mengisahkan tentang aktris penyanyi papan atas indonesia memiliki wajah yang cantik,putih, dan mempunyai tinggi badan seperti seorang model
tetapi kisah pecintaanya tak secantik wajahnya,karna dia menmukan sang tunangan sedang becumbu dengan sahabatnya sendiri
sampai suatu hari dia bertemu dengan ceo tampan yang bisa menyembuhkan lukanya dan menerima anaknya seprti anak kandung sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niluh sekar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
konser
sebulan sudah berlalu
banyak yang terjadi selama sebulan ini, dan banyak juga yang sudah berubah, termasuk perasaan indira. benar kata sahabatnya melan, mungkin indira memang tidak mencintai dewa, hanya terbiasa saja. lima tahun memang bukan waktu yang singkat untuk bersama, tapi apakah dalam waktu tiga puluh hari bisa menghapus kenangan selama lima tahun?? tapi kenyataannya memang lah seperti itu, semua berubah dalam tiga puluh hari. tapi ada satu yang belum berubah, rasa benci indira, dan mungkin itu akan bertahan selamanya.
hari ini adalah waktu di mana indira akan menggelar konser kolaborasi. tiket konser pun telah lama habis terjual. para fans panatik indira sangat menantikan penampilan indira bernyanyi dengan di iringi musik DJ. karna sangat jarang seorang indira keluar dari zona nyamannya.
riuh penonton sudah menggema seantero negri, baik orang menonton secara live maupun lewat stasiun TV. seluruh siaran yang ada TV nasional secara serempak menayangkan pesta musik terbesar tahun ini. ternyata bukan cuma indira dan DJ Bryan saja yang akan tampil, banyak penyanyi-penyanyi papan atas indonesia yang akan menjadi bintang tamu.
seluruh masyarakat indonesia baru tahu ternyata seorang indira bisa berjoget dengan lihainya seirama dengan musik DJ yang di bawakan oleh Bryn.
tampilan indira memang selalu memukau penggemarnya, tapi malam ini semua mata memandang takjub ke arah indira. dengan pakaian yang sangat pas di badan, dan memperlihatkan sedikit di bagian perutnya, apalagi rambut yang di ikat tinggi ke atas, menambah kesexian seorang Indira prameswary.
dari kursi para penonton sesorang tanpa bisa mengedipkan matanya menyaksikan penampilan pujaan hatinya. ada rasa tidak rela sebenarnya melihat indira memakai pakaian yang sangat sexi menurut arfan. apalagi di tambah rambut yang di ikat ke atas, pundak putih indira terlihat jelas di mata arfan.
(padahal hanya arfan saja yang merhatiin sampai ke sana, sedangkan orang lain hanya berfokus pada penampilan indira saja) emang kadang-kadang lebay si babang arfan
selama konser berlangsung, tidak sedikitpun arfan mengalihkan matanya.
benar kan kata pepatah kalau sedang jatuh cinta (wajahmu mengalihkan duniaku)
itulah yang di rasakan arfan sekarang, dunianya hanya berputar tentang indira saja.
bahkan seseorang yang berada di sampingnya tidak sama sekali di hiraukannya, ya siapa lagi kalau bukan asisten setianya.
nggak mungkin kan arfan nonton konser sendirian.
bahkan dia membawa sekaligus tiga bodyguardnya biar bukan orang lain yang duduk di sampingnya.
***********
tiga jam sudah konser berlangsung
indira menyanyikan lagu terakhirnya sebagai penutup acara.
"lelah"
itulah yang di rasakan oleh indira sekarang. tenaganya bahkan sudah terkuras habis, tapi dia tetap harus profesional di atas panggung. tapi itu sangat setimpal dengan bayaran yang dia dapat.
waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, indira sudah bersiap-siap akan pulang bersama dengan melan managernya.
"ra banyak wartawan di depan."
"aku akan menjawab pertanyaan yang bisa aku jawab!!
"ok" ayo kita pulang
tapi sebelum dia keluar dari gedung tersebut, melan meminta pengawalan yang ketat untuk indira kepada paniti penyelenggara. dan panitia tersebut menyanggupi, dengan memberikan sepuluh pengawal profesional.
sampai di luar wartawan sudah banyak yang menyerbu indira.
pengawal profesional ternyata sangat berguna di situasi seperti sekarang. bukan cuma wartawan saja yang sudah menunggu kedatangan indira, tapi ribuan fans juga sudah menunggu penyanyi idola mereka. tanpa di persilahkan para wartawan sudah banyak yang mengajukan pertanyaan.
"nona indira apakah kau bisa menjawab pertanyaan kami? tanya sang wartawan
"ok silahkan yang mau bertanya, tapi tetap harus dengan cara yang tertib dan jaga jarak aman kalian." kata melan sang manager
tapi tidak semua pertanyaan bisa di jawab oleh aktris kami."
