NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arwah Baru

Secepat kilat Gilang berlari mengejar Nino dan Asep yang sudah jauh berjalan. Setelah beberapa saat, akhirnya dia berhasil mengejar. Pemuda itu menunduk sambil memegangi lututnya. Perutnya langsung terasa sakit. Baru saja diisi sudah dipaksa berlari.

“Bapak kenapa tinggalin saya?” tanya Gilang dengan suara terengah.

“Kamu nggak sadar apa udah bikin malu?” celetuk Asep.

“Kamu kenapa kabur kayak habis lihat hantu.”

“Emang saya habis lihat hantu, Pak. Tuh kunti yang tadi nakutin saya, tahunya udah ada di dekat saya.”

“Syukurin.”

“Bapak jahat banget sih.”

Nino dan Asep segera meneruskan langkahnya menuju tempat mereka memarkir mobil. Gilang terus menyejajari langkah dua petugas polisi tersebut. Bersama dengan mereka, setidaknya dia bebas dari gangguan hantu usil.

Setelah beberapa menit, akhirnya mereka tiba di dekat mobil.

“Nilan, jangan dibiarkan ke mana-mana. Kita masih butuh keterangannya.”

“Siap.”

“Masukin nomor kamu,” Nino memberikan ponselnya. Dengan cepat Gilang memasukkan nomor ponselnya. Nino segera menghubungi nomor yang disimpan Gilang. Seketika ponsel pemuda itu berdering.

“Simpan nomor saya.”

“Siap. Nama Bapak siapa?”

“Nino.”

“Kalau Bapak siapa?” tanya Gilang pada Asep.

“James Bond.”

Gilang mendecih pelan. Sahabat Nino itu terlihat menyebalkan di matanya. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Gilang segera kembali ke kosnya yang berjarak beberapa meter dari mobil Nino.

***

Keesokan paginya Gilang pergi ke kampus menggunakan sepeda motornya. Bosan hanya diam di kamar kos Gilang, Nilan memutuskan mengikuti pemuda itu ke kampus. Malas berdebat, Gilang membiarkan Nilan mengikuti.

Namun sebelumnya dia sudah mewanti-wanti agar Nilan tidak mengganggunya di jam kuliah. Setelah Nilan menyanggupi permintaannya, barulah Gilang setuju.

“Kamu kuliahnya di mana, Lang?” tanya Nilan yang duduk di belakang pemuda itu.

“Kampus Global Prestasi.”

“Wah kampus bagus itu.”

“Mayan.”

“Aku punya teman kerja lulusan kampus itu, namanya Rama.”

Sejenak Nilan termenung mengingat semua rekan kerjanya terutama Rama. Sekarang dia tidak bisa bertemu dengan mereka lagi. Lalu Nilan teringat kembali pada anak dan suaminya. Matanya pun mulai berkaca-kaca.

“Kamu kenapa nggak ke rumah kamu?” tanya Gilang membuyarkan lamunan Nilan.

“Aku nggak sanggup lihat anak dan suamiku. Mereka juga nggak bisa lihat aku. Aku malah tambah stres kalau lihat mereka. Tapi aku kangen mereka.”

“Emang hantu bisa stres?” tanya Gilang.

Karena tidak ada jawaban dari Nilan, refleks Gilang menoleh ke belakang. Ternyata hantu wanita itu sudah menghilang.

“Nggak sopan banget, pergi nggak bilang-bilang. Awas aja kalau tiba-tiba hilang. Tar gue yang disemprot tuh polisi jutek,” gumam Gilang pelan.

Sepuluh menit kemudian Gilang sampai di kampusnya. Setelah memarkirkan motornya, pemuda itu segera menuju gedung fakultas tempatnya menimba ilmu. Begitu masuk ke kelas yang berada di lantai lima, beberapa temannya sudah ada di sana.

Tak lama kemudian dosen yang mengajar masuk ke dalam kelas. Semua langsung berkonsentrasi mengikuti jalannya perkuliahan, termasuk Gilang.

Saat sedang menyimak materi, Gilang dikejutkan dengan kemunculan Nilan yang tiba-tiba. Hantu wanita itu berdiri di samping Gilang.

“Astaghfirullah!” seru Gilang saking terkejutnya.

“Kenapa, Gilang?” tanya sang dosen.

“Nggak apa-apa, Pak.”

Gilang mendelik pada Nilan. Pemuda itu tampak kesal karena Nilan hampir saja membuatnya terkena serangan jantung.

Tanpa mempedulikan kehadiran Nilan, Gilang kembali menyimak jalannya perkuliahan. Telinganya kemudian menangkap suara yang sukses membuat konsentrasinya buyar. Nilan yang sedang berdiri di sampingnya tengah menangis.

Tadi Nilan pergi ke rumahnya untuk melihat suami dan anaknya. Wanita itu tak bisa berlama-lama. Dia tidak kuat melihat suami tercintanya bersedih. Ditambah lagi anaknya yang belum mengerti akan kepergiannya, terus saja menanyakan dirinya.

“Kenapa aku harus pergi dengan cara ini? Kenapa aku harus mengalami ini? Aku ingin kembali, aku ingin kembali!”

“Sssttt,” Gilang terpaksa meminta Nilan diam.

