Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.
Gymora pulang ke rumah dengan diantar supir.
Dia melepas sepatu dan ingin masuk ke dalam kamarnya, tiba- tiba ibunya malah menamparnya dengan kuat.
Gymora menatap ibunya bingung, "bukankah aku sudah menuruti kak Wiliam? Apa salahku?" Gumamnya dalam hati.
Ia masih merasa bingung tentang penyebab amarah ibunya.
Tiba-tiba, kedua bola matanya membelalak sempurna, saat teringat hal yang sebelumnya dilakukan olehnya dan ketahuan oleh Draka.
"Dasar anak tidak berguna, kamu kenapa mempermalukan keluarga Sasami dengan mencuri teknologi Inti Biome!"
Gymora malah semakin bingung dengan tuduhan tidak masuk akal dari ibunya.
Lalu ibunya melemparkan sebuah masker pendingin untuk wajahnya yang bengkak.
"Kompres wajahmu dulu! Aku nggak mau ada orang yang melihat topengku," ucapnya dengan nada ketus.
Semua baju branded dan pakaian bagus miliknya adalah milik ibunya, Gymora tidak diperbolehkan untuk menyimpan apapun.
Citra keluarganya yang selama ini bagus, hanya topeng untuk memajukan bisnis ibunya.
Gymora mengambil masker itu, lalu menerima ponsel ibunya yang disodorkan padanya.
Disana ada artikel, bahkan teknologi inti Biome di universitas Utara sebenarnya bukan ditemukan oleh Gymora.
Penemu teknologi Inti Biome yang sebenarnya adalah "Kania Gunawan".
Di medis sosial, taggar nama "Gymora" trending menjadi nomor 1.
Bahkan semua orang mengutuk dirinya.
"Mama akan mencabut semua fasilitas milikmu. Mama tahu, kalau selama ini salah, karena mendidikmu dengan keras. Tapi mamah nggak pernah mendidikmu untuk menjadi pencuri," kata Gwen seraya masuk ke dalam kamar Gymora.
Gymora masih mematung, dia tidak menyangka setelah menyerahkan teknologi inti Biome pada Wiliam.
Wiliam malah menyerahkannya pada Kania, tapi apa alasannya kenapa dia menyerahkannya pada Kania.
"Apakah mereka berdua sebenarnya ada hubungan?" gumam Gymora dalam hatinya, tatapannya kosong dia masih sangat terkejut dengan apa yang sekarang ini menimpa dirinya.
Tiba-tiba lamunannya buyar, saat ibunya mengeluarkan beberapa barang-barangnya dari kamar. "Mulai sekarang, kamu pindah ke kamar pembantu!"
Kedua bola mata Gymora membelalak sempurna.
"Ibu ... " Gymora memegang tangan ibunya, tapi ibunya langsung menepis tangannya dengan kasar.
"Kalau kamu nggak mau ibu masukan ke dalam rumah sakit jiwa lagi. Lebih baik kamu menuruti perkataanku!" kata Gwen dengan wajah merah padam.
Gymora tidak ada pilihan lain, selain menuruti permintaan ibunya.
Saat akan berjalan ke kamar pembantu yang kosong, dia berpapasan dengan ayahnya.
"Gymora, apa yang terjadi?" tanya Alan seraya memeriksa wajah putri tunggalnya.
Dengan wajah terisak, Gymora menjelaskan.
Lalu ayahnya memeluknya. "Tunggu, ayah sedang mengumpulkan uang. Nanti kita bisa pindah dari rumah neraka ini."
Gymora hanya bisa mengangguk.
"Sekarang kamu tinggal dikamar pembantu dulu."
"Maafkan ayah ... Maafkan ayah."
Gymora mengangguk, lalu ayahnya pamit untuk kembali bekerja.
***
Ke esokan paginya, Gymora bangun lalu bersiap ke kampus.
Saat pergi ke ruang makan, Gymora bingung.
Saat melihat dua punggung seorang wanita dan pria yang duduk berhadapan dengan ibunya.
"Bu, siapa mereka?" tanya Gymora bingung.
Sementara ayahnya tidak ada disana.
Wajah Gwen yang sebelumnya tersenyum saat berbincang dengan mereka, langsung berubah dingin saat menatap Gymora.
"Dia Gunawan cinta pertamaku dan juga putrinya," jawab Gwen acuh, tanpa memperdulikan perasaan putri kandungnya.
Setelah mendengar jawaban ibunya, kedua tangan Gymora tanpa sadar terkepal.
Bahkan buku-buku kukunya memutih.
Gunawan adalah nama yang selama bertahun-tahun menjadi pemicu pertengkaran kedua orang tuanya.
"Sekarang kamu kesini! Minta maaflah pada Kania, karena kamu telah mencuri teknologi Inti Biome darinya."
Gymora tertegun, "Apa Kania?"
Ia langsung berjalan cepat ke arah Kania, lalu menatap wajah polos Kania.
Kania memasang wajah sedih, tapi dia membalas tatapannya sorot mata penuh kemenangan.
Gymora yang emosi langsung menampar Kania dengan kuat, asumsinya Kania adalah wanita yang menjadi selingkuhan Wiliam.
Setelah semalaman, dia mencari tahu akun Facebook Wiliam dimasa lalu.
Bukan hanya menjadi selingkuhan pacarnya, tapi Kania juga mencuri teknologi inti darinya.