"apakah benar kabar yang beredar bahwa hubungan anda dengan tuan dewa sudah berakhir??
"kalo masalah itu tanyakan saja langsung pada yang bersangkutan, saya tidak punya kewajiban untuk menjawab!!
"apakah album yang anda keluarkan itu menyangkut isi hati anda nona??
"bisa ya bisa juga tidak!! tergantung bagaimana kalian semua menilainya saja.
"ok sudah ya cukup pertanyaannya karna nona indira butuh istirahat sekarang, dan kalau kalian butuh jawaban yang konkrit silahkan temui tuan dewa langsung."
para wartawan masih ada yang mengajukan pertanyaan, samar indira masih bisa mendengarkan pertanyaan yang di lontarkan oleh wartawan.
"benarkah tuan dewa yang mengakhirinya nona??
tapi rombongan indira sudah berlalu menuju ke arah parkiran mobilnya.indira dan melan memasuki mobil yang akan mengantarka dia menuju ke kediamannya.
"knapa nggak ngadain konfrensi pers aja sich ra? biar semua orang tau kejadian yang sebenarnya."
"biarin aja nanti juga mereka semua bakalan tau kejadian yang sebenarnya."aku udah malas bererusan sama mereka."
flashback
seminggu dari indira mendapatkan video perselingkuha dewa dan clara , indira membuat janji bertemu di kafe, dia ingin menanyakan langsung kepada mereka dan mengakhiri hubungannya dan dewa secara baik-baik. walaupun indira masih merasakan sakit atas penghianatan yang mereka lakukan.
setengah jam menunggu dewa dan clara akhirnya yang di tunggu pun datang.
"silahkan duduk!!
"knapa sayang? tumben ngajak bertemu bertiga? tanya dewa
"kita pesen makan aja dulu, biar ada tenaga untuk ngebahas tentang masalah kita." tidak ada senyuman yang di perlihatkan indira lagi, dia memasang wajah datar dan tidak mau langsung kontak mata dengan dua orang yang sudah indira anggap sebagai penghianat.
akhirnya mereka memesan makanan terlebih dahulu.
setengah jam menunggu, semua makanan telah terhidang di meja.
mereka semua melahap makanan yang mereka pesan.
setelah semua makanan habis indira memulai pembicaraan.
"wa,cla apa tidak ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan padaku?? tanya indira
clara langsung menatap ke arah dewa karna melihat dewa yang hanya dia membisu.
(apakah dewa tidak mau berterus terang pada indira tentang hubungan kita selama ini"
kalau tidak biar aku yang membongkar semua" fikir clara)
"hmmm" ra sebenarnya aku dan dewa punya hubungan spesial, kami sudah berhubungan selama setangah tahun ini."
clara dan dewa melihat raut wajah yang di tunjukan oleh indira tidak ada wajah terkejut
indira menampilkan wajah yang datar saja di hadapan mereka berdua.
'apakah kau tidak terkejut ra? tanya dewa
"ah tidak, aku sudah mengetahui semuanya, dan aku juga tidak masalah. sebenarnya akulah yang harus minta maaf kepada kamu wa, sebenarnya aku mencintai ayah anak-anak ku bukan kamu wa!!
" apa maksud kamu ra, apa mereka anak kandungmu dan orang lain??
" tentu saja, kapan aku pernah bilang kalau mereka bukan anak-anak kandungku. cuma beberapa tahun belakangan ini, aku sedang bermasalah dengan daddy nya anak-anak, mungkin penyebab utamanya karna kami terlalu muda untuk memulai hubungan rumah tangga." indira sengaja berbohong pada mereka, dia tidak mau memperlihatkan keadaannya yang bersedih kepada penghianat seperti mereka.
" bilang kalau yang kamu katakan tidak benar ra? jadi selama ini kamu membohongiku??
" itu sudah tidak penting untuk aku jawab sekarang. dan aku doakan semoga kalian bahagia."
"ok" aku akan langsung pulang hari ini aku ada latihan."
indira bangkit dan meninggalkan mantan kekasih dan sahabatnya, atau mungkin akan menjadi mantan sahabat.
***kadang kala kita harus bersikap tidak merasakan sakit
agar orang tau seberapa kuatnya kita
tapi percayalah walau wajah kita menampilkan senyuman tanda mengiklaskan
tapi hati kita menangis merasakan pilu
sakitnya penghianatan
tidak adakah orang lain yang bisa kau cintai selain sahabatkatku sendiri
seandainya dia orang lain mungkin rasanyanya tidak akan pernah sesakit ini
indira prameswary***