Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22: Tawaran Menggiurkan dari Orang Luar
Malam di hutan terlarang kian terasa pekat dan menggigit.
Angin pegunungan berembus kencang melintasi celah-celah tebing curam di sisi timur Hutan Terlarang, menciptakan suara gemuruh yang bergema bagaikan raungan raksasa yang terbangun dari tidur panjangnya.
Lin Fan dan Chen Meng berdiri di tepi tebing jurang yang sangat dalam. Di bawah kaki mereka, kegelapan gulita membentang tanpa dasar yang terlihat, hanya diselimuti oleh pusaran kabut tebal berwarna ungu kehitaman yang memancarkan aroma getah kayu tua dan tanah basah.
"Lin Fan, di sanalah tempat tumbuhnya [Kayu Lontar Penjalin]," kata Chen Meng seraya mengarahkan sinar senter berdaya tinggi ke arah dinding tebing yang berjarak sekitar lima belas meter di bawah posisi mereka berdiri.
Di celah-celah batu cadas yang terjal dan licin itu, tampak sebuah pohon kecil berkulit hitam legam dengan daun-daun ramping berbentuk seperti bilah pedang. Batangnya tidak tumbuh lurus, melainkan menjalar membelit dinding tebing bagaikan urat-urat raksasa. Pohon itu memancarkan pendar cahaya keemasan tipis yang ritmis.
[Mendeteksi Material Kuno Ke-3: Kayu Lontar Penjalin]
[Lokasi: Dinding Tebing Jurang Hitam (Kedalaman 15 Meter)]
[Karakteristik: Tumbuhan Spiritual Pengikat Segel / Sangat Sensitif Terhadap Energi Luar]
[Peringatan: Medan Angin Ghaib Tebing Mampu Mengikis Energi Vital Pengikat]
"Pohon itu tumbuh di tempat yang sangat berbahaya, Fan," panggil Chen Meng khawatir saat melihat kecuraman tebing di depan mereka. "Sekali kamu terpeleset, jurang ini tidak memiliki dasar yang aman."
Lin Fan memeriksa tali tambang khusus yang melilit pinggangnya, lalu mengaitkan ujungnya ke sebuah batang pohon beringin tua yang terpatri kokoh di atas tebing.
"Tiga bahan ritual ini adalah kunci untuk merampungkan [Pagar Utama Tahap 3]," jawab Lin Fan tenang seraya membetulkan sarung tangannya. "Aku sudah mendapatkan Batu Inti dan Darah Serigala Kuno. Aku tidak boleh berhenti di langkah terakhir ini."
Lin Fan menyerahkan ujung tali cadangan dan beberapa lembar jimat pelindung kepada Chen Meng.
"Chen Meng, tetaplah di atas tebing ini. Jaga tali pengikat dan awasi keadaan sekitar dengan [Batu Penjernih Jiwa]-mu. Jika ada getaran ghaib mencurigakan dari arah desa, langsung beritahu aku," pesan Lin Fan tegas.
Chen Meng memegang tali pengikat itu dengan erat, menatap mata Lin Fan penuh keteguhan. "Hati-hati, Lin Fan. Aku akan menjaga posisiku di sini."
Lin Fan mengangguk tipis. Ia melangkah ke tepi tebing, lalu dengan perlahan mulai menurunkan tubuhnya menuruni dinding batu cadas yang licin.
Sfx: Srak... Srak...
Hantaman angin ghaib dari dasar jurang seketika menerpa tubuh Lin Fan. Udara dingin yang mengandung tekanan mistis mencoba mengacaukan aliran energi vital dalam pembuluh darahnya. Namun, pendar energi dari *Batu Inti Delapan Arah* yang terintegrasi di telapak tangan kanannya dengan cepat memancarkan perlindungan pasif, menetralkan guncangan angin tersebut.
Dengan ketangkasan fisik yang telah ditingkatkan oleh sistem, Lin Fan menjejakkan kakinya dari satu celah batu ke celah batu lainnya, bergerak mendekati posisi [Kayu Lontar Penjalin].
Sementara Lin Fan bertaruh nyawa di tebing Hutan Terlarang, sebuah pengkhianatan terselubung sedang dirancang di pinggiran Desa Sungai Hitam.
