NovelToon NovelToon
Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Nikahmuda / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Kegiatan kemping Pramuka yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi petaka, kala seseorang dengan sengaja mengubah arah tanda panah penunjuk jalan. Daniel dan Zeya tersesat hingga terpaksa bermalam di sebuah pondok tua. Demi bertahan dari dinginnya malam yang bisa menyebabkan hipotermia, mereka pun saling menghangatkan tubuh.

Pagi harinya, warga desa menemukan mereka dalam keadaan berpelukan. Tanpa mau mendengar penjelasan, keduanya langsung dibawa ke Balai Desa dan dipaksa menikah sesuai hukum adat yang berlaku.

Daniel dan Zeya mengira semuanya akan selesai setelah pernikahan itu. Namun, mereka kembali dikejutkan oleh aturan adat yang melarang pasangan pengantin meninggalkan desa sampai waktu yang ditentukan.

Terjebak dalam pernikahan yang tak terduga, Daniel dan Zeya harus menjalani hari-hari bersama di desa, apakah Daniel dan Zeya akan terpuruk atau justru bangkit memulai hidup baru mereka di sana?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;
"Menikah Karena Jebakan"
karya Moms TZ, buka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27.

Hari ini terasa berbeda, Dr. Rangga yang kebetulan sedang libur tugas meluangkan waktu menjemput Maura sendiri di sekolah bersama Bu Safira. Sesuatu yang biasanya dilakukan oleh sopir pribadinya.

Saat Maura keluar dari gerbang sekolah bersama Jenna dan dua temannya, matanya langsung terbelalak melihat mobil ayahnya terparkir di sana. Belum lagi saat pintu kemudi dan penumpang terbuka, kedua orangtuanya turun menghampirinya.

"Papa... Ibu? Kenapa datang kemari? Ada apa?" tanyanya heran sekaligus bingung.

Bu Safira tersenyum hangat lalu memeluk bahu putrinya. "Kami ingin menjemputmu hari ini, Sayang."

"Bukankah biasanya Pak Ali yang menjemputku?" tanya Maura seraya menatap ibu sambungnya takjub.

"Nggak pa-pa, sesekali," jawab Bu Safira sambil melirik ke arah sang suami. "Lagipula Papa dan ibu ingin mengajak kalian merayakan sesuatu bersama-sama."

Maura sebenarnya merasa penasaran, tetapi ia urungkan niatnya untuk bertanya, kala sang ibu melangkahkan kakinya menghampiri Jenna yang berdiri tak jauh dari mereka.

"Hai, Jenna, ketemu lagi kita," sapa Bu Safira sambil tersenyum ramah.

Jenna mengangguk pelan lalu mencium tangan Bu Safira. "Siang, Tante."

"Kebetulan habis ini kita berniat ke suatu tempat. Dan tante berniat mengajak Jenna untuk bergabung bersama kami," kata Bu Safira lembut.

"Jenna nggak usah khawatir nanti diantar pulang, kok. Gimana... Jenna mau, kan?" lanjutnya bertanya.

Jenna langsung menggeleng sopan. "Makasih banyak Tante, tapi Jenna nggak ingin merepotkan. Jenna langsung pulang saja sama teman-teman yang lain."

"Nggak merepotkan sama sekali," sahut Dr. Rangga yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka. "Kami memang sengaja menjemput Maura justru karena ada yang ingin kami bicarakan denganmu. Sebentar saja, kok. Nggak lama."

Melihat ketulusan di wajah mereka, Jenna akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah... kalau begitu Jenna ikut."

Mereka pun berangkat menuju sebuah kafe kekinian yang nyaman di pinggir kota. Sesampainya di sana mereka menempati kursi yang telah direservasi sebelumnya. Bu Safira memesan makanan dan minuman kesukaan masing-masing.

Dr Rangga menatap Maura dengan pandangan penuh haru dan kebanggaan.

"Maura... Papa dan Ibu sangat bangga padamu," ucapnya tulus sambil menepuk lembut punggung tangan putrinya yang ada di atas meja. "Semoga kamu terus konsisten menjadi pribadi yang lebih baik lagi."

