NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Gerbang Awan Ungu

​Angin berhembus lembut membawa aroma bunga teratai mistis saat Bangau Roh Raksasa menukik turun, menembus lautan awan yang menyelimuti wilayah Sekte Awan Ungu.

​Saat mereka semakin dekat, Lin Tian bisa melihat pemandangan yang membuat darahnya berdesir. Di udara, ratusan kultivator berlalu-lalang mengendarai pedang terbang, labu botol raksasa, atau hewan spiritual. Air terjun energi murni mengalir dari puncak-puncak gunung yang melayang, menciptakan pelangi yang tidak pernah pudar.

​"Ini adalah Sekte Awan Ungu," kata Utusan Zhao, menunjuk ke arah lima gunung raksasa. "Sekte ini dibagi menjadi lima puncak utama: Puncak Pedang, Puncak Alkimia, Puncak Formasi, Puncak Hukuman, dan yang terbesar di tengah adalah Puncak Utama Awan Ungu tempat kediaman Master Sekte dan para Murid Inti."

​Lin Tian mengangguk pelan. Pusaran Tubuh Penelan Kehampaan di Dantiannya berputar perlahan namun konstan, secara otomatis menyerap Qi murni di udara sekitarnya.

​Bangau roh itu mendarat di sebuah alun-alun raksasa yang terbuat dari batu giok putih di Puncak Utama. Begitu kaki Lin Tian menyentuh tanah giok tersebut, ia bisa merasakan energi spiritual yang merembes masuk melalui telapak kakinya. Tempat ini benar-benar surga kultivasi.

​"Ikut aku ke Paviliun Pendaftaran. Aku akan memberikan Medali Murid Inti milikmu," ucap Zhao Wu sambil berjalan memimpin di depan.

​Sepanjang perjalanan melintasi alun-alun, banyak murid berseragam putih (Murid Luar) dan berseragam biru (Murid Dalam) membungkuk hormat kepada Zhao Wu. Namun, tatapan mereka dengan cepat beralih menatap tajam ke arah Lin Tian yang berjalan di belakangnya, mengenakan kemeja hitam compang-camping dan hanya memancarkan fluktuasi Qi tingkat Pengembara Qi kesembilan.

​"Siapa pengemis itu? Berani sekali dia berjalan di belakang Utusan Zhao di Puncak Utama?" bisik seorang murid berseragam biru.

"Entahlah, mungkin budak baru yang dibeli Utusan Zhao dari dunia fana. Fluktuasi Qi-nya sangat lemah, bahkan belum menyentuh tahap Pondasi Bumi."

​Lin Tian mengabaikan bisik-bisik itu. Panca inderanya yang tajam menangkap setiap cemoohan, namun ekspresinya sedatar air danau yang tenang. Singa tidak menoleh saat anjing menggonggong.

​Mereka tiba di depan sebuah bangunan megah berlantai tiga dengan papan nama bertuliskan 'Paviliun Urusan Sekte'.

​Di dalam, seorang pria tua kurus berpakaian abu-abu sedang duduk di balik meja kayu gaharu, mencatat sesuatu di gulungan bambu.

​"Tetua Sun," sapa Zhao Wu.

​Pria tua itu mendongak. Matanya yang sedikit keruh menajam saat melihat Utusan Zhao. "Ah, Zhao Wu. Kau sudah kembali dari penjelajahanmu di perbatasan kota fana? Apakah kau membawa bibit yang bagus kali ini?"

​Zhao Wu tersenyum dan menarik Lin Tian ke depan. "Namanya Lin Tian. Aku menemukannya di Kota Daun Gugur. Tolong buatkan pelat identitas Murid Inti untuknya, dan berikan kunci Gua Kultivasi di tingkat ketiga Puncak Utama."

​Krak.

​Kuas di tangan Tetua Sun patah menjadi dua. Suasana di dalam paviliun mendadak senyap. Beberapa murid dalam yang sedang mengantre untuk mengambil misi sekte menoleh serempak dengan mata terbelalak.

​"Murid... Inti?" Tetua Sun mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap Lin Tian dari atas ke bawah. "Zhao Wu, apa kau sedang mabuk pil ilusi? Bocah ini baru di tahap Pengembara Qi tingkat kesembilan puncak! Jangankan Murid Inti, untuk menjadi Murid Dalam saja batas minimalnya adalah tahap Pondasi Bumi awal!"

