NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Pos Terdepan Teluk Karang

Uap asap putih tebal dari kemampuan Buah Iblis Moku Moku no Mi milik Smoker perlahan menipis, terdorong oleh hembusan angin sore yang membelah permukaan laut di celah karang luar Kepulauan Hagi.

Di atas geladak kapal patroli Anbu Kirigakure yang kini telah menghening, empat anggota Anbu berseragam hitam dan lima prajurit patroli Kiri tergeletak pingsan di papan kayu yang basah. Komandan Anbu bermasker burung hantu yang sebelumnya mencoba melancarkan jutsu elemen air terkapar di dekat tiang layar utama, topeng porselennya hancur berantakan akibat hantaman Tekkai buatan Rian.

Di sekeliling jebakan dua kapal faksi Gale—Kapal Perang Lautan Merah dan Kapal Sloop Bertiang Dua—tiga buah kapal dagang sipil yang sebelumnya diinterogasi secara paksa oleh Anbu Kiri tampak mengapung ragu. Para koki, pedagang rempah, dan awak kapal pedagang itu mengintip takut dari balik pagar geladak mereka, menatap sesosok pemuda bertudung hitam yang berdiri tenang di anjungan kapal patroli.

Johnny menyarungkan katananya dengan bunyi klik yang renyah, melangkah mendekati Rian seraya menyapu pandangan ke arah tiga kapal pedagang tersebut.

"Aniki," panggil Johnny seraya membetulkan kacamata hitamnya. "Para pedagang di tiga kapal itu kelihatan ketakutan setengah mati. Apa yang harus kita lakukan pada mereka?"

Rian memutar badannya, melangkah pelan menuju tepi pagar geladak. Melalui Kenbunshoku Haki (Basic), ia merasakan bahwa tidak ada satu pun aura permusuhan dari para pedagang sipil tersebut; yang ada hanyalah rasa cemas dan ketakutan akan nasib barang dagangan serta nyawa mereka.

"Tashigi," panggil Rian.

Tashigi yang baru saja selesai mengamankan gulungan peta rahasia Anbu Kiri melangkah mendekat, membetulkan letak kacamatanya dengan cermat. "Ya, Tuan Rian?"

"Turunkan tangga geladak dan panggil kapten kapal pedagang terdepan untuk bicara," instruksi Rian. "Faksi Gale bukan kelompok penyamun yang merampok rakyat biasa. Kita butuh mereka untuk menyebarkan reputasi kita di pasar bawah tanah Kepulauan Hagi."

"Siap, Tuan Rian!" jawab Tashigi cepat seraya memberi isyarat kepada awak Unit Beta.

Beberapa menit kemudian, seorang pria paruh baya berbadan agak gemuk dengan pakaian kain sutra cokelat dipandu naik ke atas geladak kapal patroli oleh dua anggota Gale. Pria itu adalah Kapten Kenzo, pemilik armada pedagang kain dan kain sutra dari wilayah perairan barat. Kedua lutut Kenzo gemetaran hebat saat melangkah di antara tubuh para Anbu Kiri yang pingsan, lalu membungkuk sedalam-dalamnya di hadapan Rian, Smoker, dan Tashigi.

"T-Tuan yang mulia..." suara Kenzo terbata-bata penuh kecemasan. "Mohon ampunilah kami! Kami hanya pedagang sutra biasa yang sedang berlayar menuju pasar lelang Kepulauan Hagi! Kami tidak memiliki hubungan apa pun dengan pihak militer Kirigakure!"

Smoker menghembuskan asap pekat dari dua cerutu di bibirnya, melipat tangan di dada dengan raut wajah dingin. "Tenangkan dirimu, Pria Tua. Jika kami berniat merampokmu, kapalmu sudah tenggelam ke dasar laut sejak lima menit yang lalu."

Rian melangkah satu titik ke depan, merapatkan mantel bertudung hitamnya. "Kapten Kenzo, berdirilah."

