NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:594k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seorang gadis high class bernama Arasha, dipaksa bermain cinta dengan seorang dosen berparas tampan di kampusnya. Ia sampai harus kehilangan kehormatannya pada saat itu. Selalu banyak kesempatan agar bisa menolaknya, namun gadis itu tidak memiliki keberuntungan lebih. Dengan sikapnya yang kasar, dan sikap dingin dosen tampan tersebut, lama-kelamaan muncul benih cinta yang tulus antara keduanya. Arasha jadi terjerat cinta dosen idiot tersebut. Kisah cinta mereka mengundang banyak konflik dari banyak pihak. Dengan masa lalu keduanya dan juga orang-orang yang mengincar hati dosen tampan itu, menjadi kerikil di hubungan mereka, yang semakin memperkeruh keadaan. Lantas, akankah cinta mereka akan tetap abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Perselingkuhan

Bisma mencengkeram bahu Ara dengan erat. Ara merasa cengkraman Bisma terlalu kuat, sehingga membuat Ara kesakitan dan meringis.

“Loe kenapa, Ra?” tanya Bisma yang sepertinya sudah semakin marah.

Tapi Ara tidak peduli.

“Jawab, loe kenapa? Apa dan siapa yang membuat loe begini?” tanya Bisma dengan kasar dengan wajah memelas.

Bisma seperti tidak mempedulikan keadaan Ara. Yang ia pedulikan hanyalah perasaannya saja.

“Lepasin gue!” teriak Ara yang sudah tidak bisa menahannya lagi, tapi Bisma malah semakin memperkuat cengkeramannya.

“Jawab dulu pertanyaan gue, Ra! Loe kenapa?”

Drama?

Ya. Memang seperti ini keadaannya.

Bisma berhenti mencengkeram Ara, dan melonggarkan sedikit tangannya dari bahu Ara.

“Oh, jangan-jangan, karena dosen itu, kan?” tebaknya, yang membuat Ara mendelik kesal.

“Gak ada hubungannya sama dia!” bentak Ara berusaha mengingatkannya.

“Terus kenapa loe bersikap aneh--”

“Loe itu bajingan tau gak!” potong Ara yang sudah tidak sabar untuk mengakhiri ini, “loe udah punya pacar tapi loe berani deketin cewek lain! Terus di sisi lain, loe nembak gue! Bener-bener bajingan loe ya!” jelas Ara, dengan nada yang sudah naik pitam.

Bisma terlihat berhenti sejenak, sedang mencerna, apa yang baru saja Ara pertegas padanya.

“Wait, gue sama sekali gak punya pacar, Ra!”

“Masih bisa mengelak. Jessline. Siapa itu Jessline?” tanya Ara sinis.

Bisma nampak bingung dengan ucapan Ara. Entah ia bingung karena Ara mengetahui Jessline, atau karena bingung untuk merangkai kata?

“Kenapa? Gak bisa jawab, ha?” sinis Ara.

“Jess itu mantan gue, Ra! Gue udah anggap putus sebulan yang lalu. Yang loe bilang ngedeketin cewe lain, siapa yang loe maksud, Ra?” jelas Bisma, tentu tidak membuat Ara lemah.

“Fla!” jawab Ara tegas, dan tajam.

Bisma terlihat membelalak, seperti terkejut dengan ucapan Ara.

“Gue udah berhenti ngedeketin dia, sejak kita pertama kali ketemu, Ra. Gue udah gak ada hubungan apa pun lagi sama mereka berdua,” ucapnya seperti sedang berusaha menjelaskan.

Dengan semua luka yang Ara rasakan dari pengalaman, sepertinya hal semacam ini sudah tidak bisa dipertimbangkan lagi.

Sekali selingkuh, akan terus selingkuh.

“Tetep aja! Loe gantungin dua orang sekaligus, Bis! Gue gak suka itu!” ucap Ara tegas, yang masih kekeh dengan pendiriannya.

Situasi tiba-tiba hening. Bisma tampaknya sudah tidak ingin berkata apapun lagi. Wajar saja, namanya juga salah.

