NovelToon NovelToon
Membatasi Rasa

Membatasi Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan
Popularitas:986
Nilai: 5
Nama Author: Sarifah31

Pernah gak sih, kamu sayang banget sama seseorang, tapi demi menjaga hati dan prinsip, kamu terpaksa bersikap sedingin es ke dia?

Itu yang dirasain Zaza. Waktu hatinya mulai telanjur jauh sama Rayyan, dia milih buat mundur perlahan. Gak ada chat basa-basi, gak ada modus pengen ketemu. Semua rindu dan riuhnya perasaan cuma dia tumpahin di sepertiga malam, langsung ke Pemilik Hati.
Rayyan pun sama. Dia kelihatan cuek dan gak peduli, padahal aslinya lagi berjuang mati-matian nahan rasa demi sebuah komitmen. Akhirnya, mereka berdua terjebak dalam kesunyian, sama-sama ngira kalau cinta mereka cuma bertepuk sebelah tangan.

Saling menjauh, tapi saling mendekat lewat doa apa mungkin cara sedekat ini malah bikin mereka makin jauh selamanya? Atau justru, menjaga jarak demi ibadah bakal berujung pada akhir yang gak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarifah31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuhnya Istana Kebohongan

Keheningan yang menjalar di ruang tamu kediaman Dafril terasa semakin mencekik. Tuduhan lantang Pak Baskoro dan penolakan histeris Ghea untuk melakukan tes DNA justru memicu riak kecurigaan baru yang kasatmata. Pak Zain masih berdiri kokoh, tatapan matanya yang teduh namun setajam elang beralih dari Ghea ke arah Davin yang kini berulang kali menyeka keringat dingin di dahinya menggunakan saputangan.

"Kenapa diam, Nak Davin?" tanya Pak Zain, memecah kesunyian dengan nada suara yang teramat tenang. "Kamu tadi begitu vokal menyudutkan Rayyan. Sebagai saksi kunci yang mengaku melihat semuanya, bukankah kamu seharusnya menjadi orang pertama yang mendukung tes DNA ini agar kebenaran yang kamu tuduhkan itu terbukti?"

Davin menelan ludahnya dengan susah payah. Tenggorokannya mendadak terasa sekering padang pasir. Ia melirik Ghea, mencari perlindungan, namun gadis di samping Pak Baskoro itu justru sedang sibuk menunduk sembari meremas ujung blazernya dengan cemas.

"S-saya... saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat malam itu, Pak," jawab Davin, suaranya tidak lagi selantang tadi, ada getaran kepanikan yang kentara di sana. "Urusan tes medis atau tidak, itu hak Mbak Ghea dan keluarganya. Saya tidak punya wewenang."

Rayyan yang merasakan cengkeraman tangan abinya mulai melonggar, melangkah maju satu langkah. Emosinya kini telah berganti dengan ketegasan yang matang. "Davin, kamu bekerja denganku sudah hampir dua tahun. Aku selalu mempercayaimu untuk mengurus segala jadwal dan dokumen penting, termasuk akses ke ruang kerjaku. Tapi semalam, setelah aku merenungkan semua keganjilan ini bersama Zaza, aku meminta tim IT kantor untuk membuka kembali rekaman CCTV koridor lantai lima dan memeriksa log aktivitas surel divisiku."

Mendengar kata CCTV dan surel, tubuh Davin seketika menegang.

"Kamu pikir aku tidak tahu siapa yang membocorkan jadwal pertemuan klien di restoran hotel malam itu kepada Ghea?" cecar Rayyan, suaranya berat dan menuntut keadilan. "Tim IT menemukan ada akses ilegal dari komputer kerjamu ke draf agenda pribadiku tepat dua hari sebelum kejadian. Dan di malam yang sama, ada riwayat obrolan transfer dana yang cukup besar masuk ke rekening pribadimu dari sebuah rekening di Jember. Mau mengelak apa lagi, Davin?!"

Jedarrr!

Kalimat Rayyan bak petir di siang bolong yang menghantam pertahanan Davin hingga berkeping-keping. Wajah sekretaris itu kini benar-benar pucat pasi, seperti mayat hidup.

