Aku Yie Er. Wanita bersenja yang dikhianati kematian. Dihidupkan kembali sebagai Permaisuri dari sebuah kerajaan, Dinasti Han.
Permaisuri yang bahkan tidak dinginkan rakyat dan Kaisarnya. Permaisuri dengan takdir hidup menyedihkan. Permaisuri dengan cintanya yang besar kepada Kaisar, suaminya. Membuatku, sebagai Yie Er kerap kali bertingkah mencintai Kaisar karena cinta dalam tubuh yang sekarang menjadi tubuhku.
Cinta Permaisuri, membuatku menekan perasaan seorang Yie Er. Bahwa aku, Yie Er sama sekali tidak mencintai Kaisar.
"Yang menghianatiku harus mati. Kalian semua harus mati ditanganku." Yie Er menatap marah semua penghuni Istana di depannya. Menatap Yuan penuh kekecewaan dan luka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tac Sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 Kesakitan
"Ssttthhhh...!" desis seseorang meringis,terbangun dari tidurnya ketika tak sengaja akan menelentangkan tubuhnya.
Yu Are dan Rei Rei masih menangis,mereka belum menyadari suara desisan kesakitan dari Yie Er ketika di menggerakkan tubuhnya.
"Kenapa kalian sttthh menangis?" tanya Yie Er meringis terbangun dari tidur tak sadarkan dirinya,tubuhnya secara repleks tengkurap lagi merasakan perih ketika ia akan terlentang.
Yie Er heran melihat kedua pelayan yang sudah di anggap sebagai teman,menangis sambil memegang kedua tangan nya.Ahh apa jangan-jangan mereka menangis karena dirinya?
"Permaisuri...! Anda telah sadar? apa ada yang sakit?" tanya Yu Are bertubi-tubi menyadari keterbangunan Yie Er terlebih dahulu,sementara Rei Rei terbengong melihat Yie Er khawatir.
"Hmm aku baik,mengapa kalian menangis?" ucap Yie Er balik bertanya dengan pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya.
"Kami hanya bersedih ketika Permaisuri belum terbangun," jawab Yu Are dan Rei Rei setengah berbohong mengusap air mata mereka malu.
"Hmm... sudahlah jangan menangis! sekarang Permaisuri ini telah sadar.Tapi mengapa posisi ku tengkurap? dan punggung ku rasanya sangat amat sakit.Apa bekas cambukan nya begitu parah?" tanya Yie Er mencoba bangun di bantu oleh Yu Are dan Rei Rei pelan.
"Ya Permaisuri,luka Anda bisa di bilang sangat parah," jawab Rei Rei murung.
"Parah?!" beo Yie Er terpaku,pantas saja dia merasa sakit di punggungnya.Yie Er rasa lebih baik cambukan di dunia nya dari pada di sini.Ketika di dunia nya satu cambukan tak ada apa-apa baginya,tapi disini satu cambukan amat sangat terasa sakit.
"Ya itu sangat parah Permaisuri,tetapi Anda tenang saja! luka Anda akan cepat sembuh jika Anda memakai ramuan yang di berikan seorang tabib ketika mengobati Anda.Kemungkinan tercepat Anda sembuh total,bisa satu bulan atau pun kurang tergantung dengan tubuh Permaisuri sendiri," ucap Yu Are dengan tersenyum lebar seolah memberi kekuatan kepada Yie Er agar tak bersedih.
"Lama sekali! jika begitu terus,apa sepanjang malam Permaisuri ini harus tidur dengan posisi tengkurap? Bagaimana bila tubuh Permaisuri ini tiba-tiba terlentang?" gerutu Yie Er menghadap ke jendela membelakangi Yu Are dan Rei Rei.Jika lukanya membekas Yie Er berjanji akan memberikan pelajaran kepada Kaisar bedebah itu.
Meskipun dulu Yie Er di dunia nya adalah seorang Mafia,tapi dia selalu merawat serta menjaga tubuhnya dengan amat sangat baik.Begitupun dengan sekarang ketika dia telah menempati tubuh Yie Er yang dulu.Dirinya harus memastikan apakah tubuhnya ini mulus tanpa cacat sedikitpun.
"Kami akan menjaga dan melayani Permaisuri dengan baik,sehingga Permaisuri tak merasa kesulitan," ucap Rei Rei sendu.
"Terima kasih,bisakah kalian membantu Permaisuri ini mandi? badan ku rasa nya lengket," ucap Yie Er melihat pakaian tipisnys tak enak.
Dirinya juga melihat lilitan kain di tubuhnya yang terluka.
"Baik Permaisuri,saya akan menyiapkan kebutuhan mandi Permaisuri." Yu Are berucap dengan penuh semangat bergegas pergi.
"Permaisuri biarkan saya membantu membuka pakaian Permaisuri!" ucap Rei Rei melihat Yie Er mulai membuka pakaiannya dengan kesusahan.
"Baiklah,buka pakaian dan perban ssstthh... ku dengan pelan-pelan!" ucap Yie Er sedikit meringis saat tak sengaja pakaiannya bergeser dengan lilitan kain di lukanya.
