NovelToon NovelToon
Luka Sebria

Luka Sebria

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: ririn rira

Seolah luka sayatan di tetes cuka. Begitu lah seorang gadis bernama Sebria. Kekasih yang begitu dicintainya tidak sengaja membuat kesalahan besar yang mengantarkan hubungan mereka pada sebuah perpisahan. Bersamaan itu juga telah terungkap rahasia kenapa Sebria di besarkan di panti asuhan selama ini. Demi penyembuhan diri Sebria menarima tawaran mutasi dari kantornya sehingga mempertemukan dirinya dengan anak pemilik perusahaan. Hubungan mereka berlanjut sampai ke pernikahan tapi sayangnya. Istana yang di tempati Sebria tidak sehangat awal pernikahan. Semuanya berubah beku karena insiden yang terjadi menyebabkan kelumpuhan untuk Sebria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana pernikahan

Matahari baru merangkak naik tapi Jehan sudah berdiri di depan pintu unit apartemen kekasihnya. Wajah pria itu berseri bahagia setelah semalam mengantongi restu sang ibu. Rasanya Jehan ingin memeluk bumi yang besar ini saking bahagianya. Sudut bibirnya bergerak tiada henti mengembang senyum sepanjang malam. Bahkan matanya enggan terpejam menanti pagi yang terasa lama datang.

"Je." Sebria berwajah bantal membuka pintu setelah tahu itu kekasihnya. "Pagi sekali." Ucapnya serak.

"Aku kangen." Tanpa perduli si gadis baru bangun Jehan memeluknya erat penuh rasa cinta. "Hari ini aku pengen disini sama kamu." Sambungnya melepaskan pelukan sambil mendarat tubuh di atas sofa.

"Aku ada janji sama Ayusa."

"Kemana, aku ikut ya." Jehan tidak mau berpisah. Ia mengambil cuti begitu tahu gadisnya juga cuti hari ini.

"Aku sama Ayusa mau ke butik. Dia fitting baju tunangan."

"Tunangan?" Jehan sedikit bingung. Pasalnya mereka tidak pernah bertemu lagi setelah kejadian malam itu. Bahkan ia tidak tahu kabar Ayusa yang akan bertunangan. "Jam berapa berangkatnya?" Tanya Jehan setelah menguasai diri kembali.

"Jam sepuluh. Kamu kayanya senang banget ada apa?" Sebria baru menyadari jika kekasihnya selalu tersenyum menatapnya penuh cinta.

"Mama sudah memberikan restu untuk kita."

"Restu..." Sebria berdebar mendengarnya. Bibirnya tertarik keatas bersamaan kaca-kaca kristal bening membingkai bola matanya. "Akhirnya." Ucapnya lagi dalam pelukan Jehan.

"Mama mau ketemu sama kamu membicarakan pernikahan yang kamu mau." Jehan juga melabuhkan kecupan cinta di atas pucuk kepala Sebria.

"Aku nggak punya pernikahan impian, Je. Bisa menikah sama kamu saja aku sudah bersyukur. Aku nggak mau orang-orang mempertanyakan latar belakangku yang membuat keluarga kamu malu. Cukup menikah dan mengundang beberapa orang yang dekat dengan kita."

Perasaan Jehan mencelos. Ia mengeratkan lingkaran tangannya sambil menekan rasa sesak didada. Sebria tidak memiliki pernikahan impian karena memikirkan wajah keluarganya. Jauh dalam lubuk hatinya membahagiakan Sebria adalah misi hidupnya. "Kapan punya waktu ketemu mama?"

"Terserah saja nanti malam juga boleh yang penting orang tua kamu nggak sibuk."

Jehan meleraikan pelukannya. "Ya udah mandi sana, kita cari makan diluar sebelum kamu menemani Ayusa kita makan diluar saja."

Sebria mengangguk membiarkan Jehan membekali kecupan lembut di keningnya. Di belakangnya Jehan masih tersenyum tapi pandangannya meredup. Bagaimana kalau kejadian malam itu diketahui Sebria. Apakah gadis itu memaafkannya? Apakah gadis itu bersedia menikahinya?

...****************...

Jehan dan Sebria memilih restoran yang akhir-akhir ini banyak di bicarakan. Mereka penasaran ingin makan disana. Ya, seperti yang viralkan makanan disana cocok dilidah mereka berdua. Jehan sesekali menyuapi Sebria. Iris matanya seakan ingin menelan kekasihnya itu saking cintanya menatap penuh kelembutan. Siapa pun tahu kalau Jehan sudah jatuh dalam perasaannya pada Sebria.

