NovelToon NovelToon
Kisah Tanpa Dirimu

Kisah Tanpa Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maara Hayuning menikah dengan putra wanita yang telah menyebabkan ibunya mengalami koma.

Mira, ibunda Revan tak sengaja menabrak Maara dan ibunya karena kurang berkonstrasi hingga menyebabkan rahim Maara bermasalah dan ibunya koma lalu meninggal setelah berjuang untuk hidup.

Tak ingin rasa bersalah itu makin menderanya, Mira memaksa putranya Revan Adiyasa menikahi Maara sebagai bentuk tanggung jawab meski pria itu awalnya menolak karena telah memiliki kekasih.

Akankah Maara bertahan atau justru menemukan cinta yang bisa menerima kekurangannya?

Lalu bagaimana perjuangan seorang duda bernama Kenan Jayadi demi bisa menadapatkan hati Maara?

yuk simak....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

satu-satunya

Laura telah berganti pakaian dan dia juga sudah membersihkan diri.

Pun dengan Revan.

Meski tadi mereka sempat berhenti karena kehadiran Maara namun itu tidak menyurutkan nafsu Revan yang sudah diubun-ubun.

Dia lagi-lagi tak memperdulikan perasaan istri sirinya dan asik bercinta dengan Laura yang secara urutan adalah istri kedua Revan.

"Mas... apa nggak sebaiknya kamu cari dia? Ini udah malam dan bahaya baginya untuk berada diluar sendirian..." seru Laura melirik suaminya dari cermin rias.

"Terserah dia lah... Lagian kan kemarin kalau nggak salah mama minta dia tinggal dirumahnya kenapa dia bisa ada disini sih...?! Lagipula, siapa suruh masuk nggak ketuk pintu.... itu derita dia karena melihat kita bercinta!" decak Revan yang memilih membaringkan badannya diatas ranjang.

"Kok kamu bisa seyakin itu kalau dia benaran pindah kerumah mama? Udah tanya mama?"

Revan berfikir sejenak.

Laura benar.

Dirinya belum bertanya lebih jauh usulan Mira soal meminta Maara tinggal bersama dirumah utama mengingat semua orang yang sibuk dengan persiapan acara pernikahannya. Ditambah Mira juga pernah bilang akan menemui Maara dirumahnya.

Dan perihal hasil pertemuan itupun hingga kini Revan belum mengetahuinya.

"Sudahlah... Terserah dia mau tinggal dimana,aku nggak perduli...! Dia kan sudah dewasa. Ayo kita istirahat, udah malam. Besok aku udah masuk kerja lagi...." ujar Revan yang menarik lembut lengan Laura agar segera naik ke atas ranjang.

****

Petir menyambar dilangit yang mulai gelap.

Di halte bus, Maara duduk dengan kepala tertunduk lesu.

Dadanya yang tadi terasa sesak kini perlahan membaik.

Hanya menyisakan rasa marah yang tertahan.

Orang-orang tetap berlalu-lalang tanpa terusik oleh kehadirannya.

Maara menatap ponselnya yang berdering.

Ada nama Lisa disana.

"Hallo Ra... Kamu dimana?"

Maara mengangkat kepalanya, melihat sekitar.

"Halte bus...."

"Coba lihat kedepan, mobilku ada diseberang.. Kamu mau kemana, nanti aku antar. Ayo, aku tunggu!"

Panggilan Lisa terputus setelahnya.

Maara mengikuti anjuran Lisa. Dia berjalan menyebrangi jalanan yang untungnya senja ini tidak terlalu padat.

Terlihat Lisa menunggu disisi mobilnya dengan wajah cemas.

Dia sebenarnya tak sengaja melihat sahabatnya itu duduk termenung di halte dan setelahnya, Lisa meminta Rio menepi untuk memastikan feeling-nya.

Dan benar saja, saat dihubungi, Maara mengangkat panggilannya.

Belum sampai Maara kehadapannya ,Lisa langsung menghamburkan diri memeluk Maara.

Maara yang bingung ikut memeluk sahabatnya itu.

