NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:118.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengejar Sebelum Terlambat

Begitu keluar dari toko, Lan Suya sama sekali tidak menghentikan langkahnya. Jubah putihnya berkibar tertiup angin saat ia berjalan cepat menuju halaman depan.

Di saat yang sama, seorang pria yang baru saja turun dari kudanya tampak mengernyit heran melihatnya. Pria itu adalah Bai Kai.

"Nyonya?"

Ia belum pernah melihat Lan Suya terburu-buru seperti ini. Tatapannya kemudian beralih kepada Rou Xi yang berlari menyusul dari belakang.

"Apa yang terjadi?"

Rou Xi sama sekali tidak memperlambat langkahnya.

"Nanti saja..."

Ia hanya menjawab singkat.

"Ikut saja!"

Mendengar nada suaranya yang begitu serius, Bai Kai langsung menyadari bahwa sesuatu yang besar telah terjadi. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia segera berbalik menuju kudanya.

Di depan toko Kelompok Harta Langit, sebuah kereta kuda mewah telah terparkir. Lan Suya langsung menaikinya tanpa membuang waktu. Rou Xi segera masuk menyusul dari belakang.

Sementara itu, Bai Kai melompat ke atas kudanya.

Swush!

Dengan sekali tarikan tali kekang, kuda hitamnya meringkik pelan sebelum mengikuti kereta dari belakang.

"Kita berangkat!"

Perintah Rou Xi terdengar dari dalam kereta. Kusir segera mengangguk.

"Baik!"

Crak!

Cambuk ringan diayunkan.

Kereta pun mulai bergerak meninggalkan halaman toko, memasuki jalan utama Kota Weiyang yang dipenuhi lalu lalang penduduk.

Di dalam kereta, suasana terasa sangat sunyi. Lan Suya terus memandang ke luar jendela, mengamati setiap sudut jalan yang mereka lewati.

Rou Xi akhirnya memecahkan keheningan.

"Nyonya..."

Lan Suya tetap memandang keluar.

"Hm?"

Rou Xi bertanya pelan.

"Kita hendak pergi ke mana sekarang?"

Lan Suya menggeleng perlahan.

"Entahlah."

Tatapannya masih menyapu keramaian kota.

"Kita cari saja di jalan. Siapa tahu kita bertemu Rui’er atau Senior Yuang Dao."

Rou Xi ikut terdiam beberapa saat. Kemudian sebuah pikiran muncul di benaknya.

"Nyonya."

Lan Suya menoleh.

"Mungkin... kita sebaiknya pergi ke penginapan."

"Kalau Tuan Muda Gao Rui sudah selesai berjalan-jalan, bisa saja ia sudah kembali ke sana."

Mendengar itu, Lan Suya langsung menganggukkan kepala.

"Benar."

Rou Xi segera membuka sedikit tirai kereta.

"Kusir."

"Ya."

"Ubah tujuan."

"Kita ke Penginapan Kayu Mawar."

"Baik!"

Kusir segera menarik tali kekang. Kereta perlahan berbelok menuju jalan lain yang mengarah ke penginapan. Di belakangnya, Bai Kai tetap mengikuti dengan kudanya tanpa pernah tertinggal.

Di dalam kereta, Lan Suya kembali terdiam. Tatapannya kosong menatap keluar jendela.

Di dalam hatinya, ia hanya memiliki satu harapan.

"Semoga... belum terjadi apa-apa di antara mereka."

Ia menarik napas panjang. Perasaan bersalah perlahan memenuhi dadanya.

Sebagai pemimpin Kelompok Harta Langit, seharusnya ia mengenali setiap tokoh besar yang dapat memengaruhi keadaan. Namun kali ini, ia justru gagal mengenali salah satu pendekar paling terkenal di sisi Boqin Changing.

"Hantu Pedang... Sha Nuo..."

Lan Suya menggeleng pelan.

"Aku benar-benar lalai."

Jika saja ia mengingat laporan dari Kekaisaran Shang sejak awal, ia tidak akan pernah memberikan perintah kepada Yuang Dao untuk mengawasi pria itu.

Tatapannya kembali menjadi serius.

"Sha Nuo datang ke Kota Weiyang... mungkin memang atas perintah Senior Boqin Changing."

Kemungkinan itu terasa sangat masuk akal. Bagaimanapun juga, Gao Rui adalah murid Boqin Changing. Sangat wajar apabila sang guru mengirim orang kepercayaannya untuk melihat keadaan muridnya.

Namun bukan hanya itu. Lan Suya kembali mengingat satu fakta penting yang hampir terlupakan. Boqin Changing juga merupakan salah satu pemilik usaha ini.

Melalui kerja sama yang mereka bangun sebelumnya, Boqin Changing memiliki bagian kepemilikan di Kelompok Harta Langit. Dengan kata lain, Sha Nuo juga mungkin datang untuk melihat perkembangan usaha yang sebagian menjadi milik Boqin Changing.

Semakin dipikirkan, semakin besar pula rasa malu yang muncul di hati Lan Suya.

"Aku benar-benar memperlakukan tamu Senior Chang sebagai orang yang mencurigakan..."

Ia perlahan memejamkan mata.