Di dalam sebuah warung kopi remang-remang yang sudah tutup di dekat batas selatan desa, Paman Zhang duduk berhadapan dengan seorang pria asing berpakaian serba hitam. Pria itu adalah perwakilan baru yang diutus oleh konsorsium investor kota setelah kegagalan Master Mo dan Tuan Wang semalam.
Pria asing itu meletakkan sebuah tas koper kulit berwarna cokelat di atas meja kayu yang berdebu.
Sfx: Klik!
Pria itu membuka kunci koper tersebut, memperlihatkan tumpukan lembaran uang kertas Yuan berdenominasi tinggi yang tersusun rapi di dalamnya.
Paman Zhang terperanjat hebat, matanya membelalak lebar memandangi tumpukan uang kertas yang memancarkan aroma kertas baru tersebut. Napasnya seketika menjadi buru-buru dan tidak teratur.
"Ini... ini..." gumam Paman Zhang terbata-bata, air liurnya hampir menetes.
"Lima ratus ribu Yuan tunai," kata pria asing itu dengan suara dingin dan datar. "Ini baru uang muka. Jika kamu berhasil menyelesaikan tugas kecil yang kami minta malam ini, lima ratus ribu Yuan sisanya akan langsung ditransfer ke rekening bankmu besok pagi."
Paman Zhang menelan ludah dengan susah payah, mengalihkan pandangannya dari tumpukan uang ke wajah pria asing di depannya.
"Tugas... tugas apa yang harus kulakukan?" tanya Paman Zhang dengan rasa serakah yang mengalahkan rasa takutnya.
Pria asing itu merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sebuah botol kaca berisi cairan berwarna merah keruh yang berbau busuk, serta selembar jimat hitam berukir simbol minyak tengkorak.
"Bocah bernama Lin Fan itu saat ini sedang tidak berada di rumahnya," jelas pria asing tersebut dengan senyuman licik. "Rumah tuanya dilindungi oleh benteng ghaib yang sangat kuat dari luar. Tetapi, benteng itu memiliki kelemahan mendasar: benteng itu tidak dirancang untuk menahan pengerusakan dari dalam oleh warga yang memiliki hubungan darah atau ikatan tetangga dekat."
Pria asing itu mendorong botol cairan merah dan jimat hitam ke arah Paman Zhang.
"Bakar jimat hitam ini dan siramkan cairan darah cemar ini ke empat sudut pondasi tiang utama rumah keluarga Lin dari dalam halaman mereka. Begitu cairan ini menyentuh kayu pondasi, benteng ghaib rumah itu akan runtuh seketika."
Paman Zhang agak ragu, membayangkan ingatan tentang bagaimana dua preman kota terpental memuntahkan darah di halaman rumah Lin Fan semalam.
"Tapi... tapi di dalam rumah itu ada ibu dan adiknya Lin Fan... Apakah tempat itu akan membakar mereka?" tanya Paman Zhang cemas.
Pria asing itu terkekeh pelan—sebuah tawa dingin yang tidak bermoral.
"Uang satu juta Yuan ini cukup untuk membuatmu memboyong keluargamu keluar dari desa reot ini dan hidup mewah di kota besar, Zhang," bujuk pria asing itu dengan nada memikat. "Apakah kamu akan membiarkan kesempatan emas ini hilang hanya demi nasib tetanggamu yang miskin itu?"
Tumpukan uang tunai di depan matanya seketika mengubur sisa-sisa nurani Paman Zhang. Hasrat akan kekayaan cepat dan rasa irinya yang mendalam terhadap keluarga Lin menghancurkan rasa perikemanusiaannya.
Paman Zhang meraih botol cairan merah dan jimat hitam tersebut, lalu memasukkannya ke dalam saku jaketnya dengan tangan gemetar.
"Aku... aku akan melakukannya malam ini juga," kata Paman Zhang dengan pandangan mata yang dipenuhi keserakahan gelap.
Kembali ke tebing jurang Hutan Terlarang...
Lin Fan kini berhasil berpijak pada sebuah tonjolan batu sempit, hanya berjarak setengah meter dari batang [Kayu Lontar Penjalin].
Pohon kecil itu bergetar pelan saat merasakan kehadiran Lin Fan. Batang kayunya yang membelit batu cadas memancarkan kilatan aura keemasan yang tajam.