Pak Baskoro yang selama ini dikenal sebagai pebisnis ulung, mulai menangkap gelagat yang tidak beres dari orang-orang di sekitarnya. Ego dan keangkuhannya perlahan terkikis oleh logika yang mulai terbuka. Ia menoleh tajam ke arah Davin, lalu beralih pada putri tunggalnya, Ghea.

"Ghea... Davin... Apa-apaan ini sebenarnya?!" bentak Pak Baskoro, suara beratnya kini bergetar bukan karena marah kepada Rayyan, melainkan karena rasa curiga yang teramat sangat pada putrinya sendiri. "Ghea! Jawab Papa! Siapa sebenarnya ayah dari anak yang kamu kandung itu?!"

Ghea tersentak, air mata yang kali ini benar-benar murni karena rasa takut dan malu mulai meleleh membasahi pipinya. "Papa... aku... aku..."

"Jawab, Ghea!!" suara Pak Baskoro menggelegar memenuhi ruangan.

Karena tekanan yang begitu masif dari segala sudut, mental Davin akhirnya runtuh total. Ia tahu posisinya sudah terkunci mati dan jika hal ini dibawa ke ranah hukum atas tuduhan pencemaran nama baik dan penipuan, masa depannya akan tamat di balik jeruji besi.

Davin tiba-tiba menjatuhkan dirinya, bersujud di lantai di depan Pak Dafril yang baru saja kembali dari kamar setelah memastikan kondisi Bu Dafril membaik, lalu merangkak ke arah Pak Zain dan Rayyan.

"Maaf! Mohon maafkan saya, Pak Rayyan... Pak Dafril... Pak Zain!" ratap Davin dengan suara menangis histeris, meluapkan seluruh rasa bersalahnya. "Saya khilaf! Saya diancam dan disuap oleh Mbak Ghea! Malam itu Pak Rayyan memang tidak melakukan apa-apa! Pak Rayyan pingsan karena Mbak Ghea memasukkan obat tidur dosis tinggi dan alkohol ke dalam minumannya! Saya yang membantu Mbak Ghea malam itu , tapi yang membaringkan Pak Rayyan ke ranjang itu mbak Ghea dan juga yang membuka kancing kemeja dan mengacak-acak rambut Pak Rayyan itu Mbak Ghea, lalu difoto!"

Davin menoleh ke arah Ghea dan mengatakan kembali pengakuananya "Mbak Ghea juga menyuruh saya untuk mengedit hasil-hasil fotonya lalu Mbak Ghea mengirimkan pesan kepada Buk Zaza."

Davin menoleh ke arah Pak Baskoro dengan tatapan putus asa. "Dan anak... anak yang dikandung Mbak Ghea itu... itu anak saya, Pak! Kami sudah berhubungan di belakang sejak beberapa bulan lalu saat Mbak Ghea sering datang ke kantor. Mbak Ghea mengancam akan memecat saya kalau saya tidak mau ikut menjebak Pak Rayyan agar Pak Rayyan mau menikahinya!"

"Davin, bajingan! Tutup mulutmu!" teriak Ghea histeris, ia mencoba melempar tasnya ke arah Davin namun tubuhnya sendiri lemas dan terduduk kembali di sofa dengan tangis yang pecah tak terkendali. Istana kebohongan yang ia bangun dengan begitu rapi dan angkuh kini telah runtuh, rata dengan tanah dalam hitungan menit.

Pak Baskoro berdiri dari duduknya, tubuh tuanya bergetar hebat menahan malu yang teramat sangat. Harga diri dan nama baik keluarganya yang selama ini dijunjung tinggi di Jember, hancur lebur di tangan putri kandungnya sendiri. Ia menatap Ghea dengan pandangan jijik dan kecewa, lalu menoleh ke arah keluarga besar Rayyan dan Pak Zain.

"Pak Dafril... Pak Zain... Rayyan..." ucap Pak Baskoro dengan suara yang mendadak parau dan lemas, keangkuhannya telah sirna sepenuhnya. "Saya... saya atas nama pribadi dan keluarga... memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan bejat putri saya dan fitnah keji ini. Saya benar-benar tidak tahu kalau... kalau kenyataannya sehina ini."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Pak Baskoro mencengkeram lengan Ghea dengan kasar, memaksanya berdiri. "Ayo pulang! Kamu telah mencoreng muka Papa di depan semua orang!" Ghea hanya bisa pasrah ditarik keluar sembari terus menangis sesenggukan, diikuti oleh Davin yang berjalan mengekor di belakang mereka seperti ayam sayur yang kehilangan bulunya.