Kenzo perlahan menegakkan tubuhnya, menatap Rian dari balik ketakutannya.

"Faksi kami bernama Gale," suara Rian datar namun berwibawa. "Kami menguasai jalur perairan utara dan perbatasan Kepulauan Hagi ini. Kami tidak memungut pajak paksa dari pedagang sipil seperti yang dilakukan para Anbu Kiri atau kelompok bajak laut Hozuki Ryuji."

Mendengar nama Hozuki Ryuji disebutkan, mata Kenzo membelalak kaget. "H-Hozuki Ryuji?! Bajak laut Lautan Merah yang sangat ditakuti di perairan selatan itu?!"

"Kelompok Ryuji sudah kami tumpas empat hari yang lalu," sela Tashigi dengan intonasi tegas dan profesional. "Kapal perang yang ada di samping kanan Anda sekarang adalah bukti nyata bahwa kekuasaan Lautan Merah telah berakhir di tangan faksi Gale."

Kenzo menoleh menatap Kapal Perang Lautan Merah yang kini berbendera abu-abu polos. Napasnya tertahan. Berita tentang tumbangnya Hozuki Ryuji—seorang mantan ninja pelarian tingkat B yang terkenal sadis—adalah kabar mengguncang yang belum pernah terdengar di perairan luar.

"Luar biasa..." gumam Kenzo, ketakutan di matanya perlahan berganti menjadi rasa hormat yang mendalam. "Jadi... Tuan-tuan sekalian adalah penguasa baru di lautan ini?"

"Kami adalah pihak yang menjaga ketertiban jalur perdagangan," tegas Rian. "Melanjutkan pelayaran kalian ke pelabuhan utama Kepulauan Hagi. Sampaikan kepada para ketua serikat pedagang di sana: selama kapal dagang mematuhi aturan dan tidak membawa pasukan militer Kirigakure, faksi Gale akan menjamin keselamatan pelayaran kalian dari serangan penyamun."

Kenzo membungkuk berkali-kali dengan wajah berseri-seri penuh rasa syukur. "Terima kasih banyak, Tuan Rian! Terima kasih! Kami dari Serikat Pedagang Sutra Barat akan mengingat kebaikan faksi Gale dan menyebarkan kabar gembira ini ke seluruh dermaga!"

[SISTEM NOTIFIKASI: Peningkatan Reputasi Publik]

Tindakan melindungi armada pedagang sipil dari intimidasi Anbu Kiri menyebar di antara para kapten kapal dagang.

Public Reputation Berkembang: +100 Poin (Total Public Reputation: 550).

Setelah armada pedagang sipil Kapten Kenzo melanjutkan pelayaran mereka menuju pelabuhan utama Kepulauan Hagi, Rian mengumpulkan seluruh perwiranya di atas geladak Kapal Perang Lautan Merah untuk menentukan nasib kapal patroli Anbu Kiri yang disita.

Tashigi memegang papan rekapitulasi spesifikasi kapal. "Tuan Rian, kapal patroli Anbu Kiri ini berukuran 16 meter dengan lambung kayu jati yang sangat kokoh dan dilengkapi dua unit meriam putar ringan di geladak depan. Kapal ini jauh lebih lincah daripada kapal perang kita, namun menggunakan lambang resmi Kirigakure yang sangat mencolok."

Smoker mengetukkan ujung Jitte batu lautnya ke papan geladak. "Jika kita membiarkan simbol Kiri dan warna lambung kapal ini tetap seperti semula, kapal ini akan menjadi sasaran empuk atau memancing seluruh armada Kiri untuk mengepung kita. Kita harus menghapus identitas militernya."

"Tepat," setuju Rian. "Johnny, pimpin tiga anggota Unit Beta untuk mengikis ukiran simbol Anbu di lambung kapal dan mengecat ulang bagian haluannya dengan warna kelabu gelap. Mulai hari ini, kapal ini secara resmi masuk ke dalam inventaris armada Gale dengan sebutan Kapal Perintis 01."

