NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Tinta yang Belum Kering

Kursor putih di atas layar hitam gawai Xavi masih berkedip teratur, seolah-olah menghitung detak jantung tiga orang yang mengunci diri di dalam ruang kerja pengap itu. Zayyan tidak segera menyahut. Dia melangkah perlahan mengitari meja kayu jati, mendekati jendela kecil yang menghadap ke arah pelataran barat galeri. Di luar, siluet lampu SUV pengawal pribadinya tampak diam mematung di bawah siraman gerimis tipis yang mulai turun menghantam kaca.

Kedua tangan Zayyan terbenam jauh di saku celana. Punggung tegapnya yang terbalut kain wol mahal bergerak naik-turun seiring helaan napas yang berat. Siasat bocah tujuh tahun ini tidak menyisakan ruang bagi Zayyan untuk melakukan manuver bisnis yang biasa dia lancarkan. Xavi telah mengunci setiap celah hukum dan siber dengan presisi seorang arsitek senior.

"Kau meminta legalitas mutlak dari administrasi negara," Zayyan memecah kesunyian tanpa membalikkan badan. Suaranya bergema rendah, membentur dinding beton galeri. "Artinya, kau memaksa seluruh publik melihat wajah ibumu kembali di halaman utama media bisnis sipil. Kau tahu konsekuensinya bagi ketenangan yang selama ini dia cari, Jagoan?"

Xavi tidak langsung mengetik. Jemari mungilnya menggantung di atas papan ketik, sementara matanya melirik ke arah Olin.

Olin, yang sejak tadi berdiri kaku di dekat panel kendali, merasakan cengkeraman dingin di ulu hatinya. Pernikahan resmi berarti namanya akan kembali bersanding dengan nama El-Ghazali—sebuah nama yang dulu hampir saja menenggelamkannya ke dalam pusaran skandal korporasi yang tidak pernah dia lakukan. Dia menatap punggung Zayyan dengan kilat penolakan yang membara.

"Media bisa diatur dengan suntikan dana operasional dari divisi humas Anda, Tuan CEO," sahut Xavi, memecah kecemasan ibunya dengan suara jernihnya yang datar. "Sebuah pernikahan privat di catatan sipil tanpa pesta mewah di Grand Ballroom akan membatasi ruang gerak para jurnalis. Lagipula, publikasi kecil jauh lebih aman daripada membiarkan Cynthia atau faksi Kakek Albert menemukan celah bahwa status hukumku tidak terlindungi oleh hukum ahli waris."

Zayyan memutar tubuhnya. Sepasang mata elangnya menyipit, mengunci sosok mungil di balik kursi putar besar itu. "Cynthia? Siapa yang memberi tahumu tentang nama itu?"

"Sistem filter email di gawai Mommy menangkap tiga draf pengosongan aset yang ditandatangani oleh nama itu bulan lalu," Xavi mendongak, mempertemukan tatapan dinginnya dengan Zayyan. "Dia mencoba memotong anggaran untuk yayasan seni mandiri yang dikelola Mommy di kota ini. Aku hanya... membalasnya dengan menutup beberapa akses kartu kredit korporasinya melalui celah peladen kemarin malam."

Kedutan kecil kembali muncul di sudut bibir Zayyan. Kali ini, sebuah kekehan rendah yang hampir tak terdengar lolos dari tenggorokannya. Malikh yang mengawasi dari ambang pintu bahkan harus menahan napas; dia belum pernah melihat bosnya menunjukkan ekspresi sepuas itu di tengah sebuah negosiasi yang menjatuhkan posisi tawar perusahaan sendiri.

"Kau benar-benar tidak menyisakan ruang bagi tunanganku, huh?" Zayyan melangkah kembali ke meja, bertumpu dengan sebelah telapak tangannya di atas tumpukan katalog seni Olin yang agak berdebu.

"Dia bukan tunangan Anda lagi begitu akta sipil ini keluar, Tuan El-Ghazali," cicit Xavi, lalu mengetuk tombol tombol Save pada gawainya. Sebuah bunyi klik halus menandakan berkas digital itu telah terkunci dengan enkripsi dua arah.

Olin melangkah mendekat, mengabaikan hawa dingin yang menguar dari tubuh Zayyan. Dia memegang tepi meja, menatap lurus ke dalam manik mata hitam pria yang pernah mengisi masa lalunya itu. "Jika aku menandatangani ini, Zayyan... kau harus berjanji satu hal. Jangan pernah membawa Xavi ke dalam rapat dewan komisaris sebelum dua tahun ini berakhir. Biarkan dia tetap menjadi anak kecil."

Zayyan menatap Olin lama. Ada kilatan luka, keras kepala, dan kelelahan yang teramat sangat di dalam sepasang mata wanita itu—sebuah rahasia tujuh tahun yang kini harus dia tebus dengan selembar kertas kesepakatan.

"Malikh," panggil Zayyan tanpa memutuskan kontak mata dengan Olin.

"Iya, Tuan Besar," Malikh melangkah masuk, mengeluarkan sebuah pulpen platina berlogo elips emas dari saku dalam jasnya, lalu meletakkannya di atas meja jati bersama selembar tablet pintar khusus korporasi yang sudah menampilkan draf perjanjian sipil kilat.

"Hubungi dinas catatan sipil pusat malam ini juga. Katakan pada mereka, aku butuh petugas administrasi resmi di mansion utama besok pagi jam tujuh," perintah Zayyan, suaranya kembali berubah menjadi perintah besi yang tak terbantahkan. Dia mengambil pulpen platina itu, lalu mengulurkannya ke arah Olin. "Tanda tangani bagianmu, Aureline. Sang Arsitek sudah membuka jalurnya, sekarang giliranmu yang berjalan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!