NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Setelah sampai di NH group, Meira segera menemui sekretaris Bai di dalam ruangannya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, gadis kecil itu menerobos masuk ke ruangan sekretaris Bai yang kebetulan ia sedang membaca beberapa berkas.

"pak Bai, siapa orang yang akan membantu kita? dimana dia?" tanya Meira.

"tenanglah nona, sebaiknya kamu duduk dan minum dulu." ucap sekretaris Bai sambil mengambilkan segelas air putih untuk Meira.

"terimakasih"

"namanya Sakha dari perusahaan Florence."

"Florence?"

"ya, saingan dari yuanxian, bahkan kedua nya memiliki kemampuan seimbang dalam urusan bisnis."

"apa pak Bai yakin dia tidak menginginkan apapun untuk membantu NH?"

"beliau berkata seperti itu, dan dia ingin bertemu langsung dengan nona."

"ahh baiklah, kapan aku bisa menemuinya?"

"nanti malam jam 8 malam di sebuah restoran lotus."

"oke aku akan menemuinya."

"jangan lupa perhatikan penampilan dan make up." ucap sekretaris Bai memberi sebuah saran.

"oke."

Kini Meira bisa bernafas dengan lega setelah ia mengetahui kalau ada orang yang akan membantunya tanpa syarat. Walau sebenarnya ia merasa cukup aneh, namun ia tetap berpikir positif dan alangkah baiknya ia menemuinya terlebih dulu.

Drrtt drrtt ponsel Meira berdering kembali, ia mengambil ponselnya yang di letakkan di meja dan melihat siapa yang menelponnya. "nomor tidak di kenal lagi?" gumam gadis itu yang kemudian menerima telpon tersebut.

"ya, siapa nih?"

"Meira sayang. . " sapa seorang wanita di sebrang sana.

"ada perlu apa lagi? udah berapa kali aku bilang jangan hubungi aku!"

"Eira dengarkan mama dulu, mama sekarang ada di kota mu, dan izinkan mama untuk menemui kamu sekali saja sebelum mama pergi kembali." bujuk Yoona agar bisa menemui putrinya.

"maaf aku sibuk." ucap Meira menutup sambungan telponnya.

Yoona kini menyadari semua dengan apa yang telah di lakukan di masa lalu nya itu salah besar. Namun ia tidak menyesal sama sekali daripada harus membuat mantan suaminya malu, lebih baik ia meninggalkannya. Kini Yoona memiliki seorang putri bersama dengan suaminya yang berprofesi sebagai aktor, tidak hanya seorang putri, ia juga memiliki seorang putra dari istri pertama suaminya yang telah meninggal.

"Yoona .. ada apa?" tanya suami wanita itu.

"ahh . . gak ada apa-apa."

"ayo anak-anak sudah menunggu."

Yoona hanya mengangguk mengikuti suaminya.

Sementara itu di tempat Meira. ia masih terdiam di sebuah ruangan perusahaan nya. "kenapa harus sekarang? kenapa gak dari dulu?" ucap Meira berbicara sendiri.

Untuk menghilangkan rasa stress nya, ia menelpon Ayumi dan mengajaknya pergi ke suatu tempat dimana ia bisa merasakan ketenangan. Kali ini bukan bar atau sejenisnya yang ia kunjungi melainkan sebuah danau dengan nuansa alam yang begitu sejuk dan indah di sore hari.

Setelah puas ia melempar beberapa batu ke danau tersebut, Meira mengajak teman nya itu untuk pindah tempat ke sebuah mall.

"barang apa yang kamu cari Ra?" tanya seorang gadis di sebelahnya.

"entah aku sendiri juga bingung mau cari apa." jawab Meira dengan perasaan yang tak bersalah.

"Ra aku orang nya emosian loh, jangan sampai buat aku ngamuk disini."

"hehehe. . ." Meira malah sengaja menertawakan temannya itu yang mulai terlihat kesal.

"yaudah ayo pulang." ucap Meira menarik tangan Ayumi.

Setelah beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba pandangan Meira terfokus pada sebuah toko jam, ia pun menghentikan langkahnya dan masuk ke toko tersebut untuk melihat-lihat.

"ngapain lagi sih Ra? katanya mau pulang?"

"sebentar ish bawel amat sih."

"Mbak aku mau lihat yang ini." ucap Meira menunjuk sebuah jam tangan yang terlihat mewah dan elegan.