​"Aku sadar sepenuhnya, Tetua Sun," balas Zhao Wu tenang. "Aku menggunakan hak veto-ku sebagai Utusan Perekrut untuk mengangkatnya langsung."

​"Lelucon macam apa ini?!"

​Sebuah suara angkuh menyela dari arah pintu masuk paviliun. Seorang pemuda tampan berseragam biru dengan sulaman perak di kerahnya berjalan masuk. Ia memancarkan tekanan Qi tahap Pondasi Bumi tingkat menengah. Di belakangnya, dua murid dalam mengekor seperti pelayan.

​"Kakak Senior Lu Ming!" Beberapa murid di dalam paviliun buru-buru membungkuk hormat.

​Lu Ming adalah peringkat ketiga di Daftar Murid Dalam. Ia hanya selangkah lagi untuk dipromosikan menjadi Murid Inti. Melihat seorang "pengemis" dari antah berantah tiba-tiba melompati antrean dan merebut posisi yang didambakannya, wajahnya dipenuhi kemarahan yang tertahan.

​"Utusan Zhao, aku selalu menghormatimu," kata Lu Ming sambil menangkupkan tangan, meski nada suaranya tidak menunjukkan rasa hormat sedikit pun. "Tetapi posisi Murid Inti hanya ada seratus di seluruh sekte. Setiap pelat identitas sangatlah berharga. Bagaimana mungkin sampah tingkat Pengembara Qi ini diberikan posisi itu? Jika Master Sekte tahu, kau bisa dihukum!"

​Zhao Wu menyipitkan matanya. "Lu Ming, keputusan Utusan Perekrut bukanlah sesuatu yang bisa dipertanyakan oleh seorang Murid Dalam sepertimu."

​"Aku tidak mempertanyakan keputusanmu, Utusan Zhao," Lu Ming tersenyum dingin, lalu menatap tajam ke arah Lin Tian. "Aku mempertanyakan kelayakan dia. Di Sekte Awan Ungu, kekuatan adalah kebenaran. Jika dia memang pantas menjadi Murid Inti, dia pasti bisa menahan tiga jurus dariku."

​Lu Ming tidak menunggu persetujuan. Niat membunuhnya meledak. Ia bermaksud mempermalukan Lin Tian, atau bahkan menghancurkan meridian pemuda itu agar Zhao Wu kehilangan muka.

​Energi Qi berwarna biru pekat meledak dari tubuh Lu Ming, membentuk pusaran angin tajam di sekitarnya.

​"Jurus Pertama: Jari Pembelah Angin!"

​Lu Ming menusukkan dua jarinya ke arah dada Lin Tian. Aliran Qi yang mematikan melesat membelah udara, membawa tekanan tahap Pondasi Bumi tingkat menengah yang membuat murid-murid di sekitarnya tercekik dan mundur menjauh.

​Zhao Wu bermaksud menepis serangan itu, namun ia berhenti saat melihat Lin Tian melangkah maju dengan wajah tanpa riak.

​Mutiara Kehampaan di Dantian Lin Tian bergetar, memompa kekuatan fisik murni ke seluruh otot dan tulangnya. Lin Tian mengepalkan tinju kanannya, tidak menggunakan teknik apa pun, murni melepaskan pukulan lurus ke depan untuk menyambut serangan jari Lu Ming.

​BUM!

​Bentrokan antara energi spiritual biru milik Lu Ming dan kekuatan fisik murni milik Lin Tian menciptakan ledakan angin yang menerbangkan gulungan-gulungan bambu di dalam paviliun.

​Ketika debu mereda, semua orang menahan napas.

​Jari Lu Ming tertahan tepat di depan tinju Lin Tian. Lin Tian tidak mundur satu langkah pun. Bahkan, lengannya tidak bergetar sama sekali. Sebaliknya, wajah Lu Ming berubah sedikit pucat, urat-urat di dahinya menonjol saat ia berusaha keras menekan maju, namun usahanya membentur dinding baja yang tak terlihat.

​"T-Tidak mungkin! Dia menahan serangan kekuatan penuh Kakak Senior Lu Ming dengan tangan kosong?!" jerit seorang murid.

​"Kekuatan fisik tahap Pondasi Bumi!" Mata Tetua Sun membelalak. Ia akhirnya mengerti mengapa Zhao Wu membawa pemuda ini.

