NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

 "Kamu hanyalah wanita simpanan dari suamiku, tak berhak kamu menyentuh apapun yang diberikan oleh suamiku. Begitu juga dengan apartemen ini, aku sudah menyelidiki jika Apartemen ini atas nama suamiku."Berlin tidak bisa berkutik setelah kebenaran itu terbongkar.

 "Kamu angkat kaki dari Apartemen ini, kamu bukan siapa-siapa di sini. Ini apartemen milikku, semua yang dimiliki suamiku sama semuanya milikku."Berlin semakin terpojok.

 "Aku tidak mau pergi, Apartemen milikku."Berlin tak ingin melepaskan apa yang sudah ia miliki.

 "Mulai berani."Berlin pun diseret keluar dari apartemen itu.

 "Jika kamu berani menginjak Apartemen ini, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu."wanita itu balik mengancam Berlin dan kini posisi Berlin sudah ada di luar Apartemen.

 "Aku harus meminta bantuan pada temanku."Berlin pun terpaksa meninggalkan apartemen itu dan menemui salah satu temannya.

Di posisi Leo, masih sibuk mengecek beberapa dokumen yang sudah ada di meja kerjanya. Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari pintu dari ruang kerjanya.

 "Masuk."

 "Maaf tuan,didepan ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan."seketika Leo menghentikan pekerjaannya.

 "Suruh masuk."perintah Leo kepada sekretarisnya.

 Dari luar terlihat sosok wanita paruh baya datang menghampiri Leo."Tuan Leo."Leo hanya terdiam sembari menatap wanita yang ada di depannya.

 "Ternyata Anda nyonya Sila."Nyonya Sila ini adalah istri dari tuan Hardi, pria simpanan dari Berlin.

 "Maaf jika saya mengganggu Tuan, saya datang ke sini hanya ingin mengucapkan terima kasih. Sudah membantu saya menguak penghianatan yang suami saya lakukan."

 "Sebenarnya saya tidak pernah bermasalah dengan suami Anda, tapi saya bermasalah dengan wanita yang bernama Berlin. Yang sudah berani mengganggu istri saya, dan saya baru mengetahui jika wanita itu memiliki hubungan dengan suami Anda Nyonya."jawab Leo yang diam-diam melakukan itu untuk memberikan pelajaran kepada wanita itu.

 "Jujur saja, saya begitu merasakan kecewa dengan kelakuan suami saya tuan,semua ini terbongkar karena bantuan dari Anda tuan.Akhirnya saya masih bisa melindungi suami saya."mendengar penjelasan itu Leo hanya menganggukkan kepala.

 "Untuk urusan suami Anda,lebih baik Anda selesaikan berdua. Yang terpenting, wanita itu tak akan berani mengganggu suami Anda Nyonya."Nyonya Sila membalas dengan senyuman.

 Malam hari

 Karina baru selesai beres-beres barang miliknya yang ada di kost miliknya.Karina begitu saja lewati Leo yang saat itu duduk di sofa, tiba-tiba saja tangannya ditarik hingga jatuh disamping Leo.

 "Ah!" Karina terkejut tangannya ditarik oleh Leo.

 "Mau lari kemana?"bisik Leo yang tepat membisikkan di telinga Karina.

 "Aku mau tidur."jawab Karina yang mencoba menenangkan dirinya untuk tidak panik.

 Leo membalik tubuh Karina hingga posisi keduanya saling berhadapan,"Kenapa kamu tidak bilang dari awal ,jika wanita itu datang menemui mu?" Tanya Leo yang langsung saja ekspresi Karina langsung berubah sedikit kaget.

 "Kenapa dia bisa tahu." Batin Karina yang tak pernah bercerita tentang wanita itu.Siapa lagi jika bukan Berlin mantan kekasih dari Leo.

 "Kamu diam berarti itu benar."

 "Dia tiba-tiba datang, dan..."

 "Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi, tak perlu kamu jelaskan. Apa dia menyakitimu?"tanya Leo yang takut jika terjadi apa-apa dengan Karina.

 "Aku tidak apa-apa, tapi wanita itu sedikit keras kepala."reaksi Leo hanya menganggukkan kepala.

