NovelToon NovelToon
Hidden Lines

Hidden Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.

Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.

Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.

Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.

Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.

Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.

Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

012

Sinar matahari pagi yang tipis mulai menerobos masuk melalui celah gorden beludru abu-abu, membiaskan cahaya keemasan yang tenang di atas lantai marmer kamar pengantin.

Jam dinding kuno di sudut ruangan baru menunjukkan pukul enam pagi.

Udara Los Angeles di luar sana masih diselimuti embun, namun di dalam kamar itu, atmosfernya terasa begitu pekat oleh sisa-sisa ketegangan malam tadi.

Michaela membuka matanya perlahan. Hal pertama yang dia rasakan adalah kekakuan di sekujur tubuhnya karena tidur dalam posisi waspada sepanjang malam.

Dia menoleh ke sisi kanan ranjang king-size tersebut. Di sana, Killian Vale-Knight tampak masih tertidur.

Pria itu berbaring membelakanginya, menyisakan jarak yang cukup lebar di tengah-tengah kasur empuk itu seolah-olah ada dinding pembatas yang tak kasat mata di antara mereka.

Sepanjang malam, Killian benar-benar mempertahankan posisi itu—membelakanginya tanpa berniat berbalik sedikit pun.

Michaela sejujurnya tidak peduli dengan penolakan fisik itu.

Dinginnya sikap Killian tidak akan bisa melukai hatinya, karena dia bukan Cecilia Lynch yang asli yang mungkin akan menangis meratapi penolakan suaminya.

Namun, untuk bisa bertahan hidup di dalam mansion mewah yang berpagar kokoh ini, Michaela tahu dia harus mulai memikirkan strategi jangka panjang.

Dia tidak bisa terus-menerus menggunakan kekerasan fisik atau mengacungkan guci mahal seperti semalam. Dia harus memainkan perannya dengan jauh lebih cerdas.

Jika Killian menganggap diriku adalah wanita menjijikkan dan licik seperti Cecilia, maka aku yang akan mengubah cara pandangnya, batin Michaela sembari bangkit dari ranjang dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara.

Aku akan mengubah suamiku. Aku akan menunjukkan padanya bahwa wanita yang tinggal bersamanya sekarang bukan lagi Cecilia yang penuh tipu daya. Aku tulus berada di sini. Bukan karena tumpukan uangnya, bukan karena nama besarnya, tapi karena takdir telah mengikatku di tempat ini.

Dengan langkah tanpa suara, Michaela melangkah menuju kamar mandi mewah di sudut ruangan.

Dia membersihkan diri, membiarkan pancuran air hangat membasuh seluruh sisa lelah dan ketegangan dari otot-ototnya.

Setelah selesai, dia memilih gaun terusan kasual berwarna pastel yang sopan namun tetap memberikan kesan anggun. Rambut panjangnya ia ikat rapi ke samping.

Dia menatap pantulan wajah cantiknya di cermin.

Daripada berdiam diri di kamar ini dan meladeni pria patah hati yang sedang dikuasai ego itu, sepertinya mendekati mertuaku jauh lebih berguna, pikirnya mantap.

...ΩΩΩΩΩ...

Di area dapur utama mansion keluarga Knight, kesibukan sudah terasa sejak pagi buta.

Aroma harum dari panggangan roti, seduhan kopi arabika premium, dan tumisan mentega segar menyeruak memenuhi udara, menciptakan atmosfer rumah tangga yang begitu hangat dan mewah.

Beberapa pelayan berseragam rapi tampak bergerak cekatan memotong sayur dan menata piring-piring porselen.

Di dekat meja konter marmer, tampak sosok Suzzy Vale-Knight—sang Mommy—sedang sibuk mengaduk sup krim dalam panci besar sambil sesekali memberikan instruksi lembut pada kepala pelayan.

Wanita paruh baya itu terlihat begitu anggun bahkan dalam balutan celemek masak rajutan.

