NovelToon NovelToon
"DELIMA" Wanita Malang

"DELIMA" Wanita Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Noona Risma

PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜

Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.

Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.

Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.

Sakit?

yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.

Rasanya seperti menjadi iron man?

no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

SELAMAT MEMBACA!

***

"Selamat pagi mah," sapa Delima yang baru saja datang dari kamar ke dapur.

"Pagi sayang," balas Mama Isnah. "Kamu kok disini? Kamu naik lagi ke kamar. Tidur gih, biar lekas sembuh," ujar mama Isnah.

"Gak papap kok mah, Delima udah baikan. Wedang jahe lemon buatan Mbok Tini manjur banget mampu membuatku sembuh dalam waktu semalam," kelakar Delima.

"Kamu ini bisa saja," kata Mama Isnah geleng-geleng kepala.

"Ada yang bisa Delima bantu mah?" tanya Delima menawarkan diri.

"Gak usah. Kamu sebaiknya duduk saja disitu kalau tidak kamu tidur lagi di kamar," tutur amama Isnah tidak mau dibantah.

"Baiklah," pasrah Delima.

Diam-diam Mbok Tini tersenyum melihat betapa sayangnya mama Isnah kepada Delima sebagai menantunya. Sayangnya, Delima tidak mendapatkan kasih sayang dari suaminya sendiri.

"Kenapa mbok?" tanya Mama Isnah.

Mbok Tini menggeleng dan kembali memotong-motong bahan-bahahn yang akan digunakan Mama Isnah.

"Mama mau masak apa?" tanya Delima.

"Mama mau masak sup. Kamukan semalam menggigil, jadi mama mau masak yang anget-anget buat kamu," jawab Mama Isnah sembari mengaduk sup buatannya.

"Pagi semuanya," sapa Papa Ardi yang baru saja pulang dari jogging bersama Erwin.

Untuk beberapa hari ini, mereka akan tinggal di rumah ini berama putra dan menantu mereka. Takut-takut hal yang sama terulang lagi.

"Mau kopi atau teh pah?" tanya Delima.

"Teh aja kalau papa," jawab Papa Ardi tersenyum.

"Ka-kalau kamu mas?" tanya Delima takut-takut.

"Kopi," jawab Erwin.

"Baiklah kalian berdua mandilah dulu. Bau keringat. Sana-sana... hush!" usir Mama Isnah.

"Mah Delima buatkan teh dan kopi dulu buat mereka berdua yah," pinta Delima dan dijawab anggukan kepala oleh Mama Isnah.

Mungkin ini awal yang bagus untuk rumah tangga mereka berdua.

***

Delima menyajikan kopi dan juga teh untuk kedua pria yang sedang sibuk membaca koran itu.

"Diminum pah, mas," kata Delima seraya tersenyum.

"Makasih sayang," ucap Papa Ardi lalu menyeruput kopinya.

"Makasih," ucap Erwin juga.

Delima tersenyum tipis. Betapa bahagianya dirinya mendapatkan ucapan terima kasih dari sang suami dan bahkan suaminya itu mau meminum kopi buatannya.

Dulu, jangankan meminum, menyentuh saja suaminya utu tidak mau. Seolah-olah kopi yang dibuat Delima bukanlah kopi melainkan bangkai tikus.

Papa Ardi, Mama Isnah dan Mbol Tini yang menyaksikan itu tersenyum lega. Semoga ini awal dari sebuah kebahagian untuk Delima bersama Erwin.

"Ya Allah terima kasih kau telah mengabulkan doa hamba," batin Mbok Tini.

"Berbahagialah kalian berdua," batin Papa Ardi dan Mama Isnah.

"Semoga apa yang kamu lakukan hari ini akan berlanjut ke hari-hari berikutnya mas," gumam Delima dalam hati.

"Baiklah mari kita sarapan dulu! Mama sudah masak sup kesukaan kita semua," imbuh Mama Isnah menata semua makanan yang ia masak bersam Mbok Tini tadi.

"Mbok yuk makan bersama kami," ucap Mama Isnah.

"Gak usah nyonya, nanti saya makan dibelakang saja," balas Mbok Tini tersrnyum.

"Gpp mbok gabung aja bersama kami!" timpal Papa Ardi.

Mbok Tini jadi tidak enak hati dan mau tidak mau dia pun bergabung bersama majikannya itu untuk makan bersama.

"Apa kalian tidak ada niatan untuk bulan madu?" tanya Papa Ardi memecah keheningan.

"Untuk sekarang sebaiknya ditunda dulu pah," jawab Erwin.

"Aku ikut kata mas Erwin aja pah," tutur Delima.

"Ini juga untuk masa depan rumah tangga kalian, ayolah! Apa sulitnya berbulan madu?" ujar Mama Isnah.

"Bukan begitu mah, Erwin memiliki banyak pekerjaan akhir-akhir ini," tutur Erwin lembut agar kedua orangtuanya itu mengerti posisinya.

"Baiklah," putus Mama Isnah.

Mereka pun melanjutkan sarapam mereka dalam diam.

***

SLOW UP YAH😊

JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA🤗

1
SRI HANDAYANI
aku kasih bunga se keranjang 🤩🤩🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
semoga endyng nya happy ❤❤
SRI HANDAYANI
kok kayak lagu kehilangan yaa...🤣🤣🤣
SRI HANDAYANI
lanjut thor 💪💪🌹🌹
SRI HANDAYANI
luar binasa sadisnya 😡😡😭😭
melting_harmony
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Cen Li
Luar biasa
Lutfi f
aku udh nyari tp gag ada
Tari Sirait: BOHONG INI JUDUL CERITANYA KAGAK ADA!?
total 1 replies
Jam'ah Sublie
kebaikan Erwin cuma ada kedua orang tua nya
Jam'ah Sublie
selalu saja wanita yg tersakiti
Fatih Qolbi
Top bgt pokoknya
stva 14
lanjutannya mana ya
May
keren
Lela Lela
sehatlah delima .
Lela Lela
semoga sembuh delimany thor
Lela Lela
sembuhkan author delimany
Lela Lela
semoga bahagia terus
Lela Lela
bagus akur erwin
Lela Lela
Awas kamu erwin jgn hanya di depan mama papamu baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!