Beby gadis berumur 21th yang bekerja sebagai OB disebuah perusahaan besar,banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan tersebut meskipun hanya sebatas OB.
Dan sial nya Beby yang sedang mengendarai motornya ia hampir saja menabrak seorang anak laki-laki berumur 4thn,yang entah datang dari mana anak itu tiba-tiba ada didepan motor Beby.Membuat Beby mengerem mendadak dan ia jatuh,untung saja tidak menabrak bocah itu.
" Aauww " Pekik Beby yang merasakan kakinya sakit
" Siapa anak itu,kenapa bisa berkeliaran di jalan " Ucap Beby bangkit dan menghampiri bocah itu
" Sayang kamu tidak apa-apa" Tanya Beby dengan lembut ia berjongkok di depan bocah itu
" Momy " Ucap bocah itu membuat beby kaget karena dipanggil momy oleh bocah itu
Bagaimana tidak kaget Beby baru umur 21th dan ia belom menikah bahkan pacar pun tak punya, bagaimana Beby bisa mempunyai anak yang berumur 4thn.Dan herannya kenapa bocah itu memanggil nya dengan kata momy??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Di Tempat lain yaitu kediaman Saga.....
Saga yang sedang mengerjakan pekerja yang belum selesai saat di kantor, tiba-tiba pintu ruangan kerja di ketuk oleh seorang dari luar.
Saga mengenali siapa orang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya,siapa lagi kalau bukan anak semata wayangnya iyaa itu Sean.
" Daddy,Sean boleh masuk nggak " Ucap Sean di ambang pintu
" Masuklah Son,pintu tidak terkunci " Ucap Saga dari dalam
Setelah mendapatkan ijin dari sang Daddy Sean pun membuka pintu dan masuk ke dalam,bukan hanya ada Sean tapi ada Bi Imah juga.
" Maaf Tuan,tadi Bibi sudah mencegah Den Sean untuk masuk,tapi Den Sean kekeh ingin menemui Tuan " Ucap Bi Imah sopan
" Nggak masalah Bi biarkan Sean disini,Bibi bisa istirahat di kamar " Ucap Saga
" Baik Tuan,kalau gitu Bibi permisi dulu " Ucap Bi Imah ia keluar meninggalkan Sean bersama Daddy tidak lupa Bi Imah menutup pintu
" Ada apa Son " Tanya Saga terhadap Sean yang sudah duduk di depannya
" Daddy Sean ingin tidur sama Mommy " Ucap Sean
Entah kenapa tiba-tiba Sean mengucapkan perkataan tersebut yang membuat Saga kaget hampir saja Saga tersedak oleh permintaan Sean yang diluar prediksi,Saga bingung harus mengatakan apa.
Sungguh permintaan Sean satu ini sangat sulit untuk Saga kabulkan,jika Sean ingin mainan mobil mobilan jalan-jalan keluar Negeri,Sangat muda untuk Saga kabulkan tapi pemerintah Sean kali ini sangat sulit untuk Saga.
Saga juga sangat heran kenapa Sean sangat dekat sekali dengan perempuan yang tadi siang liat di kantor, sepertinya Saga harus mencari tau siapa perempuan yang di panggil Sean dengan sebutan Mommy.
" Son Daddy tidak tau rumah Mommy mu itu " Ucap Saga jujur
" Daddy kan bisa cari tau,Sean ingin tidur sama Mommy " Rengek Sean bahkan ia hampir menangis
" Baiklah Daddy akan cari tau dimana rumah Mommy mu itu tapi tidak sekarang ini sudah malam,malam ini kamu tidur sama Daddy yah " Ucap Saga berusaha membujuk Sean
" Tidak mau Sean hanya ingin tidur sama Mommy tidak dengan Daddy " Ucap Sean dengan lantang
" Daddy harus cari dimana ini sudah malam, Daddy janji besok Daddy akan menemukan rumah Mommy " Ucap Saga memancungkan jari kelingking sebagai perjanjian dengan Sean
" Daddy janji yah,jangan bohong " Ucap Sean melingkarkan jari kelingking nya ke jadi kelingking Saga
" Iya Daddy janji " Ucap Saga
" Sean tidur dulu Dad,tidak usah menemani Sean " Ucap Sean
" Beneran kamu tidak mau ditemenin sama Daddy,Son " Tanya Saga
" Beneran Daddy, selamat malam Daddy " Ucap Sean
" Malam Son " Ucap Saga
Sean keluar dari ruangan kerja Saga dan ia menuju ke kamarnya,yang ada di lantai dua berdekatan dengan Saga hanya terhalang satu kamar.
Setelah kepergian Sean,Saga menghubungi asisten nya yaitu Bram untuk mancari tau tentang perempuan yang di panggil Mommy oleh Sean.
