NovelToon NovelToon
Sebuah Janji Di Balik Rindu

Sebuah Janji Di Balik Rindu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:596
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Saat Azka berbalik untuk menuju kelasnya sendiri, langkahnya mendadak terhenti. Di ujung koridor yang ramai, seorang murid baru berdiri memegang peta denah sekolah. Rambutnya sebahu, matanya bulat jernih—persis seperti mata bocah yang dulu suka duduk di dahan kamboja.

​Gadis itu menoleh. Pandangan mereka bertabrakan.

​Waktu seolah berhenti. Suara bising siswa-siswi yang lalu-lalang mendadak senyap di telinga Azka.

​"Azka...?" bisik gadis itu. Suaranya bergetar, memanggil nama yang selalu ia simpan rapi dalam doanya selama tiga tahun terakhir.

​"Anggi?" suara Azka nyaris tak keluar.

​Anggi tersenyum lebar, matanya berkaca-kaca. Ia melangkah maju dengan binar kebahagiaan yang tak mampu dibendung. Tiga tahun menunggu, pindah kembali ke kota ini, dan akhirnya takdir membawanya tepat ke hadapan laki-laki yang memegang janjinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Bawah Langit Sore

Suara gemuruh marching band memimpin di barisan terdepan, disikuti oleh kibaran bendera merah putih yang dibawa oleh tim paski. Di belakangnya, barisan karnaval berjalan perlahan menyusuri jalan protokol yang telah dipadati oleh warga sekitar dan orang tua murid yang antusias menonton.

​Sesuai dengan urutan barisan yang ditentukan panitia, Zayan dan Anggi berjalan di garda terdepan sebagai perwakilan utama sekolah.

​Keduanya tampil begitu memukau. Zayan tampak sangat gagah dengan busana adat bernuansa hitam dan emas lengkap dengan penutup kepala khas daerah, sementara Anggi berjalan begitu anggun di sampingnya dengan gaun adat yang senada serta hiasan kepala nan megah. Riasan tipis alami di wajah Anggi kian memancarkan kecantikan alaminya.

​Langkah mereka yang serasi dan senyum ramah yang terus terkembang ke arah penonton seketika mencuri perhatian semua orang sepanjang rute karnaval.

​"Wah, liat deh yang di depan! Cantik sama ganteng banget, pas banget kayak pengantin!" seru salah seorang warga dari tepi jalan sambil mengabadikan momen dengan ponselnya.

​"Iya, serasi banget! Itu murid kelas berapa ya? Kelihatan cocok banget!" sahut warga lainnya.

​Bisik-bisik kagum dan pujian terus bersahutan dari pinggir jalan. Mely yang berjalan di barisan belakangnya bersama teman-teman kelas X-1 hanya bisa tersenyum puas dan bangga melihat sahabatnya menjadi pusat perhatian.

​Zayan melirik pelan ke arah Anggi di sampingnya, lalu bersuara lembut di tengah riuhnya penonton, "Denger nggak, Gi? Banyak yang bilang kita serasi."

​Anggi tersentak pelan, pipinya langsung merona merah seakan merona mengalahkan warna bendera di depannya. Ia menunduk malu, berusaha menyembunyikan senyum cantiknya. "Kak Zayan bikin makin deg-degan aja..."

​Zayan terkekeh halus, matanya menatap Anggi dengan binar hangat yang sulit disembunyikan.

​Sementara itu, di barisan agak jauh di belakang, Azka dan Sheila berjalan berdampingan. Sheila tersenyum bangga mengenakan baju adat couple mereka, namun sesekali matanya melirik ke arah Azka. Azka sendiri tetap memfokuskan pandangannya lurus ke depan, berusaha keras mengabaikan sorak-sorai penonton yang memuji keserasian Zayan dan Anggi—sebuah bukti nyata bahwa Anggi kini telah menemukan tempat yang jauh lebih indah tanpa dirinya.

Acaranya karnaval budaya yang berlangsung meriah akhirnya usai ketika sang surya mulai tenggelam di ufuk barat. Warna jingga keemasan melapisi area lapangan sekolah, menyisakan kelelahan namun kepuasan di wajah para murid. Satu per satu siswa mulai berganti pakaian dan bersiap untuk pulang.

​Di tepi area parkiran sekolah yang kian sepi, Anggi berdiri sendirian sambil menggenggam ponselnya. Ia menghela napas panjang, menatap layar ponsel yang menampilkan tulisan Panggilan Tidak Diangkat.

​Sudah tiga kali Anggi mencoba menghubungi ayahnya untuk meminta jemputan, namun tetap tak ada jawaban. Kemungkinan besar ayahnya masih terjebak dalam rapat pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

​"Belum pulang, Gi?"

​Sebuah suara bernada hangat memecah kecemasan Anggi. Ia menoleh dan mendapati Zayan sudah berdiri di dekatnya. Cowok itu sudah berganti pakaian santai, mengenakan jaket kasual, dan menuntun sebuah motor matic besarnya keluar dari area parkir.

​"Iya nih, Kak," sahut Anggi agak canggung sambil mengusap tengkuknya. "Aku lagi coba telpon Ayah, tapi dari tadi nggak diangkat. Kayaknya masih sibuk kerja."

​Zayan melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul lima sore lewat. Matahari kian merendah, mempercepat datangnya malam.

​Zayan menghentikan motornya tepat di depan Anggi, lalu menyodorkan sebuah helm cadangan yang sudah ia siapkan.

​"Ayoo naik, ini udah sore banget," ujar Zayan dengan senyum ramah yang tak bisa ditolak. "Biar aku yang anterin kamu pulang sampai rumah."

​Anggi membelalakkan matanya pelan, sedikit ragu. "Eh... nggak apa-apa nih, Kak? Takutnya malah ngerepotin Kak Zayan."

​"Nggak ngerepotin sama sekali, Anggi," potong Zayan lembut. "Masa Ketua OSIS membiarkan pasangan karnavalnya kebingungan pulang sendiri saat jalanan mulai gelap? Udah, yuk naik."

​Anggi tak sanggup menahan senyumnya lagi. Dengan dada yang berdesir hangat, ia menerima helm itu lalu memakainya. Anggi perlahan naik ke atas jok belakang motor Zayan.

​"Udah siap?" tanya Zayan memastikan dari balik helmnya.

​"Udah, Kak," jawab Anggi pelan.

​"Pegang baju atau jaket aku ya biar nggak jatuh," pesan Zayan.

​Motor matic Zayan pun perlahan membelah keramaian jalan raya yang dibalut senja. Di sepanjang perjalanan pulang, hembusan angin sore terasa begitu sejuk. Anggi menyandarkan sedikit tubuhnya, merasakan kedamaian dan rasa aman yang tak pernah ia duga sebelumnya—bersama sosok cowok yang kini perlahan mengikis habis sisa-sisa bayang masa lalunya.

1
Lisa
Udh ending y Kak ? ceritanya bagus banget..👍
Lisa: 😊 gitu y Kak..kita tunggu karya selanjutnya y Kak..
total 2 replies
Lisa
Bahagia selalu y Anggi..
Lisa
Congratz y Anggi..semangat & sukses yaa 🙏
Lisa
👍 semangat Anggi utk menyongsong masa depan..
Lisa
Semangat y Anggi 💪
Lisa
Kayaknya Anggi bakal balik sama Azka lg nih .
Lisa
Ternyata Zayan selingkuh nih 🤭
Lisa
Congratz y Anggi..sukses y utk langkah selanjutnya 👍
Lisa
Aku mampir Kak
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!