Sebelum membaca karya ini, lebih baik baca dulu novel sebelum nya yang berjudul " MENDUNG DI ATAS LUKA"
Sebab novel ini lanjutan dari sana.
Selamat membaca
Firman mengira hidupnya akan tenang setelah memutuskan hubungannya dengan Dea, seorang wanita yang ia tinggalkan dalam keadaan hamil akibat dari perbuatannya. Ia menghilang dengan maksud untuk melupakan tanggung jawabnya pada kesalahan yang pernah ia lakukan pada suatu malam.
Selama ini dia mengira cinta nya untuk Alea. Ternyata itu semua salah, cinta sesungguhnya hanya untuk Dea, wanita yang tidak bisa ia lupakan walaupun sudah berusaha.
Akankah Dea memaafkan Firman?
Sanggupkah Firman memperjuangkan cinta masa lalunya?
Yuk ikuti terus kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CLBU Bab 10
Dea meninggalkan Firman begitu saja, rasanya sudah malas melihat wajahnya. Dulu Dea sangat mengagumi nya, tetapi sekarang rasa yang pernah ada itu hilang dan tergantikan dengan rasa sakit yang pernah Firman torehkan di hati Dea. Mungkin Dea sudah memaafkan semua perlakuan Firman tetapi tidak untuk melupakan rasa sakit itu, dan terlalu indah rasa itu jika di lupakan begitu saja. Dea sebetulnya belum bisa menerima kenyataan, tetapi berkat Aldi yang selalu menasehati nya. Perlahan rasa marah, kecewa, bahkan ingin balas dendam pernah terlintas di hati Dea. Ia merasa sakit yang Firman berikan untuknya, maka Firman juga akan merasakan hal yang sama.
Setelah beberapa saat Dea sudah sampai di meja tempat mereka makan.
"Darimana saja sih, ma... lama sekali? " tanya Zora sang anak, sebab Dea pergi ke toilet begitu lama. Bahkan makan yang di pesan pun sudah menunggu nya lama, mereka semua sudah selesai makan tinggal Dea yang belum.
"Apa yang terjadi? " tanya Rangga.
"Wajah kamu pucat sekali, apa sakit! ? tanya Alea.
" Nggak apa-apa aku baik ko, yuk lanjutkan makannya "Dea berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka semua. Apalagi sang kakak sudah pasti khawatir jika tahu bahwa Dea bertemu dengan Firman, setelah hari itu di mana Rangga mengetahui kebenaran dan di saat itu pula Rangga sudah tidak menganggap bahwa Firman itu sahabatnya, sebab Rangga berfikir begitu jahatnya Firman terhadap Rangga. Sehingga membiarkan adik perempuan nya menderita seorang diri, sedang kan dia pergi begitu saja tanpa kabar.
Setelah beberapa saat, acara makan sudah selesai. Mereka semua melanjutkan kegiatan nya, yaitu bermain dan berbelanja semua kebutuhan mereka. Kali ini Rangga hanya menjadi bodyguard para wanita yang sedang sibuk dengan kegiatan nya, meskipun hati Dea sempat tidak enak akibat bertemu dengan Firman. Akan tetapi setelah itu hatinya kembali membaik, di saat melihat tawa bahagia dari sang putri. Ia menyimpan ego nya terlebih dahulu, untuk saat ini ia hanya ingin membuat Zora merasakan bahagia.
Seharian sudah mereka habiskan untuk berkeliling, sudah saat nya untuk pula ke rumah. Anak-anak juga sudah terlihat sangat lelah sekali.
...****************...
Di tempat lain.
Firman sedang mondar-mandir, ia masih penasaran dengan anak kecil yang bersama Dea. Jika di lihat dengan teliti memang anak itu mirip sekali dengan dirinya, tetapi ia tidak yakin bahwa itu darah dagingnya. Takut Dea sudah menikah dan itu anak dari pria lain.
"Kamu kenapa sih, dari tadi seperti tidak tenang apa yang terjadi dengan kamu? " tanya Bella, mereka sudah bersahabat sejak lama. Bahkan kedua keluarga sudah memutuskan bahwa Firman akan di jodohkan dengan Bella, mereka itu satu profesi. Hanya saja Bella sebagai dokter umum sedangkan Firman ahli jiwa, tetapi sudah berhasil mengguncang kan jiwa seseorang hingga hampir putus asa.
"Tadi siang aku tidak sengaja bertemu dengan Dea, tetapi dia membawa anak kecil. Apa dia sudah menikah? " tanya Firman sambil menatap lekat wajah Bella.
