NovelToon NovelToon
Kak, Aku Mencintaimu!

Kak, Aku Mencintaimu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:464.1k
Nilai: 4.5
Nama Author: Eli

Andre dan Indri kembali


Andrean Hadinata memiliki seorang adik angkat yg cantik dan baik hati yang bernama Indrian Hadinata. Tapi mereka terpaksa berpisah karena keluarga kandung Indri mengambilnya kembali.

Perpisahan mereka menjadi awal mula kesedihan dan penderitaan bagi Indri dan Andre.

Mereka berjanji untuk kembali bertemu ketika dewasa.

Apakah mereka bisa kembali hidup bahagia?
Lalu bagaimana dengan hubungan mereka? Apakah akan tetap menjadi kakak beradik yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain? Ataukah hubungan mereka akan berubah menjadi cinta yang tak dapat dipisahkan?

Ikuti kisahnya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tidak membutuhkan wanita lain dalam hidupku

" Bu, bangun! Kita sudah sampai dirumah. Andre, Indri bangun nak, pindahlah ke kamar kalian. Besok pagi kita akan habiskan waktu bersama "

Dimas membangunkan istri dan anaknya setelah mereka tiba dirumah. Anisa perlahan membuka matanya, Andre dan Indri pun membuka mata mereka

" Kalian pindahlah ke kamar. Andre, bantu adikmu pergi ke kamarnya! "

" Baik ayah. Ayo ndri! "

" Selamat malam ayah ibu. Selamat istirahat! "

Kata Indri sebelum dia melangkahkan kaki ke kemar bersama Andre

" Selamat malam sayang. Mimpi indah "

Kata Anisa kepada putri cantiknya itu. Andre dan Indri telah naik tangga menuju kamar mereka, namun Anisa masih terdiam memandang sang anak

" Ayo bu, kita istirahat juga! "

Ajak Dimas kepada sang istri yang sedang termenung memandangi kedua anaknya. Anisa menganggukan kepala dan berjalan mengikuti sang suami

" Kak,, kakak tidur dikamarku saja ya? Aku todak mau tidur sendiri! "

Kata Indri kepada sang kakak

" Baiklah. Kakak akan tidur di kamarmu "

Kakak dan adik itu akhirnya tidur bersama. Indri di atas tempat tidurnya, sedangkan Andre tidur di sofa bed yang terletak dikamar Indri

" Kak, apa setelah kita terpisah nanti,,, kakak akan melupakan aku? "

Tanya Indri sambil menatap langit - langit kamarnya

" Kakak tidak akan pernah melupakanmuu! "

Andre menjawab dengan penuh keyakinan

" Tapi,,, bagaimana jika tanpa sengaja kakak melupakanku karena kita berpisah terlalu lama? "

Indri berkata dengan sedih dan tanpa Andre tahu, adiknya itu kembali menitikan air mata

" Ehm,,, kalau begitu,,, ketika kamu dewasa nanti tempat mana yang ingin kamu kunjungi saat berlibur? atu mungkin saat kamu berbulan madu nanti? '

Tanya Andre kepada Indri

" Aku mau pergi ke Belanda, kata orang disana itu tempatnya sangat romantis untuk pasangan kekasih atau suami istri menghabiskan waktu bersama "

Jawab Indri sambil membayangkan keindahan tempat yang dikatakan orang lain itu

" Kalau begitu kakak akan ingat itu.. Ehm,,, bagaimana kalau kita membuat janji untuk bertemu disana nanti? "

Andre terdengar sangat antusias hingga dia yang sebelumnya dalam posisi terlentang kini merubah posisinya mengarah ke Indri dengan sebelah tangan menyanggah kepalanya

" Indri setuju. KIta akan bertemu di Waag ketika hari valentine 10 tahun lagi. Saat itu usia Indri sudah 22 tahun dan kakak 26 tahun. Jadi kakak pasti sudah punya pacar, atau bahkan tunangan. Jadi kakak harus mengenalkannya pada Indri. Setuju? "

" Kenapa harus 10 tahun lagi? Itu terlalu lama. Kakak tidak bisa menunggu sampai 10 tahun untuk bertemu kamu "

Andre merendahkan suaranya bertanya pada Indri

" Karena saat itu kakak pasti sudah meneruskan perusahan ayah dan Indri juga telah lulus kuliah. Jadi kita telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri untuk dapat pergi ke Belanda "

Indri bangun dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati Andre, lalu duduk di sebelahnya

" Tapi Ndri,,,, "

" Pokoknya 10 tahun lagi dan kakak harus bisa mengenali Indri. Janji? "

Indri mengangkat jari kelingkingnya agar mereka bisa menautkan jari kelingking mereka.