"Siap, Aniki! Pengerjaan cat dan amplas akan selesai sebelum malam tiba!" seru Johnny penuh semangat.

"Lalu bagaimana dengan para tahanan Anbu Kiri ini, Tuan Rian?" tanya Tashigi seraya menunjuk ke arah sembilan prajurit Kiri yang terikat rantai besi di dalam ruang kargo bawah.

"Pindahkan mereka ke dalam ruang tahanan bawah kapal perang," instruksi Rian dingin. "Pasang kain bergaram pekat pada persendian mereka untuk mencegah mereka memicu chakra jutsu. Mereka adalah aset informasi yang berharga jika kelak kita butuh melakukan pertukaran dengan faksi lain."

Dengan terorganisasinya tiga kapal di bawah bendera Gale—Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop Bertiang Dua, dan Kapal Perintis 01—armada Rian kini memerlukan sebuah pelabuhan tersembunyi di Kepulauan Hagi yang bisa dijadikan sebagai Pos Terdepan 2.

Rian merogoh gulungan peta rahasia Anbu Kiri dari saku dalam mantelnya, membeberkannya di atas meja kayu kabin utama.

Menggunakan keahlian Navigation (Basic) dan daya analisis Intelligence 14-nya, Rian mencocokkan garis pantai Kepulauan Hagi pada peta tersebut. Kepulauan Hagi terdiri dari satu pulau utama yang padat dengan kota pelabuhan pasar gelap, serta belasan pulau karang kecil tak berpenghuni di sisi utara yang dikelilingi oleh terumbu karang dangkal dan kabut tebal.

"Di sisi utara pulau utama Hagi ini..." Rian menunjuk sebuah teluk tersembunyi yang ditandai dengan warna merah pudar pada peta Anbu. "Nama tempat ini adalah Teluk Karang Hantu. Nelayan lokal tidak berani mendekatinya karena batu karangnya yang tajam dan arus bawahnya yang liar. Namun bagi armada kita yang memiliki navigasi presisi, tempat ini adalah benteng alam yang sempurna."

Smoker mengamati titik tersebut, mengangguk menyetujui. "Teluk yang terisolasi dari pandangan pelabuhan utama. Sangat ideal untuk menyembunyikan tiga kapal besar tanpa memancing perhatian para mata-mata pasar gelap."

"Setel haluan menuju Teluk Karang Hantu," perintah Rian.

Pelayaran memutar menyusuri sisi utara Kepulauan Hagi memakan waktu sekitar dua jam. Jelang sore hari, gelombang laut yang agak besar menghempas lambung kapal saat armada Gale memasuki celah sempit terumbu karang yang mengelilingi Teluk Karang Hantu.

Di balik rimbunnya tebing batu hitam yang menjulang tinggi lima puluh meter, terhampar sebuah teluk melingkar yang tenang dengan air laut jernih berwarna hijau zamrud. Di bagian terdalam teluk tersebut, terdapat pantai pasir putih yang cukup luas serta gua karang alami bertingkat dua yang terlindung total dari pandangan laut lepas.

Armada Gale menurunkan jangkar besi mereka di tengah teluk yang tenang tersebut.

Rian, Smoker, Tashigi, dan Johnny melompat turun dari sampan kecil menuju pantai pasir putih Teluk Karang Hantu. Kaki Rian menjejak tanah pasir yang lembap, merasakan potensi strategis wilayah baru ini.

Denting suara sistem yang dinanti-nantikan bergetar halus di dalam pikiran Rian.

[SISTEM NOTIFIKASI: Wilayah Baru Teridentifikasi]

Lokasi Terkonfirmasi: Teluk Karang Hantu (Kepulauan Hagi Sisi Utara).

