Jodoh yg tak pernah kita ketahui...mungkin karena sering disakiti oleh seseorang yang selama ini bersamanya. Setelah sekian lama menikah masalah tidak ada habisnya.
Seorang Istri melihat sang Suami membawa selingkuhannya ke rumah. Setelah di introgasi oleh keluarganya rupanya sudah 4 tahun suaminya selingkuh dengan cinta pertamanya. Betapa sakitnya Dia,sehingga dengan adanya kenyataan ini Dia memutuskan bercerai dengan suaminya atas dukungan keluarga besar suaminya yang menyayanginya.
Galuh selama ini tidak mengetahui ada rahasia tentang dirinya selama ini yang di tutupi oleh Ibunya,selama ini yang Dia ketahui Ibunya adalah Ibu kandungnya.
Siapakah Galuh sebenarnya? Rahasia apa yang di sembunyikan Ibunya tentang Galuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jodoh ke2 #10
"Kok tau saya pernah tinggal di kota B?apa kita pernah ketemu sebelumnya?"tanya Asisten Rico.
"Ya sepertinya pernah dan berlatih Taekwondo di CC dulu,sepertinya Asisten Rico sudah lupa,dulu kita pernah jadi pelatih di sana"jawab Galuh.
Lama Asisten Rico diam seperti sedang mengingat sesuatu.Tiba-tiba Asisten Rico bicara
"Ya Aku Ingat sekarang...Kamu Galuh gadis yang jadi pelatih Taekwondo...Ya ampunnn...Maaf Aku lupa,gimana kabarnya Dek?maaf Abang lupa tentang itu"kata Asisten Rico senang setelah ingat Galuh.
"Kabar Galuh baik seperti yang Abang liat..."jawab Galuh
Setelah ngobrol beberapa saat,Asisten Rico ingat kalo Asisten Nyonya Sofyana yang bernama Maria akan mengundurkan diri 2 bulan lagi.
"Tuan,kemarin Tuan memerintahkan saya mencari pengganti Maria asisten Nyonya dan melatihnya?"kata Asisten Rico kepada Tuannya.(dengan bahasa inggris)
"Iya betul,apa sudah kau temukan orangnya untuk pengganti?"tanya Tuan Iskandarsyah.
"Sepertinya saya sudah menemukannya, orangnya tepat di samping saya,Tuan" Jawab Asisten Rico.
"Memangnya Dia paham hal seperti itu?Dia seperti wanita lemah lembut begitu" kata Tuan tidak percaya.
"Baiklah nanti sampai rumah,saya akan test Dia,Tuan" Asisten Rico menjawab ketidakpercayaan Tuannya.
Setelah 35 menit perjalanan,akhirnya sampai di rumah Tuan dan Nyonya Iskandarsyah. Rumah yang besar dan megah dengan 3 lantai.
'Wah besar banget gimana bersihinya,3 lantai,belum lagi taman depannya sudah besar'batin Galuh.
Asisten menatap Galuh yang melamun.
"Kenapa melamun Dek?kaget rumahnya besar?"tanya Asisten Rico
"Iya Bang,rumahnya besar kayak gini gimana bersihinnya?sampai malam kayaknya nggak siap deh"jawab Galuh.
"Hahaha...tenang aja disini banyak Art-nya,nggak cuma kamu Dek,Tuan kita itu kaya nggak habis uangnya membayar banyak Art sama Asistennya"jawab Asisten Rico sambil tertawa.
Tuan dan Nyonya heran kepada Asisten Rico yang biasanya tenang,serius dan dingin kepada siapa saja selain kepada Mereka berdua dan anak-anak mereka,bisa tertawa itu sesuatu yang tidak pernah dilihat mereka.Melihat Asisten Rico senang Tuan dan Nyonya tersenyum.
Setelah masuk ke rumah mereka di sambut oleh para perkerja dirumah.
"Selamat Datang Tuan dan Nyonya,Asisten Rico"Sapa para pekerja Art.
"Terima Kasih semua,saya bawa satu orang yang akan di pekerjakan disini,namanya Galuh dari Indonesia,oiya Galuh...perkenalkan ini Pak Jemi kepala pelayan disini,untuk tugas dan lain-lain bisa tanyakan kepada beliau"kata Nyonya Sofyana.
"Pak Jemi,silakan antar Galuh ke kamarnya biar dia istirahat dulu"perintah Nyonya Sofyana
"Baik Bu,mari Nona Galuh saya antar kekamar untuk istirahat"jawab dan ajak Pak Jemi.
"Baik Pak Jemi,Saya permisi dulu Tuan dan Nyonya."jawab Galuh sambil membungkuk hormat kepada Tuan dan Nyonya Iskandarsyah.
"Ya...istirahatlah dengan tenang"jawab Tuan dan Nyonya.
"Santun sekali Galuh ini kan Pah?"kaya Nyonya Sofyana kepada suaminya.
"Ya...sepertinya anaknya baik,melihat file dari Agencinya dia baru bercerai dan anaknya 3. Kasihan masih muda sudah harus mengurus dan membesarkan anaknya sendiri. Memang hidup tak dapat di prediksi. Anak-anak kita yang sudah dewasa dan menikah belum memberi cucu.Kadang Papa berfikir seandainya kita memiliki cucu sungguh ramai rumah kita jika berkumpul satu keluarga,Iya kan Mah..."keluh Tuan Iskandarsyah.
"Betul...sungguh rindu keramaian rumah kita saat anak-anak masih kecil,sekarang sudah pada dewasa rumah jadi sepi"Jawab Nyonya Sofyana.
Bersambung