"Mom..." panggil Michaela dengan suara lembut, melangkah masuk ke dalam area dapur dengan langkah ragu yang sengaja dia buat.

Suzzy menoleh dengan cepat, wajah cantiknya langsung dihiasi oleh senyuman hangat yang begitu tulus saat melihat menantunya.

Dia meletakkan sendok sayur, lalu berjalan mendekati Michaela. "Kenapa sudah bangun, Sayang? Ini masih terlalu pagi. Kembalilah ke kamar untuk beristirahat. Biar Mommy dan para pelayan yang mengurus sarapan di sini."

Michaela memberikan senyuman terbaiknya, menggeleng pelan. "Aku ingin membantu Mommy di dapur. Aku... aku tidak biasa bangun siang, Mom."

Suzzy terkekeh geli, tangannya terulur untuk mengusap pipi Michaela dengan penuh kasih sayang.

"Tidak, Sayang. Kau pasti sudah sangat lelah sepanjang malam setelah rentetan acara pernikahan kemarin. Lebih baik kau turun nanti saja setelah jam sarapan bersama yang lain, oke?"

Lelah? batin Michaela seketika, menahan diri agar tidak mendengus geli.

Iya, dia memang merasa lelah. Namun, lelah yang dia rasakan adalah karena harus memutar otak dan merencanakan semua langkah pertahanan dirinya dengan matang sejak semalam, bukan karena aktivitas malam pertama dengan suaminya.

Ya, Killian adalah suaminya sekarang, dan Michaela harus mulai membiasakan diri dengan sebutan itu di dalam kepalanya.

Melihat binar mata Suzzy yang begitu penuh perhatian, Michaela menyadari satu hal penting.

Seorang ibu yang baik seperti Suzzy tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memanjakan menantunya jika dia tahu ada yang tidak beres.

Selama masa pemulihannya di rumah sakit, Mommy Suzzy selalu datang berkunjung, membawakannya buah, dan mengajaknya mengobrol dengan sangat baik.

Fakta ini menjadi kartu as bagi Michaela. Itu artinya, Killian sama sekali tidak memberitahukan kepada keluarganya—terutama pada sang Mommy—soal identitas Cecilia yang ternyata adalah seorang penipu dari sindikat hitam, maupun soal rencana pernikahan yang didasari atas dendam pribadi ini.

Killian menelan semua rasa sakit dan rahasia itu sendirian demi menjaga perasaan ibunya.

"Baiklah kalau begitu, Mom. Aku akan kembali ke kamar untuk melihat apakah... apakah Killian sudah bangun," ucap Michaela, sedikit bersandiwara dengan memberikan rona merah palsu di wajahnya.

Suzzy mengangguk senang, wajahnya berbinar puas.

Dia maju selangkah lalu mencium kening Michaela dengan lembut. "Anak pintar. Sana, urus suamimu dulu."

Dikecup seperti itu, dada Michaela mendadak berdesir aneh.

Ada rasa hangat yang asing yang mengalir ke ulu hatinya, membuat matanya terasa sedikit panas.

Jiwa Michaela yang asli benar-benar terasa lemah jika dihadapkan pada kasih sayang keibuan yang tulus seperti ini.

Sepanjang hidupnya, ibu kandungnya sendiri membuangnya bagai sampah, namun di sini, seorang wanita kaya raya memperlakukannya bagai anak kandung sendiri.

Air mataku benar-benar murah jika dihadapkan pada kebaikan seperti ini, batin Michaela getir sembari berbalik melangkah meninggalkan dapur.

Dia bersumpah di dalam hati akan menjaga kebahagiaan wanita paruh baya itu, meskipun dia harus berhadapan dengan putranya yang menyerupai monster.

...ΩΩΩΩ...

Begitu kembali ke dalam kamar pengantin, Michaela mendapati suasana masih sepi.

Killian ternyata masih tertidur di atas ranjang dengan posisi yang sama seperti saat dia tinggalkan tadi.