“Kamu suruh saya diam, Gilang?” bukan Nilan, tapi sang dosen yang merasa tersindir.

“Eh … bukan, Pak. Saya digigit semut tadi. Maaf, Pak. Silakan dilanjut.”

Sang dosen kembali melanjutkan materinya. Gilang pun berusaha mengabaikan apa yang dilakukan Nilan.

Namun tangis Nilan tidak berhenti. Hantu wanita itu terus menangis sambil menyesali nasibnya.

“Sssttt … bisa diam, nggak? Berisik tahu,” bisik Gilang.

“Aku sedih, Lang. Kenapa aku mengalami ini, kenapa?!”

“Ya, mana gue tahu,” jawab Gilang masih dengan suara berbisik.

“Aku nggak ikhlas, Lang. Pokoknya aku nggak ikhlas. NGGAK IKHLAS!! AAAAAA!!!”

Teriakan kencang Nilan tak ayal membuat Gilang menutup kedua telinganya. Saat bersamaan kondisi kelas bergetar seperti ada gempa. Seluruh penghuni kelas dibuat panik.

“AAAAA!!!”

Nilan terus menangis sambil berteriak kencang membuat semua meja bergetar. Bahkan papan tulis juga ikut bergoyang-goyang.

“Cepat keluar!” titah sang dosen.

Khawatir sedang terjadi gempa, seluruh penghuni kelas langsung menghambur keluar. Namun ketika sudah berada di luar kelas, mereka tidak lagi merasakan getaran. Bahkan keadaan kelas sebelah pun tampak baik-baik saja.

Dosen yang sedang mengajar di kelas sebelah segera keluar. “Ada apa, Pak?”

“Ada gempa.”

“Gempa?”

“Iya. Tadi semua barang di kelas bergetar, meja, papan tulis, semuanya bergetar seperti ada gempa.”

“Tapi nggak ada gempa, Pak.”

“Masa?”

Karena penasaran, sang dosen kembali masuk ke dalam kelas. Kondisi kelas kini sudah kembali tenang karena Nilan sudah tidak ada di sana. Wajah pria itu tampak bingung. Padahal tadi jelas-jelas dia merasakan seluruh kelas bergetar.

Satu per satu mahasiswa ikut masuk, termasuk Gilang. Mereka pun merasakan keanehan yang sama. Hanya Gilang yang merasa lega setelah tidak melihat keberadaan Nilan.

“Tadi halusinasi atau gimana sih?” celetuk salah satu mahasiswi.

“Masa halusinasi bareng-bareng, ngaco aja.”

“Jadi gimana, Pak? Lanjut?”

“Kita sudahi saja perkuliahannya. Nanti ada tugas yang akan saya share di grup WA.”

Sang dosen memutuskan mengakhiri perkuliahan. Dia takut kejadian serupa akan terulang kembali.

Semua yang mengikuti perkuliahan langsung membubarkan diri. Gilang juga bermaksud pergi ke kantin. Dia ingin mengisi tenggorokannya yang kering sambil menunggu perkuliahan berikutnya.

Sesampainya di lantai dasar, Gilang segera keluar dari gedung fakultas. Ketika dia sedang menuju kantin, terdengar teriakan beberapa mahasiswi.

Gilang langsung menoleh ke sekumpulan mahasiswi yang berteriak. Takut jika Nilan membuat ulah lagi.

Dia mengikuti pandangan para mahasiswi tersebut yang mengarah ke rooftop gedung fakultas ISIP. Matanya membelalak ketika melihat seorang gadis berdiri di pembatas rooftop.

“Heh! Ngapain lo di sana? Turun!” teriak Gilang.

Seketika halaman gedung fakultas ISIP dipenuhi banyak orang. Mereka berteriak meminta gadis yang berdiri di sana untuk turun. Bahkan ada yang mencari dosen dan petugas keamanan untuk ikut turun tangan.

Gadis yang berdiri di pembatas rooftop itu hanya terdiam. Dia sama sekali tidak mendengar teriakan orang-orang di bawah sana. Matanya terus melihat ke depan dengan tatapan kosong.

Gadis itu perlahan menoleh ke bawah. Bibirnya membentuk senyum tipis. Lalu …

Dia menjatuhkan diri.

“Aaaaaa!!!” terdengar teriakan orang-orang di bawah sana ketika melihat tubuh gadis itu meluncur deras ke bawah dan menghantam aspal dengan kencang. Darah langsung mengalir dari kepala gadis itu.

Suasana seketika menjadi kacau.

Gilang terpaku di tempatnya, tidak menyangka akan menyaksikan peristiwa seperti ini. Kakinya refleks bergerak mundur ketika aliran darah mendekatinya.

Pemuda itu bermaksud pergi. Dia tidak sanggup melihat jasad gadis yang terkapar di depannya. Matanya masih terbuka dan tepat melihat padanya.

Ketika Gilang berbalik, pemuda itu langsung membeku di tempatnya. Tepat di hadapannya berdiri gadis yang baru saja terjun dari rooftop. Kali ini tidak ada teriakan keluar dari mulutnya. Dia hanya terpaku menatap mata gadis itu.

Tak lama kemudian tubuhnya terasa lemas. Gilang seketika pingsan. Dia jatuh di dekat jasad sang gadis.

***

Pingsan lagi🤣

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!