"Sa... kamu kenapa nangis?" tanyanya bingung.

Lisa melepas pelukannya dan menghapus airmata dengan kasar.

"Kamu mau kemana? Kenapa duduk di halte malam-malam gini?" disela tangisnya.

Maara tersenyum haru.

Diantara orang-orang yang hanya menganggapnya bayangan tak kasat mata, hanya Lisa yang masih memperdulikan dirinya meski berada kejauhan.

"Sa... Tolong carikan aku tempat tinggal... Aku nggak mau pulang ke rumah mas Revan lagi... Aku udah putuskan untuk keluar dari rumah itu dan nggak mau kembali lagi kesana..."

Lisa mengernyit namun sepersekian detik dia paham maksud Maara.

"Tinggal di kos-an tante ku aja... kebetulan ada kamar kosong yang mungkin cocok denganmu karena lingkungannya cukup tenang"

"Aku mau Sa..." angguk Maara cepat.

Lisa melirik suaminya Rio yang mematung disisi mobil seolah sedang meminta restu.

"Mas... Kita antar Maara ke tempat tante Mer ya..." pinta Lisa pada suaminya.

"Ayo naik Ra... Kami antar kamu ke tempat tante Mer...." jawaban Rio mampu melegakan dua perempuan tersebut.

Sepanjang jalan, Lisa terus terisak sementara Maara?

Perempuan itu bahkan tampak tenang. Tak ada lagi airmata atau mungkin cairan bening itu telah kering karena terlalu sering di keluarkan.

...--------^-^-------...

"Kamar ini sedikit kotor dan belum sempat dibersihkan... Kalau mau, besok kamu balik lagi setelah tante suruh orang bersihkan... Takutnya kamu nggak nyaman karena banyak debu" ujar pemilik kos-an yang merupakan adik dari ayahnya Lisa.

"Tante Mer... Maara mau tempati malam ini juga, kira-kira bisa nggak ya... Daripada dia nginap di hotel... ya kan Ra..." ujar Lisa mewakili Maara.

Wanita yang dipanggil tante Mer melirik kedua sahabat itu.

"Nggak pa-pa deh... Senyamannya kamu aja Ra... " ujarnya selang beberapa menit kemudian.

Maara dan Lisa tersenyum lega.

"Terimakasih..." lirih Maara.

Maara akhirnya memutuskan menyewa kamar kos milik tante Mer dan bertekad tidak akan kembali ke rumah Revan lagi. Dan untuk sisa barang-barangnya, besok sepulang mengajar, dia akan mengambilnya tentu kali ini dia tidak akan pergi sendiri. Maara akan meminta Lisa untuk menemani dirinya.

Dia tak ingin kejadian hari ini terulang kembali.

Maara juga ingin menjaga kewarasan jiwanya.

Dan satu hal yang harus segera Maara selesaikan adalah, kata talak dari Revan.

Sebutlah Maara istri durhaka karena keluar rumah tanpa izin suaminya tapi jangan lupakan juga Revan turut bersalah dalam hal ini karena dia suami yang abai akan perasaan istri meski Maara merupakan istri siri tapi dia juga memiliki hak yang sama dengan Laura tapi Revan tak memberikannya.

Laki-laki sungguh kejam dan tak punya hati, begitulah Lisa menyebutnya.

...*******^*^*******...

Dimalam yang tenang dirumah kediaman Revan.

Laura duduk termenung di sudut kamar.

Matanya menatap jauh kehalaman seperti menanti seseorang.

Perempuan itu menoleh pada suaminya yang sedang tertidur.

Dengkuran halus Revan cukup menjadi bukti betapa nyenyaknya tidur laki-laki itu.

Tanpa dia memperdulikan ada perempuan lain diluar sana yang masih bergelar istri sirinya yang kini entah tidur dimana.

Helaan nafas kasar Laura hembuskan.

Entah dia merasa bersalah atau sebab lain, hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.

Sejak kejadian tadi sore, hatinya memang diliputi was-was.

