NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Perjalanan Pulang

Sinar matahari pagi menyinari jendela penginapan ketika Zhou Hao meregangkan tubuhnya di atas ranjang dengan uapan panjang.

"Hoaah... gila! Tidurku semalam nyenyak sekali!" seru Zhou Hao sambil menggosok matanya. Ia menoleh ke arah meja teras dan melihat Wei Changqing sudah duduk rapi sambil membaca buku catatan herbal ditemani secangkir teh hangat. "Kau sudah bangun pagi sekali, Changqing?"

"Langit sudah cerah, Hao," jawab Changqing santai tanpa mengangkat kepalanya dari buku. "Cepat bersiap. Kita langsung berangkat pulang setelah sarapan."

Saat Zhou Hao membuka jendela kamar untuk menghirup udara pagi, matanya menangkap kepulan asap hitam yang masih membubung tinggi di ujung barat Kota Lembah Hitam. Di jalanan di bawah penginapan, orang-orang pasar ramai berbicara dengan suara heboh.

"Hei, Changqing! Lihat itu!" tunjuk Zhou Hao terkejut. "Gedung pengolahan kulit hewan di barat kota kebakaran besar semalam! Dengar-dengar dari pelayan penginapan di bawah, tempat itu ternyata markas rahasia komplotan penculik anak! Ada pendekar misterius yang membantai seluruh penjahat di sana semalam dan menyelamatkan puluhan anak desa!"

Changqing menyesap tehnya dengan tenang, wajahnya tetap datar. "Syukurlah kalau begitu. Dunia persilatan jadi sedikit lebih bersih dari hama."

"Wah... hebat sekali pendekar misterius itu!" Zhou Hao berdecak kagum dengan mata berbinar. "Pasti dia seorang pahlawan tingkat Grandmaster dari sekte besar! Kapan ya aku bisa bertemu pahlawan hebat seperti itu?"

Changqing hanya menyembunyikan senyum kecil di balik cawan tehnya. ‘Pahlawan yang kau kagumi itu baru saja mencuci kaus kaki dan sarung pedangnya di kamar mandi sebelah, Hao.’ batin Changqing.

Tak lama kemudian, Baii Ling keluar dari kamarnya. Gadis kecil itu terlihat sangat berbeda dari dua hari lalu. Dengan pakaian katun hijau hangat, rambut hitam yang dikepang rapi, dan sepasang sepatu bot kulit kecil berwarna merah kecokelatan yang dibelikan Zhou Hao, ia tampak seperti putri bangsawan muda yang manis.

"Selamat pagi, Kakak Changqing, Kakak Zhou Hao," sapa Baii Ling sambil membungkuk sopan.

"Hahaha! Pagi, Adik kecil! Sepatumu pas sekali!" Zhou Hao tertawa senang. "Ayo, naik ke gerobak! Kita pulang ke rumah kita di Lembah Bambu Biru!"

Sepanjang perjalanan menaiki gerobak kuda meninggalkan gerbang Kota Lembah Hitam menuju pegunungan, Changqing duduk di sebelah Baii Ling di bagian belakang gerobak.

Dengan suara yang sangat pelan agar tidak terdengar oleh Zhou Hao atau kusir di depan, Changqing memberikan instruksi penting kepada murid barunya itu.

"Baii Ling, saat kita sampai di Sekte Lembah Bambu Biru nanti, kau akan bertemu dengan banyak murid dan tetua," bisik Changqing. "Sebelum kita pergi tadi, aku telah menyegel sedikit pancaran hawa dingin di Dantian-mu agar meridian teratai es milikmu tidak terlihat oleh orang lain."

Baii Ling mendongak menatap Changqing dengan mata serius. "Kenapa disembunyikan, Kakak Changqing? Bukankah kalau mereka tahu aku punya bakat bagus, mereka akan lebih menyukaiku?"