" Baiklah, kakak janji. Dan kakak akan mengingat semua tentangmu "

Mau tidak mau Andre menuruti apa kemauan adiknya. Indri tersenyum meskipun senyumnya terasa seperti dipaksakan

" Sudahlah kak. Ayo kita tidur agar besok tidak kesiangan "

Kata Indri sembari berbalik dan berjalan ke tempat tidur

" Selamat malam kak! "

" Malam Ndri "

Indri membelakangi Andre seakan dia tertidur namun,, dia justru kembali menitikan air mata tanpa suara

" Kak,,, bagaimana aku bisa melalui 10 tahun tanpa bertemu denganmu? Kamu pikir aku tidak akan kesulitan hidup tanpamu? Tapi aku harus melakukan itu kak. KIta harus menjadikan 10 tahun mendatang sebagai sebuah motivasi untuk kita menjalani hidup. Sesulit apapun itu, aku akan menanti saat kita bertemu nanti "

Indri akhirnya dapat tertidur, namun tidak dengan Andre. Dia terus terjaga dan hanya memandang wajah Indri semalaman. Ketika cahaya matahari mulai menyusup melalui sela - sela tirai ke dalam kamar yang gelap dan hanya diterangi lampu tidur yang remang - remang. Indri membuka matanya perlahan dan menatap Andre yang masih menutup mata, pura - pura tidur

" Kak, ksmu tampan tapi kenapa kamu tidak memiliki pacar? Apa jangan - jangan kamu,,,,? Ah,, bagaimana aku bisa tenang jika kamu ternyata tidak suka pada wanita "

" AAAhhh !!!"

Indri berteriak karena tiba - tiba Andre bangun dan mencubit hidungnya

"Jangan berfikir macam - macam. Kamu fikir aku tidak mendengar apa yang kamu katakan barusan, hah?

Aku ini pria normal yang menyukai lawan jenis, hanya saja aku belum menemukan gadis yang pas dan sesuai seleraku. Tidak, sebenarnya ada wanita yang aku suka "

Andre menjelaskan pada Indri

" Benarkah? Siapa dia? Katakan padaku kak! cepat beritahu aku siapa wanita yang beruntung itu? "

Indri begitu antusia mendengar jawaban dari kakaknya

" Wanita itu adalah,,,,, kamu dan ibu "

Jawab Andre dengan senyum ceria, tapi berbeda dengan Andre. Wajah Indri seketika berubah suram dan kesal. Lalu berbalik meninggalkan kakaknya

" Kakak menyebalkan! Mana bisa aku dan ibu disamakan dengan wanita lain. Tentu saja dia harus menyukai dan menyayangi kami. Karena kalau tidak, aku pasti akan membunuhmu "

Gerutu Indri yang sedang kesal, Andre hanya terdiam dengan senyum yang mengembang diwajahnya

" Tidak ada gadis manapun yang bisa menggantikan mu dan ibu. Kalian adalah dua wanita penting dalam hidupku. Aku tidak membutuhkan wanita lain dalam hidupku "

Andre dan Indri sudah selesai bersiap ketika sang ibu tengah menyiapkan bekal makanan untuk mereka bawa

" Selamat pagi ibu,, muach

Ada yang bisa Indri bantu gak? "

Indri dengan senyum ceria menyapa sang ibu dan memberikan ciuman disalah satu pipinya

" Ehem,, ehem,, ayah di cuekin! "

Dimas dengan nada bicara seakan merajuk dan sedikit mendelik pada Indri berusaha mengambil perhatian putrinya