“Oke, sekarang mau loe apa?” tantang Bisma.

Apa yang Ara inginkan?

Ah.

“Gue mau, kita putus,” ucap Ara dengan tegas.

Tak disangka, pernyataan Ara tadi membuat Bisma meneteskan air mata. Ia tiba-tiba memeluk Ara dengan erat, sembari menangis di pelukannya.

Ara hanya diam, tak bergeming. Mengapa Bisma sampai menangis seperti ini? Pikirnya.

“Gue bisa kok jelasin ke mereka tentang hubungan yang gantung. Cuma gue gak bisa kalau loe putusin hubungan ini, Ra,” lirih Bisma sendu, membuat Ara sedikit iba.

Mau bagaimana lagi?

Ara sama sekali tidak peduli dengan perasaan orang lain, yang sudah menyakiti perasaannya. Di sisi lain, Ara juga tidak ingin disebut sebagai cewek gampangan.

Rasa bimbang pun melanda dirinya.

‘Gimana ini?’ batin Ara bingung.

Suasana menjadi hening sejenak.

“Pikirin, Ra ...,” lirih Bisma dengan wajah yang memelas, membuat Ara semakin tidak tega.

Ara menghela napas panjang.

“Gue kasih loe waktu 3 hari. Selama 3 hari itu, loe harus selesain masalah loe dan juga jangan loe temuin gue sedikit pun. Gue mau menata ulang hati gue yang udah berantakan gara-gara ulah loe!” ucap Ara tegas, memberikan keringanan padanya.

Jujur saja, Ara sudah tidak peduli lagi. Kalau bukan karena merasa iba, Ara tidak akan mempertimbangkannya. Lagi pula, Bisma juga yang menyelamatkannya pagi tadi, saat Morgan berusaha menyuruh Ara untuk ikut bersamanya.

Beban sekali.

“Okay. Gua usahain, Ra,” jawab Ara yang tiba-tiba sangat bersemangat.

“Yaudah, gue mau ke toilet dulu. Jangan lupa sama tugas loe,” ucap Ara.

Selesai itu, Ara langsung keluar meninggalkan Bisma.

Tak tentu arah ia berjalan. Langkahnya menuntun menuju kantin kampus. Di sana, tak sengaja ia melihat seseorang yang tak asing baginya.

Morgan!

Dia sedang bersama Fla!

Ara memperhatikan mereka dari jauh. Nampaknya, mereka sangat senang bertemu satu sama lain.

Itu membuat Ara mendadak menjadi kesal.

“Anjrit! Semua cowok tuh sama aja, sama-sama brengseknya!” lirih Ara mendengus kesal.

Saat dipikir kembali, Apa haknya untuk marah seperti itu kepada Morgan, yang jelas bukan siapa-siapa baginya?

“Argh! Gara-gara masalah sepele, semuanya jadi ngerembet kemana-mana,” lirihnya kesal, kemudian pergi meninggalkan kantin.

Morgan tak sengaja melihat ke arah hadapannya. Morgan melihat Ara yang berlari kecil, sepertinya ia sedang marah.

“Oh ya, sampai nanti ya Fla, ada urusan sebentar,” lirih Morgan, yang menyudahi bercengkerama dengan Fla.

“Okay, Kak.”

Morgan berlarian, menuju arah yang diambil Ara tadi.

Ara sangat kacau saat ini. Tidak tahu kemana ia melangkah, Ara rasa ia sudah lelah dengan semua ini.

“Di mana ini?” lirih Ara, sembari melihat ke sekelilingnya.

Sepertinya, Ara baru menginjakkan kakinya ke tempat ini.

Tempat ini terlihat asing baginya.

Ara menemukan kaleng bekas minuman ringan. Kebetulan, ia sedang ingin melampiaskan kekesalannya. Ara pun menendangnya dengan perasaa kesal.

“Ahh ....”

“Klotak ....”

Kaleng itu melayang jauh ke depan sana.

“Kenapa sih, selalu aja gue yang kena?” lirih Ara, mengeluh atas semua yang sudah terjadi.

