"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Tuduhan Ratu ular
"Kau! secara tidak langsung saat ini kau sedang menuduh aku?" Jalak terlihat kaget setelah mendengar ucapan Purnama barusan.
"Aku hanya bertanya kepada dirimu tentang masalah itu saja, Bila memang bukan kau maka aku tidak akan mempermasalahkan lagi.'' Purnama berkata serius dan membaca isi pikiran siluman ular Ungu ini.
''Pur, kau tentu saat ini masih memiliki kemampuan untuk membaca pikiran kan?'' siluman ular Ungu bertanya dengan nada begitu sengit.
''Itu sudah tidak bisa menjamin lagi karena saat ini banyak iblis yang bisa memanipulasi pikiran mereka.'' ujar Purnama sehingga semakin menyakiti hati siluman ular Ungu.
''Ya, Bila memang begitu maka silakan lanjutkan saja rasa curiga itu untuk aku!'' Jalak terlihat cukup emosi dengan tuduhan yang ada.
Bahkan dia langsung pergi tanpa menoleh sama sekali karena hati ini terasa begitu sakit setelah mendengar ucapan Purnama yang begitu menusuk di dalam hati dia, hanya karena dulu dirinya adalah siluman jahat maka sampai saat ini Purnama tidak pernah bisa mempercayai dia.
Beda dengan Bagaskara yang memang sejak dulu hingga sampai saat ini selalu ada di sebelah ratu ular, maka saudara siluman ungu itu selalu mendapat nama dan bahkan Purnama sedikit saja tidak pernah menaruh rasa curiga terhadap Bagaskara karena dia yakin bahwa Panglima ular tidak akan pernah berpaling dari dirinya.
Jalak dulu sangat jahat sekali sehingga Purnama merasa curiga bahwa bisa saja ular Ungu ini ingin kembali ke sifat awal karena dia tidak puas hanya menjadi bawahan seperti itu, terlebih lagi Bagaskara telah menemukan air yang ada di dalam Rawa itu mengandung lendir ular sehingga Purnama semakin merasa curiga.
Selama sebulan ini dia telah mengawasi beberapa member yang ada di ras ular sehingga dia semakin merasa curiga ketika siluman ular ungu itu jarang sekali keluar dari dalam, Jadi sekarang dia semakin yakin bahwa dirinya telah mencari jejak yang tepat ketika mendekati siluman ular ungu itu sebagai tersangka.
''Pur, kau tidak bisa langsung menuduh dia seperti itu!'' Arini datang dan dia membela sang kekasih.
''Ini masih urusan antara aku dan dia sehingga kau tidak perlu ikut campur terlebih dahulu.'' Purnama menatap Arini dengan sangat garang.
''Sayang sudah lah, dia tidak akan pernah peduli dengan pendapat orang lain dan akan tetap merasa yakin dengan firasat dirinya.'' Jalak menarik tangan Arini.
''Sampai semua ini terbukti dan kau masih tetap tidak mau mengaku maka aku tidak akan pernah memberikan ampunan untuk dirimu itu!'' Purnama berkata dengan sangat tegas.
''Baik, aku tidak keberatan bila kau memang ingin memberi hukuman kepada diriku saat nanti terbukti semua itu memang benar! lalu Bagaimana bila ternyata firasat yang kau miliki itu salah?'' siluman ular Ungu ini balik bertanya kepada Purnama.
''Aku tidak akan pernah salah Dan ini semua sudah terbukti mengarah kepada dirimu!'' Purnama berkata dengan sangat yakin sekali.
Jalak tertawa dalam kesedihan ini karena sesungguhnya dia juga terluka atas tuduhan yang telah dilontarkan oleh Ratu Ular itu, merasa selama ini pengorbanan dirinya untuk membantu ratu ular hanya sia-sia belaka, terbukti sekarang ketika ada masalah yang parah seperti ini maka tuduhan pertama kali akan dia lontarkan kepada siluman ular ungu itu sehingga Jalak merasa sangat marah.
"Kok kamu diam saja langsung kena tuduh seperti itu sama dia?!" Arini terlihat sangat kesal.
''Tidak, Aku tidak akan pernah diam walau dia adalah ratu ular itu sendiri.'' Jalak berkata dengan emosi yang cukup besar juga.
''Lalu Apa yang akan kita lakukan untuk membuktikan bahwa dirimu itu tidak bersalah?'' Arini memang sudah sangat cemas.
''Kenapa kamu sangat yakin bahwa aku tidak melakukan kesalahan ini?'' Jalak begitu bangga dengan sang kekasih yang tidak pernah meninggalkan dia dalam keadaan duka.
Arini tidak ingin menjawab tentang masalah itu karena saat ini yang penting adalah membuktikan bahwa siluman ular Ungu ini tidak melakukan kesalahan, sebab bila dia terus saja mengumbar ucapan yang tidak penting maka nanti yang ada semua masalah menjadi semakin rumit dan berantakan tidak jelas.
''Aku akan mencari cara untuk membuktikan bahwa kau tidak bersalah.'' Arini berkata tegas dan segera berlalu pergi.
''Tunggu, jangan libatkan dirimu terlalu jauh seperti ini karena aku tidak ingin nanti kamu akan kena masalah.'' Jalak menarik tangan kekasih dia.
''Masalah mu itu adalah masalah aku juga sehingga tidak bisa bila kita menyelesaikan ini sendirian.'' tegas Arini.
''Ini bukan masalah biasa Karena pasti ada yang akan memfitnah dan mengadu domba antara kita semua.'' Jalak sangat yakin dengan hal itu.
''Aku tidak peduli dengan hal itu karena aku akan tetap bersama dengan dirimu untuk mencari tahu!'' Arini sudah tidak ingin di bantah lagi.
''Terima kasih, sejak dulu sampai saat ini kau tidak pernah meninggalkan aku walau sedang dalam keadaan sengsara!'' Jalak begitu terharu dengan kebaikan Arini.
Arini menemukan siluman ular Ungu ini dalam keadaan jahat dan dia juga mendapat hukuman berat namun setan kafan hitam itu tidak pernah meninggalkan dia walau hanya sebentar saja, cinta seperti ini yang begitu sulit untuk ditemukan karena meski dalam keadaan duka dia tidak pernah berpaling walau hanya sedikit saja terhadap orang lain.
Jalak adalah salah satu iblis yang beruntung karena dia berhasil mendapatkan pasangan yang bisa mengerti dia untuk suka dan juga duka, Arini tidak pernah banyak tingkah sehingga dia terus menemani meski dalam susah dia juga harus menangis karena perasaan itu semakin menyala.
Selamat siang semua nya, jangan lupa like dan komentar nya.
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