Deru napas pria itu terdengar teratur, menyiratkan bahwa di balik tubuh besarnya yang mengintimidasi, dia juga mengalami kelelahan mental yang luar biasa setelah berbulan-bulan menahan beban dikhianati.

Michaela melangkah mendekati ranjang dengan langkah pelan yang sengaja dihentak-hentakkan sedikit agar menimbulkan suara.

Dia berdiri di tepi kasur, menatap punggung tegap suaminya yang tertutup selimut tebal.

"Yin..." panggil Michaela dengan suara yang cukup tegas namun datar.

"Hmm???" terdengar jawaban berupa gumaman berat dan serak dari balik selimut. Killian bergerak sedikit, namun belum membuka matanya.

Yin. Nama kecil suaminya.

Selama beberapa hari berada di bawah atap mansion keluarga Knight, Michaela memang beberapa kali secara tidak sengaja mendengar Daddy Kaelor atau Mommy Suzzy memanggil putra sulung mereka dengan sebutan 'Yin' saat suasana sedang santai.

Michaela memutuskan untuk menggunakan nama itu sekarang, sebuah taktik psikologis untuk mengaburkan batas antara perannya sebagai Cecilia dan dirinya yang asli.

"Bangunlah, sebentar lagi jam sarapan keluarga dimulai," ucap Michaela lagi, melipat kedua tangannya di depan dada.

Killian perlahan membuka matanya.

Kesadarannya terkumpul dalam beberapa detik, dan begitu dia menyadari suara siapa yang membangunkannya, matanya langsung menyipit tajam.

Dia berbalik, mendudukkan dirinya di atas kasur dengan bertumpu pada satu tangannya. Rambut hitamnya yang berantakan justru membuat ketampanannya terlihat semakin maskulin dan liar di pagi hari.

Dia menatap Michaela dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan yang amat kental.

"Apakah ini drama baru? Peran sebagai istri yang baik dan berbakti yang diajarkan oleh Madam-mu untuk memikat suaminya di pagi hari, hm?" desis Killian dingin.

Michaela sudah merasa muak dengan tuduhan yang sama yang terus diulang-ulang sejak semalam.

Kesabarannya habis.

Alih-alih berargumen dengan kata-kata manis, dia langsung mengangguk dengan cepat dan berkata dengan nada ketus, "Tidak, ini bukan drama. Aku memang istrimu yang sah sekarang, suka atau tidak. Jadi bangun dan cepatlah mandi!"

Plak!

Dengan gerakan kilat yang sama sekali tidak terduga oleh Killian, Michaela meraih bantal cadangan di sampingnya dan memukulkannya tepat ke arah wajah tampan pria itu.

Pukulan itu tidak terlalu keras, namun cukup sukses membuat rambut Killian semakin berantakan dan menghancurkan harga dirinya dalam sekejap.

"Wah, sialan kau!" bentak Killian, matanya membelalak kaget bercampur geram.

Dia merenggut bantal itu dari tangan Michaela dengan satu sentakan kasar.

Tidak pernah ada satu orang pun—terutama seorang wanita—yang berani memukul wajah seorang Killian Vale-Knight dengan bantal di pagi hari.

"Jangan mengumpat padaku terus-menerus, Yin," balas Michaela tanpa rasa takut sedikit pun, melangkah mundur satu tapak untuk menjaga jarak aman.

"Gunakan bahasamu yang lebih terhormat jika sedang berbicara dengan istrimu."

Killian terdiam di tempatnya duduk. Rahangnya mengatup rapat, namun di dalam dadanya, ada sebuah debaran aneh yang bergolak hebat.

Sejujurnya... jauh di dalam sudut hatinya yang paling dalam, dia masih sangat mencintai sosok Cecilia yang dia kenal di telepon dulu.

Dibangunkan dengan cara yang kasual, dipanggil dengan nama kecilnya, dan dihadapkan pada interaksi seperti tadi hampir saja membuatnya terbuai dan melupakan dendamnya selama beberapa detik.