Ara merasa, sedang dalam posisi terendah di hidupnya. Tidak ada yang mendukungnya, tidak ada yang menemaninya, yang ada malah orang-orang yang terus mengekangnya dengan maksud dan tujuan yang mereka inginkan.

“Ish ... ihhh ... rrrrrr ....” Tak sadar, Ara menjadi gemas sendiri, sembari menghentak-hentakkan kaki.

Ara menatap bayangan dirinya pada air di tepi danau tersebut. Ara memandang dengan seksama, dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Nampak sempurna, tak ada yang kurang darinya. Hanya saja, ia kurang beruntung.

“Tuhan ... kenapa semua jadi kacau begini, sih?” ucap Ara yang setengah berteriak, sembari menatap langit siang itu.

Tak lama, Ara melihat bayangan lain di sebelahnya. Sontak ia langsung menoleh ke arah bayangan itu.

“Loe ngapain di sini, ha?” tanya Ara sinis.

Morgan hanya diam santai dengan sikap biasanya yang dingin.

“Kalau ada masalah, cerita aja,” ucapnya sederhana.

Ara menyeleneh di hadapannya. Masalahnya, tak sesederhana seperti caranya berbicara.

“Eh, kenapa si semua cowok tuh sama aja?” tanya Ara dengan nada nyeleneh.

Morgan terlihat mengerutkan dahinya.

“Sama gimana?”

“Ya sama! Baru deketin cewek, udah godain cewe lain! Semua cowok tuh berengsek!” ucap Ara dengan sangat bersemangat.

“Maksud kamu, pernyataan itu kamu gambarkan untuk saya?” tanya Morgan.

Ara hanya diam sembari menahan amarahnya.

“Apa ... kamu sedang cemburu sekarang?” tanya Morgan dengan sedikit nada menggoda.

Morgan sedang menggoda Ara saat ini. Ara menjadi merasa malu sendiri. Ara tidak bisa terima dengan perlakuan Morgan kepadanya.

“Gak tau, ah!” bentak Ara kemudian langsung pergi meninggalkan Morgan.

“Tset ....”

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan
Rani Halim
Ganteng arash drpd morgan ... tp rasanya krg bgs .. Arasha nya krg attitud , bawaan marah mlulu ..
Sugiarti
mantap
Ig: @putriaayu_98
mampir kak ❤️❤️❤️
EsKobok: terima kasih kak othor ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yunita Rosdina
bagus
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
paling enak baca novel yg udah tamat atau udah up banyak,jadi gak perlu nunggu deh... tapi ini aku baca nya urut kok,jadi aku gak tau deh Ahir nya kayak gimana, nunggu Morgan halal in Ara nih...😁
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
iya iya Mulu,tapi gak di halalin..
si arash jg tuh... terlalu percaya sama Morgan yg ahirnya merenggut kesucian adek nya
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
ada Morgan,Bisma,Rafael,Diki ,Reza , jadi ingat smash.. i heart you
Endrik Efendi
wkwkwkwk pak decoy menganggu aja
Endrik Efendi
lanjut
Endrik Efendi
keren kak...semangat
Endrik Efendi
jangan marah" Ara entar bucin lho
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😊😊😊
~🌹eveliniq🌹~
cinta Online hadir untuk memberikan support
buk e irul
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
~🌹eveliniq🌹~
hadir lg nih semangat lanjut
~🌹eveliniq🌹~
suka ceritanya support selalu
~🌹eveliniq🌹~
selalu suka cerita ini lope lope deh
Isti Shaburu
hai kakak author gak terasa ternyata sudah tamat jadi aku mulai mampir deh soalnya kalo udah tamat bacanya gak pake penasaran nanggung nunggu up😊

mampir juga yuk di novel perdana aku kak CEO BUCIN yg dingin mulai meleleh nih kak

makasih kak😊
Wellie Zipora
air mata tak tertahan banjir ahhh sedih bnr ceritanya luarbiasa penulisnya
EsKobok: terima kasih kak 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!