Setelah pintu depan tertutup dan deru mobil mereka menjauh dari halaman, keheningan kembali merayap di ruang tamu kediaman Ijen. Namun, kali ini keheningan itu terasa begitu bersih dan lega.

Umi Zaza yang sejak tadi menangis, perlahan menghentikan isaknya. Beliau melepaskan pelukannya dari Zaza, lalu berjalan mendekati Rayyan. Dengan tangan yang masih sedikit gemetar karena sisa rasa haru, Umi mengusap lembut lengan menantunya itu.

"Rayyan... maafkan Umi ya, Nak," ucap Umi dengan suara yang sangat tulus. "Umi tadi sempat meragukanmu. Umi takut sekali kalau rumah tangga kalian hancur."

Rayyan tersenyum hangat, menggelengkan kepalanya sembari menggenggam tangan ibu mertuanya dengan takzim. "Tidak apa-apa, Umi. Rayyan sangat memaklumi perasaan Umi sebagai seorang ibu. Alhamdulillah, Allah maha baik karena telah membongkar semuanya hari ini."

Rayyan kemudian membalikkan badannya, menatap Zaza yang berdiri beberapa langkah di depannya. Gadis itu tersenyum kecil di balik ketenangannya, sebuah senyuman indah yang seolah menyampaikan bahwa badai telah sepenuhnya berlalu.

Rayyan melangkah mendekat, mendekap tubuh Zaza dengan erat di depan abinya. Di atas sajadah sepertiga malam dan benteng prinsip menjaga batasan yang selama ini mereka pegang teguh, skenario Allah sekali lagi membuktikan kekuasaannya: bahwa kebenaran yang dirajut dengan iman tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh muslihat serendah apa pun dari masa lalu.

1
Nurul
mending ta'aruf saja, Zaza
Nurul
mulai terbayang, cepat beristighfar
Xlyzy
kalau merasa ga pantas seharusnya harus bisa merubah diri agar pantas untuk nya
Xlyzy
Dilema si ini jadi nya mau nolak gimana sama orang tua
Xlyzy
Tapi ga harus di jodohin jugak sih cukup kenalkan mereka dulu kalau mereka saling suka baru nikahkan mereka
Cimol krispy
padahal temenan aja nggak di larang loh za
Sarifah_Aini97: bukan mahram kak
total 1 replies
Cimol krispy
jadi dari tadi kamu bikin heboh koridor karna nyariin Zaza ya rayyan
Miu.Nuha
barangkali jodohny ya itu rayyan
beruntung kalo perjodohan itu mengarah kesana 😙
Miu.Nuha
makanya...
bikin abang rayyan bingung
si eneng berada dijalur lain sih 😁
Filan
doanya pakai gue /Facepalm/
Sarifah_Aini97: Wkwk iya nih, biar doanya terasa lebih akrab dan personal langsung ke pencipta-Nya 🤣
total 1 replies
Filan
susah sih ya, kalau dia masih belom bisa sholat. gimana bisa jadi imam?
Filan
langsung sholat malam aja nih... sholat wajibnya gimana, Ray? /Chuckle/
Filan
menghindar nih ceritanya
Filan
skateboard apa udah jadi bagian dirinya? 😅
Aquarius97 🕊️
bagus Rayyan.. awalnya berubah karena Zaza, tapi lama2 dari hati yaa

. sampai kamu gak bisa meninggalkan sholat hehe
Three Flowers
semoga doa Rayyan terkabul, karena dia sudah meminta dengan jalan yang benar
Three Flowers: okay kakak
total 2 replies
Three Flowers
Rayyan dapat hidayah sejak bertemu Zaza
Three Flowers
bau-bau mau dijodohkan, apalagi calonnya baru lulus dari luar negeri
Three Flowers
seperti dikejar hantu, ya😅
Mega Siregar
hindari siapa tuh, za🤭?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!