" Halo Tuan,ada yang saya bantu " Ucap Bram di ujug telfonnya
" Cari tau tentang wanita yang bersama Sean tadi Siang,harus ada besok pagi di ruangan saya " Ucap Saga
" Baik Tuan,akan saya cari tau sekarang juga " Ucap Bram
Tuttt.....
Sambungan telepon telah terputus begitu saja sebelum Bram mengatakan apapun.
" Sebenernya siapa wanita itu,kenapa Sean bisa dekat dengannya" Ucap Saga
Keesokan harinya....
" Ini Tuan data-data perempuan itu " Ucap Bram meletakan sebuah map berwarna merah
" Baiklah kau boleh pergi sekarang" Ucap Saga
" Kalau gitu saya permisi dulu Tuan " Ucap Bram
Setelah kepergian Bram,Saga mulai membaca informasi tentang Baby yang diberikan oleh Bram.
" Baby " Ucap Gara
" Dia yatim piatu merantau dari desa dan ia tinggal di sebuah kontrak kecil bersama sahabatnya " Ucap Gara
" Terakhir pendidikan SMA,apa ini dia belum pernah berpacaran " Ucap Saga kaget dengan kenyataan kalau Baby belum pernah menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis
" Manarik " Guman Saga
" Ingat Saga hati kamu masih untuk Sinta " Ucap Saga membuang pikiran yang tidak seharusnya ia pikirkan
Sinta yang di sebut Oleh Saga ialah mendiang Istrinya yang sudah 5thn meninggal akibat melahirkan Sean,dan selama lima tahun Saga tidak pernah menjalin sebuah hubungan dengan siapa pun itu.
Padahal orang tua Saga terus memberi saran untuk menikah lagi karena bagaimanapun Sean masih memerlukan sosok seorang Ibu dia masa pertumbuhannya, tapi Saga selalu menolak itu dengan alasan Saga masih mencintai mendiang Istrinya.
Entah sudah berapa perempuan yang sudah dijodohkan oleh orang tua Saga,selalu saja di tolak oleh Saga secara langsung.
Padahal maksud orang tua Saga sangat baik menjodohkan anaknya kepada anak temannya,karena bukan hanya Sean yang membutuhkan sosok ibu tapi Saga juga memerlukan seorang Istri yang mengurus keperluan sehari-hari mempunyai pendamping hidup.
" Bu Ida,Baby mulai bekerja dulu yah " Ucap Baby
" Iyaa Bab semangat kerjanya " Ucap Bu Ida
" Okey siap Ibu " Ucap Baby
Baby mulai bekerja dan hak yang pertama Baby bersihkan ialah kamar mandi karena ini masih pagi jadi belum banyak yang menggunakan kamar mandi jadi Baby lebih leluasa,setelah selesai barulah Baby membersihkan koridor dan yang lainnya.
Sangking fokusnya Baby mengepel koridor Baby sampai tidak menyadari jika dia didepan lift,kebetulan lift itu terbuka dan memperlihatkan sosok Saga dan Asisten Bram didalam.
Saga yang menatap wanita yang dengan mengepel itu dengan ekspresi wajah yang tidak bisa ditebak,Bram menyadari dengan tatap Saga.Sampai lift hampir tertutup sempurna Baby baru menoleh ke arah lift dan pandangan mereka bertemu seperkian detik karena lift telah tertutup sempurna.
" Bukannya itu Daddy Sean " Guman Baby
" Ah bodo amat itu bukan urusan saya " Ucap Baby melanjutkan pekerjaannya sampai selesai
" Apa jadwal ku siang nanti " Tanya Saga kepada Asistennya
" Nanti siang di jam 12:00 ada makan siang bersama perusahaan X dan membahas kerja sama proyek pembangunan Pabrik " Ucap Bram
" Setelah itu " Tanya Saga
" Malamnya ada undangan pernikahan anak Pak Ten " Ucap Bram
" Apa kau sudah menyiapkan setelan jas " Tanya Saga tanpa melihat ke lawan bicara
" Sudah saya siapan di mobil Tuan,bahkan kadonya sudah saya siapkan " Ucap Bram hormat
" Kerja bagus,Bram " Ucap Saga
Memang Bram selalu bisa diandalkan tidak pernah mengecewakan dalam tugas,itu yang Saga sukai dengan Bram selain cekatan tapi dia juga bisa dibilang cerdas dalam segala hal.
Selama Bram bekerja dengan Saga tidak pernah ada kesalahan satupun yang dia buat sengaja ataupun tidak di sengaja Bram selalu perfect,Saga selalu mengapresiasi kerja keras Bram dengan memberikan bonus tinggi meskipun Bram tidak pernah libur panjang karena Bram harus siap siaga saat Saga membutuhkan Bram meskipun diluar jam kerja.