"Dan... maafkan Papa juga ibu, karena semua ini adalah rencana kami," sambung Bu Safira.

Maura tersenyum tulus, netranya berkaca-kaca. "Justru aku yang seharusnya meminta maaf. Aku tahu, apa yang Papa dan Ibu lakukan hanyalah demi menyelamatkanku. Makasih, aku janji akan berusaha menjadi sosok yang membanggakan untuk Papa dan Ibu."

Dr. Rangga dan Bu Safira merasa terharu melihat ketulusan Maura. Kemudian perhatian Bu Safira beralih kepada Jenna yang duduk di sampingnya. Wajahnya berubah menjadi lebih lembut dan penuh rasa terima kasih.

"Dan untuk, Jenna...Tante mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ucapnya tulus.

"Terima kasih sudah membantu kami dengan berani bertindak sejauh ini. Tante tahu Jenna sengaja melakukannya karena marah, dan ingin membalaskan sakit hati Zeya. Tapi tanpa itu semua, mungkin Maura nggak akan pernah merasakan bagaimana menjadi pesakitan, dihujat, dibenci dan dipandang sinis," jelasnya menambahkan.

Jenna terkejut dan tersenyum canggung sambil mengusap tengkuknya yang tertutup hijab.

"Tante... Jangan terlalu berlebihan." Jenna menahan haru, tak menyangka bahwa tindakannya akan mendapatkan ucapan seperti itu. "Jenna cuma melakukan apa yang menurut Jenna benar. Dan juga bersyukur akhirnya Maura sadar, berani mengakui semuanya."

Dr. Rangga tersenyum mendengar jawaban Jenna. "Itu adalah pelajaran berharga untuknya. Semoga ke depannya akan lebih berhati-hati dalam bertindak. Bahwa setiap perbuatan jahat yang dilakukan pasti memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan."

"Kalian berdua anak-anak yang hebat. Tetaplah saling menguatkan dalam hal kebaikan, persahabatan yang tulus akan membawa keberkahan," lanjutnya dengan bijaksana.

"Oh ya, week end nanti, Om dan tante berencana mengunjungi Zeya dan Daniel," ujar Bu Safira. "Apa Jenna mau ikut?"

Wajah Jenna seketika berbinar. "Benarkah, Tante? Jenna boleh ikut? Jenna sudah kangen sama Ze."

Bu Safira tersenyum lega. Siang itu berlalu dengan penuh canda tawa hangat. Beban yang selama ini membebani hati mereka perlahan luruh, berganti dengan harapan baru yang cerah.

...

Malam hari di Desa Sekar terasa begitu tenang dan damai. Daniel bersama Zeya baru saja selesai belajar lalu memutuskan untuk duduk di teras rumah sambil menikmati pemandangan langit penuh bintang serta semilir angin yang berembus pelan. Suara binatang-binatang malam saling bersahutan membuat suasana semakin syahdu dan menenangkan hati.

"Ze... Kamu pernah merasa menyesal nggak? Harus menjalani semua ini bersamaku?" tanya Daniel tiba-tiba memecah keheningan.

"Kita terpaksa harus menikah muda, terjebak di sini, meninggalkan sekolah dan semua rencana kita di masa depan..."

Zeya menoleh ke arah Daniel, lalu menggeleng mantap. "Nggak, Niel. Kalau memang takdir membawaku ke sini bersamamu, aku ikhlas menjalaninya. Karena aku yakin kamu orang yang bertanggungjawab dan bisa diandalkan."

Tatapan Zeya yang tulus membuat perasaan Daniel yang selama bertahun-tahun tumbuh di hatinya seolah kembali menemukan harapan.

Dengan hati-hati, dia menggenggam tangan Zeya. "Terima kasih... karena masih tetap percaya padaku."

Zeya tidak menarik tangannya. Ia hanya menunduk malu, membiarkan jemarinya tetap berada dalam genggaman Daniel.

"Aku nggak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi aku berjanji akan bekerja keras. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa kamu banggakan."

Zeya mengangkat wajahnya perlahan, lalu tersenyum hangat. "Aku percaya kamu pasti bisa."