Potensi Wilayah: Sangat Tinggi (Benteng Pertahanan Alam & Pos Terdepan Strategis).

Fitur Terbuka: Opsi Pembangunan Pos Terdepan Organisasi (Outpost Level 1).

Rian berdiri di tepi pantai, memanggil antarmuka Shop Level 3 yang baru saja terbuka pada bab sebelumnya. Layar transparan biru bergetar halus, menampilkan daftar kemampuan fisik kelas atas, peralatan komunikasi khusus, serta blueprint arsitektur pertahanan yang tersedia untuk dibeli.

[SYSTEM SHOP LEVEL 3 - FEATURED ITEMS]

Rokushiki: Soru (Basic) - Cost: 250 SP (Memberikan kemampuan menghentakkan kaki ke tanah sepuluh kali dalam sepersekian detik untuk bergerak dengan kecepatan sangat tinggi yang tak terlihat mata telanjang. Requirement: Speed >\= 12).

Den Den Mushi Pair (Encrypted Voice Communication) - Cost: 150 SP (Sepasang siput komunikasi jarak jauh khusus yang memungkinkan komunikasi suara secara instan dan terkode antar markas tanpa terdeteksi oleh jutsu persepsi chakra biasa).

Blueprint: Secondary Outpost & Camouflage Defense - Cost: 300 SP (Desain lengkap konstruksi pos terdepan tingkat 1, mencakup menara pengawas tersamar, dermaga kayu mengapung berkapasitas tiga kapal, dan jebakan katrol pertahanan karang).

Rian meneliti setiap opsi dengan cermat. Dengan total 900 System Point yang ia miliki saat ini, ia telah memenuhi seluruh persyaratan fisik untuk menguasai teknik Soru (karena atribut Speed-nya telah mencapai angka 13 pada bab sebelumnya).

Kombinasi Soru dengan Geppo, Tekkai, dan Kami-e akan menyempurnakan empat dari enam teknik dasar Rokushiki dalam dirinya, memberikan fleksibilitas tempur tingkat tinggi baik di darat maupun di udara.

Selain itu, sepasang Den Den Mushi adalah kebutuhan vital yang mutlak untuk menghubungkan komunikasi instan antara Markas Utama Tebing Barat di Pulau Ren (yang dijaga Dogo) dengan Pos Terdepan 2 di Teluk Karang Hantu ini.

"Sistem," perintah Rian secara mental, "beli Rokushiki: Soru (Basic), Den Den Mushi Pair, dan Blueprint: Secondary Outpost & Camouflage Defense."

[Membeli Skill: Rokushiki: Soru (Basic)... Berhasil.] [Membeli Item: Den Den Mushi Pair... Berhasil.] [Membeli Blueprint: Secondary Outpost & Camouflage Defense... Berhasil.] [System Point Berkurang: -700 SP] [Sisa System Point: 200 SP]

WUSH!

Seketika, gelombang pemahaman teknik tempur yang sangat pekat mengalir deras ke dalam jaringan otot dan saraf Rian.

Pengetahuan intuitif tentang cara memompa tekanan darah secara eksplosif ke dalam serat otot paha dan telapak kaki menyatu sempurna dengan refleks fisiknya. Rian kini memahami cara mengeksekusi hentakan frekuensi tinggi Soru secara presisi tanpa merusak jaringan persendian kakinya.

Di saat yang sama, dua ekor siput kecil ber cangkang kayu dengan perlengkapan gangsing gagang telepon—Den Den Mushi—serta satu gulungan besar rencana konstruksi pos terdepan muncul secara material di dalam kolom Inventory-nya.

Rian mengeluarkan sepasang Den Den Mushi dari sistemnya, menyerahkannya langsung kepada Tashigi.