" Ops,, maaf ayah, Indri tidak melihat ayah. Muach "

Indri menutup mulutnya dengan sebeklah tangan kemudian mendekati sang ayah dan memberikan sebuah ciuman padanya

" Maksudmu ayah yang sebesar ini tidak kelihatan, hah? "

Dimas memiliki perawakan tinggi dan kekar. DIa tampak gagah dan terlihat masih  muda

" Bukan itu maksud Indri. Kalau melihat ibu, semua perhatian Indri hanya terfokus pada ibu. Indri tidak bisa berpaling ke yang lain "

Indri berbicara dengan nada manja tapi ceria. NIsa hanya tersenyum dengan perkataan sang putri

" Apa yang ibu bawa untuk makan nanti? Dari baunya itu sepertinya sangat enak "

" Jangan beritahu Indri bu. Kalau tidak nanti itu semua tidak akan tersisa untuk dibawa sebagai bekal jalan - jalan kita nanti! "

Andre yang duduk di sebelah Dimas mengejek Indri

" Kakak menyebalkan. Awas ya indri cubit nanti! "

Indri berusaha mengejar Andre. Mereka berlarian saling mengejar mengitari meja makan di bagian dapur

" Sudah. Hentikan,, nanti kalian bisa terluka jika berlarian seperti itu! "

mereka pun berhenti dengan napas yang terengah - engah

" Apa semua sudah siap? "

Tanya Dimas kepada istrinya

" Sudah yah. KIta bisa berangkat sekarang "

" Horeee... Kita berangkat sekarang!!! "

Indri bersorak gembira, merekapun bergegas untuk pergi menikmati hari besama

" Ibu tidak boleh sedih. Ibu harus ceria karena hari ini ayah ingin menghabiskan waktu bersama dengan bahagia"

Nisa menganggukkan kepala setuju dan berjalan bersama suaminya

1
Tikaa
udah lupa jalan cerita ini,, 😂😂 3 tahun baru d up
Eli Haryaningsih: Aku aja lupa alurnya makanya ga up/Shhh/
total 1 replies
Aurora
Luar biasa
Tikaa
ini cerita bagus TAPI PENULISNYA PILIH KASIH BANGET BILANG LANJUTIN INI TPI D GANTUNG TRUS KSH PHP PEMBACA
Eli Haryaningsih: makasih sudah setia sama novel ini 🙏
total 1 replies
@shiha putri inayyah 3107
kok ga ada lanjutannya?...🤔🤔🤔
Cha Santri
iya Thor tamati satu2 dong novel nya biar gak gantung gitu
jadi penasaran
Akas Khanna
maap ni ya guys.... ak baca sambil ngiris bawang merah jd ya klo pada sedih maap yak....😁😭
Yuni Feni
thour tamatin ini dulu la thour biar gk gantung
ganty
kurang hot
Rosalina Imelda
Athoryang baik jangan lama-lama memutus ceritanya ya,sayang lama menunggu kan,terimakasih ya author yang baik.
Rosalina Imelda
Bahagia pembaca karena,Andre dan Riani sekarang sudah melewati masa-masa sulit yang difitnah,sekarang Riani(Indri) sudah bertemu ayahnya,abangnya Jeremi,dan sebentar lagi(Indri)hamil,terimakasih untuk author,yang membuat pembaca terharu,semoga author sukses selalu.
Shelma Fitriana
lanjut thor. kapan up nya?
nia fauziah akmal
ka eli lanjutin dong ceritanya
🍾⃝ ᴋɪͩᴍᷞ sͧᴇᷡᴏͣᴋ ʙɪɴ🌟🌟
Andre dan Indri 22nya nama anakku. Andre anak pertama Indri anak ke 2
Ririn Puspitasari
lanjut thor
Dheee•
aku bacanya sampe nangis 😭
sedih sekalii....aku smpe gk sdr klo air mata ku mengalir bgtu deras😭😭
Bayu Pratama
Lanjut donk thoor
Ayu
lanjut thot
Ayu
seru ni thor...apakah indrk akan bertemu dngan ayah kandungnya..
Liana P
lanjut tor
Nurul
lanjut thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!