Semalaman dia menahan diri setengah mati untuk tidak berbalik menatap wajah teduh namun licik milik istrinya itu, karena Killian takut—dia sangat takut jika dia menatap wajah itu terlalu lama, dia akan semakin jatuh dan kembali menjadi orang tolol yang berlutut di bawah pesonanya.

Dia sengaja bersikap kejam dan bertekad memperlakukan wanita ini agar dia jera, membuat hidupnya di mansion ini seperti neraka yang berjalan, hanya demi mengobati luka menganga di hatinya yang hancur.

Namun, ada satu dilema besar di dalam diri Killian.

Dia dibesarkan oleh sang Mommy, Suzzy, dengan limpahan kasih sayang dan didikan moral yang luar biasa tinggi untuk selalu menghormati wanita.

Lalu sekarang, bagaimana caranya dia menyakiti dan menyiksa perempuan yang sudah sah menjadi istrinya ini tanpa melanggar prinsip dasar kemanusiaan yang diajarkan ibunya?

Tekanan antara rasa cinta yang berubah menjadi benci, ego yang terluka, dan ajaran moral ibunya membuat kepala Killian serasa mau pecah.

"Arggghhhhh!!" Killian tiba-tiba berteriak frustrasi dengan suara baritonnya yang menggelegar, meremas rambutnya sendiri dengan kedua tangan tanpa sadar karena konflik batin yang menyiksanya.

Michaela yang melihat pemandangan aneh itu seketika menahan tawa.

Sudut bibirnya berkedut, dan sebuah suara tawa kecil yang mengejek lolos dari mulutnya.

"Pfhhhhh... kau ini kenapa? Kau terlihat seperti seekor gorila yang sedang mengamuk di tengah hutan," ucap Michaela spontan dengan nada mengejek yang sangat santai.

"Gorila? Kau... kau mengataiku gorila?!" Killian mendongak, matanya berkilat penuh amarah yang dingin, menatap Michaela dengan pandangan yang bisa membunuh siapa saja yang melihatnya.

Anehnya, Michaela tampak tidak takut sedikit pun.

Jiwa jalanannya yang pernah berhadapan dengan amukan ayahnya yang memegang botol kaca membuat gertakan Killian terasa seperti angin lalu.

Michaela menentang tatapan itu, melipat tangannya kembali dengan angkuh.

"Kalau iya kenapa? Kau ingin menamparku? Begitu? Silakan coba saja, Tuan Knight. Tapi perlu kau ingat, aku bisa saja dengan mudah berjalan turun ke bawah sekarang dan memberitahukan seluruh tingkah laku kasarmu dan teriakan gila-mu semalam dan pagi ini langsung pada Mommy..."

Michaela menjeda kalimatnya, memberikan senyuman licik yang penuh kemenangan.

"Jadi, jangan macam-macam padaku jika kau tidak ingin ibumu tahu apa yang sedang kau rencanakan."

"Brengsek, kau mengancamku?!"

Killian langsung bergerak gesit. Dalam satu hentakan, dia melompat turun dari ranjang, merangsek maju dan mencengkeram kedua bahu Michaela dengan kuat, mengunci tubuh wanita itu di depan lemari besar.

Wajahnya mengeras penuh amarah yang tertahan.

"Rupanya tingkah manismu pagi-pagi buta mendatangi dapur Mommy-ku adalah untuk mencari perlindungan, hm? Kau memperlihatkan bahwa kau tahu di mana titik kelemahanku?" Killian berbisik dengan suara yang bergetar menahan geram tepat di depan wajah Michaela.

"Katakan saja padanya, Cecilia! Katakan semua padanya! Jika kau berani mengadu pada Mommy-ku tentang pernikahan ini, maka detik itu juga aku akan membuka seluruh dokumen penyelidikan Millian di depan seluruh keluarga. Aku akan mengatakan pada mereka semua bahwa kau tidak lebih dari seorang wanita licik murahan dari jaringan kriminal yang suka menipu harta para pria! Kita lihat, siapa yang akan diusir seperti anjing dari rumah ini!"