Tashigi menerima dua siput komunikasi tersebut dengan mata membelalak kaget bercampur heran. Ia mengelus cangkang kayu siput itu dengan penuh kehangatan, matanya berbinar gembira. "Den Den Mushi?! Tuan Rian... Anda berhasil memperoleh siput komunikasi dari dunia kami?!"

Smoker membuang asap cerutunya, menyunggingkan senyum tipis. "Siput komunikasi... Dengan ini, masalah komunikasi jarak jauh antar pulau yang selama ini dialami faksi ini terpecahkan total."

"Tashigi," instruksi Rian tegas, "atur agar satu Den Den Mushi dikirimkan kembali ke Pulau Ren melalui kurir perahu cepat perantara yang tepercaya besok pagi. Instruksikan Dogo untuk menempatkan siput itu di ruang arsip gua Tebing Barat. Siput kedua akan menjadi alat komunikasi utama kita di Pos Terdepan Teluk Karang Hantu ini."

"Siap, Tuan Rian! Saya akan memastikan pengiriman siput ini berjalan secara sangat rahasia!" jawab Tashigi penuh semangat.

Rian kemudian membentangkan Blueprint: Secondary Outpost & Camouflage Defense di atas batu pantai yang rata. Smoker dan Johnny melangkah mendekat untuk mengamati rancangan arsitektur tersebut.

Blueprint tersebut memberikan petunjuk langkah demi langkah tentang cara memanfaatkan kayu jati tebal dari perairan lokal dan batu karang hitam untuk membangun:

Dermaga Mengapung Tersembunyi: Berkapasitas tiga kapal besar dengan pasak penahan gelombang mekanis.

Menara Pengawas Karang: Tertutup oleh tanaman merambat liar di puncak tebing lima puluh meter, dilengkapi teropong jarak jauh.

Barikade Celah Laut: Rantai besi tebal bersambung katrol yang bisa dinaikkan dari dasar laut untuk menenggelamkan kapal musuh yang mencoba menerobos masuk secara paksa.

"Rancangan yang sangat taktis," puji Smoker seraya mengamati detail barikade rantai besi di dalam blueprint. "Dengan pertahanan rantai bawah laut ini, bahkan jika kapal perang Kiri menemukan teluk ini, mereka tidak akan bisa masuk tanpa hancur lambungnya."

"Kita mulai pembangunan pos terdepan ini hari ini juga," keputusan Rian mantap. "Smoker, pimpin Unit Alpha untuk menebang kayu jati di lereng tebing internal teluk. Johnny, pimpin Unit Beta untuk memasang pasak dermaga mengapung di pantai pasir."

"Siap, Aniki!" seru Johnny seraya memanggul kapak kayu dari kapal.

Selama lima hari berikutnya, Teluk Karang Hantu bertransformasi menjadi pangkalan militer terselubung yang sangat kokoh.

Dengan bantuan kekuatan fisik Johnny yang memiliki Strength 18, Smoker yang menggunakan asapnya untuk memindahkan balok-balok kayu berat tanpa suara, serta koordinasi administratif Tashigi yang presisi, pembangunan Pos Terdepan 2 berjalan dua kali lebih cepat dari perkiraan awal.

Dermaga mengapung kayu jati telah terpasang rapi di sepanjang pantai pasir, memungkinkan Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop Bertiang Dua, dan Kapal Perintis 01 merapat dengan aman. Di puncak tebing batu utara, sebuah menara pengawas tersamar berdiri tegap, memberikan pandangan pandang sejauh sepuluh mil laut ke arah perairan luar Kepulauan Hagi.

Pada sore hari kelima, Tashigi berjalan cepat menuju anjungan pantai tempat Rian sedang melatih gerakan kaki Soru-nya.

Di tangan Tashigi, siput komunikasi Den Den Mushi cangkang kayu sedang berdering halus.

Puru-puru-puru... Puru-puru-puru...

Tashigi mengambil gagang telepon di atas cangkang siput tersebut, menempelkannya ke telinganya. "Di sini Pos Terdepan Teluk Karang Hantu. Tashigi berbicara."

