Putra yang mewarisi naluri berburuku."

Sebastian kembali menatap Shaquena, menarik sudut bibirnya dengan sinis.

"Bukan seperti Samuel yang lemah dan menjijikkan itu."

Mendengar nama anaknya direndahkan, sisa kewarasan Shaquena menguap. Tangan kanannya melayang sekuat tenaga.

Plak!

Tamparan keras itu menggema di ruangan. Telapak tangan Shaquena terasa kebas dan panas. Wajah Sebastian terlempar ke samping, dengan bekas kemerahan lima jari yang seketika tercetak jelas di pipi kirinya.

Helena memekik di sudut ruangan, mundur teratur hingga menabrak rak buku kayu besar. Henry melangkah maju, tangannya terkepal erat.

"Berhenti di sana, Henry," cegah Sebastian. Suaranya sangat rendah, jenis ketenangan dingin yang jauh lebih membahayakan dibanding teriakan.

Sebastian memutar wajahnya lambat-lambat. Tatapan matanya menggelap bagai predator yang siap menerkam. Rahangnya mengatup rapat.

"Itu untuk orang tuaku!" Shaquena kembali mengayunkan tangan.

Kali ini Sebastian lebih cepat. Tangannya melesat mencengkeram pergelangan tangan Shaquena di udara.

Cengkeraman itu begitu kuat hingga Shaquena meringis merasakan tulang lengannya seperti diremukkan.

"Dan ini untuk cucuku!" Shaquena berteriak histeris, melayangkan lututnya ke tulang kering pria itu.

Sebastian memelintir tangan Shaquena ke belakang dengan sekali sentakan kasar. Sendi bahunya terasa mau lepas.

Sebuah dorongan kuat menyusul, melempar tubuh ringkih Shaquena ke belakang hingga menabrak ujung meja mahoni.

Benturan keras di punggung membuatnya terjerembap ke lantai marmer yang dingin. Napasnya terputus-putus seiring rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang.

"Kamu berani menyentuhku di rumahku sendiri?" Sebastian melangkah maju, bayangannya menjulang tinggi menutupi cahaya lampu di atas Shaquena.

"Aku akan melawannmu... sampai aku mati!" desis Shaquena di sela kepayahan bernapas.

Sebastian mendecak, terganggu oleh histeria itu.

"Henry, tutup pintu ruang kerja. Jaga ibumu di dalam," titah Sebastian dingin tanpa menoleh. "Biar aku yang menyingkirkan wanita gila ini."

Pria itu membungkuk, merenggut kasar lengan atas Shaquena hingga memar kebiruan langsung tercetak di kulitnya. Tanpa belas kasih, ia memaksa tubuh Shaquena berdiri tegak kembali.

Sebastian menyeretnya keluar. Tenaga pria itu mutlak, membuat kaki Shaquena terseret pasrah menyapu lantai lorong panjang lantai dua.

Jemari Shaquena mencakar udara, berusaha menggapai apa saja. Tangannya sempat menyenggol pigura lukisan klasik dan meja konsol kayu, namun tak ada yang bisa menahan tubuhnya. Lukisan itu jatuh berdebum, kacanya pecah berserakan di atas marmer.

Shaquena terus berteriak di tengah pandangan yang mengabur oleh air mata.

"Tolong! Siapa pun... tolong aku!"

Namun, lorong panjang itu tetap sunyi. Para pelayan dan penjaga sudah mengunci diri di sudut-sudut gelap. Tak ada satu pun dari mereka yang cukup bernyali untuk menentang sang penguasa Mahendra Group.

Seretan kasar itu baru berhenti di ujung lorong. Di bibir tangga marmer melingkar yang curam menuju lantai dasar yang jauh di bawah.

Blasss! Kilat menyambar terang dari jendela raksasa di dinding tangga, disusul gelegar guntur yang menggetarkan kaca tebal.

Sebastian memutar tubuh Shaquena dengan satu sentakan kasar. Ia mendorong punggung istrinya ke arah jurang tangga yang menganga. Keseimbangan Shaquena seketika lenyap. Telapak kakinya yang telanjang terpeleset di atas pualam dingin yang licin.

Secara refleks, Shaquena mencengkeram ujung kemeja suaminya.

Namun, Sebastian dengan dingin melepaskan jemari itu dan menahan pergelangan tangan Shaquena. Kulit pria itu sedingin es, namun genggamannya begitu kokoh.

Saat Shaquena mendongak, ia tidak menemukan apa-apa di mata hitam suaminya. Kosong. Dan kekosongan itu jauh lebih mengerikan dibanding kemurkaan apa pun.

Tangis Shaquena mendadak tersendat. Seluruh otot tubuhnya membeku kaku di bawah tatapan itu. Ujung kakinya yang menggantung di udara menyadarkan otaknya seketika. Sebastian tidak sedang memberinya pelajaran. Pria ini ingin membungkamnya untuk selamanya.

Sebastian mendekatkan wajahnya hingga hembusan napasnya terasa di pipi Shaquena.

"Kamu selalu menjadi pion yang berguna, Shaquena," bisik Sebastian, mengalahkan gemuruh badai di luar. "Kamu merapikan kekacauan perusahaanku. Menjaga citra keluargaku di depan media. Tapi sekarang, kamu mulai banyak menuntut. Kamu tahu terlalu banyak."

Shaquena menggeleng lemah. "Tidak, Sebastian... jangan..."

"Aku butuh satu pengorbanan terakhir," sela Sebastian dingin. "Kematian tragis Nyonya Mahendra akibat depresi berat karena skandal korupsi putranya. Simpati publik akan mengalir deras untukku. Saham perusahaan akan kembali meroket besok pagi. Kamu akan sangat berguna untukku sekali lagi malam ini."

Mata Shaquena melebar sempurna. Cairan hangat kembali meluncur ke pelipisnya. Tiga puluh tahun pengabdiannya berakhir menjadi tumbal skenario berdarah demi nilai saham di papan bursa.

"Aku tidak pernah mencintaimu, Shaquena." Sebastian mengucapkannya lambat-lambat, tanpa sedikit pun keraguan. "Tidak pernah."

Cengkeramannya di pergelangan tangan Shaquena terlepas. Pria itu memindahkan kedua telapak tangannya ke dada istrinya.

Lalu, tanpa sekali pun berkedip, Sebastian mendorong tubuhnya.

1
watno antonio
lanjut thor
Carisoy
Baca nti ajh tunggu kalau sudah selesai revisi deh👍
DdCantik
Emang bisaan bikin cerita seru, jadi si shqena paling udah gila, mantaplah ayok lanjut
DdCantik
Semangat 💪💪💪💪
Fahreziy
👣👣👣
falea sezi
jd saquena uda gila kali q 😓
falea sezi
baru aja baca😕 uda nyesek😓 air mata keluar sendiir😓
DdCantik
ribet banget jadi orang kaya🤭
Pratiwiajah
kaya gini palingan beneran ada di Konoha sini ya????🤭
Pratiwiajah
ok Fik aku benci si basbas ini
Pratiwiajah
tragis bgt/Sob/
NolaRona
up🙏
Betharia Anggita Dominique
thor, bikin cerita mesti sadis👍
Betharia Anggita Dominique
bagussss👍👍👍👍
Betharia Anggita Dominique
wih, kaga bisa bayangin begimana jadi shaqena duh
Betharia Anggita Dominique
keluarga lucknut
Jitison
ditunggu 🙏
Jitison
kasihan skali
Carisoy
lanjutkan yu
DdCantik
makin seru👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!