"Memangnya kenapa dengan anak itu? tetapi belum pernah dengar bahwa Dea sudah menikah dan sekarang juga komunikasi dengan Rangga juga sudah tidak seperti dulu, bahkan dokter keluarga mereka juga sudah ganti. Tidak membutuhkan aku lagi, entah kenapa dengan Rangga seperti menjaga jarak dengan kita, perasaan aku tidak pernah melakukan kesalahan tetapi sikap Rangga sekarang berubah"
"Maafin aku, Bell... ini semua karena semua kesalahan yang ku lakukan, akhirnya ikut kena imbasnya juga padahal kamu nggak tahu apapun" kata Firman dalam batin.
"Eh, kapan kamu akan kembali praktek di rumah sakit? Atau mau membangun Rumah sakit sendiri nggak kerja lagi di tempat orang! " tanya Bella terhadap Firman.
"Nggak tahu, rasanya masih capek baru juga beberapa hari ada di kota ini. Sudah bertanya kapan kerja, kalau aku sudah menjadi konglomerat pasti nggak akan bekerja lagi tetapi mempekerjakan orangnya"
Percakapan di antara Firman dan Bella sudah cukup lama, tetapi tidak ada hal yang penting yang mereka bicarakan.
Akhirnya mereka mengakhiri nya dan pulang ke rumah masing-masing, setelah sampai di perjalanan Firman teringat pada Dea dan ia putar arah kembali untuk pergi ke rumah Dea.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan akhirnya sampai di depan rumah Dea, tetapi Firman tidak mempunyai keberanian untuk bertemu dengan Dea. Ia masih berada di dalam kendaraan dan membuka setelah kaca mobil nya, dan melihat ke lantai dua rumah yang menjulang tinggi di hadapan nya, ia berharap bahwa Dea berada di sana. Setelah cukup lama Firman menunggu dan terus melihat ke atas dan yang di tunggu menampakkan wajahnya.
Dea baru saja keluar dan berdiri di balkon, tetapi ia belum sadar bahwa ada yang memperhatikan nya.
"Apa kamu tidak akan pernah memaafkan ku, begitu dalam luka yang ku torehkan untuk mu, tetapi aku sangat menyesal bahkan selama dua tahun ini aku tidak pernah lupa sedikit pun rasa sakit yang ku ciptakan untuk mu. Aku pergi jauh untuk melupakan semuanya, justru itu semakin menyiksa ku. Bahkan selalu dihantui rasa bersalah, maafkan aku De... " lirih Firman, ia benar-benar sangat menyesal.
Dea baru menyadari ternyata ada yang memperhatikan nya.
"Firman... untuk apa dia ada di sini" gumam Dea. Ia langsung masuk kembali ke dalam kamarnya, setelah menyadari bahwa Firman memperhatikan nya.
Dea sudah berada di dalam kamar, ia langsung menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur. Ia terus berfikir akan melakukan apa setelah kembali ke kota ini, jika terus berdiam diri Dea merasa bosan sekali.
"Apa aku buka boutique saja ya, biar nggak jenuh dan ada aktivitas juga kan bisa sambil momong Zora juga. Jadi lebih aman berwira usaha daripada bekerja, lagian aku nggak mau kerja di kantoran nanti nggak ada waktu bersama Zora" pikir Dea, sambil menatap langit-langit kamar.
Tanpa terasa waktu malam telah tiba, semua orang akan mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian beraktivitas. Zora sudah tertidur pulas begitu juga dengan Dea, ia sudah merajut mimpi indah.
merugikan org lain
gak cinta . klu udah begi bisa apa Des segel udah ke buka 🤧🤧🤧
nanti kan lama" tumbuh juga cinta dengan seiring berjalannya waktu
kayak mau perang aja si Aldi 🙏
orang nya sabar bijaksana dewasa gak pemaksa penyayang lagi....
uh mau cari yg gimana lagi coba,,,
apalagi Aldi kerjaan nya juga sdh mapan....
pasti akan lebih tenang kalo qt sudah bisa bahagia....
akan lebih mudah untuk memaafkan kalo hati qt sendiri gak tertekan.....
cari cara gmn bisa sllsi smuany dgn baik
orang tuamu saja malu dgn perbuatanmu.
maka'a klu berbuat berani bertanggung jawab. jgn berani berbuat kabur dr tanggung jawab.
ih.... gemez ama Firman
sangat mencintai Dea tak bisa hidup tanpa dia...baru nyadar setelah gx di peduli kan...sakit hati anak manggil papa ke orang lain itu derita lo Fir8