"Di dunia persilatan, bakat hebat yang tidak disertai kekuatan untuk melindungi diri justru adalah racun," jelas Changqing dengan tatapan teduh seorang legenda tua. "Kalau sekte luar atau mata-mata musuh tahu kau memiliki Meridian Teratai Es, mereka akan datang memburumu lagi atau mengadu domba sekte kita. Untuk saat ini, jadilah anak rajin biasa yang membantu merawat tanaman obat. Latih Ilmu Pernapasan Hati Es Nirwana-mu hanya di malam hari saat tidak ada orang."

Baii Ling mencerna kata-kata itu dengan kecerdasannya yang tinggi, lalu mengangguk mantap. "Baii Ling mengerti! Aku tidak akan pamer dan tidak akan membuat Kakak Changqing kerepotan!"

Menjelang senja, siluet gerbang batu bertuliskan Sekte Lembah Bambu Biru akhirnya mulai terlihat di balik rimbunnya hutan bambu perbukitan. Langkah pertama kepulangan mereka telah tiba.

Gerobak kuda memasuki pelataran utama sekte saat matahari mulai tenggelam di balik bukit barat.

Kedatangan Wei Changqing, Zhou Hao, dan gadis kecil asing yang mereka bawa langsung menarik perhatian beberapa murid senior yang sedang menyelesaikan latihan sore mereka. Di antara mereka, berdiri seorang pemuda bertubuh jangkung dengan seragam putih biru—itu adalah Kakak Senior Pertama, Chen Wu. Chen Wu berada di tingkat Pendekar Menengah Tahap 4, berwatak agak angkuh dan sangat ketat pada aturan sekte.

"Changqing! Zhou Hao!" seru Chen Wu sambil melangkah mendekat menghalangi jalan gerobak, matanya menatap tajam ke arah Baii Ling yang berdiri gugup di samping gerobak. "Kalian dikirim untuk mengawal pasokan obat, kenapa malah pulang membawa anak gelandangan? Apakah kalian lupa aturan ke sembilan sekte kita? Lembah Bambu Biru bukan panti asuhan!"

Zhou Hao langsung melompat turun untuk membela. "Kakak Senior Chen! Anak ini korban penculikan komplotan perampok di dekat Kota Lembah Hitam! Keluarganya sudah dibantai. Masa kita tega meninggalkannya mati kelaparan di jalanan?"

"Kejam atau tidak, itu urusan dunia luar!" bantah Chen Wu dingin. "Sekte kita sedang menghemat anggaran untuk persiapan Turnamen Lembah Anggrek bulan depan. Kita tidak punya sisa sumber daya untuk memberi makan orang luar yang tidak memiliki kontribusi!"

Mendengar perdebatan itu, Baii Ling kecil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Jari-jarinya meremas ujung jubah Changqing dengan gemetar. Ia teringat pesan Changqing di jalan tadi untuk tidak mencolok, namun ia merasa cemas telah membawa masalah bagi penyelamatnya.

Namun, sebuah tangan yang hangat dan tenang menepuk pundak Baii Ling.

Changqing melangkah maju, menatap langsung ke mata Chen Wu dengan sorot mata datar namun memiliki bobot wibawa yang membuat Chen Wu tanpa sadar menelan ludah.

"Kakak Senior Chen," ucap Changqing dengan suara tenang. "Aturan ke sembilan sekte memang melarang murid membawa orang luar ke area inti latihan sekte. Namun, aturan ke empat belas juga menyatakan bahwa murid pengelola taman obat herbal boleh merekrut tenaga bantu jika disetujui atau dibutuhkan untuk mengelola kebun."

Chen Wu mengerutkan dahi. "Memangnya kenapa?"

"Paman Guru Lin sudah tua dan sering mengeluh kewalahan merawat lahan herbal di lereng bukit barat yang luas," lanjut Changqing lancar. "Mulai hari ini, aku dan Zhou Hao akan menyisihkan separuh jatah bulanan kami untuk makanan Baii Ling. Sebagai gantinya, dia akan tinggal di pondok taman obat luar untuk membantu menyirami tanaman herbal setiap pagi. Dengan begitu, dia bukan 'orang luar makan gratis', melainkan tenaga bantu resmi taman obat sekte. Apakah Kakak Senior memiliki keberatan dengan hukum aturan ke empat belas?"

