NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Kehidupan Kedua Sang Nyonya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Pelakor / Kelahiran kembali menjadi kuat / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Karin mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendukung suaminya Dimas menuju kesusksesan. Setelah berada di puncak kesuksesan, Suaminya justru mengkhianatinya dengan membawa pulang wanita muda dengan berniat untuk di jadikannya istri kedua. Lebih menyakitkan nya lagi keluarga suaminya ikut mendukung dan bahkan merendahkanya. Seolah pengorbanannya selama bertahun-tahun tidaklah berarti.

Saat nyawanya berakhir karena ulah sang pelakor. Karin terbangun kembali di masa lalu tepat saat Suaminya membawa wanita itu kerumahnya. Di beri kesempatan kedua Karin berubah menjadi wanita kuat dan bersumpah akan membalas rasa sakitnya di kehidupan sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Di ruang rapat perusahaan, Dimas sedang memimpin rapat bulanan bersama para manajer. Ia berdiri di depan layar presentasi sambil menjelaskan target perusahaan untuk beberapa bulan ke depan. Semua peserta rapat memperhatikan dengan serius hingga suara getaran ponsel di atas meja memecah konsentrasi mereka.

Dimas melirik layar ponselnya sekilas. Awalnya ia berniat mengabaikannya karena mengira hanya pesan biasa. Namun, begitu melihat notifikasi dari Vina, wajahnya langsung berubah.

"Apa?" gumamnya tanpa sadar.

Ucapan itu membuat seluruh peserta rapat menoleh ke arahnya.

"Pak Dimas, ada masalah?" tanya salah seorang manajer dengan hati-hati.

Dimas buru-buru mematikan layar ponselnya dan menggeleng. "Tidak ada. Kita lanjutkan rapat."

Meski begitu, pikirannya sudah tidak lagi berada di ruang rapat. Baru beberapa menit ia mencoba kembali fokus, ponselnya kembali bergetar. Notifikasi transaksi lain kembali masuk sekarang dari Ibunya. Dimas menggertakkan giginya sambil mengepal ponselnya erat.

"Karin..." desisnya pelan. "Sebenarnya kenapa dengan perempuan itu?"

Sementara itu, di dalam kamar, Karin masih sibuk merapikan pakaian-pakaian barunya ke dalam lemari. Ia menggantung blazer, gaun, dan blus sesuai warna hingga isi lemari yang semula dipenuhi pakaian kusam kini tampak jauh lebih hidup. Sesekali senyum tipis terukir di bibirnya. Perubahan sederhana itu saja sudah membuat suasana kamarnya terasa berbeda.

Tak lama kemudian, pandangannya beralih ke tumpukan pakaian lama yang memenuhi atas tempat tidur. Ia mengembuskan napas pelan sambil memandangi satu per satu pakaian yang dulu hampir setiap hari dikenakannya.

"Sudah waktunya kalian pergi," gumamnya lirih.

Tok... tok...

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.

"Nyonya."

"Itu Bi Darmi," ujar Karin pelan sebelum menjawab, "Masuk saja, Bi."

Pintu terbuka perlahan. Bi Darmi masuk dengan senyum ramah, tetapi senyum itu berubah menjadi heran saat melihat pakaian berserakan di atas tempat tidur.

"Nyonya sedang beres-beres?"

"Iya, Bi. Tolong pakaian-pakaian ini dikemas."

Bi Darmi mengernyit. "Dikemas? Mau disimpan di gudang?"

Karin menggeleng pelan.

"Bukan. Tapi di buang saja."

Bi Darmi membelalakkan mata.

"Semuanya, Nyonya?"

"Semuanya."

"Tapi... pakaian-pakaian ini sepertinya masih bagus."

Karin tersenyum kecil sambil mengangkat salah satu blus berwarna pastel.

"Masih bagus untuk orang lain. Tapi tidak lagi untukku."

Bi Darmi akhirnya mengangguk. "Baik, Nyonya."

Ia segera mengambil beberapa kardus kosong dan mulai melipat pakaian satu per satu. Selama bekerja, diam-diam ia terus memperhatikan Karin. Entah mengapa, nyonya mudanya kini terlihat sangat berbeda. Cara bicara, cara berdiri, bahkan sorot matanya memancarkan ketegasan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Dalam hati, Bi Darmi justru merasa senang melihat perubahan itu.

Di sisi lain, Dimas sudah tidak sanggup lagi berkonsentrasi mengikuti rapat. Ia menatap pesan dari Vina dan Ibunya, juga notifikasi transaksi dari butik, salon, toko kosmetik, hingga butik tas bermerek yang tadi terus berdatangan dengan nominal yang semakin besar.

Akhirnya ia berdiri dari kursinya.

"Rapat kita cukup sampai di sini."

Para manajer saling berpandangan.

"Pak, bukankah masih ada dua agenda lagi?" tanya salah seorang di antara mereka.

"Ada urusan mendesak."

Jawaban itu singkat, tetapi nadanya tak memberi ruang untuk dibantah. Dimas langsung meraih jasnya, memasukkan ponsel ke saku, lalu melangkah cepat keluar dari ruang rapat dengan wajah dipenuhi amarah.

Di sepanjang perjalanan menuju parkiran, ia berusaha menahan emosinya.

Ia ingin segera pulang dan meminta pertanggungjawaban istrinya atas semua pengeluaran yang baru saja menguras isi rekeningnya.

1
Thewie
terlalu bertele tele.
Dede Dedeh
perasaan setiap episode nya kok cina and the geng yg selalu menang, karin terlalu lambat memberi balasan,,, kecewa aku thor/Pray/
Thewie
sikarin kayak jadi bodoh. keluar dr rmh itu kenapa. bawa smua berkas2 penting. ini pake acara belanja belanja . bodoh bodoh
Irma
puas banget 🤣🤣🤣 lanjut Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!