"Aku antar ke butik ya."

"Iya, habis dari butik kamu kemana?"

Jehan menerima bill sambil berkata. "Pulang, mau searching di internet. Model undangan sama gaya pernikahan kita nanti."

Sebria terkekeh kekasihnya itu begitu semangat. "Oke, nanti malam kita bicarakan lagi ya lebih serius."

Jehan mengangguk sambil menggenggam tangan mungil Sebria. Telapak tangan itu pas di genggamannya. Langkah mereka menuju pintu keluar. Sebria berjanji bertemu di butik pada Ayusa. Berkendaraan sambil bersenda gurau tanpa terasa sudah di pelataran butik. Jehan enggan melepaskan kekasihnya itu, ia berjanji di dalam hati jika nanti mereka menikah ia akan membuntuti kemana pun Sebria pergi. Ya, Jehan segila itu mencintai.

"Aku pulang ya." Pamit Jehan menurunkan kaca mobil. "Jam enam aku jemput kita ketemu mama sama papa."

"Iya hati-hati." Sebria melambaikan tangan lalu memutar tumit untuk masuk. Bersamaan itu suara klakson mobil berbunyi. "Kamu baru sampai?" Sebria berbalik setelah tahu itu sahabatnya.

"Iya." Ayusa turun dari mobil. Wajahnya semakin tirus dan memakai riasan tebal. "Kamu sudah lama?"

"Baru sampai di antar Jehan." Sebria mengapit lengan sahabatnya itu sambil tersenyum. "Sudah makan?"

Ayusa menggeleng. "Aku nggak selera makan akhir-akhir ini. Perjodohan ini tekanan paling besar buat aku."

"Sudah di omongin baik-baik sama orang tua kamu?"

Ayusa tersenyum getir. "Sudah tapi mereka tetap dengan rencana nya. Kamu tahu siapa tunangan ku?"

Sebria menggeleng sambil mengingat. "Kita belum pernah bahas ini yang aku tahu kamu di jodohkan gitu aja."

"Kanaga atasan kamu di kantor."

"Pak Naga?" Pekik Sebria. "Ya Tuhan, dia tampan sekali, Yus. Hampir semua betina di kantor pengen jadi ceweknya. Tapi orangnya cukup serius dan pendiam."

"Aku belum pernah ketemu. Waktu pertemuan keluarga aku nggak ikut terus fotonya juga nggak aku lihat." Ujar Ayusa santai.

"Mahkluk setampan itu kamu anggurin?" Sebria menggeleng. "Aku juga punya kabar bahagia buat kamu."

"Apa?"

"Tante Diana merestui kami, akhirnya setelah beberapa tahun Jehan mendapatkan restu ibu nya." Sebria begitu sumringah.

"Syukurlah. Aku berusaha berdamai dengan keadaan ini, menerima Kanaga dengan baik. Apalagi kata kamu dia tampan." Sudut bibir Ayusa tertarik lebar. Dalam dadanya begitu plong setelah memikirkan semuanya dengan tenang.

"Kamu mau lihat fotonya?" Sebria meraih ponselnya lalu membuka galeri. "Ini Kanaga."

"Tampan dari Jehan." Ayusa mengambil alih ponsel itu lalu memperbesar foto nya.

Sebria mencebik kesal. "Kanaga memang tampan tapi aku cintanya sama Jehan."

"Iya-iya."

Mereka masuk kedalam butik lalu di sambut pegawainya. Bicara dengan menejer butik itu beberapa menit. Ayusa di minta mencocokan baju. Sementara Sebria duduk di sofa menunggu dan menilai.

"Sebria."

"Pak Naga." Gadis itu terkejut karena kedatangan atasannya. "Bapak mau fitting baju juga?"

"Kamu sudah tahu?" Kanaga tersenyum sambil mendaratkan tubuhnya di samping gadis itu.

"Ayusa sahabat saya Pak, dia baru memberitahu saya kalau tunangannya Bapak."

Kanaga mengangguk. Tidak lama Ayusa keluar dengan gaun yang baru. Manik matanya terpaku pada pria disamping Sebria. Kenapa ibunya tidak memberi tahu kalau Kanaga juga ikut fitting baju.

"Kurang cantik." Celetuk Sebria mengalihkan tatapan Ayusa.