"Mudah-mudahan... kesalahpahaman ini belum terlambat untuk diperbaiki."

...*****...

Tak lama kemudian, kereta kuda yang mereka tumpangi akhirnya memasuki kawasan Penginapan Kayu Mawar.

Crak!

Kusir perlahan menarik tali kekang.

"Hoo..."

Kedua ekor kuda meringkik pelan sebelum berhenti tepat di depan gerbang penginapan.

Lan Suya langsung membuka pintu kereta.

Tap.

Ia turun lebih dulu, disusul Rou Xi beberapa saat kemudian. Di belakang mereka, Bai Kai juga telah menghentikan kudanya dan segera melompat turun.

Ketiganya berdiri sejenak sambil mengamati keadaan sekitar. Suasana penginapan tampak seperti biasa.

Beberapa tamu keluar masuk membawa barang bawaan. Para pelayan hilir mudik melayani pengunjung. Tidak terlihat tanda-tanda keributan sedikit pun. Namun justru itulah yang membuat Lan Suya semakin gelisah.

Tatapannya segera menyapu seluruh halaman penginapan.

"..."

Tidak ada Gao Rui. Tidak ada Yuang Dao. Terlebih lagi, tidak terlihat sosok pria bertubuh besar bernama Sha Nuo.

"Ayo."

Lan Suya melangkah lebih dulu memasuki halaman. Rou Xi dan Bai Kai segera mengikuti dari belakang. Saat itulah Rou Xi menceritakan apa yang terjadi pada Bai Kai.

Mereka memeriksa setiap sudut yang memungkinkan. Halaman depan, ruang makan lantai bawah, hingga taman kecil di bagian belakang penginapan. Namun tidak satu pun dari tiga orang yang mereka cari berada di sana.

Beberapa saat kemudian, ketiganya kembali berkumpul di halaman depan. Lan Suya perlahan mengembuskan napas.

"..."

Bai Kai mengernyit.

"Tidak ada siapa pun."

Rou Xi juga menganggukkan kepala pelan.

"Sepertinya memang tidak mungkin mereka berada di sini."

Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata,

"Nyonya."

Lan Suya menoleh.

"Mungkin... kita sebaiknya mencari ke rumah-rumah makan di sekitar sini."

"Kalau Tuan Muda Gao Rui belum kembali ke penginapan, kemungkinan besar ia masih makan siang di luar."

Lan Suya merenung beberapa saat. Kemudian ia mengangguk.

"Itu masuk akal. Kalau begitu, kita tidak boleh membuang waktu."

"Mari."

Ketiganya segera berbalik menuju kereta kuda yang masih menunggu di depan penginapan.

Rou Xi membuka pintu kereta. Lan Suya baru saja hendak melangkahkan kaki untuk naik. Namun pada saat itu juga...

Tap.

Tap.

Tap.

Suara langkah kaki perlahan terdengar dari arah jalan utama. Ketiganya secara refleks menoleh.

"..."

Dari kejauhan, seorang remaja tampak berjalan santai menuju Penginapan Kayu Mawar. Mengenakan pakaian sederhana dengan pedang tergantung di pinggangnya. Wajahnya tenang, seolah baru selesai berjalan-jalan mengelilingi kota. Orang itu adalah Gao Rui.

Langkah Gao Rui perlahan terhenti ketika melihat kereta kuda Kelompok Harta Langit terparkir di depan penginapan.

Tatapannya beralih kepada Lan Suya, Rou Xi, dan Bai Kai yang berdiri di sana. Sementara itu, Lan Suya, Rou Xi, dan Bai Kai juga memandang lurus ke arahnya.

Untuk sesaat, keempat orang itu hanya saling berpandangan dalam diam. Hingga akhirnya Gao Rui membuka suara.

Dengan polosnya ia bertanya,

“Bibi Ya, kau pulang cepat hari ini? Tidak biasanya kau pulang di siang hari.”

1
Dianrp
kepung
Jeffie Firmansyah
akhirnya paman Nuo... sadar ya gaya membantai Rui'er, mirip pendekar Boqin changing kan..... dan paman Nuo pasti bengong nanti ketika selesai membantai,dengan asik nya Rui'er mbat cicin ruang🤭😄😄😄😄
Nanik S
Kalau sudah tau gaya bertarungnya Rui... tanya saja sama Gao Rui Paman Nuo
Nanik S
Paman Nuo.... melihat gaya bertarungnya Gao Rui..... Tuan.... ya karena Rui murid Tuanmu Paman Nuo
tariii
👍👍👍👍
Gokil 332
jangan beri tahu biar gregetan nunggui momentumnya berhari hari 🤣🤣🤣
sabian andri
5 bab sekaligus pliiiiis.. 😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀💪💪💪
Ayyasying
bang folbek BG saya penulis baru
Aiby Kushina Uzumaki
jangan heran gitu lho paman nuo coba dong tanya siapa gurunya 😄😄😄
Raju
tanyakan aja lgsg lu muridnya siapa ??
HINATA SHOYO
kasih tau ssh identitas gaoru sma pmn nuo torrr
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung: ya kalau di buka pun jadinya Gao Rui gak kagok malah bisa nambah ilmu
total 3 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!