Wajah siput Den Den Mushi itu mendadak berubah bentuk secara mengagumkan—kelopak matanya sedikit menyempit dan kumis tipis tumbuh di samping pipinya, menirukan wujud fisik Dogo di Pulau Ren secara presisi!

"N-Nona Tashigi?! Tuan Rian?!" suara Dogo terdengar sangat jernih melalui penerima siput, seolah-olah ia sedang berdiri di samping mereka. "Suara ini... benar-benar ajaib! Siput ini benar-benar bisa berbicara!"

Smoker yang berdiri di dekat sana menghembuskan asap cerutunya seraya tertawa kekeh. "Itu kemampuan standar Den Den Mushi, Pria Tua. Langsung laporkan situasimu di Pulau Ren."

Dogo menenangkan keterkejutannya, lalu melaporkan dengan nada serius. "Tuan Rian, laporan penting dari Markas Tebing Barat! Dua hari lalu, kurir nelayan kita mengonfirmasi bahwa markas besar Anbu Kirigakure di pulau utama Negara Air telah menyadari hilangnya unit patroli Anbu nomor 4!"

Rian melangkah mendekati Den Den Mushi, matanya menyipit dingin. "Bagaimana respons mereka, Dogo?"

"Petinggi Kiri menduga bahwa unit Anbu tersebut disergap oleh faksi pemberontak ninja atau sindikat penyelundup senjata internasional," terang Dogo jernih melalui suara siput. "Mereka telah menaikkan tingkat kewaspadaan militer di perairan utama dan memperketat pemeriksaan kapal di pelabuhan-pelabuhan besar. Namun, karena tidak ada jejak yang ditinggalkan di Pulau Ren, fokus pencarian mereka sekarang sepenuhnya terpusat di perairan terbuka Kepulauan Hagi!"

Rian menyunggingkan senyum tipis di balik tudung hitamnya.

Segalanya berjalan persis sesuai dengan skenario kalkulasi Intelligence 14-nya. Dengan memindahkan pusat pertempuran dan melumpuhkan Anbu Kiri di perairan Hagi, Markas Utama Tebing Barat di Pulau Ren kini sepenuhnya aman dari radar kecurigaan Desa Kabut.

"Pekerjaan yang sangat bagus, Dogo," respon Rian melalui Den Den Mushi. "Tetap jaga kewaspadaan di Markas Tebing Barat. Gunakan Den Den Mushi ini hanya untuk laporan berkala sepuluh hari sekali atau situasi darurat."

"Siap, Tuan Rian! Semoga kejayaan selalu menyertai faksi Gale!" jawab Dogo sebelum pemutus suara berbunyi Katchan! dan siput Den Den Mushi tersebut tertidur kembali.

Di saat yang sama ketika komunikasi dengan Pulau Ren selesai, denting suara sistem yang sangat nyaring dan bergema membahana di dalam pikiran Rian.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Multi-Island Expansion]

Berhasil mendirikan pos terdepan resmi kedua (Teluk Karang Hantu) dan menghubungkan jaringan komunikasi antar pulau secara mandiri.

Reward: +300 System Point.

[SISTEM NOTIFIKASI: Penyelesaian Misi Strategis]

Pembangunan Pos Terdepan 2 dan pengalihan perhatian Anbu Kirigakure terkonfirmasi selesai secara sempurna.

Hadiah Diterima:

+200 Underworld Reputation

Unlocked: Character Recruitment Ticket (Common/Uncommon/Rare) (1).

Rian menatap lonjakan poin dan tiket perekrutan baru yang muncul di dalam panel antarmukanya.

Ia melangkah ke area pasir terbuka pantai Teluk Karang Hantu, menarik napas dalam-dalam untuk menguji kemampuan fisik Soru yang baru dipelajarinya.

"Soru!" bisik Rian.

BAM!