"Apa Anda tak apa Permaisuri?" tanya Rei Rei khawatir,memandang Yie Er takut.
"Yah,aku baik.Ayo kata nya kau ingin membantu Permaisuri ini melepaskan pakaiannnya,kenapa masih diam?" tanya Yie Er sekilas melirik Rei Rei.
"Baik Permaisuri" ucap Rei Rei mulai membuka satu persatu kain yang menempel di tubuh Yie Er.
"Hmm Rei Rei,siapa yang membawa ku kemari?" tanya Yie Er kepada Rei Rei yang tengah membuka pakaian Yie Er dengan perlahan.
"Hmm yang membawa Anda kemari adalah Gege Permaisuri." Jawab Rei Rei sedikit meringis saat tangannya secara perlahan mumbuka kain yang melilit luka Yie Er.
"Gege,itu artinya Panglima Besar Zilong?" gumam Yie Er pelan,masih terdengar jelas oleh telinga Rei Rei.
"Ya Permaisuri."
"Jika begitu,kemana Panglima Besar Zilong?
Gege ku,mengapa dia tak disini?" tanya Yie Er penasaran.
Tak menemukan Panglima Besar Zilong yang berstatus Gege nya di kediamannya.
"Panglima pergi menemui Kaisar,Permaisuri," jawab Rei Rei enggan.
"Menemui Kaisar?" beo Yie Er.
Yie Er pikir,mungkin Zilong pergi menemui Kaisar untuk memberi pelajaran kepada Yuan,karena telah berani melukai Meimei nya.Hmm baguslah Zilong bertindak seperti itu,sebagai seorang Gege,Zilong harus memberi pelajaran ke Kaisar bedebah itu.
"Permaisuri! semuanya sudah siap," ucap Yu Are,selesai menyiapkan kebetuhan mandi Yie Er.Memandang Yie Er dengan sedikit aneh melihat seringai licik diwajah Yie Er.
"Jika begitu,ayo bantu Permaisuri ini mandi!" ajak Yie Er melangkahkan kakinya ke arah bak mandi.
"Emmm Permaisuri,mungkin air nya akan sedikit terasa perih ketika terkena luka Anda." ucap Yu Are ragu-ragu ketika Yie Er menginjakkan kakinya ke dalam bak mandi.
"Hmm tak apa,sthhhh...!" desis Yie Er saat luka di punggungnya terkena air dik bak mandi.
"Kenapa begitu perih?" gerutu Yie Er keras meringis kesakitan.
"Karena luka Anda dilapisi dengan ramuan yang di berikan tabib itu.Karena nya saat luka Anda bersentuhan dengan air akan terasa sangat perih,begitupun saat salep itu di oleskan ke luka Permaisuri." Jelas Yu Are memandangi Yie Er kasihan yang tengah sesekali meringis kesakitan.
"Ohh begitu,ayo mandikan Permaisuri ini!
dan sesekali siramlah air dingin ke luka di punggung ku! agar terbebas dari kuman sehingga mudah sembuh." ucap Yie Er memejamkan matanya erat-erat menahan perih di punggungnya.
Mereka,Yu Are dan Rei Rei mulai memandikan Yie Er dengan pelan.Sesekali menyiram luka Yie Er dengan air dingin seperti yang di bilang Yie Er.
Yuan diam,memandang terus menerus lurus ke depan hingga Zilong tak terlihat lagi oleh netra mata merah nya.
Yuan berpikir,Zilong tak akan pernah mau lagi mengucap kan kata sahabat kepada nya,dan di depan orang lain.Tapi ia salah,Zilong masih menganggap dirinya sahabat,bahkan memberikan nasihat kepada nya.
Dalam hati ia tersenyum senang,berbeda dengan wajahnya,amat sangat terlihat datar dengan pandangan mata merah tajamnya.
Tiba-tiba ia teringat masih ada orang lain di ruangan tempat ia dan para petinggi serta kasim-kasim melakukan pekerjaan yang menyangkut dengan Kekaisaran.
"Kalian semua pergilah!" perintah Yuan datar tanpa ekspresi.
"Ba...baik Yang Mulia" ucap mereka berbondong-bondong pergi meninggalkan Yuan yang menurut mereka amat sangat menyeramkan.
Yuan tersenyum walau pun samar,ketika pikiran nya lagi dan lagi mengingat ucapan Zilong yang masih menganggapnya sebagai seorang sahabat.
Kemudian ia tersenyum kecut mengingat kata yang di ucapkan Zilong,yang ingin dirinya suatu saat menyesal,dengan apa yang di lakukannya kepada Yie Er.Sampai kapan pun ia tak akan pernah menyesal dengan apa yang di ucapkan Zilong tadi kepada nya.
da 3 tahun pulak hiatus
seharusnya pas lomba aja😁
semangat ya kak
up-nya jangan lama lama donk
penggemar. penasaran
kapok kan istrimu jalan sama kaisar lain😆😜