Mendengar jawaban itu, rona wajah Daniel perlahan melembut, senyum tulus merekah di bibirnya. Dia merasa memiliki harapan yang begitu besar bahwa suatu saat cintanya akan bersambut.

"Terima kasih, Ze. Kamu selalu bisa membuat hatiku tenang," ucapnya lirih, lalu mengecup kening Zeya penuh perasaan.

Malam itu pun berlanjut dengan obrolan ringan yang hangat di antara mereka, bertukar pikiran tentang harapan dan cita-cita yang ingin mereka wujudkan bersama di masa depan.

...

Tak jauh dari sana, di kediaman Pak Kades, suasana tampak sedikit lebih hidup. Beberapa Tetua Adat beserta Pak RT duduk melingkar sambil menyeruput kopi panas guna mengusir udara yang semakin dingin.

"Sejujurnya saya merasa sayang melihat potensi desa kita yang sebenarnya bagus, tapi jalan di tempat begini saja terus," ujar Abah Abdul salah satu Tetua Adat yang paling dituakan. "Lahan subur banyak, air melimpah, tapi warganya masih sulit maju karena kurangnya inisiatif dan modal."

Pak Kades mengangguk setuju. "Betul sekali, Abah. Kita memang butuh penyemangat baru untuk menggerakkan warga."

Pak RT yang sedari tadi menyimak obrolan langsung bersuara. "Ngomong-ngomong, tadi sore saya bertemu Daniel dan Zeya. Dia berencana menyewa lahan kosong milik Pak Hadi yang di pinggir desa itu untuk dijadikan lahan pertanian."

Mendengar hal itu, Abah Abdul langsung tersenyum penuh arti. "Sepertinya doa kita mulai terkabul," ucapnya pelan tetapi terdengar mantap. "Kehadiran mereka berdua di sini bukan sekedar kebetulan, melainkan rencana Tuhan untuk membawa perubahan besar bagi desa kita ini."

Ucapan Abah Abdul serta-merta membuat yang lain saling berpandangan seolah menuntut jawaban.

1
Aditya hp/ bunda Lia
mereka menunda kuliah demi usaha mereka di desa yang terus berkembang
𝐈𝐬𝐭𝐲
mereka semangat dengan usaha barunya sehingga menunda kuliah, semoga mereka bisa sukses...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Patrick Khan
danil zeya gk kembali ke sekolah kah🤔🤔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti sekolah lagi
total 1 replies
Patrick Khan
bahar kau ribet bgt sih🤣🤣🤣
Nar Sih
panen pertama berhasil juragan
Aditya hp/ bunda Lia
si Bahar dah tua di bui juga bukannya sadar malah tambah gila ... ini lagi anak buahnya sama2 gila
vj'z tri
hei Bambang lu B2 juga ambil kan ? hayooo ngaku 🫵/Slight/
vj'z tri
Alhamdulillah 🤲🤲🤲onah sadar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bahwa ... kata Moms jemurannya masih harus di gantung meski kemarau tapi belum kering gantung .. ya gantung .... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: biasa kan pas lagi seru dan pinisirin bingit ... gantung 😁
total 2 replies
Nar Sih
malu kan bu yuni 🤣slh sendiri punya mulud pedes klau ngomong
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
makanya jangan suka nyiyir dan julid kamu teh yuniiiiii .....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
dgn hadir nya zheya daniel di desa tersebut pssti lbih maju dan makmur
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
Nar Sih
siap momz ,udah hadir disana👍🥰
Nar Sih
zhe dan maura udh semakin akur yaa,tmbh dekat satu dan yg lain nya ,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: alhamdulillah
total 1 replies
Nar Sih
semoga ujian nya lancar dan bisa lulus dgn nilai terbaik ya daniel zhee☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin mam
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kirain karya baru lagi ternyata mbak ayang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣 terkecoh
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
semangat ujiannya Niel ze
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bund🫰
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya hukuman yg pas untuk mu juragan bahar dan bnr kta ayah mu zhe ,hati,,dgn juragan bahar yg pasti gak akan diam sja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!