Dalam sepersekian detik, telapak kaki Rian menghentak permukaan pasir sebanyak sepuluh kali dengan frekuensi eksplosif. Tubuh Rian lenyap seketika dari pandangan mata biasa, meninggalkan kepulan angin membual di pantai, sebelum sosoknya muncul secara mendadak lima belas meter di ujung lintasan pasir tanpa meninggalkan jejak langkah sama sekali!

Smoker yang sedang menyedot cerutunya sampai membelalakkan mata. "Soru?! Kau memicu teknik pergerakan cepat Rokushiki itu tanpa cela, Rian!"

Johnny yang sedang memanggul kayu berhenti melamun, mulutnya menganga lebar. "L-Luar biasa! Aniki bergerak begitu cepat sampai bayangannya pun tidak kelihatan!"

Rian menghentikan pijakannya, meresapi fleksibilitas otot kakinya yang kini menyatu sempurna antara Speed 13 dan Stamina 10. Kombinasi Soru di darat dan Geppo di udara memberikan dominasi mobilitas tiga dimensi yang sempurna dalam pertempuran.

[Stamina Berkurang: 10 → 9]

Rian memanggil antarmuka status sistem secara menyeluruh untuk mengonfirmasi seluruh data dan status organisasi terbarunya secara presisi sesuai dengan canon database cerita.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 12 Speed: 13 Vitality: 8 Stamina: 9 (Perlahan Pulih) Intelligence: 14

System Point: 500 SP (200 + 300) Reputation:

Public Reputation: 550 (Pulau Ren & Kepulauan Hagi)

Underworld Reputation: 700 (500 + 200 - Diakui sebagai Faksi Penguasa Perairan Luar)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Rokushiki: Geppo (Basic)

Rokushiki: Tekkai (Basic)

Rokushiki: Soru (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Tashigi (Rare - Marine Ensign) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (28)

Ninjato Standar Kiri (5)

Parang Pemotong Kayu Tebal (15)

Gulungan Peta Rahasia Anbu Kiri (1)

Topeng Porselen Anbu Terbelah (1)

Den Den Mushi Pair (1 di Hagi, 1 di Pulau Ren)

Uang Tunai: 46.000 Ryo (Di dalam peti aman Pos Terdepan Hagi)

Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)

Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Kapal Perang Lautan Merah (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Kapal Perintis 01 / Eks-Anbu Cutter (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Character Recruitment Ticket (Common/Uncommon/Rare) (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Fleet Expansion

Martial Mastery

Shinobi Hunter

Commander Assembly

Marine Bureaucracy

Anbu Suppressor

Multi-Island Expansion

Organization: Gale (Level 2 - Organisasi Rahasia) Territory:

Markas Utama: Tebing Barat (Pulau Ren)

Pos Terdepan 2: Teluk Karang Hantu (Kepulauan Hagi)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Rian menutup panel statusnya.

Dengan 500 System Point, kas organisasi sebesar 46.000 Ryo di Hagi (+ 10.000 Ryo di Pulau Ren), dua wilayah pertahanan kokoh, tiga armada kapal perang, serta sebuah Character Recruitment Ticket (Rare) yang siap digunakan, faksi Gale telah bertransformasi menjadi kekuatan militer bawah tanah yang tak tergoyahkan di perairan luar Negara Air.

Matahari sore perlahan tenggelam di balik garis cakrawala lautan lepas, membiaskan warna merah keemasan di atas tiga kapal faksi Gale yang bersandar anggun di Teluk Karang Hantu.

Rian berdiri di puncak tebing pengawas, memandang jauh ke arah pulau utama Negara Air. Fondasi organisasi telah berdiri teguh; langkah ekspansi berikutnya menuju pusat perdagangan pasar gelap Kepulauan Hagi dan konfrontasi terselubung dengan militer Kirigakure siap diukir dalam babak perjalanan selanjutnya.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!