"Kamu ... " Gwen geram, dia berdiri dan langsung menampar Gymora dengan kuat.
Jika Gymora hanya menampar Kania sekali, ibunya membalasnya dengan menamparnya tiga kali.
"Kamu dasar gadis tidak tahu diri. Kamu itu salah karena mencuri milik orang lain, bukanya minta maaf! Tapi kamu malah menamparnya," kata Gwen seraya menggertakkan gigi-giginya.
"Ibu, sakit. Ibu salah paham, itu teknologi memang milikku. Kania yang mencurinya," ucap Gymora.
Sementara Kania menangis keras dipelukan ayahnya.
"Sudahlah Tante, kalau memang Gymora nggak mau minta maaf dan mengaku salah. Nggak usah dipaksa, yang penting semua orang sudah tahu. Kalau teknologi inti yang aku buat susah payah dicuri olehnya," ucap Kania pada Gwen dengan nada terisak-isak.
Gymora mendekat ke arah ibu kandungnya, sosok ibu yang melahirkannya. Ia berharap ibunya itu percaya padanya, "Ibunya, tolong percaya Mora ... Kania yang mencurinya."
Hati Gymora terasa sangat sakit, saat ibunya menepis kasar tangannya.
Lalu berjalan ke arah Kania.
Gunawan mengelus putrinya, lalu menatap Gwen dengan marah. "Lebih baik sekarang aku dan Kania pulang!"
Lalu dia berdiri. "Kania itu sejak kecil sangat kasihan, karena tidak memiliki ibu (ibu kandung Kania meninggal setelah melahirkannya). Aku membesarkan dirinya susah payah dan penuh kelembutan, belum pernah anakku menerima tamparan sampai seperti ini!."
Gymora masih berdiri terpaku, dia merasakan nyeri di ulu hatinya.
"Apakah semua ini nyata?" Gumamnya dalam hati.
Gwen yang marah ingin kembali menampar putri kandungnya, namun tangannya dihalau oleh suaminya.
"Kamu nggak perlu ikut campur urusanku!"
Alan semakin mencengkram erat tangan Gwen, wanita yang selama ini selalu dicintai oleh nya.
"Semua urusan Gymora akan menjadi urusanku sekarang!" titah Alan, Gwen sedikit terkejut dengan tatapan Alan yang berubah.
Walaupun selama bertahun-tahun, kehidupan rumah tangganya tidak harmonis.
Dan dia sering bertengkar dengan Alan, tapi Alan tidak pernah kasar terhadapnya apalagi menatapnya dengan tatapan seperti itu.
"Kamu berani-beraninya. Kalau tidak aku akan memasukkan Gymora kembali ke rumah sakit jiwa," ucap Gwen yang mana langsung membuat tubuh Gymora membeku.
Ingatan Gymora sontak memutarkan ingatan saat dirinya berada dirumah sakit jiwa.
Disana ia disiksa beberapa pasien gila lain, bahkan kadang dokter juga sedikit melecehkannya dengan meremas pinggangnya.
Apakah pelecehan yang tidak pantas itu membuat mental Gymora menjadi rusak?
Tubuh Gymora yang dingin bergetar hebat.
Alan yang sudah habis kesabaran pun berkata, "Gwen ... Tolong jangan siksa putriku lagi! Baik, aku bersedia untuk bercerai denganmu."
"Tolong jangan masukkan putriku ke rumah sakit jiwa lagi. Oke ... Aku setuju bercerai ... " Ucap Alan putus asa.
Ucapan Alan mengejutkan Gwen maupun Gymora.
"Ayah ..." gumam Gymora tanpa suara, menatap ayahnya penuh kesedihan.
Sementara Gunawan dan Kania malah tersenyum senang.
Mengingat Gwen menjadi pengusaha wanita papan atas dikota ini.
Gwen bingung dengan perasaannya, ntah kenapa dia yang selama ini menginginkan perceraian ini.
Sekarang malah meragu.
Sementara Gymora bingung, harus senang atau sedih mendengar keputusan ayahnya.
Ibu kandungnya menyiksa dirinya, agar ayahnya mau bercerai.
Tapi ayahnya bersikeras tidak mau berpisah, karena tidak ingin Gymora tumbuh tanpa kedua orang tua yang utuh.
Mengingat ayahnya juga terlahir dari keluarga broken home, kedua orang tua ayahnya berpisah dengan cara terburuk.
Dan akhirnya membuat mereka mengambil keputusan dengan menaruh ayahnya saat kecil ke panti asuhan.
Dengan wajah dingin, Gwen berkata, "Oke, nanti jam 10 aku menunggumu dicatatan sipil."
Alan mengangguk, seraya menarik pergelangan tangan Gymora pergi dari sana.
Tapi sebelum Alan bisa berjalan jauh, Gwen berkata dengan nada dingin. "Setelah resmi bercerai, aku harap kamu melepas nama Sasami dari Gymora dan mengubahnya menjadi Marga milikmu!"
Ucapan Gwen membuat langkah Gymora dan Alan langsung terhenti.
Sementara Gwen yang melihat Gunawan dan Kania yang akan pergi, memohon agar mereka kembali.
Bahkan Gwen menjanjikan akan membelikan Kania mobil baru.
Gymora yang sudah lama ingin dibelikan mobil hanya bisa menggigit bibirnya.
cerita nya seruuu👍