"Cantik yang tadi, 'kan?"

"Iya." Sebria memperlihatkan beberapa foto yang di ambil dari ponselnya. "Bagaimana Pak?"

"Saya suka yang ini." Ucap Kanaga satu selera sama Sebria.

Ayusa kembali masuk dan merasa puas dengan gaun pertama pilihannya. Sementara Kanaga menyesuaikan dengan gaun pilihan Sebria.

"Pak Naga, calon istri anda pingsan." Seru pelayan sedikit berteriak.

Sebria dan Kanaga gegas bangkit dari duduknya tapi langkah Kanaga terhenti di depan tirai tidak mau melanggar batasan Ayusa.

"Pak masuk saja, Ayusa sudah memakai pakaian lengkap. Kita ke rumah sakit saja." Panggil Sebria yang membantu di dalam.

Kanaga masuk lalu membopong tubuh Ayusa. Gadis itu masih terpejam sementara Sebria melangkah cepat mengekori membawa tas Ayusa. Di dalam mobil Sebria duduk lebih dulu menjadikan bahu sebagai sandaran Ayusa sambil berusaha membangunkan sahabatnya itu.

1
Susi Akbarini
ya ampunnnn..
nyesek bnagettt..
masih mengutamakan shabat.

❤😍😍❤❤❤
Susi Akbarini
itu namanya tekakanan batin jehannnn..
ayusa pura2 baik2 saja..
padahal dia kan cinta ama jehan..
lama2 ya sakit2an gak terbalas cinta..
apalgipaaca melahirkan
😍😍😍❤❤❤
Wiwin niasari
kok ujian terus buat sebria...yg kuat ya sebria🤭
Wiwin niasari
kok nyesek ya jd jehan🥹🥹
Wiwin niasari
berawal dr buku yg berjudul MEMINJAM IBU SEHARI lagsung lari ke sini...& ternyata ceritumu se luarbiasa itu thor...semangat terus thor /Drool//Kiss//Kiss//Kiss/
Ririn Rira: terimakasih kak 🥰
total 1 replies
Lisa
ya lebih baik pisah supaya Bria tidak makin tertekan krn egonya Deric..utk Deric diliat aj apakah dia akan mendptkan istri yg lbh baik dr Bria..
Lisa
Jahat & egois Deric itu..moga aj dia yg bermslh jdi meskipun nnti dia nikah dgn wanita lain tetap tdk punya keturunan..
Lisa
ya Kak..kasihan Bria..suami yg egonya tinggi..cepat pulih y Bria..
Ayuwidia
Aku tunggu buku barunya, Kak 🥰
Ayuwidia
Benar kata Kanaga. Tapi sudahlah, biarkan Deric berteman rasa sesal dan biarkan Sebria mendapatkan kebahagiaan
Ayuwidia
Definisi suami jahat. Mau enaknya, nggak mau pahitnya. Kelak dia akan menyesal karena telah melepas batu permata, dan Bria akan diratukan oleh pria yg tepat. Aku berharap, pria itu Jehan
Ayuwidia
Deric suami yg teramat sangat egois. Merasa benar dan enggan mengalah sedikit pun
Human
smg yg bermslh tdk bs punya keturunan itu Deric sndri meskipun nanti menikah dgn perempuan lain,biar merasakan penyesalan seumur hidup ,gimana sakitnya dituduh tdk bs beri keturunan sprti Sebria,
Ayuwidia
Egonya bikin Gedeg

Next, lanjut Kak Ririn. 🥰
Ayuwidia
Jahattt banget omongannya!!!
Ayuwidia
Laki2 kaya' gini nggak patut dipertahankan jadi suami. Mungkin, hanya Jehan yg benar2 tulus pada Bria
Lisa: Ya Kak..makin hari makin menyebalkan kata² Deric itu..udh lebih baik pisah aj Bria..
total 1 replies
Ayuwidia
Betul, sosok mama mertua yang bijak
Ayuwidia
Deric suami yang teramat sangat egois. nggak memikirkan gimana perasaan istri. Seolah perkataan dan pemikirannya yg paling benar
Ayuwidia
Keona meski masih sangat muda, tapi pemikirannya dewasa dan tegas. Bisa menjadi pelindung Sebria 👍🏻👍🏻👍🏻
Ayuwidia
Aku merasa, hanya Jehan yang mencintai Sebria dengan tulus
Wiwin niasari: setuju
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!