Sebenarnya, Laura itu perempuan yang baik dan lembut. Namun entah mengapa sejak tahu Revan menikahi perempuan lain yang harus diakui Laura sangat manis. Apalagi dengan penampilan yang anggun dengan khimarnya, hati Laura sedikit menyimpan rasa takut dan was-was. Atau lebih tepatnya rasa cemburu meski dia tahu cinta Revan hanya untuknya. Namun tak ada yang bisa menjamin jika Revan takkan berpaling nantinya.

"Terserahlah... Toh dia kan yang masuk tanpa izin kerumah orang...." gumamnya mengabaikan isi nuraninya.

Laura memutuskan melangkah keluar kamar.

Menuruni anak tangga satu persatu dalam kesunyian malam.

Langkah kakinya membawa ke arah kamar paling pojok rumah tersebut.

Dengan ragu, Laura menekan handle pintu yang tertutup rapat seolah si pemilik sedang menyembunyikan dirinya dari dunia luar.

Wangi khas buah-buahan merasuki penciuman Laura saat dia membuka pelan pintu kayu berwarna hitam doff tersebut.

Mata Laura disuguhi penampakan kamar yang kecil namun rapi serta bersih.

Kakinya terus masuk lebih dalam lagi menuju lemari kayu.

Perlahan, dia membuka satu-persatu pintu lemari.

Tak ada yang istimewa dari dalam sana. Hanya ada beberapa gamis serta setelan kerja Maara yang tergantung rapi di hanger.

Laura lalu beralih ke meja rias.

Pun disana juga sama.

Hanya ada beberapa skincare wajah yang umum pada perempuan. Bukan yang merek mahal seperti miliknya.

Deg...

Hati Laura mencelos kala melihat satu paket Alquran yang bersampul pink terletak disudut meja rias.

Sesuatu yang tak ada dikamarnya dulu saat dirumah orangtuanya ataupun dikamar Revan yang kini dia tempati.

Rasa iri itu kini semakin bercokol didadanya.

Mungkin dia mendapat cinta suaminya, dia mendapat cinta semua orang, tapi dia lupa cinta Sang Penciptanya.

Pelahan, Laura meraih mazhab tersebut, lalu membuka tiap lembarannya.

Tanpa disengaja, selembar foto jatuh dari helaian tersebut.

Laura memungutnya.

Memandangi foto itu cukup lama.

Sebuah foto yang didalamnya ada dua orang yang harusnya tersenyum bahagia, namun ini justru terlihat tertekan dan kebingungan.

Foto tersebut adalah foto akad Maara dan Revan saat laki-laki itu menikahinya di rumah sakit karena latar foto tersebut terdapat ranjang pasien.

"Aku tahu jika kamu menyimpan rasa pada mas Revan... Tapi maaf Maara, aku tidak akan pernah memberikan mas Revan padamu karena aku hanya akan jadi istri mas Revan satu-satunya hingga kapanpun...."

...********^*^*******...

"Kamu dari mana...." suara serak Revan mengejutkan Laura yang baru saja masuk kekamarnya.

"Dari dapur... Tadi aku haus" ujarnya sambil berjalan kearah ranjang.

"Sini... Tidur lagi..." Revan merentangkan kedua tangannya agar Laura meringkuk dalam dekapannya.

Perempuan itu menurut saja.

"Besok aku letak dispenser dikamar ya, supaya kamu nggak capek-capek turun naik kalau udah malam..."

"Terserah kamu aja mas...."ujar Laura sambil menyeruak masuk kedalam hangatnya pelukan Revan.

Revan semakin mempererat pelukannya.

"Tidur lagi, masih gelap... Besok aku udah mulai masuk kerja.." gumam Revan sambil merem karena dirinya memang masih ngantuk.

Cup...

Laura melesakkan sebuah kecupan di dagu Revan yang membuat laki-laki itu tersenyum dan semakin memperat pelukannya.

Laura tersenyum puas.

"Lihatlah Maara... Bahkan dalam tidur pun mas Revan tak rela aku jauh darinya.... Kamu hanya akan jadi orang yang tak terlihat diantara kami..."

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!