Chen Wu terbungkam. Argumen Changqing begitu rapi, logis, dan tidak melanggar satu pun hukum sekte. Terlebih lagi, saat ditatap oleh Changqing, Chen Wu merasakan tekanan mental aneh seolah-olah ia sedang berhadapan dengan Guru Utama Sekte sendiri.

"Cih! Kalau sampai anak itu merusak tanaman herbal sekte atau mencuri di malam hari, kau yang akan menanggung hukuman cambuknya, Changqing!" dengus Chen Wu sebelum berbalik pergi bersama kelompok murid senior lainnya.

Zhou Hao langsung menghela napas panjang dan tertawa lega. "Gila! Mulutmu tajam sekali hari ini, Changqing! Si angkuh Chen Wu sampai tidak bisa membalas!"

Baii Ling menatap Changqing dengan mata berkaca-kaca penuh haru. "Kakak Changqing... kau rela memotong jatah makanmu demi aku..."

"Jangan pikirkan ucapan Chen Wu," senyum Changqing sambil menunduk ke arah Baii Ling. "Di dunia persilatan, kehormatan tidak didapat dari belas kasihan orang lain, melainkan dibuktikan melalui usaha nyata. Ayo kita bawa barang-barang ini lalu menghadap Guru Utama Sekte untuk meminta persetujuan resmi."

Mereka bertiga melangkah melewati pelataran batu menuju pondok utama ketua sekte.

1
baca yg gue suka
dari pahlawan berbalik jd iblis.
mana pemikiran dr kehidupan 80 thn?
hrs kah jd iblis utk membuat kedamaian?
baca yg gue suka
pasukan bayangan gerhana byk yg dibantai, tp kok gak abis2 ya?
msh brp byk lg yg tersisa?
baca yg gue suka
juara turnamen gak dpt apa2?
minimal senjata, sumberdaya atau koin emas gitu? payah
baca yg gue suka
masak petinggi sekte gak ada satupun yg merasakan kedatangan Mo Ya?
Raju
ditunggu cerita serumu Thor...💪💪💪
Celestial Quill: jangan lupa di baca Kaisar Bela Diri Legendaris ya🤭
total 1 replies
Raju
ahir daricsebuah pembantaian
Raju
anak mudanya mati diahir episode.... wkwkwkwwk
baca yg gue suka
sblm mjd kuat, taring hrs disembunyikan rapat2 dulu👍
baca yg gue suka
awal cerita menarik, bahasa gak membosankan.
mudah2an novel bagus
jhoni
drama apa ini, mc nya sangat membagong kan kaga jelas
Raju
ketua sekte pada sinting semua...
keserahakannya sudah berakar ke ubun³.
g bisa mmbedakan mana gertakan mana ancaman nyata...!!
si hantu bayangan cangqiang kmna ni.... g kliatan ??
Celestial Quill: /Facepalm/
total 1 replies
Raju
shen yu gadis bodoh....
sama kea bpk nya...
g bsyukur dselamatkan..
malah menggila menganggap org lain iblis...
Raju
pemusnahan di Mulai
Raju
bantai semua ketua aliansi...
sisakan kultivator dan rakyat ta berdosa....
Raju
ahir dri sebuah keputusan...!!
Raju
kesian cangqiang...harua menjadi iblis pembantai demi kedamaian dunia kultivasi...
Celestial Quill
semakin kacau dunia persilatan, pengorbanannya changqing yang di musuhi semua pendekar.
Raju
akan kah dunia kultivasi menjadi damai seperti yg telah dijanjikan cangqiang !!
Raju: atau bakal ada jamur² baru tumbuh, menjilat. penuh hasut, yg bakal mnusuk dri belakang....!!
total 1 replies
Raju
apakah yg akan terjadi ketika cangqiang keluar dari mkn nanti ??
dtingkat apakah kultivasi MC nanti nya ??
apakah akan menjadi dewa. atau iblis haus darah !!
Raju: kita do'akan semoga Author selalu sehat. aamiin.
total 1 replies
Raju
rampok... habiskan semua isi makan kaisar beladiri didalam itu changqiang... jgn sisakan 1 pun...
agar yg serakah hanya bisa menangis darah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!