"itu jam tangan pria loh, buat siapa? apa jangan-jangan kamu punya pacar tanpa sepengetahuan aku?"

"huss mana ada, aku masih nyaman dengan zona single." ujar Meira menyangkal ucapan Ayumi.

Setelah melihat dengan teliti dan membolak-balikan arloji yang di genggamannya akhirnya Meira memutuskan untuk membungkus itu dan membawanya pulang.

*

Sementara itu di tempat Alexi berada, setelah Nino mendapatkan semua informasi yang di butuhkan boss nya, ia pun segera melaporkan semuanya pada Alexi.

"jadi dia yang mau bermain dengan Alexi?"

"benar tuan, dan malam ini mereka akan bertemu di restoran lotus jam 8 malam."

"oke cukup, kamu boleh kembali." ucap Alexi sambil memainkan kelima jari tangan kanan nya.

Malam hari

Setelah beristirahat sebentar, Meira bergegas untuk bersiap menemui direktur perusahaan yang akan membantunya menstabilkan NH group. Ia merias dirinya dan penampilan yang sedikit berbeda dari biasanya.

"yaaa... Meira apa yang kamu lakukan? hanya bertemu dengan seorang pria kenapa harus berlebihan seperti ini?" ucap Meira pada dirinya sendiri.

Ia pun memutuskan untuk menghapus kembali make up nya dan mengganti bajunya dengan pakaian yang biasa ia kenakan pada saat ke perusahaan. "selesai, begini lebih baik." ucap gadis itu yang kemudian pergi meninggalkan kamar dan rumahnya.

*

Tak butuh waktu lama, Meira sampai di tempat tujuannya. Ia segera masuk dan langsung di sambut dengan seorang pelayan yang akan mengantarkannya ke tempat yang telah di pesan oleh Sakha.

"silahkan nona." ucap pelayan itu sambil menarik sebuah kursi untuk Meira duduk.

Gadis itu pun duduk sambil clingak-clinguk melirik kiri kanan depan belakang "kenapa suasananya begitu aneh?" gumam Meira melihat riasan meja yang begitu romantis dengan lilin yang menyala.

"permisi nona.. minumannya." ucap seorang pelayan sambil menaruh segelas minum."

"makasih." saur Meira dengan senyum manisnya.

Sesekali Meira melihat jam di layar ponselnya, 15 menit ia menunggu namun orang yang ingin menemuinya belum kunjung datang juga.

Setelah 20 menit menunggu akhirnya pria itu datang bersama dengan asisten nya. Ia duduk di hadapan Meira saat Meira mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"ehh.. selamat malam tuan." sapa Meira yang langsung berdiri dan membungkuk ketika melirik ke hadapannya telah ada seorang pria yang telah duduk.

"silahkan duduk." ucap pria itu dengan tatapan yang begitu intens hingga membuat gadis si hadapannya sedikit gugup.

"terimakasih tuan." saut Meira yang duduk kembali.

"jadi kamu yang berkuasa atas perusahaan NH group?"

"iya tuan."

"maaf kalau boleh saya tau, kenapa tuan mau membantu tanpa sebuah imbalan?"

"karena saya tau perusahaan kamu sedang berada di ujung tanduk, jadi saya gak akan mengambil keuntungan dari perusahaan kecil." jelas Sakha.

Meira langsung tercengang dengan apa yang barusan ia dengar dari seorang pria di hadapannya itu. "bagaimana mungkin masih ada orang sebaik dia?" ucap Meira dalam batinnya.

"hallo nona." ucap Sakha melambaikan tangannya di hadapan Meira.

"ahh .. iya?"

"selamat menikmati makan malamnya, gak perlu cemas masalah perusahaan, mulai besok saya akan membantunya jadi kamu bisa fokus dengan kuliah mu." ujar Sakha yang terlihat begitu dermawan.

"saya benar-benar berterimakasih tuan, karena telah bersedia membantu saya."

Sakha hanya tersenyum dan mengangguk, mereka pun melaksanakan makan malam bersama yang di lanjutkan dengan obrolan-obrolan kecil. Sementara itu di sisi lain seseorang sedang memperhatikan mereka secara sembunyi-sembunyi.

***

Bersambung. . .

Mohon dukungan nya bantu like, gift dan komentarnya terimakasih 🙏

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!