[Sistem Pagar Iblis: Memandu Proses Memetik]
[Prosedur: Gunakan 'Darah Serigala Kuno' Untuk Mengolesi Pisau Belati Sebelum Memotong Akar Utama]
[Peringatan: Jangan Memotong Tanpa Tinta Darah Kuno, Atau Pohon Akan Hancur Menjadi Debu]
Lin Fan merogoh botol bermantra berisi darah serigala kuno yang didapatkannya dari Lembah Serigala Merah. Ia mengoleskan cairan darah merah keemasan tersebut secara merata ke atas bilah pisau belati kunonya.
Sfx: Bzzzzzt!
Bilah pisau belati itu seketika bereaksi, memancarkan pendar cahaya keemasan yang menyatu harmonis dengan aura *Kayu Lontar Penjalin*.
Lin Fan mengarahkan pisau belatinya ke pangkal akar utama pohon tersebut.
Sfx: Srik!
Dengan satu tebasan yang presisi dan cepat, Lin Fan memotong pangkal akar *Kayu Lontar Penjalin*.
Ajaibnya, bukannya tumbang atau runtuh ke dalam jurang, pohon kecil berkayu hitam itu menyusut perlahan hingga berukuran sepanjang lengan manusia, melayang pelan dan mendarat sempurna di dalam genggaman tangan kanan Lin Fan!
Sfx: Wuuusss!
Cahaya keemasan membumbung tinggi dari batang kayu tersebut, meresap masuk ke dalam lambang *Batu Inti Delapan Arah* di telapak tangan Lin Fan!
[Material Ke-3 Berhasil Diperoleh: Kayu Lontar Penjalin!]
[Seluruh Persyaratan Integrasi Pagar Utama Tahap 3 Telah Lengkap!]
[Kemajuan Integrasi: 100%]
[Pemberitahuan Sistem: Proses Pembuatan Pasak Pagar Utama Siap Dilakukan Di Pusat Rumah Tua Keluarga Lin]
Lin Fan memandangi kayu hitam memancar cahaya keemasan di tangannya dengan perasaan lega yang luar biasa. Tiga bahan kuno yang sangat langka dan berbahaya akhirnya berhasil ia kumpulkan sepenuhnya di bawah tekanan batas waktu yang ketat.
"Lin Fan! Cepat naik!" teriak Chen Meng dari atas tebing dengan suara penuh kecemasan.
Lin Fan menyelipkan [Kayu Lontar Penjalin] ke dalam ranselnya, lalu segera memanjat tali pengikat untuk kembali ke atas tebing.
Begitu sampai di atas, Lin Fan mendapati Chen Meng sedang memegang liontin *Batu Penjernih Jiwa*-nya yang berkedip-kedip merah kusam.
"Ada apa, Chen Meng?" tanya Lin Fan cepat.
"Liontin kakekku mendadak mendeteksi gelombang niat jahat yang sangat besar bertiup dari arah pemukiman desa," kata Chen Meng panik. "Seseorang di desa sedang mencoba merusak segel rumahmu dari dalam!"
Sfx: Bzzzzzt!
Layar sistem di depan pandangan Lin Fan seketika menyala merah maroon penuh peringatan ancaman!
[Peringatan Darurat Kategori A!]
[Radar Wilayah Mendeteksi Penyusupan Di Halaman Rumah Tua Keluarga Lin]
[Identifikasi Penyusup: Paman Zhang (Warga Desa / Tetangga)]
[Tindakan Penyusup: Menggunakan 'Cairan Darah Cemar' Untuk Merusak Tiang Utama Segel]
[Status Pagar Perlindungan Rumah: Terancam Runtuh Dari Dalam (Daya Tahan: 15%)]
Mata Lin Fan menyipit tajam, kilatan cahaya merah keemasan meledak membara dari manik matanya.
"Paman Zhang..." gumam Lin Fan dengan suara dingin yang memancarkan aura membunuh yang mengerikan. "Ternyata uang dari kota sudah benar-benar membutakan hatimu!"
Lin Fan mengepalkan tangannya kuat-kuat, merogoh energi vitalnya untuk mengaktifkan peningkatan kecepatan fisik penuh.
"Chen Meng, kita harus kembali ke rumah sekarang juga!" tegas Lin Fan.
Mereka berdua berlari kencang menembus kegelapan Hutan Terlarang, melaju secepat kilat menuju pemukiman Desa Sungai Hitam sebelum pengkhianatan Paman Zhang menghancurkan tempat tinggal keluarga Lin!