Cengkeraman Killian di bahunya terasa menyakitkan, namun Michaela justru menatap langsung ke dalam manik mata suaminya dengan kilatan mata yang tidak lagi menunjukkan ketakutan, melainkan kobaran api tantangan yang menandakan bahwa perang psikologis di antara mereka baru saja resmi dimulai.

1
nayla tsaqif
Ini badainya udah berlalu belom,,,?? gk ada badai madam roses kan,,?? Barang kali madam tua itu tantrum,, 😌
Bakul Lingerie
Millian ga hadir? jgn2 Cecilia hamil sama Millian😅.. eh
Rosdianah 🌷: hihihi Millian Lapak sebelah ada cerita nya sendiri ya kak, Judulnya "My Fake Knight" 🫶🏻
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Author Up besok ya kak🫶
total 1 replies
Bakul Lingerie
aku liat sinopsisnya berasa lagi baca novel terjemahan.. menarik...lanjooot
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
sup ayam dan jus melon 🤔🤔🤔kombinasi sempurna tuh, jadi laper nih ngebayangiin nya🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Hahah kak reader bisa aja 😅
total 1 replies
Sarinah Quinn
ceritanya pasti akan lebih rumit lagi bagi Michaela 😢 karena kalau nanti killian sudah mencintai nya maka Cecilia asli akan muncul dan mengambil tempat Michaela lebih menyakitkan lagi killian tidak bisa membedakan keduanya Krn wajah yang sama. kasian Michaela thor kenapa sih dia tidak mengaku SJ sebagai Michaela bukan Cecilia.... pokoknya jangan buat Michaela menderita lagi thor 🙏🙏🙏
Rosdianah 🌷: author ikut maunya kak reader 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mita Paramita
udah jatoh ketiban tangga nih killian 😭😭😭 nyesek banget mesti melepas Mischa 🤣🤣🤣lagian jangan gengsi kalo suka sama istrinya kn sekarang situasi udah diujung tanduk nih 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: ntar menyesal 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
killian panik kehilangan micha 🤣🤣🤣 gimana kalo kontrak nikah udh berakhir mungkin gak mau cerai nih 😈😈😈
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Yg paling sedih disini,, rahim micha memiliki masalah pasca kcelakaan hasil sabotasemu yin,, dan kau memperburuknya dg obat kontrasepsi,, kau hampir menghancurkan harta berharga seorang wanita,,mommy pasti kecewa luar biasa, putranya menjadi seorang monster😌kutuk aja mom,, kutuk yin jadi marcusuar,, 😌
Rosdianah 🌷: huhuhu 🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ehmmm hamil gak yah🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: aman kak🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
hahaaha semua rencana killian ketauan semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Mom memang paling peka🤭
total 1 replies
Mita Paramita
akhirnya micha bisa lepas dari killian berkat momy Suzy 🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: mommy best🥳🤭
total 1 replies
Mita Paramita
killian gagal total rencana licik ny udah dibongkar orang tua ny 🤣🤣🤣 semoga micha cepet Hamidun 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: hehehe iya kak
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 keren visual nya
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Good job daddy mommy,, 👏👏👏🥰
Rosdianah 🌷: yeee🥳
total 1 replies
Ainun Mahya
mana nih lanjutannya kak😄
Rosdianah 🌷: Nanti malam ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor yang banyak 🤣🤣🤣
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kael, Pergi yg jauh sama kakakmu gaby !! Biar yin gila,,, 😌sebelum berpisah jujurlah ttg semuanya kpd mommy suzzy,, biar yin di hukum gantung sama mommy🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kan,,,, kan,,, kan,,, y gini klo maen api,, menyala meledak,, kobong🔥hangus semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Meledak 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!