​Lin Tian menatap mata Lu Ming dengan dingin. "Itu jurus pertama. Sangat menggelitik. Di mana dua jurus lainnya?"

​Merasa terhina di depan umum, Lu Ming meraung marah. "Jangan sombong, Sampah! Kau hanya mengandalkan tubuh fisik yang keras!"

​Lu Ming menarik tangannya dan memusatkan seluruh Qi di telapak tangannya, bersiap meluncurkan serangan pamungkas.

​Namun, sebelum Lu Ming bisa merapal jurus keduanya, Lin Tian sudah bergerak lebih dulu.

​Tiga Langkah Hantu Kehampaan!

​Sosok Lin Tian menghilang dari pandangan Lu Ming bagaikan hantu yang ditelan bayangan. Mata Lu Ming membelalak ngeri. Kecepatan ini... melebihi batas tahap Pondasi Bumi!

​Wush!

​Sebuah hembusan angin dingin menyapu telinga Lu Ming. Lin Tian tiba-tiba sudah berada di sisi kanan pemuda itu. Sebelum Lu Ming sempat memutar tubuhnya, telapak tangan Lin Tian menampar keras sisi wajahnya.

​PLAK!

​Suara tamparan yang luar biasa keras bergema di seluruh paviliun. Lu Ming terlempar seperti layang-layang putus, berputar tiga kali di udara sebelum menabrak dinding batu bata paviliun hingga retak. Ia meluncur turun ke lantai, memuntahkan darah segar yang bercampur dengan tiga gigi yang tanggal.

​Hening. Sunyi senyap seperti di pemakaman.

​Murid nomor tiga di Daftar Murid Dalam, seorang jenius di tahap Pondasi Bumi menengah, baru saja dikalahkan dengan satu tamparan biasa oleh seorang pemuda di tahap Pengembara Qi.

​Lin Tian mengibaskan tangannya santai seolah baru saja menepuk lalat. Ia menoleh ke arah Tetua Sun yang masih mematung dengan mulut setengah terbuka.

​"Tetua Sun," panggil Lin Tian sopan namun dengan nada yang tidak menerima bantahan. "Apakah aku sudah cukup layak mengambil pelat identitas itu sekarang?"

​Tetua Sun menelan ludah paksa, menatap Zhao Wu yang sedang tersenyum penuh kemenangan, lalu menatap Lin Tian. Pria tua itu buru-buru mengambil pelat giok berwarna ungu dari laci mejanya, mengukir nama Lin Tian dengan Qi-nya, dan menyerahkannya beserta sebuah kantong kain kecil.

​"I-Ini Pelat Murid Inti milikmu. Di dalam kantong ini ada seragam Murid Inti, pedang standar sekte, sepuluh Batu Roh tingkat rendah sebagai jatah bulanan, dan kunci menuju Gua Kultivasi Nomor 99 di tingkat tiga Puncak Utama."

​Lin Tian mengambil pelat dan kantong tersebut, lalu menangkupkan tangan. "Terima kasih, Tetua."

​Lin Tian menoleh ke arah Lu Ming yang sedang dibantu berdiri oleh dua pengikutnya. Wajah Lu Ming bengkak merah, menatap Lin Tian dengan kebencian yang mendalam dan rasa takut yang tersembunyi.

​"Dunia ini luas, Lu Ming. Jangan menilai kedalaman lautan hanya dari riak di permukaannya," ucap Lin Tian meminjam kata-kata Mutiara Kehampaan.

​Ia kemudian menoleh ke arah Utusan Zhao. "Senior, aku ingin segera menuju ke Gua Kultivasi untuk mengasingkan diri. Aku akan menerobos ke tahap Pondasi Bumi hari ini."

​Kata-kata itu diucapkan dengan santai, namun membuat jantung semua orang di ruangan itu berdegup kencang. Jika saat berada di tingkat Pengembara Qi saja kekuatannya sudah semengerikan ini... monster macam apa dia saat benar-benar memasuki tahap Pondasi Bumi?

​Zhao Wu tertawa keras, merasa keputusannya sangat tepat. "Pergilah! Ikuti cahaya penunjuk di pelat identitasmu. Dalam tiga bulan, Sekte akan mengadakan Ujian Alam Rahasia untuk para Murid Inti. Aku menantikan kejutan darimu di sana!"

​Lin Tian mengangguk, menyuntikkan Qi ke dalam pelat ungunya, dan melesat pergi meninggalkan paviliun.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!