 "Dia tak akan berani mengganggumu lagi, dia sudah menerima hukumannya."seketika Karina mengingat sesuatu, tentang berita yang sedang hits mengenai gosip wanita itu.

 "Hukuman?"

 "Iya, hukuman. Dia pantas mendapatkannya, dengan beraninya dia mengganggumu." Jawab Leo dengan santai.

 "Sebentar, tadi kamu bilang hukuman. Apa mungkin berita yang tersebar di media sosial itu ulah..."

 "Itu benar, akulah orang yang menyebar berita itu."mendengar jawaban itu Karina menghela nafas pelan-pelan.

 "Jadi itu benar kamu yang melakukannya?"tanya Karina sekali lagi.

 "Itu benar, sayang."Leo membalas dengan senyuman miring.

 Leo mendekatkan wajahnya, dan memberikan mengecup tepat di pipi kanannya."Aku hanya ingin melindungimu, Aku tak ingin jika nanti kau akan merasa terganggu dengan kehadiran wanita itu. Dia hanyalah mantanku dan kamu adalah pendamping hidupku."perkataan itu langsung membuat Karina membeku, tak percaya jika pria itu mengakui perasaannya kepada dirinya.

Apalagi sedari awal hubungan mereka tidak terlalu dekat,tapi setelah mereka menjalani pernikahan kini sikap Leo berubah seakan dia diperlakukan seperti istri.

  Karina menatap pria itu di hadapannya ,dan ia tersadar pria sekaligus suaminya benar-benar menunjukkan keseriusannya pada hadapnya.

Keesokan harinya

 Karina perlahan-lahan membuka matanya dan tampak ada sorotan cahaya dari balik gorden,saat hendak bangun tiba-tiba ada sebuah tangan menahan dirinya.

 "Jangan pergi sayang." Leo masih menahan tangan karina.

 "Ini sudah pagi, bukannya kamu juga harus berangkat ke kantor."Leo langsung menarik tangan Karina hingga posisi keduanya saling berpelukan.

 "Aku akan bangun, jika Kamu memanggilku dengan nama Sayang."ekspresi Karina langsung berubah menjadi gugup sekaligus wajahnya merah merona karena menahan rasa malu.

 "Tidak mau."Karina langsung menolaknya.

 "Jika tidak mau memanggil nama sayang, aku tak akan melepaskan mu."Karina terpaksa harus menuruti apa perkataan dari pria itu yang tak lain suaminya sendiri.

 Dengan terpaksa Karina mengucapkan kata itu,"S-sayang." Mulut Karina keluar kata dan langsung dibalas dengan senyuman dari Leo.

 "Terimakasih,sayang." Leo memberikan kecupan tepat di keningnya, setelah itu Leo melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar mandi.

 Karina terdiam sembari melihat ke arah pintu kamar mandi,"Apa mungkin pria itu benar-benar menyukaiku,tapi aku masih ragu karena awal pernikahan kami hanyalah sandiwara." Batin Karina yang mengakui jika awal pertemuan mereka karena calon pengantin wanitanya tidak hadir di acara itu dan dirinya yang menggantikan posisi pengantin wanita itu.

 Seperti biasa Leo sudah berangkat ke kantor,dan posisi Karina dirumah dengan beberapa pelayan yang sama-sama sibuk dengan pekerjaan mereka.

 "Bibi Ria,tolong makanan ini bagi-bagikan kesemua orang kerja disini.Sayang kalau tidak di habiskan." Perintah Karina yang begitu banyak makanan yang tidak habis.

 "Baik Nyonya." Jawab Bibi Ria yang akhirnya membagikan beberapa makanan cemilan manis yang tertumpah di lemari gantung di dapur.

 "Tidak sia-sia tuan memilih seorang calon istri sebaik Nyonya Karina." Ucap salah satu pelayan yang sedang berkumpul istirahat setelah selesai pekerjaan mereka.

 "Jauh beda dengan Nona Berlin." Ucap mereka yang mulai membandingkan antara mereka berdua.

 "Itu mantan tuan kita,kalian harus berhati-hati bicara seperti itu." Dari mereka mulai mengingatkan untuk berhati-hati dalam bertutur kata.

1
partini
ga penting berarti banyak dong
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!